Feb 8

Tuhan mungkin membuat kita tidak nyaman berpijak di bulan agar kita dapat meninggalkan bulan dan menggapai bintang. –Charles Christian

  • Kita mungkin menyangka kita sudah cukup sukses dengan mencapai bulan (karena kita tinggal di bumi), dan merasa bahwa bulan adalah pencapaian yang tertinggi, sehingga kita nyaman dan berhenti ketika sampai di bulan.
  • Tuhan membuat kita tidak nyaman lagi di bulan yang mungkin kita kenal sebagai “surga” untuk menunjukkan kepada kita bahwa ada bintang di atas bulan. Ada hal yang lebih baik daripada apa yang kita anggap “surga”. Tuhan menawarkan kepada kita sukacita penuh dengan kehadiran-Nya.
  • Saat kita tidak nyaman lagi berpijak di bulan, kita mempunyai dua pilihan. Kita bisa tetap bersikeras tinggal di bulan meskipun tidak nyaman, atau kita akan meninggalkan bulan. Jika kita bersikeras tinggal di bulan, kita akan merasakan ada suatu hal yang hampa dalam hidup kita seperti rasa tidak nyaman kita di bulan.
  • Kalau kita memutuskan untuk pergi dari bulan, ada dua kemungkinan yang dapat terjadi. Kita dapat semakin mendekati bintang atau semakin menjauhi bintang. Apakah kita semakin mendekati atau menjauhi, itu tergantung apakah kita taat dan mengikuti Tuhan yang menunjukkan jalan kepada bintang itu kepada kita? Tuhan sudah menunjukkan jalannya melalui Firman-Nya. Tugas kita adalah mencarinya dan berjalan di jalan yang sudah ditunjukkan Tuhan. Maka, kita pasti akan menggapai bintang itu pada akhirnya.
  • Ketika kita sudah menggapai bintang, kita akan melihat betapa bodohnya kita dahulu yang merasa nyaman berada di bulan. Kita akan menyadari bahwa bintang adalah jauh lebih baik daripada bulan, dan kita akan mendapat sukacita sejati, yang tidak kita dapatkan ketika kita ada di bulan. Tuhan akan menyambut kita di bintang tersebut.

Perubahan memang tidak selalu membawa kita kepada hal yang lebih baik, tetapi hal yang lebih baik takkan terjadi tanpa perubahan. Maka, jangan takut untuk berubah, selama di dalam perubahan itu kita terus dipimpin oleh Tuhan, yang tahu jalan menuju arah yang lebih baik.

Teruslah berusaha menggapai bintang Anda. :D

Feb 22

Kecepatan cahaya: 186.282 mil per detik (670.000.000 mil per jam).

Bulan mengorbit sejauh 239.000 mil dari bumi (pesawat menempuhnya dalam 19 hari, cahaya menempuhnya dalam 1,3 detik).

Matahari berada pada 93.000.000 mil dari bumi (pesawat menempuhnya dalam 21 tahun, cahaya menempuhnya dalam 8 menit 20 detik).

Bintang terdekat dari bumi selain matahari berada pada jarak 4,3 tahun cahaya dari bumi (270.000 kali lebih jauh daripada jarak bumi – matahari, pesawat menempuhnya dalam 51 milyar tahun).

Bintang yang Anda lihat pada malam hari dengan mata telanjang berada pada jarak 100 – 1000 tahun cahaya. Namun, ada beberapa bintang yang dapat Anda lihat dengan mata telanjang yang jaraknya 4000 tahun cahaya. Itu berarti cahaya bintang-bintang ini pertama-tama dilepaskan sebelum Musa membelah Laut Merah, telah menempuh jarak 670.000.000 mil setiap jamnya tanpa berhenti atau memperlambat kecepatan, dan sekarang telah mencapai bumi!

Bintang-bintang di atas barulah bintang yang ada di dalam galaksi kita saja (galaksi Milky Way). Galaksi terdekat dengan galaksi kita adalah galaksi Andromeda, berada pada jarak 2,31 juta tahun cahaya dari galaksi Milky Way.

Galaksi Andromeda dan Galaksi Milky Way adalah bagian dari suatu kelompok yang paling sedikit terdiri atas 30 galaksi. Kelompok-kelompok galaksi yang lain dapat terdiri atas ribuan galaksi.

Benda yang terletak paling jauh yang pernah dilihat manusia memiliki jarak lebih dari 13,2 milyar tahun cahaya. Dan itu masih belum mencapai ujung dari alam semesta (malah masih sangat jauh dan tidak terbatas ujung alam semesta tersebut).

Jika alam semesta ini sudah sedemikian luasnya (tidak terbatas luasnya), bagaimana dengan Allah? Allah menciptakan alam semesta ini dengan jari-Nya. Ia menentukan jumlah bintang-bintang yang tidak terbatas itu, dan menyebut nama-nama semuanya! Sungguh kebesaran Allah tidak terhingga dan takkan dapat dibandingkan dengan manusia, yang bahkan jika dibandingkan dengan alam semesta saja sudah teramat sangat kecil sekali…

Mazmur 8:4-5 
Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang-bintang yang Kautempatkan: apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?

Mazmur 147:4-5
Ia menentukan jumlah bintang-bintang dan menyebut nama-nama semuanya. Besarlah Tuhan kita dan berlimpah kekuatan, kebijaksanaan-Nya tak terhingga.

Untuk memberikan sedikit gambaran visual mengenai besarnya alam semesta ini, perhatikanlah gambar berikut ini.

Seberapa besarkah kita dibandingkan dengan bumi?
Planet-planet 1

Seberapa besar bumi dibandingkan dengan Jupiter?
Planet-planet 2

Mari kita ajak matahari, dan Jupiter pun terlihat kecil
Planet-planet 3

Kalau bumi saja sudah tidak terlihat, apalagi kita?
Planet-planet 4 

 Matahari = 1 pixel, kita = ?
Planet-planet 5

Antares masih teramat sangat kecil sekali jika dibandingkan dengan alam semesta ini. Dan Allah yang menciptakan alam semesta ini, tentulah lebih besar lagi. Sungguh betapa besarnya Allah itu, melebihi segala akal manusia.