Facebook Ubah Lagi Halaman Event Pages
Posted by Aulia

Ilustrasi: thesocialanimal.com
FACEBOOK tidak akan pernah berhenti mengembangkan situs jejaring sosialnya ini. Salah satunya dengan tampilan yang semakin user friendly. Kali ini Facebook sedang mengupayakan tampilan barunya untuk Event Pages atau halaman untuk acara.
Banyak para pengguna Facebook, hampir semuanya mengetahui halaman Event Pages, halaman ini sering digunakan untuk membuat acara-acara tertentu, mulai dari acara untuk kalangan terbatas/komunitas atau juga massal sampai dengan acara resmi seperti perkawinan, seminar dan juga lainnya.
Ihwal berita tentang perubahan halaman Event Pages ini, belum resmi diumumkan oeh pihak Facebook kepada para penggunanya yang sudah mencapai 500 juta tersebut.
Namun, secara tidak langsung bagi pengguna yang mengunjungi halaman tersebut akan melihat beberapa perubahan, mulai dari tampilan informasi peserta di posisi kiri halaman serta posisi RSVP yang kini berada di sudut kanan atas.

Tampilan baru Event Pages/Ilustrasi: mashable.com
Kendati perubahan tampilan ini, Facebook bertujuan untuk melalukan pendekatan kepada penggunanya agar lebih nyaman. Sedangkan fitur tambahan untuk tampilan baru di Event Pages masih belum ada perubahan, dengan adanya perubahan tampilan tersebut membuat Facebook lebih termotivasi dalam melakukan standarisasi untuk situsnya.[SA/bnc]
Filed under: ICT, Internet, News Tagged: Event Pages, Facebook, Jejaring Sosial, Situs
Facebook Target Pengguna Sampai 1 Miliar
Posted by Aulia

Foto: facebookyardim.wordpress.com
JEJARING sosial hasil garapan Mark Zuckerberg tidak pernah pantang menyerah, begitulah gebrakan yang dilakukan sepanjangan tahun 2010 ini. Selain mendapat berbagai tekanan dari kalangan yang sempat menilai ihwal privasi di Facebook terlalu terbuka, juga sampai diajukan banding ketingkat hukum di Amerika Serikat.
Kali ini Mark juga angkat bicara, sebagai CEO dari situs yang dibangunnya ketika di bangku kuliah, dia menargetkan Facebook akan menjadi jejaring sosial pertama dalam mencapai 1 miliar pengguna.
“Saat ini Facebook telah memiliki 500 juga pengguna yang tersebar diberbagai dunia, namun Mark tetap yakin dengan capain 1 miliar pengguna,” seperti yang dilansir oleh New York Post.
Sementara itu, Mark juga menambahkan, bahwa pengguna Facebook di Rusia laju pertumbuhannya naik dua kali lipat dan hingga kini sudah mencapai 1 juta pengguna lebih.
Namun di beberapa negara, Prancis, Cina, Jepang, Rusia dan Korea Selatan merupakan negara-negara dengan tingkat pertumbuhan jejaring sosial Facebook bukan nomor satu yang paling banyak diakses. Selain itu, Facebook juga membuka proyek baru di Rusia yang berkantor di Moskow sebagai upaya untuk memperluas jaringan serta menjalin hubungan dengan berbagai operator telepon seluler.
Untuk pendapatan dari iklan sendiri, hingga kini Facebook sudah berhasil mengumpulkan di atas US$ 1 miliar. Menurut situs pelacakan ComScore, penjualan iklan dari Facebook dinilai cenderung lebih banyak untuk ditampilkan dibandingkan situs media sosial lainnya seperti Yahoo!.[AK/sbc]
Filed under: ICT, Internet, News Tagged: Amerika Serikat, ComScore, Facebook, Jejaring Sosial, Mark Zuckerberg, Situs, Social Media, Yahoo!
Aksi Piala Dunia 2010 Gunakan Tiga Satelit
Posted by Aulia

Ilustrasi : 906fmstereo.webs.com
PIALA Dunia 2010 semakin meriah, aksi para pemain lapangan hijau di benua hitam, Afrika Selatan, semakin menambah panas suasana piala dunia kali ini. Tidak ketinggalan, peran teknologi dalam ajang kompetisi sepak bola ini tidak bisa disepelekan. Canggihnya teknologi, pihak FIFA menggunakan tiga bantuan satelit untuk memantau jalannya pertandingan.
Teknologi satelit yang digunakan ini memungkinkan jutaan penikmat sepak bola dikompetisi Piala Dunia dapat mengawasi perhelatan akbar antara tim-tim kebanggaanya dengan tim lawan. Tidak hanya itu saja, berkat kecanggihan teknologi ini, para jutaan fans juga bisa menikmati gambar resolusi tinggi melalui layanan Internet.
Tiga kecanggihan satelit itu antara lain pada situs GeoEye, DigitalGlobe dan Spot Image yang akan memperlihatkan 10 dari lokasi Piala Dunia di Afrika Selatan. Tidak tanggung-tanggung, teknologi ini juga mampu menampilkan gambar dengan resolusi High Definiton (HD).
Melalui satelit GeoEye, anda akan memperoleh gambar dari ketinggian 423 mil dan memperbesar Afrika lebih dari empat mil per detik di masing-masing kutub orbitnya. Resolusi yang digunakan oleh GeoEye -1 adalah setengah meter atau dua kali lebih tajam daripada resolusi Ikonos yang hanya 1 meter-per-pixel.
Sedangkan, pada DigitalGlobe telah menempatkan Piala Dunia yang dapat diatur melalui layanan aplikasi Flickr. Untuk tampilan dari galeri DigitalGlobe juga mencakup Mbombela Stadion.
DigitalGlobe sendiri mendapatkan citra setengah meter-resolusi dari satelit QuickBird dan dari WorldView-1 dan WorldView-2. Pada situs resminya, Spot Image menawarkan galeri video dengan menggunakan layanan YouTube ditambah dengan 10 stadion yang akan membawa Anda dengan cepat melihatnya.
Bagi Anda yang ingin menontonnya di YouTube, bisa melakukan optimalisasi dengan ukuran gambar yang terbaik. Gambar tersebut disediakan oleh Kompsat-2, sebuah satelit yang dimiliki oleh negara Korea Selatan yang menyediakan view satu-meter-resolusi hitam-putih dan 4 meter warna dengan resolusi gambar.[SA/bnc]
Filed under: Aplikasi, ICT, Internet, News Tagged: Afrika Selatan, DigitalGlobe, eoEye, Internet, Piala Dunia, Satelit, World Cup 2010
Ensiklopedia Bibeueh: Bakti Mereka Pada Bahasa
Posted by Aulia

Ilustrasi: Wikipedia Bahsa Aceh
SIAPA sangka, buah dari niat baik walaupun harus mengorbankan kuliah, akhirnya menjadi kenyatan juga.
Muhammad Nabil Berri, salah satu mahasiswa disalah satu perguruan tinggi di Aceh ini memberanikan diri untuk mengusulkan ke Wikimedia Foundation walaupun dia sendiri berlatarkan ilmu pendidikan kedokteran, namun tetap percaya dengan niatnya mengembangkan serta melestarikan bahasa Aceh menjadi bagian dari wikipedia yang ada saat ini.
Tidak lama setelah pengajuan tersebut ke pihak Wikimedia, awal tahun 2008 lahirlah sebuah incubator (tabung penetesan) yang diberikan kode ace sesuai dengan International Standards Organization (ISO). Tepat tanggal 12 Agustus 2009, akhirnya Wikipedia Bahsa Aceh lahir.
Selain Nabil, saat ini sudah terdapat tiga pengurus tambahan yang mengurusi seluruh hal-hal teknis di Wikipedia Bahsa Aceh, yakni:
- Aditya Iskandar
- Fadli Idris
- Hasmahdi
- Muhammad Nabil Berri (Pendiri)
Kita harapkan, selain memajukan konten lokal. Masyrakat Aceh juga bisa terjun langsung dalam konten global seperti Wikipedia ini. Namun, bagi yang ingin menulis artikel khusus dalam bahasa Indonesia, sekarang juga sudah ada AcehPedia (Ensiklopedia Aceh Terlengkap) yang khusus menyajikan informasi Aceh secara online sebagai proses dari dukungan untuk konten lokal.
Lebih lanjut mengenai Wikipedia Bahasa Aceh bisa juga baca artikel Wikipedia Bahsa Aceh Menuju 1000 Artikel dan Akhirnya, Wikipedia Berbahasa Aceh Lahir!. Jadi, tunggu apalagi, selamat ber-wiki wahai aneuk Nanggroe, manfaatkan fasilitas yang ada kapan pun dan dimana pun kamu berada dan perkenalkan kepada masyarakat luas lainnya.[]
Filed under: Aceh Hari Ini, Ekstrakurikuler, History, ICT, Internet, News Tagged: Aceh, AcehPedia, Artikel, Bahasa, Bahsa, Budaya, Ensiklopedia, Konten Lokal, Menulis, Online, Wikimedia Foundation, Wikipedia
Google Terapkan Fitur Background
Posted by Aulia

Ilustrasi: googleblog.blogspot.com
MESIN pencari Google memang tidak pernah kehabisan ide dalam menarik perhatian penggunanya. Sejak menjadi perusahaan terbuka di tahun 2004, mesin pencari nomor satu di dunia ini kian melejit dengan berbagai produknya.
Tidak hanya itu, tepat di awal tahun 2005, Google kembali memperkenalkan produk barunya bernama iGoogle. Dengan iGoogle, seseorang bisa meklukan berbagai personalisasi terhadap mesin pencari hasil karya Page dan Brin tersebut.
Kali ini, inovasi yang diberikan oleh Google kepada penggunanya, yakni memungkinkan anda untuk menambahkan foto favorit atau gambar sebagai latar belakang (backgrounds) pada halaman utama Google. Selain itu anda juga dapat memilih foto dari komputer Anda sendiri atau Picasa Web Album.
Jika Anda memilih foto favorit, foto tujuan wisata favorit Anda atau bahkan desain yang anda buat sendiri, sekarang Google.com bisa menyesuaikan sesuai gambar yang anda masukkan. Bagi anda yang ingin menikmati tampak bersih dan sederhana, maka Google menyediakan tampilan kustom yang bisa anda setting, anda juga bisa dengan mudah mendapatkan pencarian halaman klasik Google.
Fitur Google ini mulai diterapkan bagi pengguna yang berada di Amerika Serikat dengan domain Google.com, anda bisa menemukan tulisan dipojok kiri bawah dengan bertuliskan Change background image.
Namun, bagi anda yang berada di luar Amerika Serikat jangan berkecil hati, karena anda juga dapat melihat fitur baru ini dalam beberapa hari mendatang saat Google sudah mengimplementasikan secara terbuka bagi semua negara internasional.[SA]
Filed under: Aplikasi, ICT, Internet, News Tagged: Background, Fitur, Foto, Google, iGoogle, Mesin Pencari, Picasa Web Album
Pengaturan Facebook Lebih Sederhana
Posted by Aulia

Ilustrasi : toonpool.com
SETELAH menuai kritik dari berbagai kalangan tentang pengaturan dan kostumisasi privasi, akhirnya jejaring sosial Facebook, karya mahasiswa Harvard, yang bernama lengkap Mark Elliot Zuckerberg memutuskan untuk membekukan sebuah keamanan terbaru terkait masalah privasi dengan pengaturan yang lebih sederhana.
Dalam blog resmi Facebook (http://blog.facebook.com), Mark mengumumkan fitur baru tersebut untuk proses konfigurasi privasi dengan cara yang cukup sederhana.
“Kontrol privasi yang baru ini, kami buat perubahan yang jauh lebih sederhana, termasuk konten pengguna, informasi pribadi dan juga aplikasi”, tegas pria kelahiran 26 tahun silam.
Perubahan yang akan diperkenalkan dalam beberapa minggu mendatang, diharapkan Facebook dapat memperketat dari segi keamanan serta menjawab berbagai kritikan dari pengguna saat ini.
Dalam blog resmi tersebut, Mark juga menjelaskan pengaturan privasi lebih dipertegas mengenai pilihan-pilihan kontrol yang bisa dilakukan oleh pengguna, diantaranya pengaturan pemberian izin dari setiap postingan; siapa yang bisa melihat atau menemukan anda di Facebook; menonaktifkan platform dan fitur instan yang dapat memberikan informasi anda ke pihak ketiga dan masih banyak lainnya.

Ilustrasi : blog.facebook.com
Pengaturan yang akan diluncurkan minggu depan ini, memungkinkan pengguna agar lebih mudah dalam melakukan setting privacy, namun untuk Instant Personalization, Facebook tetap akan mengaturkan secara default. Mengenai pengaturan ini bisa anda baca di halaman http://www.facebook.com/privacy/explanation.php yang dijelaskan secara jelas.[AK]
Filed under: Aplikasi, ICT, Internet, News Tagged: Aplikasi, Facebook, Informasi, Jejaring Sosial, Konten, Kontrol, Mark Elliot Zuckerberg, Security, Setting Privacy, Social Network
Facebook dan Kelakuan Penggunanya
Posted by Aulia

Ilustrasi: stmarysblackburn.ac.uk
MOLLY Norris, namanya kian memanas di jejaring sosial dua hari belakangan ini termasuk disitus kenamaan Facebook yang menuai protes dari berbagai kalangan akibat ulahnya ikut serta dalam event atau lomba karikatur Nabi Muhammad di Facebook.
Dari situs resminya, Norris akhirnya meminta maaf kepada semua umat Muslim di dunia. Tidak hanya itu, sebagai bentuk penyesalannya, Norris juga membuat kampanye menentang group Facebook yang telah dia buat yang berjudul I joined “Against Everybody Draw Mohammed Day” on facebook.
Kalau dilihat, memang penyesalan selalu datang belakangan. Sementara itu diberbagai belahan dunia, umat Islam telah melakukan berbagai aksi. Pakistan salah satunya yang mengambil langkah memblokir Facebook dan juga YouTube. Sedangkan, negera Indonesia masih saja sibuk dengan urusan pendapat/surat menyurat dan lain sebagainya.
Terkait hal ini, Norris sebagai salah seorang kartunis asal AS mengakui memang menerima banyak email soal ajakan menggambar Nabi yang menurutnya hanya bercanda itu. Terhadap pihak yang marah karena Norris tidak mau meneruskan ajakan itu, sang kartunis mengatakan justru email-email yang paling berkesan dikirim oleh umat Islam, seperti yang dikutip oleh detiknews.com.
Teror Facebook
Dampak Facebook sebagai media yang ‘netral’ belakangan ini memang telah membuat berbagai kontroversi, terutama di negerinya sendiri. Bahkan berbagai kalangan menilai Facebook telah melenceng dari aturan yang ada, termasuk membuat penipuan dan juga perdagangan data-data dari penggunanya.
Sementara itu, Vice President for Public Policy Facebook, Elliot Schrage, juga ikut menanggapi berbagai pertanyaan-pertanyaan seputar hak-hak privasi konsumen, dikutip dari PC World dan New York Times. Paling tidak terdapat 3 kebohongan yang dilakukan selama ini:
Pertama
Saat ditanya kenapa Facebook tidak membuat semua setelan privasi di Facebook sebagai ‘Opt-in’ alias seluruhnya ‘private’ kecuali pengguna menginginkan dan mengubahnya menjadi ‘public’, Elliot memberikan jawaban dan argumen yang ‘memukau’.
“Semuanya opt-in di facebook. Bergabung ke Facebook adalah pilihan. Kita ingin agar orang-orang terus menggunakan Facebook setiap hari. Menambah informasi, mengunggah foto, memposting status baru, menyukai sebuah laman. Semuanya Opt-in. Silakan jangan berbagi informasi, bila Anda tidak nyaman.”
Padahal, saat bergabung ke Facebook, sebagian besar data-data pengguna baru seperti biografi, interest, postingan, friend, family, relationship, lokasi, edukasi dan banyak lagi, akan langsung terpublikasi oleh publik, karena default setting-nya adalah ‘share with everyone’. Ini merupakan model ‘Opt out’, bukan ‘Opt in’.
Kedua
Saat ditanya bagaimana bila pengguna menghapus akun Facebook mereka, Elliot mengatakan bahwa pengguna bisa melakukan penghapusan secara permanen. “Bila Anda sudah tidak mau menggunakan Facebook lagi, Anda bisa menghapus akun Anda. Penghapusan ini adalah permanen, dan akun Anda tidak akan bisa diaktifkan kembali. Saat kami memproses permintaan penghapusan akun, kami langsung menghapus seluruh informasi yang terkait dengan akun tersebut. Message dan postingan di dinding akan tetap, tapi teratribusi dengan pengguna Facebook anonymous. Konten yang dulu Anda buat, tidak bisa diakses di Facebook, dan tidak di link ke informasi pribadi Anda di manapun.”
Faktanya, apa yang dikatakan Elliot tidak benar. Saat hendak menghapus akun Facebook, pengguna tidak akan mendapatkan tawaran opsi untuk menghapusnya secara permanen. Yang bisa Anda lakukan cuma ‘deactivate’. Tombol ‘delete account’ tak akan bisa dijumpai dengan mudah. Pengguna musti pergi dulu ke Help Center dan melakukan pencarian ‘delete account’ sehingga akan membawa Anda ke laman FAQ.
Ketiga
Elliot mengatakan bahwa keamanan pengguna Facebook terjaga. “Untuk sebuah layanan yang bertumbuh secara dramatis, kami menangani lebih dari 400 juta orang untuk berbagi miliaran kepingan konten kepada teman-teman mereka serta institusi yang mereka perhatikan. Kami pikir, rekam jejak kami untuk masalah sekuriti dan keamanan, tidak tertandingi,” kata Elliot.
Selengkapnya mengenai kebohongan tersebut bisa anda baca di Tiga Kebohongan Facebook Tentang Privasi. Tidak hanya itu, Federal Trade Commission juga mengambil kebijakan dalam masalah privasi ini terhadap Facebook, mereka juga menyebarkan isu ini dalam bentuk .pdf (bisa diunduh) yang berjudul Complaint, Request for Investigation, Injunction, and Other Relief.
Walaupun banyak dari Facebooker yang mengundurkan diri dari Facebook dengan datangnya isu pelecehan agama tersebut, namun Facebook itu tidak haram, hal ini juga ditambahkan oleh Ketua MUI KH. Amidhan, MUI tidak mengharamkan Facebook karena ia hanyalah alat yang bersifat netral. “Kalau ada Facebook yang isinya tidak baik dan mengandung fitnah, ya harus ditutup,” pungkas Amidhan seperti yang dilansir oleh inilah.com.
Lalu, adakah jejaring sosial yang ‘lebih baik’ dari Facebook dari segi priviasinya? jawabannya ada, dan jejaring sosial-alternatif-tersebut adalah yang kini sudah banyak ditinggalkan orang, yakni Friendster. Selain itu, masih ada juga Bebo, Hi5, Orkut, Ning, Netlog dan masih banyak lainnya, tapi sayang kepopuleran mereka di Indonesia hanya ada sesaat dan bahkan banyak pengguna internet tidak tahu tentang keberadaan situs tersebut, terlebih pengguna yang berusia remaja (ABG, -pen) dan juga pendatang baru di dunia jejaring sosial pertemanan.
Jadi, jangan berkecil hati bagi anda yang sudah ‘memutuskan’ hubungan dengan Facebook, masih ada jalan lain merajut pertemanan di Facebook. Selamat menikmati![]
Tulisan ini juga bisa anda baca di halaman pribadi saya di Kompasiana.com yang berjudul Molly Norris dan Teror Facebook.
Filed under: Blogging, ICT, Internet, News Tagged: Amerika Serikat, Facebook, Federal Trade Commission, Friendster, Jejaring Sosial, Karikatur, Kartunis, Molly Norris, Nabi Muhammad, Ning, Social Media
Perjalanan Sang Blogger
Posted by Aulia

Foto : KOMPAS.COM/Yudistira Bayu A
TANGGAL bisa saja terus berganti, namun seorang pribadi jarang bisa terganti. Itulah kata yang mungkin cocok bagi pribadi saya kini menjalani hidup lebih dari dua dasarwarsa.
Ada sepenggal kalimat yang saya torehkan pada lembaran status mukabuku dengan sebuah tag sederhana yakni, semangathidup23. Kalimat tersebut berbunyi, “SUNGGUH waktu telah berjalan dalam setiap hitungan detik yg berlalu, banyak sejarah yang ikut bersamanya. Walaupun bkn beban yg berat, tapi sebuah tanggung jawab yg melekat pada diri ini untuk bisa memberikan yg tebaik. Perjuangan tdk akan usai begitu saja, banyaknya kerikil yang kadang membuat jatuh ditengah jalan, itulah celah yg harus jd pijakan utama untuk terus berusaha yg tdk lepas dari do’a.”
Jika anda melihat gambar di atas, tentu anda akan memikir sebuah kata atau kalimat yang mungkin akan sangat sederhana walaupun banyak orang akan menafsirkan secara berbeda-beda. Seorang yang berjalan di atas rel kereta api, lihatlah kedepannya rel yang tidak begitu lurus, namun ada saja belokan kecil dan kadang antara satu rel yang lain menyatu dalam satu rel lainnya.
Itulah makna yang saya tangkap dari gambar tersebut, mungkin ibarat kata juga saya memaknai bahwa hidup yang telah saya lalui lebih dari dua puluh tahun ini kadang tidak selalu mulus, kerikil-kerikil tajam dalam setiap rel waktu itu selalu ada. Saya dan juga anda semua mungkin tidak akan mengelak dari itu, tapi yang diperlukan adalah cara kita memaknai dari setiap yang kita lewati sebagai pengalaman hidup yang berharga.
Kadang saya sering merasa menjadi orang yang terpuruk dalam sebuah perjalanan ini, terlebih waktu sekarang dalam menghadapi masa-masa menjadi seorang mahasiswa. Namun, ada satu kata disaat-saat rasa itu kian menyelimuti hati ini, “Allah akan menunjukki kita/hamba-Nya jalan sesuai dengan kehendak-Nya”. Kata-kata seperti ini terasa kadang harus merenung dari apa yang sudah kita perbuat dan selebihnya berusaha menjadi lebih baik dari sebelumnya.
Menjadi Blogger
Mempunyai ilmu dengan banyak, tanpa bisa membagikan dengan orang lain, sungguh ini sesuatu yang kadang juga sirna begitu saja. Walaupun tidak mempunyai kemampuan yang lebih dalam akademik, saya mencoba untuk ‘menerjukan’ diri dalam ranah blogging.
Sejak 21 Februari 2007, akhirnya saya menjerumukan diri dalam dunia ini (baca: blog). Memang hanya berniat semata untuk mencoba, terlebih dari itu ingin membagikan sesuatu yang kiranya berguna bagi orang lain dan mencoba berinteraksi dengan sesama walaupun itu hanya lewat dunia maya.
Tiga tahun bersama blog yang sering saya sebut dengan OWL (Orekan Waktu Luang) membuat saya kadang berpikir lebih, ada hal-hal yang baru yang kadang jarang saya jumpa di dunia nyata. Mencoba dalam menulis, memposisikan diri sebagai orang lain dalam memahami tulisan saya, terus saya coba. Kadang ide-ide aneh yang mungkin jarang terpikirkan, akhirnya bisa beredar menjadi wacana nyata.
Aceh Blogger salah satunya, dimana saya menemukan orang-orang lain dalam sebuah aktifitas yang sama, sehingga melahirkan komunitas tersendiri. Awal sebelum itu, dalam rangka menyatukan anak-anak Aceh di Universitas Indonesia, saya berinisiatif membuat blog SAMAN UI, dan alhasil kini cukup mendapat respon dalam menyebarkan informasi khususnya pendidikan.
Mungkin itulah segelintir kisah, perjalanan hidup saya dan ngeblog selama 3 tahun yang sudah berlalu (insyaAllah akan lanjut terus). Masih banyak hal yang ingin saya lakukan, terutama untuk mewujudkan tanggung jawab kelak nanti, membahagiakan orang tua, memberikan yang terbaik untuk orang disekitar yang saya sayangin dan kasihi. Karena mereka telah banyak membantu dalam hidup saya ini, saya yakin bahwa hidup dalam kesendiri an tanpa ‘mereka’ yang tidak bisa disebut satu persatu adalah nihil adanya seperti sekarang ini.
Untuk mengingat hari jadi semangathidup23, saya juga mulai menoreh langkah baru untuk terus belajar dalam menulis, yakni dengan bergabung di Media Warga (Citizen Media) Kompasiana. Sungguh sebuah keberuntungan tulisan Menilisik Silsilah Raja-Raja Islam di Aceh menjadi headlines disana.
Di akhir tulisan ini, saya ucapkan banyak-banyak terima kasih kepada ibu/bapak/kakak/adik serta teman-teman yang sudah memberikan sesuatu yang berkesan, baik itu pesan, jempol dan juga ucapan di Facebook, semoga atas do’anya membuat saya lebih menjadi bagian hidup dalam sebuah lingkungan dan keluarga ini, dimana saya belajar banyak dari lingkungan yang sekarang ini saya berada. Semoga Yang Kuasa membalas yang terbaik pula atas do’a-do’a anda semua. Amiin[]
Filed under: Blogger, Blogging, Ekstrakurikuler, ICT, Internet, Kampus, Kesan, Renungan, Santai Tagged: Blog, Doa, Hidup, Keluarga, Kuliah, Menulis, Perjalanan
Meng-online-kan Indonesia Sampai ke Pelosok Negeri
Posted by Aulia

Kebutuhan anak muda Aceh akan internet murah dan terjangkau sudah sangat mendesak. Selain untuk pendidikan, internet juga dibutuhkan untuk menjalankan bisnis dan kebutuhan lainnya. Foto: Roni Muchtar/Hinamagazine
ERA digital sudah didepan mata bahkan sedang kita hadapi, mau tidak mau kita telah berada dalam koridor ini. Kemajuan teknologi informasi yang makin berimbas pada pesatnya informasi yang berkembang tanpa henti. Ada hal menarik yang jika kita lihat secara seksama, seberapa penting masyrakat Indonesia mengenal dunia ini (baca: teknologi informasi).
Melihat menjamurnya pengembangan infrastruktur dimana-mana, (mungkin) juga sudah mewabah ke pelosok desa dan itu tidak semua merata. Kita tahun pemerintah dan berbagai instansi atau lembaga ikut mendukung dengan gejala perkembangan laju arus informasi yang makin sering diakses oleh berbagai kalangan, dari para anak sekolah sampai mereka para pengusaha kaya raya pun.
Lahirnya teknologi disaat seperti ini telah menembuh crakrawala dunia, tidak membatasi usia bahkan profesi sekalipun, namun bisa bertemu dalam satu wadah yakni dunia maya. Siapa sangka, internet yang mulai dikenal saat ini dengan berbagai lapisan usia telah membawa Indonesia ke arah yang sangat terbuka dalam mendapatkan informasi.
Gejala yang ada dalam masyarakat pun mulai menunjukkan gejala-gejala dengan hadirnya internet tersebut, mungkin dulu kita akan begitu susah untuk mendapatkan koneksi internet, harus repot-repot ke warung interntet (warnet) atau pun mencabut kabel telepon untuk disambungkan ke komputer.
Fenomena Warung Kopi
Untuk melihat geliat dari maju penyediaan akses internet, tidak perlu jauh-jauh. Saya melihat fenomena ini sebagian besar ada di ujung pulau Sumatera, apalagi kalau bukan Aceh. Serambi Mekkah yang terkenal dengan sebutannya, kini juga mendapat julukan baru dengan negeri seribu satu warung kopi (warkop), hampir dapat dipastikan disetiap pelosok desa bahkan sampai ke kota jika kita melintas jalur darat melewati Medan, hampir tidak ada setiap pinggir ruas jalan raya pasti terdapat warung kopi.
Menariknya, dikota-kota seperti Banda Aceh yang menjadi ibukota provinsi adalah pusat dari warkop ini. Muncul warkop setelah tragedi Tsunami tahun 2004 silam, kian menjamur dimana-mana. Memang, balutan untuk warkop ini dikemas dalam bentuk istilah modern dengan nama sebutan cafe, namun intinya bagi masyarakat Aceh ini tetap dikenal dengan warkop.
Sebelumnya, sekitar tahun 2006, Aceh pernah didengungkan untuk dijadikan sebagai cyber province pertama di Indonesia. Namun, entah mengapa pengadaan infrastruktur itu selalu tidak berjalan sebagaimana gaung yang beredar, walaupun banyak media yang memuat tulisan yang bertajuk cyber province hanya seputar wacana dan wacana.
Semenjak berjamur warkop inilah sekitar akhir-akhir tahun 2008, disetiap sudut kota Banda Aceh, secara tidak langsung mulai merambah dengan berbagai jaringan-jaringan nirkabel (wireless) disudut-sudut warkop. Secara tidak langsung, ini adalah teknik pemilik warkop dalam menarik pelanggannya yang rata-rata digandrungi oleh anak-anak muda dan bapak setengah baya agar tetap menjadi tempat favorit mereka sebagai tempat nongkrong.
Dari sebuah pola atau cara promosi menarik ini dari pemilik warkop-warkop tersebut, bisa kita lihat bahwa usaha kecil sekelas warkop/cafe setidaknya telah meng-online-kan masyarakat awam atau kota untuk bisa menikmati kecanggihan sebuah teknologi informasi yang akan tetap terus berkembang. Selebihnya tentang penggunaan internet itu sendiri, tetap sepenuhnya berada di tangan para penikmatnya, diantara dua mata pisau, itulah internet yang ada sekarang ini.
Satu seduhan kopi dari gelas-gelas yang mengepul asap ke penikmat kopi, telah mengantarkan jari-jari mereka untuk berjelajah keberbagai belahan halaman demi halaman menembus batas dunia.[]
Filed under: Aceh Hari Ini, ICT, Internet, Santai Tagged: Aceh, Cyber Province, Infrastruktur, Internet, Nirkabel, Online, Serambi Mekkah, Teknologi Informasi, Usaha, Warnet, Warung Kopi
Google Siap Hajar Apple
Posted by Aulia

Ilustrasi: dmxzone.com
BUKAN Google namanya kalau tidak mengeluarkan produk-produk canggih teranyarnya.
Setelah membuat Apple merah kuping dengan mengeluarkan Nexus One, kini Google tengah berencana mengembangkan komputer tablet. Kumputer ukuran mini ini digadang-gadang untuk mengalahkan iPad, tablet teranyar besutan Steve Jobs. Lagi-lagi, Google membuat bos Apple itu berpikir keras untuk memasarkan iPad yang pada penjualan hari pertama rilis di California awal bulan ini, mencapai 300 ribu unit.
Komputer tablet yang direncanakan Google itu dinamakan ‘gPad’. Ini tablet reader yang mempunyai kemampuan komputasi seperti PC tablet. gPad akan diperkaya dengan fitur Google Books –kalau di iPad ada iBooks– serta konten Marketplace. Jika iPad menggunakan sistem operasi iPhone, maka gPad mengandalkan Android, berbasis Linux.
Genderang perang Google dan Apple dimulai saat Google mengeluarkan produk telepon pintar Nexus One. Nexus digadang-gadang mampu membunuh iPhone. Untuk menggarap Nexus One yang juga berlayar multitouch (bisa cubit seperti iPhone), Google menggandeng HTC, vendor dari Taiwan. Belakangan, Apple berencana menggugat HTC karena menggunakan perangkat layar sentuh (multitouch) yang diklaim patennya Apple.[*/AK]
Filed under: Aplikasi, Gadget, ICT, Internet, News Tagged: Android, Apple, Gadget, Google, gPad, HTC, iPhone, Nexus One, PC Tablet
Facebook dan Twitter Sulit Diakses?
Posted by Aulia

Ilustrasi dari ralhan.wordpress.com
MARAKNYA jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter yang kini booming di berbagai kalangan, ternyata membuat salah satu firma konsultan internet, Webcredible membuat survey tentang penggunaan situs jejaring sosial untuk mengidentifikasi situs mana yang dirasakan mudah dalam penggunaannya.
Polling yang dilakukan pada 1.000 responden tersebut, ternyata 12 persen pengguna situs jejaring sosial mengaku sulit dalam mengakses situs tersebut (Facebook dan Twitter, -red).
“Responden memberikan ‘tanda’ kepada jejaring sosial yang sulit digunakan, baik dalam kinerja situs tersebut maupun dilihat dari segi waktu dimana responden tidak begitu mengerti tentang situs jejaring sosial yang digunakan”, seperti yang diungkapkan oleh Trenton Moss, directo Webcredible.
Dari hasil polling tersebut, Facebook menjadi top survey dengan mengumpulkan 50 person responden yang mengaku jejaring sosial mudah untuk diakses dan Twitter berada pada peringkat kedua dengan jumlah 19 persen responden yang memilihnya.
Lebih lanjut, Moss juga menjelaskan dari hasil tersebut dapat disadari bahwa Facebook memang memiliki tingkat popularitas yang besar, begitu pula dengan pengalaman berbagai responden. “Jika responden pertama kali menggunakan Facebook, dan kemudian membandingkan dengan situs jejaring lain, tentu hasilnya tidak akan sama”, tambahnya.
Sedangkan situs jejaring sosial lainnya seperti LinkedIn hanya memperoleh 5 persen responden, sementara MySpace mendapatkan 4 voter responden. Dan masing-masing 1 persen untuk jejaring sosial bertaraf kecil lainnya seperti Bebo dan juga Friend Reunited.
Fitur Baru
Tidak hanya masalah kesulitan dalam hal pengaksesan, Facebook dan Twitter kini malah berlomba-lomba dengan fitur barunya untuk update berbagi lokasi atau sering disebut dengan layanan Geotagging.
Fitur baru ini, sebenarnya sudah diterapkan oleh Twitter. Namun, Facebook sendiri masih belum mempublikasinya dan masih mempertimbangkan juga masalah privacy terkait dengan keberadaan layanan tersebut.
Dengan adanya fitur dari kedua situs tersebut, pengguna akan dimudahkan untuk berbagi lokasi dengan teman-teman mereka dimana saya dan kapan saja. Sementara bagi pengguna mobile juga akan mendapatkan layanan yang sama.
Facebook berencana akan menerapkan fitur Geotagging pada tahun ini, setelah diadakan konferensi developer (F8) pada bulan April 2010 nanti seperti yang dilansir oleh New York Times.[bnc]
Filed under: Aplikasi, ICT, Internet, News Tagged: Akses, Facebook, Fitur, Geotagging, Internet, Jejaring Sosial, Layanan, Mikroblogging, Survey, Twitter
Techtree Beberkan Fitur iPhone 4G
Posted by Aulia

iPhone 4G by Techtree.com
MENUNGGU hadirnya iPhone 4G sungguh telah menyita jutaan para penikmat gadget untuk menunggu kapan dirilisnya produk besutan Apple ini dipasarkan. Namun Techtree.com telah membeberkan mengenai detailnya perangkat keras ini ke publik lewat situs resminya.
iPhone 4G terbaru ini akan hadir dengan berbagai sentuhan warna baru, selain itu bagian penting berupa kapasitas juga tidak tanggung-tanggung, mulai dari 32GB sampai 64GB.
Untuk layarnya sendiri, iPhone 4G lebih besar dari yang sebelumnya. Dengan menghadirkan layanan video call (dua kamera) juga menjadi gaya tersendiri bagi iPhone serta dilengkapi dengan slot microSD untuk kebutuhan tambahan storage. Tidak hanya itu, kamera yang dibundle mencapai 5MP diperkirakan mampu merekam video dengan kualitas tinggi atau High Definiton (HD).
Yang tentu tidak luput dari iPhone 4G ini, tentunya fasilitas wireless yang membuat pengguna bisa melakukan komunikasi secara mobile dimana saja dan kapan saja. Apple berencana akan mengeluarkan produk terbarunya ini sekitar tahun 2011, walaupun begitu harga masih menjadi rahasia dari ’si putih tipis’ ini.[AK]
Filed under: Aplikasi, Gadget, ICT, Internet, News Tagged: Apple, Gadget, High Definiton, iPhone 4G, Mobile, Video Call, Wireless
5 Pelajaran dari Kasus Mario Teguh & Twitter
Posted by Charles
Sabtu lalu, tanggal 20 Februari 2010, Mario Teguh, seorang motivator ulung, mengeluarkan sebuah tulisan di Twitter #MTOF yang mengundang kontroversi. Tulisan itu berbunyi sebagai berikut.
“Wanita yang pas untuk teman pesta, clubbing, bergadang sampai pagi, chitchat yang snob, merokok n kadang mabuk – tidak mungkin direncanakan jadi istri”
Banyaknya komentar-komentar yang kurang santun akhirnya membuat Mario Teguh menutup akun Twitter-nya tersebut. Kemudian, beliau memberikan klarifikasi penutupan akun Twitter tersebut di Facebook Page-nya. Berikut adalah cuplikan klarifikasi beliau.
1. Apa pun prosedur pemilihan, penyusunan, dan penerbitan posting di Twitter dan semua media pelayanan publik MTSC via internet yang hampir mencapai jumlah 900,000 anggota di seluruh dunia, adalah sepenuhnya tanggung-jawab pribadi saya dan hanya saya.
…
6. #MTOF 6. adalah mata diskusi yang menasehatkan anak putri kita untuk tidak mempersulit masa depan kehidupan pribadi dan pernikahan mereka sendiri.
7. Mohon ditaruh konteks no. 6 sebagai semangat dan niat dari tweet #MTOF 6, sebagai berikut: “Wanita yang pas untuk teman pesta, clubbing, bergadang sampai pagi, chitchat yang snob, merokok n kadang mabuk – tidak mungkin direncanakan jadi istri”.
…
9. Sebagai mata diskusi, #MTOF 6 adalah judul dari diskusi, dan lebih ditujukan sebagai pemulai proses diskusi, dan bukan suatu judgment terhadap wanita tertentu.
10. Tetapi, kami bisa memahami bahwa kesalah-penafsiran bisa dikenakan kepada topik itu, terutama karena posting tersebut dibatasi sebanyak maksimal 140 huruf, yang kemudian dapat di-edit dan di post ulang (retweet) dengan bebas, tanpa harus setia kepada keseluruhan maksud dari posting awalnya.
…
12. Kami menerima kritikan dan perbedaan pendapat dengan penghormatan yang seutuhnya, tetapi kami tidak merasa damai dengan bahasa yang kurang santun dalam menyampaikan kritikan, sehingga para Moderator MTSC mem-block account yang tulisannya dapat mengganggu kedamaian followers yang lain.
13. Tetapi kemudian kami harus menerima kenyataan, bahwa orang yang cenderung berbahasa kurang santun, akan menjadi sangat tidak santun jika kita block dari komunitas kecil yang sedang kami bangun keakrabannya ini.
…
18. Setelah rapat Moderator MTSC pada hari Minggu pagi, 21 Februari 2010, kami memutuskan untuk mengakhiri pelayanan MTSC via Twitter, dan mengalihkan perhatian kami kembali ke media-media pelayanan kami yang sudah ada dan lebih mapan sekarang.
…
Selanjutnya, saya membaca perbincangan Bapak Mario Teguh dengan istrinya seputar Twitter tersebut. Saya rasa, penjelasan Mario Teguh kepada istrinya tersebut cukup menarik untuk dicermati. Berikut adalah kutipan penjelasan beliau.
Benar atau salah, tetapi jika orang merasa tidak damai karena kebenaran yang kita sampaikan, kita harus meminta maaf.
Kegundahan orang lain kepada kita, saat kita menyampaikan kebenaran, adalah perintah untuk memperbaiki cara dalam menyampaikan kebenaran.
Kita tidak boleh memaksakan cara dalam menyampaikan kebenaran, karena itu akan mengakibatkan orang yang membutuhkan perbaikan hidup itu justru mencemoohkan kebenaran.
Kita tidak boleh meminta maaf atas kebenaran yang kita sampaikan, tetapi kita harus meminta maaf jika kekurang-mampuan kita dalam menyampaikannya mengganggu kedamaian orang lain.
Kita tidak boleh menjadi penyampai kebenaran yang justru membuat orang menjauhi kebenaran.
Ada beberapa pelajaran yang bisa saya ambil dari kasus ini.
1. Saya setuju dengan pernyataan Pak Mario: “Kita tidak boleh menjadi penyampai kebenaran yang justru membuat orang menjauhi kebenaran.” Di satu sisi, kita memang harus menyampaikan kebenaran, tetapi kita juga harus menyampaikan kebenaran tersebut dengan cara yang baik, yang membuat orang lain semakin mendekati kebenaran, dan bukan malah menjauhinya.
2. Saya pribadi setuju dengan tweet Pak Mario tersebut: “Wanita yang pas untuk teman pesta, clubbing, bergadang sampai pagi, chitchat yang snob, merokok n kadang mabuk – tidak mungkin direncanakan jadi istri”. Meskipun menurut saya, mungkin saja sih mereka direncanakan jadi istri, tapi rasanya kehidupan pernikahan yang dibangun di atas dasar-dasar itu sangatlah rapuh.
3. Berhati-hatilah dalam menulis di Internet, terutama masalah “tulisan yang lepas dari konteks”. Jagalah sebisa mungkin agar sebuah tulisan tidak akan menimbulkan salah paham yang terlalu jauh bahkan jika dilepaskan dari konteks-nya, karena mungkin saja ada orang yang meng-copy tulisan kita tanpa ikut meng-copy tulisan lain yang menjadi konteksnya. Sebenarnya, hal inilah yang membuat saya meminta Anda yang ingin membagikan tulisan-tulisan saya di tempat lain untuk meminta izin kepada saya terlebih dahulu, agar saya bisa memastikan tulisan saya yang akan Anda bagikan tersebut tidak lepas dari konteksnya atau menimbulkan salah paham.
4. Saya salut kepada Mario Teguh yang mau bertanggung jawab atas kasus ini, meskipun menurut saya, dalam kasus ini beliau tidak salah. Tidak banyak orang yang mau bertanggung jawab atas perbuatannya yang mungkin tidak sengaja melukai orang lain, apalagi jika dia tahu bahwa perbuataannya tidak salah.
5. Adam Khoo mengatakan “To Be Somebody, Prepared To Be Loved… And Be Hated”. Tidak semua orang akan senang dengan kebenaran yang kita sampaikan. Pasti akan ada saja orang yang tidak senang, terutama orang yang merasa tersindir oleh tulisan tersebut. Kita takkan dapat menyenangkan semua orang. Kita harus siap untuk dicintai dan dibenci oleh sebagian orang. Namun demikian, janganlah kita juga membenci orang-orang yang membenci kita. Itulah yang membedakan kita dengan mereka.
4 Reasons on Why WordPress.com Is The Best Blogging Platform Ever
Posted by Charles
Today, I have blogged for more than two years, using WordPress.com blogging platform. In my opinion, and based on my experience, I have to say that WordPress.com is the best blogging platform ever. I have no advantage to promote WordPress.com. I just so satisfied, that I can’t help writing this post as my appreciation to WordPress.com team. Now, I want to share my reasons to love WordPress.com, and claim them as the best blogging platform ever. Here they are…
1. They have a bunch of cool features
You want to create a blog in seconds? Just go to www.wordpress.com/signup, fill some forms, and you’ll get your blog in seconds.
You are curious about the number of human visitors that read your blog? They have a cool stats page with so many information, like which posts that are read by visitors, the referral site that the visitors came from, the link on your blog that is clicked by visitor, the number of pageviews you get on any specific posts on any given day, the summary of pageviews on your blog, etc.
You are sick of any spam comments on your blog? Say goodbye to spams, since the WordPress founder himself invented Akismet, the world’s best comment and trackback spam technology. It blocks spammers from leaving comments on your blog.
You want to schedule your post? They have scheduled post feature, that helps me to update this blog on 6.00 AM everyday.
You want to change the appearance of your blog? They have over 75 attractive themes, and you can switch themes instantly with just a click of a button. Moreover, you can customize the theme a bit, like the header image, the sidebar widgets, etc.
You want to stick your post to the top of your blog? They have sticky post.
You want to add a photo gallery, Youtube video, mathematics equation, or source code? They can do it.
You want to store many images or media? They give you 3 GB for you to store your stuffs.
You want to create a private post, or a password-protected post? They can do it.
You want to get more traffic? Once you do a new post, your post will be listed on Google search engine.
Those features is like the top of an iceberg… There’re so many other cooler features inside WordPress.
2. They’re open and safe
In order to use WordPress, you don’t have to spend any bucks, or in other words, that’s totally free.
There are no disturbing ads on your blog. Your blog is 100% free from any ads (at least I have never seen an advertisement that is set by WordPress.com in this last two years).
They support open-ID, and XML export/import, that makes you easier to change your blogging platform someday if you want.
They run hundreds of servers in three datacenters (Chicago, Dallas, San Antonio) with instant copies of all your data and uploads in each. This allows them to serve your blog very quickly, and also if something catastrophic were to happen, like Chicago falling into Lake Michigan or Dallas being hit by a meteor, your blog would be okay.
3. They keep improving
They add new features/themes/updates every month. You’ll get some surprises from them, as they keep improving their features. And, the most powerful one, that makes me fall in love with WordPress is…
4. They have excellent support
I give four thumbs up for their support. If you have questions about using or extending your blog, they’ve got some of the most responsive support around. They’ve got friendly fellow users in the forums and on our support team who will help you out. There is great documentation, a support contact form, and the forums are active 24 hours a day.
Once, I found a bug on their site, and I sent a support message to them. Many other organization will take easy on my messages, or give me a reply that’s automated by a machine, but not for WordPress.com. Surprisingly, they took my messages seriously, and replied my messages before 1×24 hour time. And, the most surprise is my message was replied by a human rather than a machine or a system. Their team themselves gave reply to my message (assume that I am noone at WordPress.com, just a customer that use their platform). Till today, I still save their message to me, as follow:
[WordPress #SMR-706407]: [images] [charleschristian.wordpress.com] Image Caption Doesn’t Work in Blog Surfer
15 Agustus 2008
> I just wanna inform you that the cool feature "Image Caption" that
> was released some time ago doesn’t work in "Blog surfer" page at
> WordPress.com dashboard. Is that a bug or the blog surfer just don’t
> support the image caption?
The shortcodes aren’t converted in the Blog Surfer, so seeing the code as you do is how it’s designed.
> One more, while I’m writing my post in this support text box (which
> is appear at the top of the "blog surfer" page), sometimes my page
> focus move up and down, and it disturbs me a little. I don’t know
> what’s the problem, maybe you know? FYI, I use Mozilla 3.0 as my
> browser.
Where is this happening? On specific pages or your blog, in the dashboard?
–
Nick
Automattic | WordPress.com
———————————————————————————————-
16 Agustus 2008
Thanks Charles, we’ll look into that
![]()
Hanni
WordPress.com Support
Hey, I sent one message to them, and I received TWO replies by two different people! They received my complain, and fixed it in a short amount of time.
Yesterday, I found a great and honest post from WordPress.com blog. The founder itself that wrote that post. Here is the post.
Today WordPress.com was down for approximately 110 minutes, our worst downtime in four years. The outage affected 10.2 million blogs, including our VIPs, and appears to have deprived those blogs of about 5.5 million pageviews.
What Happened: We are still gathering details, but it appears an unscheduled change to a core router by one of our datacenter providers messed up our network in a way we haven’t experienced before, and broke the site. It also broke all the mechanisms for failover between our locations in San Antonio and Chicago. All of your data was safe and secure, we just couldn’t serve it.
What we’re doing: We need to dig deeper and find out exactly what happened, why, and how to recover more gracefully next time and isolate problems like this so they don’t affect our other locations.
I will update this post as we find out more, and have a more concrete plan for the future.
I know this sucked for you guys as much as it did for us — the entire team was on pins and needles trying to get your blogs back as soon as possible. I hope it will be much longer than four years before we face a problem like this again.
Not so many organizations that is honest and brave enough to take responsibility on their mistakes. WordPress.com is one of them. They respect their customers, they’re so transparance to us, explain us about what’s happened, they promise to treat us better, they provide a solution, and they give a quick response. Well done WordPress.com team!
Once I realize, I have written a three pages post, and have spent more than one hour to write this post. Though my English is not so good, I still manage to write this post in English, sothat everyone in WordPress.com team can read this post, and know how I so appreciate on what’s they’ve done. I hope (and I believe) they continue this good run, and so WordPress.com can surely be the best blogging platform.
Many thanks to WordPress.com team.
6 Hal Paling Mengganggu dari Facebook
Posted by Charles
Setelah hari Selasa yang lalu saya membagikan sembilan fitur yang paling saya sukai dari Facebook, hari ini giliran saya menuliskan enam hal yang paling mengganggu saya di Facebook. Enam hal itu adalah…
1. Photo tagging yang disalahgunakan. Seharusnya, fitur ini digunakan untuk memberikan informasi foto-foto di mana diri kita ada di dalamnya. Tapi, fitur ini mulai banyak disalahgunakan, mulai dari untuk promosi barang-barang, pengumuman, foto-foto aneh yang ingin di-share (seperti foto-foto lucu), dan foto-foto yang dihasilkan oleh aplikasi. Menurut saya, yang terakhir (foto-foto yang dihasilkan oleh aplikasi) adalah yang paling mengganggu, setelah foto-foto barang untuk tujuan promosi.
Salah satu contohnya adalah foto berikut:
Saya cukup kaget ketika mengetahui bahwa tag-tag yang diberikan pada foto itu diberikan secara acak oleh aplikasi. Jadi, orang yang “genius” dalam foto di atas bukanlah orang yang dianggap “genius” oleh pemilik foto, tapi hanya pilihan mesin secara acak. So, apa gunanya itu semua? Hanya membuat penuh album foto kita, dan membuat foto-foto kita yang sebenarnya semakin sulit dicari.
2. Nama-nama samaran dan nama-nama yang diganti. Salah satu hal yang paling saya sukai dari Facebook adalah Facebook mewajibkan kita menggunakan nama asli kita saat mendaftar. Namun, seiring dengan waktu, semakin banyak saya melihat teman-teman saya mengganti nama mereka menjadi nama-nama yang lucu-lucu, atau nama-nama yang lebih keren. Hal ini menyulitkan saya dalam mencari mereka. Coba perhatikan nama-nama yang ada di Facebook sekarang-sekarang ini:
3. Ucapan-ucapan yang dihasilkan aplikasi dan dikirimkan ke wall. Ini membuat wall Facebook saya menjadi sangat penuh dan berantakan. Mungkin maksud pengirimnya baik, tetapi saya lebih menghargai tulisan plain biasa yang dikirim oleh sang pengirim dibandingkan dengan ucapan-ucapan “forward”-an dari aplikasi. Contohnya seperti ini:
4. Akun Palsu. Jangan percaya sepenuhnya pada orang-orang yang ingin menjadi teman Anda di Facebook. Mungkin saja mereka membawa maksud buruk, mulai dari ingin mengambil informasi yang ada di profil Anda, menyebarkan virus, sampai kepada modus-modus penculikan via Facebook yang sedang nge-trend akhir-akhir ini.
5. Privacy Unawareness. Masalah privasi adalah masalah yang sangat serius yang diperhatikan oleh tim Facebook. Meskipun Facebook memiliki fitur “Privacy Control” yang cukup baik, tidak semua penggunanya memanfaatkannya dengan baik. Informasi-informasi yang sebenarnya adalah privasi kita mungkin tidak kita sadari telah menjadi publik, dan bukan tidak mungkin informasi tersebut dapat disalahgunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. So, berpikirlah sebelum posting sesuatu di Facebook, dan gunakanlah privacy control yang disediakan.
6. Tidak Sadar Netiket. Yang terakhir ini adalah sesuatu hal yang umum, yang tidak terjadi di Facebook saja. Saya masih menjumpai beberapa konten-konten ofensif yang diposting di Facebook, yang berpotensi melukai hati orang lain. Dan, yang memperparah hal ini, konten-konten ini menjadi milik publik, yang dapat mengarah pada pencemaran nama baik. Salah-salah, tindakan konyol yang tampak sepele ini bisa membawa kita ke meja hijau, seperti yang dialami oleh Luna Maya. So, berpikirlah sebelum menulis/posting sesuatu di Facebook.
Semoga keenam hal di atas dapat semakin berkurang dari dunia per-Facebook-an… Semuanya dimulai dari diri kita masing-masing. Jadikanlah Facebook tempat yang lebih baik di masa depan.
NB: Nama-nama dan foto-foto yang ada di tulisan ini hanya ditujukan untuk keperluan edukasi, tanpa ada maksud untuk menjelek-jelekkannya. Saya mohon maaf bila ada pihak yang merasa tersinggung karenanya.
Demokrasi Indonesia Untuk Internet
Posted by Aulia

Ilustrasi dari kimrichter.com
TAK lengkap rasanya jika memulai aktifitas dunia maya tanpa membuka twitter, berselang beberapa jam muncul beragam link di dunia kicauan tersebut muncul dengan berbagai corak dan latar belakang twitterati. Nah, dari kesekian link yang terjaja dengan bebas itu salah satu adalah konten masalah RPM (Rancangan Peraturan Menteri) Kominfo Tentang Konten Multimedia.
Aksi pun beraksi, begitulah kata yang pantas jika kita menjejaki dunia jejaring sosial atau tepatnya social media di dunia maya. Tak hanya itu saja, sekian pengguna mulai mengawali dengan melakukan penolakan alias boikot dengan trending topic #tolakrpmkonten.
Lalu, jika kita simak secara seksama atau secara sekilas saja mungkin dari RPM Konten ini akan tersirat makna yang lagi-lagi menghalang masyarakat Indonesia untuk bergerak hanya sesuai batas sempit, masyarakat Indonesia itu adalah netter (pengguna Internet) dengan berbagai profesi dan minatnya.
Sehingga timbullah sebuah acuan jamaah netter untuk menolak RPM tersebut. Memang cukup miris, jika dilihat berbagai aturan atawa peraturan selalu mewarnai Demokrasi bangsa Indonesia, terlebih yang menyentuh “masyarakat” Internet.
Kalau memang harus mengikuti negara China yang telah menerapkan sebuah Badan Pengawas Internet, yang memantau berbagai konten yang berada di negaranya, sungguh Indonesia telah membuat murka rakyatnya sendiri. Untuk negeri China sendiri mereka malah menjadikan rakyatnya sebagai bagian dari budaya untuk menjaga konten di Internet.
Atau juga kita perlu membaca lebih lanjut, bagaimana transparansi dalam menjaga teknologi ini secara utuh untuk dapat di gunakan dengan layak oleh semua warga negaranya.
Tidak hanya itu, masyarakat yang sekarang dihadapkan pada masanya era globalisasi dengan penuh tantangan, terlebih dengan adanya teknologi tidak dapat dibendung begitu saja, perlu sebuah pemahaman dari pihak yang betul-betul terkait dengan masalah seperti ini.
Mungkin ini saja mukaddimah atau sekalian penutup dari saya tentang #tolakrpmkonten, semoga ada manfaatnya atau bisa dibaca ulasan dari Pozan Matang atau tulisan narablog lainnya yang bisa anda dapatkan secara bebas dimesin cari Google.
Filed under: Blogger, Blogging, ICT, Internet, News, Politisasi Tagged: #tolakrpmkonten, Blogger, Boikot, Demokrasi, Depkominfo, Indonesia, Internet, Konten, Menteri, Multimedia, Teknologi
Google Buzz Ramaikan Jejaring Sosial
Posted by Aulia

Ilustrasi oleh Google
TIDAK mau ketinggalan dengan para pengembang jejaring sosial lainnya, seperti Facebook dan juga microblogging Twitter, kini membuat Google beradu inovasi dengan meluncurkan sebuah web jejaring sosial yang diberi nama Google Buzz.
Google yang dikenal sebagai mesin pencari terbesar di dunia ini, mencoba untuk menarik minat netter dengan mengandalkan Buzz (nada chat di YM, -red), selain itu kehadiran Google Buzz memang lebih ke media jejaring sosial di bawah layanan Gmail. Langkah yang diambil Google memang terkesan berani dan kreatif untuk menyaingi kompetitornya.
Kemudahan yang ditawarkan produk terbaru Google Buzz ini juga mendukung berbagi tulisan/status, foto dan juga tautan video. Semua kegiatan itu dapat dilakukan oleh pengguna dengan memanfaatkan account Gmail tanpa harus melakukan setingan lainnya.
Menurut data yang dilansir oleh ComScore, saat ini layanan penyedia web email Google, yakni Gmail masih menempati urutan 3 setelah posisi 1 dan 2 ditempati oleh Hotmail milik Microsoft dan juga Yahoo! Mail.
Beberapa fitur yang Google Buzz tawarkan pada layanan jejaring sosialnya ini antara lain Auto-Following yang membolehkan seseorang membuat sebuah jaringan tersendiri tanpa harus perlu mem-follow kembali orang-orang lainnya. Kemudian juga integrasi Gmail yang tetap masih digunakan yang terhubung ke ke aplikasi lainnya seperti Picasa, Google Reader, Flicker bahkan juga Twitter.
Tidak hanya itu saja, Google Buzz juga melengkapi dengan konsep perpaduan antara Facebook dan Twitter, sehingga kita bisa dengan mudah melakukan sharing dengan memanfaatkan layanan perpaduan tersebut. Selain itu pemanfaatan inbox di item Buzz juga dimanfaatkan oleh Google sebagai media notifikasi jika ada konten-konten yang mungkin menarik bagi pengguna.
Dan fitur terakhir yang paling diperhitungkan tentunya oleh Google Buzz adalah fitur mobile akses, dimana pengguna bisa melakukan interaksi dimana saja dengan menggunakan perangkat keras ponsel atau smartphone (alat komunikasi canggih) lainnya. Untuk mencoba jejaring sosial Google ini bisa diakses lewat buzz.google.com yang nantikan akan diredirect ke halaman mail.google.com. Selamat mencoba![AK]
Filed under: Aplikasi, ICT, Internet, News Tagged: Facebook, Following, GMail, Google, Google Buzz, Jejaring Sosial, Microblogging, Teknologi
9 Fitur Facebook yang Paling Disukai
Posted by Charles
Saat ini, siapa sih yang ga tahu Facebook? Facebook adalah sebuah situs jejaring sosial yang paling fenomenal saat ini. Onno W. Purbo, dalam harian Kompas, 8 Februari 2010, di halaman 6 menjelaskan popularitas Facebook di Indonesia sebagai berikut.
Hampir semua provider dan operator telekomunikasi mengakui bahwa 40 – 60 persen trafik internet didominasi oleh Facebook. Data Checkfacebook.com menunjukkan, Indonesia peringkat ke-7 di dunia dengan 12 juta pengguna. Bahkan, Indonesia merupakan negara yang paling banyak menambah pengguna Facebook di dunia dengan lebih dari 700.000 pengguna per minggu! Hal ini dikonfirmasi Alexa (www.alexa.com) yang memeringkat Facebook sebagai situs nomor satu di Indonesia.
Saya pun mempunyai sebuah akun di Facebook sejak 3 tahun yang lalu, meskipun saya tidak mempunyai akun Friendster. Lalu apa yang menyebabkan saya membuat akun di Facebook? Tentunya ada fitur-fitur yang saya sukai dari Facebook. Berikut akan saya bagikan sembilan di antaranya yang paling disukai (oleh saya
)…
- Status update, yang memungkinkan kita mengetahui keadaan teman-teman kita tanpa harus bertemu/berkomunikasi langsung dengannya. Dengan Facebook, kita dapat mengetahui kondisi dari banyak teman-teman kita dalam waktu yang sama, kapan saja. Kita juga akan lebih tahu berita-berita terkini yang sedang ramai dibicarakan oleh teman-teman kita.
- Photo tagging, yang membuat kita dapat mengetahui nama-nama dari orang-orang yang ada di sebuah foto. Selain itu, foto-foto yang memuat diri kita pun dikumpulkan jadi satu, sehingga mudah dicari.
- Real screen name. Saat pendaftaran, Facebook mewajibkan nama minimal terdiri dari dua kata, dan harus merupakan nama asli. Berbeda dengan Friendster yang penggunanya banyak menggunakan nama-nama yang lucu atau nama-nama samaran, di Facebook sebagian besar penggunanya (setidaknya teman-teman saya) menggunakan nama aslinya sebagai screen name mereka. Ini memudahkan kita dalam mencari teman kita.
- Neat design. Menurut saya, design Facebook tergolong sangat rapi. Penggunanya tidak diberikan hak yang berlebihan untuk mengganti design profile-page-nya (seperti mengganti background picture, font tulisan, dan sebagainya yang bisa membuat tulisan menjadi sulit terbaca, dan lain-lain).
- Ajax Technology, yang memungkinkan bagian tertentu dari sebuah halaman dapat di-update tanpa harus me-refresh /membuka kembali halaman itu.
- Games. Ada banyak games yang terintegrasi dengan Facebook. Sebagian besar games tersebut memungkinkan kita dapat berinteraksi dengan teman-teman kita di Facebook di dalam games tersebut. Banyaknya games juga didukung oleh diperbolehkannya setiap orang untuk membuat aplikasi Facebook sendiri.
- Birthday List, yang membantu mengingatkan kita teman-teman kita yang berulang tahun.
- Privacy Control, yang memungkinkan kita untuk mengatur content-content apa saja yang dapat diakses secara publik, atau hanya orang-orang tertentu saja yang dapat mengaksesnya.
- “Like” Feature, sebuah fitur yang sangat bagus menurut saya, untuk mengapresiasi teman-teman kita. Sebaliknya, kita tentunya senang bukan bila ada teman-teman kita yang suka dengan status kita? Hehe…
Setidaknya, sembilan hal di atas adalah fitur-fitur yang paling saya sukai dari Facebook. Saya sangat berharap Facebook mempertahankan, bahkan terus meningkatkan, fitur-fitur andalan mereka tersebut.
Namun, meskipun ada banyak keunggulan yang dimiliki Facebook, banyak pula pengguna Facebook yang mulai menyelewengkannya, yang saat ini saya rasakan mulai mengganggu. Apakah hal-hal yang mengganggu tersebut? Saya akan membagikannya di tulisan saya Selasa depan. So, tunggu saja ya…
Facebook Berbayar
Posted by Aulia

Ilustrasi dari Pemilik Group
ENTAH siapa yang memulai, atau memang kekurangan informasi. Pernah saya membuat tulisan tentang isu tersebut yang berisikan berita pembohongan publik (jamaah facebookiyah) terkait dengan diberlakunya pembayaran untuk mengakses Facebook pada bulan Juli 2010 mendatang.
Dibalik itu semua, saya sempat berpikir group tersebut (protest group, -pen) memang hanya semata dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dengan mencoba mengirimkan email setelah melakukan klik pada link yang diberikan pada group tersebut (lebih lengkap baca link di atas).
Hari ini, saya mendapat sebuah kiriman untuk mendukung sebuah group dengan tulisan lantang bertuliskan “KAMI TIDAK MAU BAYAR 150ribu/bln FAEEBOOK /JuliI 2010 (butuh1 JUTAmember)“, cukup lucu dan aneh dan saya langsung melihat pesan dari gambar profile yang seperti sang pembuat group ini sangat getar getir dan terburu-terburu dalam membuatnya, salah satu kejanggalan terlihat dari nada tulisan huruf kapital yang menyatakan rasa pengesalan terhadap isu tersebut.
Padahal jika sang pembuat group itu jeli dengan dunia jejaring sosial, mungkin group itu tidak akan terjadi. Namun, saya menyangkal baik atas niat sang pembuat group tersebut, karena apa pun cerita pengguna jejaring sosial di Indonesia (Facebook, -pen) saya rasa masih sangat minim kontrol sosialnya (pengikut trend saja), hal ini terbukti dan terlihat jelas bahwa fansnya mencapai 120 ribu orang lebih.
Bahkan tidak bisa ditampik, pengguna Facebook di Indonesia menjadi maniak update status yang bisa mencapai stadium tertentu bahkan orang depresi. Padahal begitu banyak berita yang beredar seputar Facebook yang patut dicermati oleh semua orang, kadang orang mengeluh “facebook saya dihack” atau juga “saya tidak bisa login facebook lagi” dan masih banyak lainnya.
Pesan moral yang ingin saya sampaikan sebenarnya sederhana, jangan terlalu menggebu dengan isu yang sudah jelas adanya (update berita, jangan hanya update status, -pen), contohnya group di atas yang sangat tidak relevan sebenarnya tidak perlu ada dan malah dengan membuat group demikian pihak pengelola Facebook malah akan mempertimbangkan isu tersebut untuk bisa direalisasikan (dan tentu ini tantangan jejaring sosial lainnya).
Fakta yang ada sekarang jejaring sosial sekaliber Facebook telah mampu mengalahkan mesin pencari (search engine), tapi tidak pernah mesin mencari ‘semantap’ mbah gugel melakukan privatisasi berbayar kepada penggunanya. Malah diprediksikan tahun 2014, Facebook akan mengusur yang namanya fasilitas email (surel, -pen) dan masih banyak lainnya.
Semoga tulisan ini menjadikan pengguna jejaring sosial di Indonesia bisa lebih memahami pentingnya jejaring sosial itu sendiri, sehingga tidak terjerumus ke dalam hal-hal negatif (pornografi, prosititusi, cyber traffiking, dsb). Sehingga kita bisa mengharapkan nantinya lahir pengguna Internet Indonesia yang sehat lahir dan otaknya.
~ Sebelumnya, mohon maaf bila ada kata-kata tidak berkenan. Padahal tidak mau posting masalah jejaring sosial untuk saat ini, karena sikon seperti itu demi menjaga teman-teman semua, akhirnya saya posting juga. Update terakhir dari kawan @koprol mengatakan ada ‘joke’ lucu di group Facebook lainnya – I’m so glad I got Facebook Gold(tm).
Filed under: Aplikasi, Hacking, ICT, Internet, News, Renungan Tagged: Berbayar, Bisnis, Cyber Crime, Email, Facebook, Fans Page, Groups, Informasi, Jejaring Sosial, Teknologi, Trend
Blog dan Jejaring Sosial
Posted by Aulia

Ilustrasi oleh hellotxt.com
MELEJITNYA pengguna jejaring sosial belakangan ini di Indonesia memang sungguh luar biasa, mulai dari anak kecil meranjak ABG (anak baru gede) sampai orang-orang dewasa meranjak tua renta.
Tidak hanya itu, sampai gejala alay pun banyak mengidap bagi sebagian besar orang-orang pengguna jejaring tersebut baik via social networking maupun microblongging.
Lalu, apa hubungan dengan blog? apakah kehadiran jejaring sosial membuat blog kian terpinggirkan atau sebaliknya malah memberikan nilai lebih bagi seorang narablog.
Belajar dari pengalaman, sebenarnya banyak hal yang didapatkan dengan berinteraksi dengan jejaring sosial, tentu bukan saja dengan Facebook yang trend saat ini melainkan juga dengan berbagai layanan lainnya yang hadir dengan berbagai fitur yang ditawarkan oleh masing-masing media tersebut.
Jika banyak orang tergoda dan terjerumus dalam satu jejaring saja, misalnya Facebook, maka Facebook juga sudah memfasilitasi dengan fitur note, sehingga seseorang akan dengan leluasa untuk menulis ide dan tulisannya dalam note tersebut, walaupun kadang fasilitas ini tidak banyak digunakan oleh pengguna Facebook. Karena dari hasil pengamatan, pengguna Facebook lebih terarah pada bagian fitur update status ketimbang fitur lainnya yang bisa dimanfaatkan lebih efektif dan efisien.
Bagi seseorang yang doyan update status, apalagi dengan frekuensi yang sangat ‘padat’, mungkin Twitter (microblogging) atau sejeninya merupakan jejaring yang cocok bagi seorang addict status updater (istilah lokal nih).
Ada hal menarik juga dari sebuah riset, bahwa seorang Facebooker hanya dapat mengingat 150 orang temannya, seperti yang dikemukan oleh Robin Dunhar, Oxford University. Hal ini tentu berkaitan dengan otak yang disebut neocortex.
Kesimpulannya, memanfaatkan jejaring sosial dengan efektif dan efisien akan memberikan nilai lebih dengan blog kita, selain bisa menjalin komunikasi secara dua arah, tentu memberikan nilai lebih lainnya. Ada baiknya anda mencoba dengan jejaring sosial yang menerapkan fitur update secara otomatis, tidak terpaku pada satu jenis saja, jadi cobalah dengan layanan yang ada.[]
Filed under: Aplikasi, Blogger, Blogging, ICT, Internet Tagged: ABG, Alay, Blog, Facebook, Fitur, Jejaring Sosial, Microblogging, Narablog, Neocortex, Note, Status, Twitter, Update

