Inilah Caranya Bagaimana Kita Bisa Senang Senantiasa
Posted by Charles
Ada satu quote yang membuat saya berpikir. Quote itu adalah quote Arvan Pradiansyah yang saya dapatkan dari sebuah siaran radio. Quote itu berbunyi “If you want to be happy, be happy now!”
Awalnya saya berpikir quote itu hanyalah sebuah tagline yang digunakan oleh Arvan Pradiansyah, seolah-olah setiap motivator harus memiliki tagline-nya sendiri-sendiri. Seperti Mario Teguh yang “super”, Tung Desem Waringin yang “dahsyat”, atau quote “see you at the top” yang digunakan Bong Chandra. Demikian pula seorang Arvan Pradiansyah menggunakan tagline “If you want to be happy, be happy now!” dalam programnya: “Smart Happiness”.
Saya tidak tahu mengapa Arvan Pradiansyah memilih menggunakan quote tersebut. Tetapi, saya melihat ada kebenaran dari quote tersebut. “If you want to be happy, be happy now!” Ya… Jika kamu ingin menjadi senang, menjadi senanglah sekarang! Atau, dengan kata lain, kesenangan adalah suatu pilihan yang dapat kita pilih setiap saat. Kitalah yang menentukan apakah kita akan menjadi senang atau tidak, bukan lingkungan kita.
Banyak orang yang menggantungkan kesenangannya pada apa yang terjadi pada dirinya. Jika saya mendapatkan untung banyak, saya akan menjadi senang. Ketika suatu saat dia rugi, dia tidak bisa senang lagi.
Suatu hari, saya dan beberapa teman saya ingin menonton sebuah film di bioskop. Seorang teman saya yang membelikan tiket untuk kami. Ternyata, karena banyaknya penonton yang ingin menonton film itu, tinggal tersisa dua baris kursi terdepan. Bagi yang pernah menonton bioskop pasti tahu bahwa baris-baris terdepan adalah baris-baris yang paling tidak enak untuk menonton film. Namun, apa boleh buat, teman saya pun membeli tiket untuk kursi-kursi yang ada di baris kedua dari depan tersebut.
Selanjutnya, ketika teman saya yang membeli tiket ini memberitahu teman-teman yang lain bahwa kami harus duduk di baris depan, berbagai respon pun muncul. Ada yang menyalahkan dia kenapa dia tetap membeli tiket, ada yang mengumpat, ada yang marah-marah, dan ada yang diam saja. Intinya, sebagian besar dari mereka merespon negatif terhadap berita ini. Mereka sudah yakin mereka tidak akan senang menonton film itu. Kenapa? Karena mereka membiarkan lingkungan mereka yang mengontrol kesenangan mereka. Mereka sudah menetapkan bahwa mereka akan senang kalau filmnya bagus dan mereka dapat menonton dengan enak dari baris belakang.
Lalu, bagaimana seharusnya meresponi kabar buruk tersebut? Menurut saya, akan sangat baik kalau kita menetapkan “apa pun yang terjadi pada saya, saya akan selalu mencari hal positif dari peristiwa itu, dan hal itu akan membuat saya senang”. Saya yakin, di setiap peristiwa buruk pasti ada hal positif yang bisa diambil. Contohnya, pada kasus di atas, bisa saja hal positifnya adalah pengalaman duduk di bagian depan bioskop yang mungkin suatu saat nanti bisa diceritakan ke teman-teman kita.
Jadi, kesenangan itu adalah sebuah pilihan, dan kita dapat memilih secara sadar apakah kita akan senang atau tidak senang. Saya memilih untuk senang, dan mengambil hal positif dari segala hal yang terjadi dalam hidup saya. Bagaimana dengan Anda?
