Aug 31

10 Hari Terakhir!!!

Posted by heningsept

*langsung panik menyadari ibadah Ramadhan blm optimal, blm memanfaatkan Ramadhan sebaik2nya, semangat naik turun (banyak turunnya), target2 banyak yg blm tercapai tapi Ramadhan udah tinggal 1/3 aja *ohbetapacepatwaktuberjalan ~mari kencangkan ikat pinggang! tahun depan blm tentu ketemu Ramadhan lagi T_T
Aug 11

Ramadhan 1431

Posted by heningsept

Alhamdulillah.. Allah ngasih kesempatan buat ngalamin Ramadhan lagi! Saya sukaaa banget Ramadhan taun ini. Kenapa? alhamdulillah bulan sebelumnya udah ngebiasain puasa, jadi gak kaget dan berat pas puasa Ramadhan jam kerja hanya jam 8-15 sajaa.. ayeee! di Fasilkom ada kegiatan bareng staf selama Ramadhan: yg insidental kayak tarhib, buka puasa bareng, dan nanti ada halal [...]
Jul 26

apalah artinya?

Posted by heningsept

di ketinggian Singapura, Jum’at 23 Juli sekitar pukul 20 waktu setempat Apalah artinya meluangkan waktu 5 menit untuk sholat dibandingkan seluruh umur dan kesempatan hidup yang sudah Allah beri? Apalah artinya naik tangga beberapa lantai untuk sholat dibandingkan nikmat kaki, tangan, dan anggota tubuh lain yang selama ini Allah kasih? Apalah artinya kita dibandingkan dengan [...]
Jun 16
Penghujung malam. Ayam belum lagi keluar dari kandangnya dan berjuta-juta manusia masih terlelap dalam tidurnya. Khalid sontak bangun dari tidurnya ketika alarm dari HPnya berbunyi. Jam 3.30. Khalid ngulet (tau ngulet ga?) sebentar kemudian duduk dan membaca do’a bangun tidur (hayoo..tau ga gimana do’anya?). Setelah itu berdiri dan meregangkan badan sebentar. Kemudian ke kamar mandi [...]
Jun 6
Mahar dan Khalid sedang berjalan menuju gerbang sekolah ketika tiba-tiba Sule menepuk pundak mereka berdua. “Hey brader! Mau kemane nih?”, sapa Sule dengan cerah ceria. “Mau balik Le.. mau nyicil belajar nih buat UAS minggu depan”, jawab Khalid. Sule cengengesan, “Duh rajinnya. Gue juga bakal belajar sih, ngulang-ngulang pelajaran gitu. Tapi Har, ntar kalo pas [...]
Jun 6

Alkisah di sebuah desa, terdapat sebuah telaga. Air telaga tersebut sangat jernih, bening, dan segar rasanya. Penduduk desa sangat bergantung pada telaga tersebut; minum, mencuci, berwudhu, mandi, mengairi tanaman dll. Namun, pada suatu hari, penduduk mendapati bangkai anjing terapung-apung di telaga sumber penghidupan mereka. Warna, rasa, bau air telaga sudah berubah, ternajisi oleh bangkai anjing tersebut. Penduduk tercenung.  Di desa tersebut tidak ada lagi sumber air lain.

Pendudukpun berembuk dan mereka sepakat menemui kiyai di kampung mereka. Setelah memahami dan mempelajari berbagai kitab, kiyai itu menyarankan agar membuang lima puluh ember air dari telaga tersebut.

“Insya Allah airnya akan kembali bersih”, saran sang kiyai.

Penduduk bergegas membuang lima puluh ember air dari telaga. Namun, air telaga itu masih tetap busuk, kotor, dan najis seperti sebelumnya.

Tergopoh-gopoh, mereka kembali bertanya pada sang kiyai.

“Tidak mungkin, semua kitab-kitab ini rata-rata berpendapat sama bahwa air telaga itu akan kembali suci setelah dibuang lima puluh ember airnya”, tegasnya sambil membolak-balik berbagai kitab. “Cobalah sekali lagi, buang lima puluh ember airnya.”

Penduduk kembali bergegas menuju telaga, namun baru beberapa langkah mereka beranjak, sang kiyai bertanya, “Maaf, apakah kalian sudah menyingkirkan bangkai anjing dari telaga?”

“Tidak, Kiyai. Bukankah kiyai hanya menyuruh kami membuang airnya?” jawab salah seorang penduduk dengan lugunya.

“Aduh, kalian benar-benar bebal. Sudah tau yang menjadi sumber najisnya adalah bangkai anjing, kenapa tidak bangkai itu yang dahulu kalian buang. Sana, buang dulu bangkai anjingnya.”

Pendudukpun membuang bangkai anjing itu jauh-jauh dan mengeluarkan lima puluh ember air. Benar saja, setelah lima puluh ember air, telaga tersebut kembali memancarkan air yang bersih dan jernih. Tidak kotor sedikitpun. Penduduk kampungpun bersukaria, karena telaga yang menjadi sumber penghidupan mereka sudah bisa dinikmati lagi.

Begitulah keadaan hati kita. Hati kita dasarnya suci, bagai selembar kertas putih yang tidak ternoda sedikitpun. Namun, hati kita sudah ternajisi oleh bangkai hubbud dunya, cinta dunia. Sumber kebeningan masih tetap mengalir dari mata air fitrah di dasar sanubari kita, namun ternajisi oleh penyakit hubbud dunya tersebut, sehingga apapun yang keluar dari hati kita tidak lain sudah terkontaminasi.

“Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan” (QS. Ali Imran 185)

Sholat fardhu terasa bagai beban dan dilakukan hanya sekedar melepas utang, puasa sangat menyiksa, berzikir sungguh membosankan, sangat berat mengeluarkan infak dan sedekah. Sementara itu, menonton acara gossip, berduaan dengan lawan jenis yang bukan mahram, memelototi aurat perempuan menjadi hal yang sangat nikmat.

“Ketahuilah bahwa dalam jasad ini ada segumpal daging, apabila segumpal daging itu baik, maka akan menjadi baik semuanya, dan apabila segumpal daging itu jelek, maka akan jeleklah semuanya, ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Bila hati sudah terkotori, maka sudah pasti apa yang keluar dari mulut, yang menjadi tindakan, dan keseharian kita juga tidak bersih. Inilah yang menjadi penyebab kerusakan moral di dunia saat ini. Setiap orang sibuk mengejar dunia, seakan akan hidup selamanya. Setiap orang menjunjung nafsunya. Bisnis maksiat meraup sukses. Sebab hubbud dunya-lah yang mewarnai hati, jiwa, dan pemikiran.

Bila telaga hati kita bersih dan jernih, maka beribadah akan menjadi kenikmatan tiada tara. Dikisahkan dalam suatu peperangan, kaki Ali bin Abi Thalib tertusuk panah. Saat dikeluarkan, Ali berteriak kesakitan. Ali berkata, “biarkan aku shalat dua rakaat dan cabutlah saat aku sedang khusyuk.”

Ali shalat dua rakaat dan saat wajahnya terlihat sangat khusyuk, sahabat mencabut panah yang menembus kaki Ali. Ali tidak merasakan apa-apa, tetap khusyuk sholat.

Begitu juga khalifah Umar bin Khattab. Pada saat beliau mengimami shalat berjamaah, musuh yang bersembunyi di balik mimbar menerjang dan menusuk beliau. Umar tidak bergeming dan tetap melanjutkan shalatnya, baru setelah selesai, beliau rebah ke tanah.  Itulah keteladanan para sahabat.

Lalu bagaimana menghilangkan hubbud dunya dari hati kita?

Hubbud dunya hanya bisa dihilangkan dengan hubbullah (keyakinan dan kecintaan kepada Allah SWT). Saat hati meyakini bahwa hanya Allah SWT-lah sumber kebahagiaan, kekuatan, dan perlindungan, saat hati merasakan kebesaranNya, ke-MahaAgung-anNya, kekuatanNya, dunia akan terlihat remeh. Kita tidak akan menuhankan makhluk tuhan lagi.

Bagaimana menumbuhkan hubbullah di dalam hati kita?

Dengan menghayati muraqobatullah, yaitu keyakinan dalam hati kita bahwa Allah SWT senantiasa melihat dan menilai perbuatan kita. Dia yang lebih dekat dari urat leher, bisa mendengar bisikan hati kita, bisa melihat keburukan yang kita perbuat. Bila kita bisa menghayati penglihatan Allah selalu meliputi kita setiap saat, kita akan urung melakukan dosa dan maksiat.

Jika ini telah hidup di dalam hati kita, niscaya hubbud dunya akan sirna dengan sendirinya. Dunia akan terasa kecil dan hina. Makhluk Allah yang kita sangka adalah sumber rezeki, kebahagiaan, perlindungan,  akan terasa lemah dan tidak berarti. Hanya Allah SWT sumber kebahagiaan dan kekuatan kita. Pada saat itu, sholat kita, sedekah kita, puasa kita, zikir kita, semua ibadah kita akan terasa nikmat.

Namun, bayangkan mencabut perban penutup luka, akan terasa sakit bukan? Apalagi hubbud dunya yang telah melekat erat di hati kita bertahun-tahun lamanya. Proses tersebut adalah proses overhaul, proses besar-besaran yang menyakitkan. Hanya mereka yang rela berkorban dan berusaha saja yang berhasil melewati proses ini.

Tapi jangan khawatir, adanya Ar-Rahman (Maha Pengasih) dan Ar-Rahim (Maha Penyayang), sebagai asmaul husna pertama yang disebut, bukan tanpa alasan. Allah SWT menjadikan manusia sebagai pencurahan kasih sayangnya. Dia menjadikan musibah dan cobaan sebagai proses overhaul untuk membantu manusia membersihkan telaga hatinya dan kembali pada fitrahnya, kembali pada kebahagiaan hakiki.

~Diilhami dari  buku My Dad, My Pious Dad (Ayahku, Ayah yang Saleh), karya Arsil Ibrahim, semoga menjadi pengingat bagi penulis dan kita semua.

~juga terdapat di ukhuwah.or.id

~sumber gambar

http://1.bp.blogspot.com/_h467TBZYS4M/S1kBxtS7uSI/AAAAAAAACq0/8CgwVWKGWrI/s800/solat.bmp

May 21
Poster "Everybody Draw Muhammad Day" buatan Molly Norris

Poster "Everybody Draw Muhammad Day" buatan Molly Norris

Belakangan ini ramai sekali isu tentang sebuah event yang berjudul “Everybody Draw Muhammad’s Day” yang dijatuhkan pada tanggal 20 Mei. Momen ini kontan saja langsung membuat banyak umat islam yang emosi dan bereaksi sesuai dengan emosinya itu. Sayangnya banyak dari kita umat islam yang bereaksi secara salah. Hal ini disebabkan banyak dari kita yang tidak tahu persis akar permasalahannya kemudian langsung mengambil sikap. So, disini saya ingin mencoba menjabarkan dulu akar permaslahannya sejelas dan seringkas mungkin. Lalu akan saya kritik beberapa pihak dalam konflik ini. Baru kemudian saya jabarkan solusi yang baiknya. Bukan solusi emosional. Cekidot ya.

Kronologis

Akar permasalah dimulai dari SouthPark (apa itu SouthPark? baca aja artikel wikipedia-nya ya…) yang membuat gambar kartun Nabi Muhammad yang menggunakan pakaian beruang dalam salah satu episode mereka. Kemudian, ada sekelompok komunitas umat  islam New York dari RevolutionMuslim.org yang langsung bereaksi atas tayangan ini. Respon mereka berupa kalimat dengan nada mengancam, walaupun mereka sendiri mengatakan tidak berniat mengancam dan hanya mengingatkan. “Ancaman” ini kemudian mendorong seorang kartunis bernama Molly Norris membuat poster berupa ajakan menobatkan tanggal 20 mei sebagai hari menggambar Muhammad. Terilhami oleh poster ini, muncullah pula fans page dan event page-nya di Facebook yang dibuat oleh seseorang tak dikenal. Mulai dari sini, terbentuklah gerakan online liar yang menyebar cepat secara viral. Fans page dan event page inilah yang kemudian jadi fenomena global, banyak orang dari seluruh dunia tertarik bergabung dengan fans page dan event ini. Ketika gerakan viral ini sudah menyebar sedemikian luas, sang inspirator gerakan ini, Molly Norris, mengklarifikasi bahwa bukan dia pembuat Fans Page-nya, dia menyatakan dalam blognya bahwa dengan membuat poster itu dia sama sekali tidak berniat untuk membuat gerakan online yang sebenarnya dan dia telah meminta maaf pada umat islam atas poster yang telah dibuatnya itu. Namun apa daya bola sudah terlanjur bergulir. Seiring dengan jumlah pendukungnya yang semakin banyak, semakin banyak pula yang mencibir gerakan online ini, terutama di kalangan umat islam. Umat yang sedang sensitif dan sering dipojokkan dengan stigma teroris ini kemudian terbawa arus emosi yang besar. Tanpa melihat latar belakang kemunculannya, banyak dari kita umat islam yang langsung bereaksi mencaci maki balik, membuat gerakan boikot facebook pada tanggal 20 Mei, dan lebih jauh lagi, mendesak pemerintah untuk memblokir Facebook. Gerakan online yang masih bersifat horizontal ini pun bergerak vertikal menjadi kebijakan-kebijakan pemerintah. Pemerintah Indonesia melalui Depkominfo mengirimkan surat ke Facebook, beberapa pemerintahan negara-negara muslim mengambil tindakan pemblokiran Facebook secara menyeluruh. Itulah sekelumit kronologis permasalahannya.

Dalam konflik ini hampir semua pihak bisa disalahkan. SouthPark bersalah karena telah memanfaatkan dogma freedom of speech dalam artian yang berlebihan dan memancing emosi umat islam. RevolutionMuslim salah karena memberi pengingatan dalam kalimat yang terlalu mengancam. Kartunis salah karena telah membuat media yang semakin memancing emosi umat islam. Pembuat fans page ini sangat salah, merekalah inilah penjahat sebenarnya. Jika sang kartunis membuat poster hanya untuk tujuan iseng dan sama sekali tidak berniat membangun gerakan, sang pembuat fans page ini terlihat sekali tujuannya membangun gerakan kebencian terhadap islam. Hal ini bisa dilihat dari postingan-postingannya yang provokatif. Umat muslim pun juga salah dalam menyikapi fans page tersebut. Begitu pula para pemegang kekuasaan di beberapa negara muslim.

Penyikapan Yang Salah

Penyikapan yang salah - Boikot FacebookMayoritas kita umat muslim bereaksi secara emosional tanpa melihat akar permasalahannya secara lebih dalam. Tindakan memboikot Facebook merupakan tindakan yang kurang tepat karena Facebook bukanlah penyelenggara event ini. Mereka hanya menyediakan sarana bagi siapapun untuk membuat event apapun. Sarana ini kemudian disalahgunakan oleh sang pembuat Fans Page untuk membuat event yang memancing kebencian antar umat beragama. Maka jika harus menyalahkan, sang pembuat Fans page itulah yang harus disalahkan, bukan Facebook-nya. Laporkan Fans Page dan Event Page-nya! Tidak perlu memboikot Facebook-nya. Ini sama dengan membasmi hama tikus dalam lumbung dengan membakar lumbungnya.

Jadi, bagi saudara-saudaraku sesama umat islam, kedepannya kita harus lebih dewasa menyikapi permasalahan-permasalahan seperti ini. Kedepannya saya yakin, kasus-kasus seperti ini akan muncul kembali, karena diluar sana sangat banyak manusia-manusia kolot yang sama sekali tidak punya rasa toleransi beragama sedikitpun. Bersiaplah untuk menyikapi gaya kekanak-kanakan mereka secara dewasa dan berwibawa. Tunjukkan bahwa agama kita ini sangat mulia, terlalu mulia untuk bisa dilecehkan dengan cara-cara kolot yang selama ini sering mereka lakukan.

Penyikapan Yang Benar

Penyikapan yang benarHal pertama yang harus dilakukan adalah menahan emosi untuk melihat masalah secara lebih jernih dalam sudut pandang yang adil. Setelah itu gali akar permasalahannya. Baru kemudian rancang solusi yang baik dan laksanakan solusi tersebut. Untuk permasalahan ini solusi-solusi yang baik antara lain:

  1. Melaporkan Fans Page dan Event Page tersebut ke pihak Facebook. Facebook memberikan sarana untuk itu. Silahkan klik link di sebelah kiri bawah dari Fans Page tersebut.
  2. Membuat atau berpartisipasi dalam gerakan online yang berusaha meng-counter gerakan ini. Bergabunglah dengan Group Facebook ini: “Against Everybody Draw Muhammad Day“. Sebarkan ke teman, saudara, atau siapapun, tunjukkan soliditas kita melalui grup ini, kalahkan jumlah pendukung Fans Page tersebut pada Grup ini. Dan sekali lagi, tidak perlu mengadakan gerakan boikot Facebook!
  3. Bagi yang memiliki otoritas lebih seperti pembuat kebijakan (pemerintah), berikan pengingatan asertif pada pihak Facebook. Apa yang dilakukan oleh Menkominfo kita, Pak Tifatul Sembiring, sudah sangat baik. Beliau menyurati Facebook supaya pihak Facebook segera membekukan secuil (hanya secuil) konten itu di websitenya. Sikap memblokir keseluruhan Facebook merupakan sikap yang berlebihan dan tidak simpatik.
  4. Untuk penyikapan isu ini spesifik pada ranah social media, silahkan baca artikel buatan temen saya Arham, seorang pakar social media dan SEO, disini: Road-entrepreneur.com – Report, Delete, Against and Kill

Sekian, semoga kita selalu diberi petunjuk untuk berjalan diatas kebenaran oleh Allah SWT.


Filed under: islam, opini
Apr 7
Iskandar Muda Conquest

Ilustrasi : Group GPPSA

“LIHAT kawan disalah satu foto, membicarakan masalah makam dan kesultanan di Aceh. Jadi ingin menulis tentang itu, karena referensi pun sudah ada. Tinggal menunggu waktu yang pas. Ternyata salah satu Sultan yang pernah memimpin Aceh adalah keturunan ke-8 dari Nabi Muhammad SAW. Tahukah kamu sejarah itu sekarang wahai muda/i Aceh?”

Kalimat di atas merupakan status saya di Facebook pada tanggal 28 Maret yang lalu, berawal dari foto yang di tag oleh rekan saya Fadli Idris Al-Asyi (Al-Asyi berarti Aceh, kata pemuda yang dikenal dengan sebutan Ariyoga) dan beberapa rekan lainnya yang menyempatkan diri berkunjung/berhijrah ke salah satu makam raja yang berada di Samudra Pasai, kota Lhokseumawe.

Walaupun terbilang sengit, komentar demi komentar berjejer di foto makam tersebut. Saya merasa terpincut juga dengan kedatangan sebuah komentar yang meminta fakta tentang kebenaran Raja Bakoi (Bakoy).

Namun, pada kali ini saya akan coba memaparkan tentang silsilah raja-raja Islam di Aceh yang kebetulan saya mempunyai sedikit referensi alias buku untuk bisa saling berbagi informasi dan wawasan tentang sejarah raja-raja di Aceh yang terdengar kabar bahwa salah satu dari raja-raja tersebut adalah keturunan dari Nabi Muhammad SAW. Lalu, mengenai Raja Bakoi, nanti akan kita lihat secara sekilas saja untuk menjawab komentar dari foto yang di tag oleh Fadli.

Asal Usul Raja-Raja Aceh
Kita ketahui, bahwa Islam yang masuk ke Nusantara masih banyak bersilang pendapat dari para ahli sejarah. Pendapat tersebut masing-masing di didukung oleh T.W. Arnold, Sayed Naquib Al-Attas dan Prof. Hamka yang mendukung bahwa Islam datang ke Indonesia pada abad ke-7 Masehi (1 Hijriyah), namun pendapat lain seperti Snouck Hurgronje, J.P. Moquette dan R.A. Kern yang menyatakan Islam baru datang ke Nusantara pada abad ke-13 dan bukan langsung dari Arab melainkan dari Gujarat.

Teori-teori yang digunakan oleh para ahli sejarah ini pun dengan pendekatan yang tidak lepas dari faktor ekonomi (pelayaran dan perdagangan), sosial budaya (perkawinan dan seni) serta politik. Ada tiga kerajaan Islam terbesar yang sangat berpengaruh di Aceh, diantara Kerajaan Islam Perlak, Kerajaan Islam Samudra Pasai dan Kerajaan Islam Aceh Darussalam.

Selain tiga kerajaan Islam terbesar tersebut, terdapat juga kerajaan-kerajaan Islam lainnya yang tersebar di Isak, Bireuen, Samalanga, Meureudu, Lingga Gayo, Tamiang, Lamuri, Pidie dan lain sebagainya. Raja-raja yang memerintah pada kerajaan-kerajaan Islam Aceh bila dirunut akan ditemukan tiga figur penting, yakni Mayang Seludang, Maharaj Syahriar Salman dan Sayid Ali Muktabar.

Mayang Seludang adalah puteri dari penguasa Negeri Jeumpa (Bireuen) yang leluhurnya berasal dari Indo Cina, menurut satu riwayat mengatakan bahwa penguasa Jeumpa berdarah campuran lokal dan Indo Cina, karena beberapa abad sebelumnya penguasa Jeumpa menikah dengan seorang puteri Indo Cina dan keturunannya menjadi penguasa Jeumpa.

Maharaj Syahrian Salman adalah keluarga bangsawan dari Dinasti Sasanid Persia. Salman yang menjadi panggilannya merupakan seorang pangeran dari Istana Persia, ia berasal dari keluarga kerajaan Persia yang pernah berjaya antara tahun 224 sampai tahun 551 M. (H. Awang Muhammad Jamil Al-Sufri, Tarsilah Brunai, 1990 hal 73).

Salman beserta rombongan melakukan perjalanan ke Asia Tenggara untuk menuju ke Selat Malaka, namun sebelum sampai ke sana, Pangeran Salman singgah di negeri Jeumpa dan akhirnya menikah dengan puteri Istana Jeumpa yang bernama Mayang Seludang. Pangeran Salman pun tidak meneruskan perjalanan dengan rombongannya ke Selat Malaka, malah sebaliknya ia hijrah ke Perlak setelah mendapat izin dari mertuanya Meurah Jeumpa.

Pangeran Salman dan puteri Mayang Selundang dianugerahi empat orang putera dan seorang puteri. Mereka adalah Syahir Nuwi (Meurah Fu) yang menggantikan ayahnya menjadi penguasa Perlak dengan gelar Meurah Syahir Nuwi, kemudian Syahir Dauli pergi merantau ke negeri Indra Purba (Aceh Besar), sedangkan Syahir Pauli menrantau ke negeri Samaindera (Pidie) dan Syahir Tanwi kembali ke negeri ibunya di Jeumpa dan kemudian di angkat menjadi Meurah Negeri Jeumpa menggantikan kakeknya. Keempat putera Maharaj Syahrian Salman sering dikenal dengan kaum imam empat (kawom imum peuet) atau penguasa empat.

Sementara puteri mereka Tansyir Dewi menikah dengan seorang sayid keturunan Arab yang bernama Sayid Maulana Ali al-Muktabar, selain sayid ada juga yang orang Arab lainnya dari Bani Hasyim dan juga keturunan Rasulullah lainnya yang datang ke Perlak dalam rangka menyiarkan agama Islam dan kemudian mereka berbaur dengan masyarakat setempat terutama dengan keluarga Meurah seperit Syarifah Azizah yang menikah dengan Sultan Perlak ke-11 Sultan Makhdum Alaiddin Malik Abadullah Syah Johan Berdaulat.

Sayid Ali Muktabar bin Muhammad Dibai bin Imam Jakfar al-Shadiq merupakan salah satu keturunan dari Ali bin Abi Thalib, Muhammad bin Jakfar al-Shadiq adalah imam Syiah ke-6 yang juga masih keturunan Rasulullah SAW melalui anaknya Nabi bernama Siti Fatimah yang memegang pemerintahan pusat di Baghdad. Adapun silsilahnya sampai ke Rasulullah yaitu: Muhammad bin Ja’far al-Shadiq bin Muhammad al-Baqir bin Ali Muhammad Zain al-Abidin bin Sayidina Husain al-Syahid bin Fatimah binti Muhammad Rasulullah SAW.

Silsilah Dinasti Syarief Jamalul Alam (1)

Silsilah Dinasti Syarief Jamalul Alam (1)

Sebelumnya, dinasti Umayah dan Abasiyah sangat menentang aliran Syiah yang dipimpin oleh Ali bin Ali Abu Thalib, tidak heran pada masa dua dinasti tersebut tidak mendapatkan tempat yang aman dan selalu di ditindas karena jumlah minoritas, sehingga banyak dari penganut Syiah menyingkir dari wilayah yang dikuasai oleh dua dinasti tersebut.

Pada masa pemerintahan Khalifah Makmun bin Harun al-Rasyid (167-219 H/813-833 M) akhirnya mengirim pasukannya ke Mekkah untuk meredakan ketegangan kaum Syiah itu, Khalifah Makmun memutuskan kepada Muhammad bin Jakfar al-Shadiq untuk hijrah dan menyebarkan Islam ke Hindi, Asia Tenggara dan sekitarnya.

Dari hijrah tersebut, berangkatlah satu kapal yang memuat rombongan angkatan dakwah termasuk di dalamnya Sayid Ali Muktabar. Menurut kitab Idharul Haq fi Mamlakat al-Perlak yang ditulis oleh Syekh Ishak Makarani al-Pasi pada tahun 173 H (800 M) Bandar Perlak disinggahi oleh satu kapal yang membawa kurang lebih 100 orang da’i yang terdiri dari orang-orang Arab suku Qurasy, Palestina, Persia dan India dibawah Nakhoda Khalifah dengan menyamar menjadi pedagang.

Rombongan Nakhoda Khalifah ini disambut oleh penduduk dan penguasa negeri Perlak yakni pada masa Meurah Syahir Nuwi. Pada masa itu pula, Meurah Syahir Nuwi menjadi raja pertama yang menganut Islam di Perlak. Sayid Ali Muktabar sendiri kemudian menikah dengan adik Syahir Nuwi yang bernama puteri Tansyir Dewi yang kemudian mereka dianugerahi seorang putra bernama Sayid Maulana Abdul Aziz Syah. Saat Sayid Maulana Abdul Aziz Syah dewasa, akhirnya dinobatkan menjadi Sultan Pertama Kerajaan Islam Perlak bertepatan pada tanggal 1 Muharram 225 H dengan gelarnya Sultan Alaiddin Sayid Maulana Abdul Aziz Syah yang silsilahnya sebagai berikut seperti yang ditulis oleh T. Syahbuddin Razi:

Sultan Alaiddin Sayid Maulana Abdul Aziz Syah bin Sayid Ali al-Muktabar bin Sayid Muhammad Diba’i bin Imam Ja’far Asshadiq bin Imam Muhammad al-Baqir bin Sayidina Ali Muhammad Zain al-Abidin bin Sayidina Husain al-Syahid bin Sayidina Ali bin Abu Thalib.

Tentang Raja Bakoy
Nama aslinya Ahmad Permala, dia merupakan tokoh dari aliran Wujudiyah di Samudra Pasai. Raja Bakoy juga merupakan sahabat karib dengan Syekh Abdul Jalil (Syekh Siti Jenar).

Ahmad Permala sempat menjadi “Mangkubumi” dengan gelar Maharaja Bakoy Ahmad Permala setelah Sultanah Nahrisyah Malikul Zahir mangkat pada hari senin tanggal 17 Dzulhijjah 831 H (1428 M) dan dikebumikan di dekat makam suaminya.

Aliran yang dibawa oleh Raja Bakoy berlawanan dengan aliran ahlusunnah wal jama’ah, bahkan ia pernah diperingatkan oleh ulama agar tidak mengawini puterinya sendiri, namun malah menentang dan membunuh 40 ulama. Ahmad Permala akhirnya mati dibunuh oleh Malik Musthafa yang bergelar Pocut Cindan Simpul Alam, suami dari Ratu Nahrisyah dengan bantuan dari Sultan Mahmud Alaiddin Johan Syah dari Kerajaan Aceh (1409-1465 M).

Kesultanan Perlak (Kerajaan Perlak), Samudra Pasai (Kerajaan Samudra Pasai) dan juga Aceh Darussalam (Kerajaan Aceh Darussalam) akan di update di AcehPedia, karena keterbatasan dari blog ini untuk memuat seluruh tulisan dari silsilah Raja-Raja Islam di Aceh yang cukup panjang.

Tulisan ini disadurkan dari buku “Silsilah Raja-Raja Islam di Aceh dan Hubungannya Dengan Raja-Raja Islam di Nusantara”, ditulis oleh Hj. Pocut Haslinda Syahrul, MD binti H. Teuku Abdul Hamid Azwar Waris Tun Seri Lanang ke-8 Samalanga, Kabupaten Bireuen.


Filed under: Aceh Hari Ini, Agama, History Tagged: Aceh, Aceh Darussalam, Islam, Kerajaan, Perlak, Raja, Raja Bakoy, Samudra Pasai, Silsilah, Sultan
Feb 7

Redefinisi Arti Sukses

Posted by Kamal

“Andaikan dimasa depan nanti kamu jadi orang kaya, punya banyak uang, punya gedung bertingkat, punya segala-galanya. Apakah itu berarti kamu sudah sukses? BELUM TENTU! Kita hanya bisa tahu...

[MustafaKamal.biz - Berisi tulisan-tulisan mengenai IT, Entrepreneurship, Web dan Internet, motivasi dan inspirasi... Pokoknya bermanfaat deh...]
Nov 13

Kemajuan teknologi informasi dewasa ini, khususnya di Indonesia, telah membuka kesempatan yang besar bagi banyak hal. Salah satunya adalah penggunaan teknologi informasi (TI) untuk melakukan syiar Islam dan aktivitas kebaikan lainnya. TI memberikan pilihan baru bagi umat Islam dalam mencari ilmu, bertukar pengetahuan, atau bertanya mengenai topik-topik keislaman. TI juga memberikan kemudahan bagi kita untuk bisa melakukan aktivitas kebaikan dengan jangkauan yang luas, bahkan seluruh dunia. Keuntungan-keuntungan yang dimungkinkan dengan adanya TI ini sepatutnya kita gunakan dalam hal-hal yang positif dan bermanfaat serta tetap syar’i.

Akan tetapi, TI tidak hanya dimanfaatkan oleh manusia sebagai sarana melakukan hal-hal positif saja. Seperti kita ketahui, internet sebagai media dari pelaksanaan TI berisi berbagai macam konten, mulai dari konten yang sangat baik hingga yang sangat buruk. Semua konten itu bercampur baur di internet, dan kita sebagai penggunanya mempunyai akses baik ke konten yang positif maupun konten yang negatif. Memang sudah sunnatullah bahwa ada yang baik dan ada yang buruk di dunia ini. Yang paling penting adalah bagaimana kita bisa menjadi baik dan meminimalisasi bahkan menghilangkan keburukan.

Didasari atas kondisi internet yang di dalamnya terdapat konten positif dan negatif, saya mempunyai pikiran bahwa untuk meminimalisasi pengaruh keburukan yang ada, khususnya di internet, maka perlu adanya penyeimbang dalam bentuk konten yang positif. Sebagai perumpamaan, ada sebuah bejana penampungan air yang berisi air yang mengandung kadar keasaman tinggi. Saya membutuhkan air tersebut sebagai pelepas dahaga, tapi air tersebut tidak dapat diminum karena berbahaya bagi tubuh. Ada dua hal yang dapat saya lakukan untuk menghilangkan dahaga. Pertama, dengan membuang air yang ada pada bejana tersebut, kemudian mengambil air yang dapat diminum dari tempat lain. Kedua, dengan mencampur air dengan kadar keasaman tinggi tersebut dengan air dengan kadar basa tinggi, sehingga saya mendapatkan air yang cukup netral dan dapat dikonsumsi. Saya mungkin perlu melakukan penyaringan air tersebut agar didapat hasil air yang baik.

Pada perumpamaan di atas, internet diibaratkan sebagai sebuah bejana penampungan air. Bejana itu menampung air berkadar asam tinggi, layaknya internet yang berisi banyak konten-konten negatif. Saya, dan juga banyak pengguna internet lainnya pasti ingin mendapatkan konten positif dan menghindari konten negatif. Ada dua hal yang dapat dilakukan, yaitu dengan membuang seluruh konten dan informasi yang ada di internet dan mengisinya dengan hal-hal yang positif saja, atau dengan menambahkan konten dan informasi positif pada internet untuk menyeimbangkan dan meminimalisasi konten negatif yang ada. Cara pertama jelas hampir tidak masuk akal, karena konten negatif yang ada di internet sangat banyak dan akan tetap ada walaupun telah dihilangkan dan dilarang. Saya menawarkan cara kedua sebagai solusi karena cara ini lebih bisa kita lakukan, yaitu dengan memasukkan banyak hal-hal positif dan bermanfaat ke dalam internet. Walaupun begitu, bukan berarti kita mendiamkan saja konten negatif yang ada. Kita juga harus mengurangi dan meminimalisasi konten negatif tersebut. Terakhir, perlu kita lakukan penyaringan agar konten dan informasi yang kita dapat dari internet adalah hal yang baik dan bermanfaat serta benar.

Hal yang telah saya paparkan sebelumnya, yaitu mengisi internet dengan konten dan informasi positif, berkaitan erat dengan pemanfaatan TI sebagai sarana syiar dan dakwah Islam. Konten dan informasi positif yang saya maksud dapat berupa ilmu, wawasan, dan pengetahuan keislaman, yang dapat meningkatkan pemahaman keislaman pengguna internet, terutama umat islam. Dengan adanya banyak konten keislaman di Internet, umat Islam dapat dengan mudah memperkaya pemahaman dan pengetahuannya. Di sisi lain juga menjadi penyeimbang terhadap banyaknya konten negatif yang ada di internet.

Salah satu langkah nyata adalah dengan membuat website atau situs web yang bertujuan untuk syiar dan dakwah Islam. Situs ini bisa berisi beragam hal tentang Islam, mulai dari keilmuan seperti fiqih, syariah, muamalah, tauhid, atau tanya jawab dengan ustadz yang kompeten. Di situs ini juga bisa disediakan forum diskusi yang di dalamnya membahas masalah dan topik keislaman sehingga bisa tercipta kondisi saling bertukar pengetahuan islam antara para anggotanya. Informasi-informasi mengenai acara-acara keislaman seperti pengajian, taklim, atau lomba pun bisa disediakan pada situs ini. Secara umum, situs ini menawarkan konten keislaman yang beragam dan bisa dimanfaatkan oleh semua pengguna internet, khususnya umat Islam.

Ada juga langkah lain yang lebih sederhana, yaitu dengan membuat blog. Blog atau weblog adalah salah satu media pertukaran informasi di internet, di mana pemilik blog menulis tulisan-tulisan yang dapat dikomentari oleh pengunjung. Terkait dengan pemanfaatan blog sebagai salah satu sarana syiar dan dakwah Islam, kita bisa menulis tulisan-tulisan yang positif dan bermanfaat, contohnya artikel keislaman. Hal itu saya lakukan di blog pribadi saya, dengan menuliskan tulisan yang terkait dengan keislaman. Tidak melulu harus tulisan keislaman karena tulisan lain yang mengandung hal baik dan bermanfaat pun adalah konten positif. Anda yang membaca tulisan ini pun bisa melakukan hal tersebut, yaitu dengan mengisi blog pribadi anda dengan hal-hal yang positif. Saya, anda, dan kita semua bisa menjadi subjek dari proses yang baik ini, yaitu dengan mengisi blog kita dengan konten-konten yang positif, salah satunya tentang keislaman. Sesuai dengan perumpamaan yang saya berikan, semakin banyak orang yang mengisi blognya dengan konten-konten positif, maka akan semakin banyak konten dan informasi positif yang ada di internet. Ketika semakin banyak konten dan informasi positif yang ada di internet, maka itulah salah satu pemanfaatan dari teknologi informasi khususnya internet sebagai sarana syiar dan dakwah Islam.

Saya teringat akan sebuah pelajaran sederhana yang disampaikan oleh K.H. Abdullah Gymnastiar atau lebih dikenal dengan Aa’ Gym. Pelajaran sederhana tersebut adalah prinsip 3M. Mulailah dari diri sendiri, mulailah dari hal-hal yang kecil, mulai dari sekarang. Kita semua bisa menjadi bagian dari kemajuan dan ketinggian Islam, caranya adalah dengan memulainya dari diri kita sendiri. Salah satu caranya dengan mengisi konten positif ke dalam internet, khususnya melalui tulisan di blog, atau media informasi lainnya. Mulailah dari hal-hal yang kecil, bila kita belum mampu untuk membuat tulisan dengan topik yang sulit, cobalah dengan topik yang ringan terlebih dahulu. Pada salah satu hadits dikatakan bahwa, “Sampaikanlah walau hanya satu ayat.” Jadi, kita tidak harus langsung menulis dengan topik keislaman yang di luar kemampuan kita. Dan mulailah dari sekarang, seperti saya memulainya dengan tulisan ini.

Mulailah dari diri sendiri. Mulailah dari hal-hal kecil. Mulailah sekarang juga!

Saya berharap ada tulisan ini dapat menjadi saran dan masukan bagi kita semua umat Islam untuk bisa memanfaatkan berbagai macam sarana yang ada untuk syiar dan dakwah Islam. Syiar dan dakwah Islam tersebut dapat kita lakukan dengan mengisi konten-konten positif dan bermanfaat pada blog pribadi kita atau media informasi lainnya. Teknologi informasi, salah satunya internet, bisa menjadi sarana kita dalam melakukan syiar dan dakwah keislaman, yang merupakan bagian ibadah kita kepada Allah. Semoga tulisan ini dapat menginspirasi saya, anda, dan kita semua untuk melakukan aktivitas kebaikan di mana pun, kapan pun, dan dengan sarana apapun, tentunya secara ikhlas hanya untuk mendapat ridho Allah SWT. Amin.

Mohamad Sidik
Kemayoran, 13 November 2009

~Tulisan ini dibuat sebagai bagian keikutsertaan penulis pada Lomba Blog FUKI Fair 2009~

Nov 12

menyalakan lagi nurani

Posted by heningsept

alhamdulillah.. hari ini bisa merasakan salah satu keuntungan dari ngisi mentoring: mengingatkan diri sendiri untuk membenahi diri! yah begitulah kawan.. mentor itu bukan ustadz yg super duper ahli apalagi orang suci. terkadang mereka hanyalah orang2 yg ilmunya masih sedikit sekali. namun punya keinginan untuk berbagi. bahwa islam yang indah itu selayaknya benar2 dirasakan keindahannya oleh para pemeluknya. menjadi nafas dan tuntunan dalam setiap langkah hidupnya. bukan sekedar penghias ktp di bagian “agama”. atau mereka hanya ingin di negeri ini bertambah orang2 yang takut pada Tuhannya. agar tak perlu lagi ada cerita “cicak vs buaya” di kemudian hari. atau mereka pun ingin mengajak orang2 untuk sama2 memilih dan mengusahakan tempat kesudahan yang baik: surga yang seluas langit dan bumi. dan banyak lagi alasan lainnya. yang jelas pastinya mereka merasa jalan itu indah.. dan ingin orang lain merasakan keindahannya juga. insya Allah.

oh ya. materi hari ini membuat saya browsing2 dan membuka beberapa buku. salah satu tulisan yang paling tajam menikam hati *widih, lebay* adalah tulisan ini. luar biasa ngejlebnya dan membuat saya merenung… bagaimana rupa hati saya sekarang ini? astaghfirullah…

mungkin, hati ini sudah sebegitu hitamnya, gak peka lagi membedakan yang benar dan salah. terlalu terbiasa dalam dosa? mungkin juga. padahal… utsman bin ‘affan ra, begitu bersih hatinya sampai2 bisa tau seseorang telah berbuat dosa.

ada seorang laki-laki bertamu kepada ‘Utsman. Laki-laki tersebut baru saja bertemu dengan seorang perempuan di tengah jalan, lalu ia menghayalkannya. ‘Utsman berkata kepada laki-laki itu, “Aku melihat ada bekas zina di matamu.” Laki-laki itu bertanya, “Apakah wahyu masih diturunkan setelah Rasulullah Saw wafat?” `Utsman menjawab, “Tidak, ini adalah firasat seorang mukmin.”

penjelasan selanjutnya..

bila seseorang hatinya jernih, maka ia akan melihat dengan nur Allah, sehingga ia bisa mengetahui apakah yang dilihatnya itu kotor atau bersih. Artinya, setiap maksiat itu kotor, dan menimbulkan noda hitam di hati sesuai kadar kemaksiatannya sehingga membuatnya kotor. Semakin lama, kemaksiatan yang dilakukan membuat hati semakin kotor dan ternoda, sehingga membuat hati menjadi gelap dan menutup pintu-pintu cahaya, lalu hati menjadi mati. Sekecil apa pun kemaksiatan akan membuat hati kotor sesuai kadar kemaksiatan itu. Kotoran itu bisa dibersihkan dengan memohon ampun (istighfar) atau perbuatan-perbuatan lain yang dapat menghilangkannya. (diambil dari sini)

so.. mulailah saya mendata segala jenis penyakit hati, seperti riya’, ujub, dengki, dan lalalala sampai rasa malas yang berlebihan juga mungkin sumbernya dari penyakit hati. yah, penyakit itu membuat hati kusam, cahayanya meredup. karena itu, mari nyalakan lagi nurani. agar terangnya menyinari diri dan hidup ini! membimbing diri untuk lurus dalam ketaatan. untuk bersegera dalam kebaikan.

Tak ada yang lebih jernih dari suara hati.. Ketika ia menegur kita tanpa suara. Tak ada yang lebih jujur dari nurani.. Saat ia menyadarkan kita tanpa kata-kata. Tak ada yang lebih tajam dari mata hati.. ketika ia menghentak kita dengan beragam kesalahan dan alpa. Berbahagialah orang-orang yang seluruh waktunya dipenuhi kemampuan untuk jujur pada nurani dan tulus mendengarkan suara hati.

“Mintalah fatwa kepada hatimu. Kebaikan itu adalah apa-apa yang tenteram jiwa padanya, dan tenteram pula dalam hati. Sedangkan dosa adalah apa-apa yang syak dalam jiwa, dan ragu-ragu dalam hati, meskipun orang lain memberikan fatwa kepadamu dan mereka membenarkannya.” (HR Muslim)

“Bertanya Pada Hati”, Salim A. Fillah, dalam Jalan Cinta Para Pejuang


Oct 30

Prolog: Sewaktu membuka kembali arsip lama tulisan saya di “rumah lama”, saya menemukan “harta” yang cukup berharga. Bahkan awalnya saya agak kurang percaya kalau tulisan ini saya yang menulis. Silahkan dinikmati, semoga bisa menyadarkan kita semua untuk bisa terus semangat memperbaiki diri.

Seruan ini ditujukan bagi jiwa-jiwa yang kehilangan jiwa
Seruan ini ditujukan bagi ruh-ruh yang kehilangan ruh

Seruan ini ditujukan bagi diri-diri yang kehilangan hakikat diri

Bangkitlah, Bangkitlah, Bangkitlah

Di hadapanmu telah terbentang medan perjuangan

Bersegeralah untuk berangkat menuju keridhoan Illahi

Semangat, satu kata yang sering hilang dengan sendirinya dari kamus hidup kita. Kalaupun tidak hilang minimal cahayanya meredup. Kisah meredupnya cahaya semangat ini tidak hanya dialami dirimu kawan, tetapi juga saya, dia, mereka dan kita semua alami. Karena memang lumrah adanya apabila manusia dapat merasakannya.

Dalam hadits Rasulullah bersabda “Al imanu yazid wa yankus”. Iman itu naik dan turun. Layaknya keimanan manusia yang naik dan turun, pada semangat pun dapat terjadi hal tersebut. Memang, semangat dan keimanan memiliki suatu hubungan yang dekat. Seseorang yang sedang turun keimanannya pasti akan turun pula semangatnya untuk beribadah, belajar, ataupun segala macam perbuatan yang baik dan bermanfaat. Begitu pula sebaliknya.

Pertanyaannya sekarang adalah, apakah kita menginginkan diri kita mengalami krisis semangat yang berdampak pula pada krisis keimanan?? Saya bisa memprediksi bahwa jawabannya tidak ingin hal seperti itu sampai terjadi. Kalaupun ada orang yang menginginkan dirinya terus tidak semangat, orang itu diduga memiliki gangguan. Gangguan apa?? Yang jelas dia menderita gangguan semangat.

Hal pertama yang harus dilakukan oleh penderita krisis semangat adalah menyadari ada yang salah dalam dirinya. Dengan adanya kesadaran dari dalam hati, Insya Allah jalan menuju kebaikan akan terbentang luas. Berbeda keadaannya dengan yang tidak sadar, jelas dia tidak akan menerima apabila ada orang lain yang menyampaikan kebenaran.

Dalam kaitannya dengan kondisi kita sebagai mahasiswa, kesadaran yang harus kita bangun adalah kesadaran bahwa masa perkuliahan telah mulai kembali. Baik mahasiswa lama maupun mahasiswa baru pastinya tidak menginginkan ketika kuliah nanti terganggu dengan hilangnya semangat untuk belajar.

Setelah tumbuh benih kesadaran dalam diri kita, yang harus kita lakukan adalah pengobatan jiwa kita. Proses ini dapat kita lakukan sendiri. Tiap-tiap jiwa manusia membutuhkan makanan lahiriah dan makanan batiniah. Seringkali manusia melupakan hal tersebut dan hanya mementingkan makanan lahiriah saja. Akibatnya, jiwa kita mengalami dahaga akan kesegaran batiniah.

Semangat dan keimanan adalah zat-zat yang harus dikonsumsi oleh manusia untuk mencukupi takaran kebutuhan akan makanan batiniah. Karena seperti yang telah saya terangkan di atas bahwa dua zat di atas sering mengalami penurunan kadar. Proses pengobatan jiwa pun menggunakan metode-metode yang dapat meningkatkan kadar semangat dan keimanan dalam diri kita.

Berbagai macam ibadah kepada Allah dapat menjadi obat bagi krisis semangat dan keimanan. Beberapa waktu lalu sering kita dengar alunan lagu “Tombo Ati” atau obat hati yang dibawakan oleh Opick. Obat itu terdiri dari lima perkara yaitu membaca Al-Qur”an dan maknanya, mendirikan shalat malam, berkumpul dengan orang sholeh dalam majelis ilmu, Perbanyak shaum(puasa) sunnah, dan berzikir pada setiap waktu. Insya Allah dengan mempraktekkan kelima perkara tersebut dengan Ikhlas, krisis semangat dan keimanan pun akan hilang dari diri kita.

Intinya adalah kita harus mendekatkan diri dengan yang Pencipta kita, Allah Azza Wa Jalla. Seorang muslim hendaknya menjadikan Allah sebagai sumber semangat dirinya. Semakin kita dekat dengan Allah, Niscaya semangat hidup kita akan bertambah. Jadi, tunggu apa lagi untuk bisa bermesraan dengan Kekasih Yang Terkasih, Allah Robbul Izzati.

Semoga dengan kita menyadari kondisi kita sebagai manusia yang ada kalanya semangat dan keimanannya turun, Allah akan menerangi hati-hati kita dengan pelita kebenaran. Kesadaran pribadi tersebut selanjutnya diaplikasikan dengan tertanamnya azzam(tekad) dalam hati kita untuk memperbaiki diri kita. Tekad yang kuat tersebut terealisasikan dengan program perbaikan yang dapat mengobati kondisi jiwa yang haus akan keimanan kepada Allah.

Formula meningkatkan semangat dan keimanan :
Sadar -> Niat dan Tekad -> Ikhtiar dan Doa

Ya Allah Yang Maha Membolak-balikkan hati, condongkanlah hatiku pada dienMu dan pada Ketaatan kepadaMu.

Sidicx
Kemayoran City 220806
Sep 22

Teroris vs Teroris

Posted by Kamal

Beberapa waktu yang lalu, media-media di Indonesia heboh memberitakan tewasnya gembong teroris nomor satu di Indonesia, yaitu Nurdin M Top. Tentu saja mayoritas masyarakat Indonesia bersukacita...

[MustafaKamal.biz - Berisi tulisan-tulisan mengenai IT, Entrepreneurship, Web dan Internet, motivasi dan inspirasi... Pokoknya bermanfaat deh...]
Sep 16

Lailatul Qadar

Posted by Meri


Malam ini malam 27 Ramadhan 1430 H, malam yang santer disebut-sebut malam kemuliaan, Lailatul Qadar. Membayangkan suasana di Baitul Kamal, MUI, Al Hikmah, yang sedang rame2nya hamba2 Allah yang berharap berkah yang lebih baik dari 1000 bulan ini. Pasti damai permai sekali, langit cerah, melihat ke langit seakan-akan bisa melihat pintu surga terbuka lebar dan merasakan suasana surgawi. Malam yang jauh lebih berharga dari beribadah terus menerus selama 80an tahun.

But here I am, in front of Hassan, blogging, curhat ke Outie, ga bisa i’tikaf. Wanita kurang agamanya, karena ada hari-hari ga boleh solat, tilawah, dan puasa. kalo diinget2 terus, dibayangin trus, jadi bikin sedih.

Tiba2 inget, pesan seorang ustadz pada penyambutan bulan Ramadhan tahun ini saat ditanya bagaimana cara wanita haidh untuk mengoptimalkan ramadhannya? Beliau menjawab dengan cara zikirullah, murojaah, dan melakukan amalan2 lain yang dibolehkan bagi wanita haidh. namun, yang paling penting adalah sikap menerima para wanita bahwa kedamaian sholat, ketentraman hati saat tilawah, berkah i’tikaf tidak bisa mereka nikmati saat haidh.

Haidh adalah cobaan bagi kaum wanita. Saat itu wanita dalam kesakitan. Juga perasaan yang buruk baik akibat kesakitan fisik maupun tidak adanya refresh rutin via sholat. Biasanya kalo di hati lagi ada badai, kalo wudhu udah agak reda, apalagi abis sholat, 5 kali sehari lagi refreshnya. tapi seminggu jauh dari telaga ketenangan itu, sungguh cobaan bagi wanita. Nah, inilah yang dihadapi wanita, semoga para pria mengerti, bahwa kami tidak dengan sengaja menjadikan baik haidh maupun PMS (pre-menstruation syndrome) sebagai excuse untuk perilaku kami yang agak berbeda.

Jadi Mer, tunggangi salah satu kendaraan itu, yaitu sabar. Coba jangan arahkan pandanganmu pada kenikmatan yang Allah berikan pada sebagian yang lain. Pasti ada bagianmu. Ayo pikir, apa coba…

hmmm… i c  :-)

Jul 9

Saya tergerak untuk menuliskan hal ini di blog karena barusan saya membaca postingan seseorang di milis yang protes pada orang lain karena menggunakan hadits dalam milis tersebut. Milis tersebut adalah milis wiramahasiswa_ui, milis bagi peserta acara UI Young and Smart Entrepreneur Program (UI YSEP). Panitia UI YSEP dalam salah satu postingannya menambahkan sebuah hadits berikut sebagai kalimat penutup:

” Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain” (Q.S HR Bukhori Muslim)

Sebuah kalimat yang bagus bukan? Memang orang yang paling keren itu adalah orang yang paling banyak manfaatnya. Namun, saya heran, ada saja orang yang protes dengan pernyataan tersebut. Berikut potonganm postingan dari orang yang protes itu:

saya muslim, pk jilbab lg,
tp saya minta panitia ga usah pake mencantumkan hadist2 gt lah..
emang semua anggota milis ini muslim semua?
kesannya mnunjukkan dominasi umat Islam d milis, ga perlu itu.
kl mau berbagi kalimat yg memotivasi/bermanfa at,,
ya pilih lah kalimat2 yg netral, quotation dr pengusaha2 sukses dunia kek.

Saya gak mau bawa2 sensitifitas agama disini. Saya cuma ingin menyampaikan bahwa inspirasi itu bisa kita dapat darimanapun. Dari Nabi Muhammad kek, dari Kong hucu kek, dari Karl Marx kek. Selama kontennya bagus, maka kita bisa ambil itu sebagai inspirasi atau hikmah buat kita.

Dan semua inspirasi itu juga bisa disebarkan pada siapapun, bukan berarti kalau Nabi Muhammad yang ngomang itu berarti kalimat (yg sebenarnya netral utk seluruh manusia) cuma muslim yang boleh baca. Bukan berarti juga kalau einstein yang ngomong maka cuma ilmuwan aja yang layak nerima.

Semoga kita bisa lebih arif dalam menyrap ilmu dan inspirasi dari siapapun, dari manapun.

Yowis, segitu aja dulu apdet blog setelah sekian lama gak ngeblog lagi. Semoga tetap dan selalu bermanfaat :)


Posted in islam, taushiyah
Mar 27

Mereka Bilang Liberal

Posted by Aulia


liberal dictionary

image by blog.beliefnet.com

Cerita yang berlalu di hari jum’at telah ku tepis dengan sebuah coretan untuk mengingatkan bahwa tulisan ini sebenarnya sudah kepublish, namun sayang hilang begitu saya akibat faktor x dan y serta z .

Berikut kutipan yang kutulis sementara di halaman Mereka Bilang Liberal, menunggu update sebenarnya.

Sudah capek nulis panjang-panjang eh si browser malah ngadat, jadi hilang deh tulisan saya yang ‘bagus’ ini. :D

Kapan-kapan nulis lagi deh, gak dikomentarin juga gak apa-apa. Kecewa saya, sebenarnya sudah bisa kesimpan di draft, inilah cobaan. Sabar dan sabar!!!

Intinya sih cuma mau bilang kalau liberal itu gak gampang, butuh pengorbanan dunia akhirat untuk mempertanggungjawabkannya (kosa kata yang panjang).

Tulisan ini memang tidak jarang telah banyak beredar di berbagai media online, ada yang mengkritisi bahkan mengejek serta mengganggap diri paling hebat di antara umat yang lain.

Dalam postingan ini saya tidak akan menyebutkan siapa mereka itu, dan ketahuilah bahwa mereka adalah bagian dari saudara yang mempunyai pola berpikir yang bisa merusak akan Perintah Tuhan yang tidak mereka yakini.

Pada khutbah jum’at kali ini di Masjid Ukhuwah Islamiyah UI Depok, sang khatib mengangkat sebuah tema tentang kelompok liberal yang akan membuah sebuah proyek tentang revisi Al-Quran yang lebih kritis, begitulah kurang lebihnya misi yang sedang mereka pertaruhkan.

Muncul anutan liberalist dengan memadukan sikap orientalis dari kiblat yang berbeda membuat pemikiran dan pola pikir yang ada sungguh diresahkan oleh umat ini.

Memisahkan antara politik dan sosialis dari sebuah gejala yang mengatakan bahwa itu hanya tips dan triks saja telah membuat pemikiran sekelompok orang melenceng dari apa yang ada dalam tuntunan fitrah Agama Islam.

Pernah saya dalam sebuah komentar, saya mendapatkan bahwa keadaan kaum liberalis bukan lagi menggelikan melainkan sudah mengerikan.

Mengerikan dalam hal apa, tulisan yang ditulis tentang Belajar Agama Sendiri tanpa menjadi sesat, telah membuat realita ini mencuat kuat di elit Jakarta alias negara Endonesia (orang kita baca Indonesia sering menggunakan E).

Hal-hal yang disebabkan oleh kerancuan pola pikir, dengan memadukan paham pikir barat dan yahudi, yang jelas-jelas mereka adalah kaum laknat dari dunia ini.

Ada sebagian kaum orientalis yang berniat busuk ingin mencari kelemahan dari Al-Quran membuat ini sebagai peluang untuk melakukan revisi terhadap Qalamullah.

Padahal kajian yang dibuat oleh kaum barat ini tidak bisa diterima (dan tidak akan pernah diterima), mereka menganggap sebagai bentuk dari perubahan zaman yang tidak sesuai lagi dengan masa lalu.

Masa penulisan Al-Quran pun dari sejak zaman Rasulullah sudah terjaga dengan catatan dan sirah beliau tinggalkan.

Semoga ada waktu buat kita untuk belajar dan belajar jauh dari pemikiran mereka yang membuat dunia seakan apa adanya dengan logikan dan kesewenangan tanpa percaya hukum Allah SWT.

Posted in Agama, Kampus, Renungan Tagged: Aktivis, Ijtihad, Islam, Kamuflase, Khutbah Jum'at, Liberal, MUI Depok, Orientalis
Jan 13

Saya dapet postingan menarik di milis tentang orang yang mencurigai facebook (yang jadi idaman kita2 juga ikut andil dalam membiayai Israel dalam membantai rakyat Palestina di gaza). Berikut ini saya kopi pastekan tulisannya. Hanya untuk membuka cakrawala saja. Ini bukan propaganda. Karena toh, apa yang disampaikan disini belum benar-benar valid. Jadi gak usah terlalu diyakini setenagh mati ya :p


Fenomena facebook begitu gempar di Indonesia, sampai-sampai ada facebook dalam bahasa indonesia. Saya heran bukan main, satu per satu teman saya mendaftar di facebook. Tidak heran kalau di tahun 2008 facebook meraup keuntungan 300 juta dollar amerika karena lebih dari 140 juta user aktif di seluruh dunia dan 8,5 juta foto dimuat tiap harinya. Bagi yang belum tahu apa itu facebook bisa baca artikel ini. Facebook memberikan banyak kemudahan bagi kita, dari mulai menjalin relasi sampai cari uang dari facebook, baca juga artikel ini dan artikel ini. Tapi keuntungan yang sebanyak itu digunakan
untuk membiayai perang di Gaza. Benarkah?

Awalnya saya juga tidak sengaja research tentang facebook. Dari awal saya sangat tidak setuju dengan adanya agresi Israel di Gaza. Untuk membantu warga Gaza, saya hanya bisa berdoa dan berniat untuk
memboikot produk-produk Israel. Dari artikel yang saya publish beberapa waktu lalu tentang pemboikotan produk-produk Amerika, ada komentar yang mengatakan bahwa facebook dan wordpress adalah milik amerika dan menyarankan untuk tidak memakainya lagi. Dari sini awal mulanya saya melakukan reseach tentang facebook dan wordpress.

Fakta – fakta : [silahkan baca fakta-faktanya di MustafaKamal.biz - Facebook membiayai Israel dalam agresi di Gaza?? ]


Posted in islam
Jan 12

Tidak Lebih Baik dari Siapapun

Posted by heningsept


Selasa, 6 Januari 2009, saya ikut Pengajian UI di Rektorat. Pengajian ini adalah hasil kerjasamanya Rektorat UI dengan SALAM UI. Yang dateng lumayan banyak, dari mulai Pak Rektor, wakil2 Rektor dan pejabat Rektorat lainnya, karyawan, mahasiswa, dan ada masyarakat sekitar UI juga.

Pak Gumilar sang Rektor UI di dalam pidato sambutannya menceritakan sebuah kisah, tentang dialog Rasulullah SAW dengan iblis. Rasulullah nanya sama iblis, siapa manusia yang paling kau sukai? Terus iblis jawab, manusia yang paling aku sukai adalah yang rajin beribadah. Tapi karena ibadahnya itu dia merasa lebih baik dari orang lain. Lalu Rasulullah nanya lagi, siapa yang paling kau benci? Iblis jawab, yang paling kubenci adalah orang yang banyak dosa, tapi karena dosanya itu dia bertobat meminta ampun dan takut pada Allah. (Ada yang bisa ngasih tau riwayat siapa ini?)

Lalu pembicara pengajian ini, Pak Muslih Abdul Karim, menyambungnya dengan tausiyahnya. Subhanallah.. Ini ustadz, dari pertama kali ngomong, rasanya setiap kata2nya menyentuh hati. Gak tau kenapa, di pengajian itu hati saya damai banget.. (^-^)V

Ustadz Muslih membenarkan tausiyah Pak Gum, kenapa iblis suka sama manusia yang rajin ibadah tapi ngerasa lebih baik dari yang lain? Karena manusia itu persis banget ama iblis. Soalnya dulu kan iblis tuh nurut sama Allah, eh pas Allah menciptakan Adam as dan nyuruh iblis dan malaikat sujud sama Adam, iblis gak mau. Karena dia ngerasa lebih baik. Somse euy.. sombong sekali..

Padahal, tidak akan masuk surga orang yang dalam hatinya ada kesombongan walaupun sebesar dzarrah (atom). Astaghfirullah.. Jadi inget diri saya. Sampai sekarang, udah berapa kali coba ngerasa lebih baik dari orang lain? Dapet nikmat dikit, sombong. Bisa ngelakuin sesuatu, sombong. N.g.e.r.a.s.a l.e.b.i.h b.a.i.k d.a.r.i o.r.a.n.g l.a.i.n.

Hiks..

Jadi inget Pak Heru, dosen Fasilkom. Waktu presentasi pemilihan calon dekan, beliau bilang bahwa ada satu pertanyaan di formulir pendaftaran yang menjebak. Pertanyaan itu berbunyi, “Apakah anda merasa pantas jadi dekan Fasilkom?” (kira2 begitu pertanyaannya). Terus kata Pak Heru, “Kalo jawab iya, berarti saya sombong. Kalo sombong, gak bisa masuk surga. Mendingan gak saya jawab aja. Biarpun gak jadi dekan, tapi masih ada kesempatan masuk surga”. Subhanallah..

Oke Ning.. stop it from now..
Mulai sekarang.. jangan lagi ngerasa lebih baik dari siapapun.. dalam hal sekecil apapun..

Hasan Al Basri berkata, tawadhu itu jika kamu keluar dari rumahmu lalu setiap kali kamu bertemu saudaramu, kamu merasa bahwa saudaramu itu lebih baik darimu.

Jan 8

Surabaya Dulu, Gaza Sekarang

Posted by agungfirmansyah


*Alhamdulillah, sudah dapat izin dari si Empunya tulisan

Surabaya Dulu, Gaza Sekarang

Oleh Shofwan Al-Banna Choiruzzad

Surabaya, 1945 Langit gelap. Bukan oleh awan yang hendak menurunkan
hujan. Angkasa dipenuhi pesawat sekutu yang bergemuruh. Di dalamnya,
para serdadu masih menyisakan keangkuhan. Mereka baru saja
menghancurkan pasukan Jepang di Front Pasifik. Dari langit, mereka
menebar ancaman: “menyerah, atau hancur”.

Beberapa pekan sebelumnya, pengibaran bendera Belanda memicu amarah
para perindu kemerdekaan. Seorang pejuang mencabik warna biru dari
bendera Belanda di Tunjungan, menggemakan pesan bahwa negeri ini tak
rela kembali dijajah. Tentara sekutu menjawab dengan salakan senapan,
bersembunyi di balik alasan “memulihkan perdamaian dan ketertiban”.
Jiwa-jiwa merdeka itu berontak. Brigadier Jenderal Mallaby, pimpinan
tentara Inggris di Surabaya, terbunuh. Sekutu murka.

Rakyat gelisah. Surabaya telah lama dikenal sebagai salah satu pusat
perlawanan. Laskar-laskar dari berbagai pesantren dan daerah banyak
yang menjadikan kota ini sebagai markas. Di kota ini pulalah,
Cokroaminoto dan Soekarno muda mendiskusikan cita-cita kemerdekaan.

Suara dari lelaki kurus itu menghapus semua keraguan.

“Saudara-saudara rakyat Surabaya.
Bersiaplah! Keadaan genting.
Tetapi saya peringatkan sekali lagi.
Jangan mulai menembak.
Baru kalau kita ditembak.
Maka kita akan ganti menyerang mereka itu.
Kita tunjukkan bahwa kita itu adalah orang yang benar-benar ingin
merdeka.
Dan untuk kita saudara-saudara.
Lebih baik kita hancur lebur daripada tidak merdeka.
Semboyan kita tetap.
Merdeka atau mati.
Dan kita yakin, Saudara-saudara.
Akhirnya, pastilah kemenangan akan jatuh ke tangan kita.
Sebab Allah selalu berada di pihak yang benar.
Percayalah Saudara-saudara!
Tuhan akan melindungi kita sekalian.
Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!
Merdeka!”

Peristiwa 10 November 1945 di Surabaya itu akan terus dikenang
sebagai tonggak kemerdekaan Indonesia. Semua yang mengaku mencintai
negeri ini tidak layak untuk menjadikan peristiwa itu berdebu di
pojokan sejarah.

***
Gaza, peralihan tahun 2008-2009

Kota padat berpenduduk sekitar 1,5 juta orang –mayoritas pengungsi
akibat pengusiran biadab Israel sejak tahun 1948, 1967, dan ekspansi
ilegal pemukiman yahudi yang tak pernah menghormati perjanjian yang
dibuatnya sendiri- itu mencekam. Sejak 27 Desember 2008, pesawat-
pesawat Israel yang dilengkapi dengan bom-bom terbaru kiriman
Washington membombardir kota ini. Ehud Barak, Menteri Pertahanan
Israel, menyatakan bahwa operasi berjudul “Cast Lead” ini akan
memakan waktu lama. Hingga hari ini, 510 orang telah meninggal dunia
dan ribuan luka-luka. Tidak ada jurnalis diizinkan masuk. Bantuan
medis pun kesulitan.

Demonstrasi bergolak dari Jakarta sampai Eropa. Dari Jordania hingga
Amerika. Posko bantuan dibuka di mana-mana, meskipun masih sangat
kurang dibandingkan kebutuhan penduduk Gaza.

***

Hati saya sakit saat ada yang berkata: “Ngapain kita ngurusin
Palestina, wong negeri kita saja masih amburadul”.

Semoga kita tidak melupakan sejarah bahwa Al-Hajj Amin Al Husaini,
Mufti Palestina, adalah orang pertama yang menyiarkan kemerdekaan
Indonesia di radio internasional.

Alasan yang sepintas terlihat nasionalis ini adalah pengkhianatan
kejam pada nasionalisme Indonesia itu sendiri. Preambule Undang-
undang Dasar 1945 mendeklarasikan dengan jelas perlawanan pada segala
bentuk penjajahan. Soekarno dan Hatta berkali-kali menandaskan bahwa
nasionalisme Indonesia tumbuh di taman kemanusiaan. “Jangan pikirkan
hal lain kecuali Indonesia” adalah logika yang menghina
keindonesiaan.

Hati saya lebih sakit lagi saat ada yang mengatakan “Itu kan salah
HAMAS sendiri yang tidak mau damai dan menembakkan roket! Media di
Indonesia terlalu berpihak pada Palestina, nih…gak berimbang!”

Lalu, yang berimbang itu seperti apa? Seperti media massa Barat yang
lebih menyalahkan HAMAS, menyiarkan propaganda Israel bahwa serangan
ini adalah respon dari tindakan HAMAS menyerang Israel, menyalahkan
sikap HAMAS yang memutus gencatan senjata? Sepertinya kita harus
menelaah peringatan Finkelstein, seorang ilmuwan Yahudi, dalam
bukunya Beyond Chutzpah: On the Misuse of Anti-Semitism and Abuse of
History dan Image and Reality of Israel-Palestinian Conflict. Sejarah
telah dibajak untuk tidak pernah mengkritisi Israel dan media massa
pun tidak bebas dari pembajakan ini. Untuk melihat bias media barat
dalam isu Palestina, silakan buka www.ifamericansknew .org .

Bahkan, menurut saya, media di Indonesia masih terlalu berpihak pada
Israel.. Tidak ada yang menyebutkan fakta bahwa pemutusan gencatan
bersenjata oleh HAMAS itu didahului oleh surat protes gerakan
perlawanan itu atas terbunuhnya 4 orang petani di Gaza oleh tentara
Israel. Tidak ada yang mengingatkan bahwa Israel terus melanggar
perjanjian damai yang disepakatinya sendiri dengan membiarkan
pemukiman ilegal terus tumbuh. Kita juga tak boleh lupa dengan tembok
pemisah apartheid Israel yang memutus akses rakyat Palestina pada
kebutuhan vital kehidupan. Belum lagi blokade Gaza yang lebih kejam
dari Blokade Berlin pada masa Perang Dingin.

“Itu kan salah HAMAS sendiri yang tidak mau damai…”

Sampaikan pernyataan itu pada Bung Tomo dan para pendiri negeri ini.
Alhamdulillah, para pendiri negeri ini menolak iming-iming perdamaian
palsu di bawah ketiak Ratu Belanda. Soekarno bahkan menantang: “Ini
dadaku, mana dadamu!”

Kalau kita menggunakan logika yang sama, berarti kita mendukung
Agresi Militer Belanda pada tahun 1948. “Itu kan salah para pejuang
kemerdekaan Indonesia yang tidak mau damai!”

Tidak banyak yang mengingatkan bahwa Israel berdiri dengan berkubang
darah pembersihan etnis yang menghalalkan pembantaian dan pengusiran
terhadap penduduk asli Palestina (Ilan Pappe: The Ethnic Cleansing of
Palestine ). Komunitas Yahudi yang hidup dalam perdamaian di bawah
Khilafah Utsmaniyah tiba-tiba dikejutkan oleh kedatangan saudara-
saudara mereka yang mengungsi dari kebiadaban Eropa dan membawa ide
rasis radikal untuk mendirikan Israel (Amy Dockser Marcus, Jerusalem
1913). Bayangkan, komunitas yahudi saat itu yang sekecil komunitas
muslim di Swedia saat ini tiba-tiba menuntut Negara sendiri dengan
luas wilayah yang melebihi luas wilayah penduduk aslinya. Kalau
muslim di Swedia tiba-tiba menuntut mendirikan Negara Islam, mereka
pasti segera dicokok dan dilabeli teroris.

Memori pembantaian ini dihapus dari sejarah dunia dan dari kesadaran
rakyat Israel. Pada saat yang bersamaan, kenangan pahit ini terus
hidup di antara rakyat Palestina. Maka, sangat sulit bagi orang
Palestina untuk menerima perdamaian yang tidak pernah berpihak pada
mereka, lha wong keberadaan Israel saja tidak legal! Wajar jika
popularitas HAMAS semakin lama justru semakin meningkat. Indonesia
saat itu tegas tidak mengakui Israel karena melihat fakta ini.
Sayang, kini banyak yang sudah lupa. Banyak yang terjebak dalam
narasi fiktif “Israel yang cinta damai terancam keberadaannya oleh
HAMAS yang ekstrimis yang tidak mau damai”.

Kalaupun kita harus menerima fakta bahwa berdasarkan hukum rimba
Israel itu eksis, tidak berarti bahwa kita berhak menyalahkan mereka
yang menghendaki perdamaian sejati yang lahir dari kemerdekaan. Saya
mendukung proses perdamaian, tapi harus dengan dialog yang adil dan
terbuka yang melibatkan HAMAS sebagai kekuatan riil di Timur Tengah.
Tidak sekedar perjanjian sepihak yang dibuat AS dan Israel lalu
dipaksakan pada Palestina.

Kemanusiaan. Keindonesiaan. Islam. Ketiganya memaksa saya berpihak
pada yang lemah dan tertindas.

“If you stand for nothing, you will fall for anything”

Malcolm X

~Tulisan ini aslinya dapat dari milis PPSDMS. Ternyata, setelah cari sana-sini, saya nemu blog-nya Mas Sofwan dan tulisan itu dipublikasikan di sana.

Dec 29
Dikutip dari: http://eramuslim.com/editorial/wahai-para-raja-presedin-dan-pemimpin-arab.htm Ketika engkau melihat umat Islam di Gaza sudah sekarat, bertahun-tahun menderita, akibat embargo Israel. Engkau tetap menutup pintu perbatasanmu. Tak mau berbelas kasihan terhadap saudaramu. Meskipun, sudah banyak diantara mereka yang mati, akibat sakit dan kelaparan. Bahkan, ketika mereka kelaparan dan mencoba masuk ke wilayah perbatasanmu, engkau usir. Engka menjadi seakan orang-orang yang [...]