Jul 18
facebook event

Ilustrasi: thesocialanimal.com

FACEBOOK tidak akan pernah berhenti mengembangkan situs jejaring sosialnya ini. Salah satunya dengan tampilan yang semakin user friendly. Kali ini Facebook sedang mengupayakan tampilan barunya untuk Event Pages atau halaman untuk acara.

Banyak para pengguna Facebook, hampir semuanya mengetahui halaman Event Pages, halaman ini sering digunakan untuk membuat acara-acara tertentu, mulai dari acara untuk kalangan terbatas/komunitas atau juga massal sampai dengan acara resmi seperti perkawinan, seminar dan juga lainnya.

Ihwal berita tentang perubahan halaman Event Pages ini, belum resmi diumumkan oeh pihak Facebook kepada para penggunanya yang sudah mencapai 500 juta tersebut.

Namun, secara tidak langsung bagi pengguna yang mengunjungi halaman tersebut akan melihat beberapa perubahan, mulai dari tampilan informasi peserta di posisi kiri halaman serta posisi RSVP yang kini berada di sudut kanan atas.

event pages

Tampilan baru Event Pages/Ilustrasi: mashable.com

Kendati perubahan tampilan ini, Facebook bertujuan untuk melalukan pendekatan kepada penggunanya agar lebih nyaman. Sedangkan fitur tambahan untuk tampilan baru di Event Pages masih belum ada perubahan, dengan adanya perubahan tampilan tersebut membuat Facebook lebih termotivasi dalam melakukan standarisasi untuk situsnya.[SA/bnc]


Filed under: ICT, Internet, News Tagged: Event Pages, Facebook, Jejaring Sosial, Situs
Jun 28
Mark Zuckerberg

Foto: facebookyardim.wordpress.com

JEJARING sosial hasil garapan Mark Zuckerberg tidak pernah pantang menyerah, begitulah gebrakan yang dilakukan sepanjangan tahun 2010 ini. Selain mendapat berbagai tekanan dari kalangan yang sempat menilai ihwal privasi di Facebook terlalu terbuka, juga sampai diajukan banding ketingkat hukum di Amerika Serikat.

Kali ini Mark juga angkat bicara, sebagai CEO dari situs yang dibangunnya ketika di bangku kuliah, dia menargetkan Facebook akan menjadi jejaring sosial pertama dalam mencapai 1 miliar pengguna.

“Saat ini Facebook telah memiliki 500 juga pengguna yang tersebar diberbagai dunia, namun Mark tetap yakin dengan capain 1 miliar pengguna,” seperti yang dilansir oleh New York Post.

Sementara itu, Mark juga menambahkan, bahwa pengguna Facebook di Rusia laju pertumbuhannya naik dua kali lipat dan hingga kini sudah mencapai 1 juta pengguna lebih.

Namun di beberapa negara, Prancis, Cina, Jepang, Rusia dan Korea Selatan merupakan negara-negara dengan tingkat pertumbuhan jejaring sosial Facebook bukan nomor satu yang paling banyak diakses. Selain itu, Facebook juga membuka proyek baru di Rusia yang berkantor di Moskow sebagai upaya untuk memperluas jaringan serta menjalin hubungan dengan berbagai operator telepon seluler.

Untuk pendapatan dari iklan sendiri, hingga kini Facebook sudah berhasil mengumpulkan di atas US$ 1 miliar. Menurut situs pelacakan ComScore, penjualan iklan dari Facebook dinilai cenderung lebih banyak untuk ditampilkan dibandingkan situs media sosial lainnya seperti Yahoo!.[AK/sbc]


Filed under: ICT, Internet, News Tagged: Amerika Serikat, ComScore, Facebook, Jejaring Sosial, Mark Zuckerberg, Situs, Social Media, Yahoo!
Jun 16
stadium

Ilustrasi : 906fmstereo.webs.com

PIALA Dunia 2010 semakin meriah, aksi para pemain lapangan hijau di benua hitam, Afrika Selatan, semakin menambah panas suasana piala dunia kali ini. Tidak ketinggalan, peran teknologi dalam ajang kompetisi sepak bola ini tidak bisa disepelekan. Canggihnya teknologi, pihak FIFA menggunakan tiga bantuan satelit untuk memantau jalannya pertandingan.

Teknologi satelit yang digunakan ini memungkinkan jutaan penikmat sepak bola dikompetisi Piala Dunia dapat mengawasi perhelatan akbar antara tim-tim kebanggaanya dengan tim lawan. Tidak hanya itu saja, berkat kecanggihan teknologi ini, para jutaan fans juga bisa menikmati gambar resolusi tinggi melalui layanan Internet.

Tiga kecanggihan satelit itu antara lain pada situs GeoEye, DigitalGlobe dan Spot Image yang akan memperlihatkan 10 dari lokasi Piala Dunia di Afrika Selatan. Tidak tanggung-tanggung, teknologi ini juga mampu menampilkan gambar dengan resolusi High Definiton (HD).

Melalui satelit GeoEye, anda akan memperoleh gambar dari ketinggian 423 mil dan memperbesar Afrika lebih dari empat mil per detik di masing-masing kutub orbitnya. Resolusi yang digunakan oleh GeoEye -1 adalah setengah meter atau dua kali lebih tajam daripada resolusi Ikonos yang hanya 1 meter-per-pixel.

Sedangkan, pada DigitalGlobe telah menempatkan Piala Dunia yang dapat diatur melalui layanan aplikasi Flickr. Untuk tampilan dari galeri DigitalGlobe juga mencakup Mbombela Stadion.

DigitalGlobe sendiri mendapatkan citra setengah meter-resolusi dari satelit QuickBird dan dari WorldView-1 dan WorldView-2. Pada situs resminya, Spot Image menawarkan galeri video dengan menggunakan layanan YouTube ditambah dengan 10 stadion yang akan membawa Anda dengan cepat melihatnya.

Bagi Anda yang ingin menontonnya di YouTube, bisa melakukan optimalisasi dengan ukuran gambar yang terbaik. Gambar tersebut disediakan oleh Kompsat-2, sebuah satelit yang dimiliki oleh negara Korea Selatan yang menyediakan view satu-meter-resolusi hitam-putih dan 4 meter warna dengan resolusi gambar.[SA/bnc]


Filed under: Aplikasi, ICT, Internet, News Tagged: Afrika Selatan, DigitalGlobe, eoEye, Internet, Piala Dunia, Satelit, World Cup 2010
Jun 9
bahsa Aceh

Ilustrasi: Wikipedia Bahsa Aceh

SIAPA sangka, buah dari niat baik walaupun harus mengorbankan kuliah, akhirnya menjadi kenyatan juga.

Muhammad Nabil Berri, salah satu mahasiswa disalah satu perguruan tinggi di Aceh ini memberanikan diri untuk mengusulkan ke Wikimedia Foundation walaupun dia sendiri berlatarkan ilmu pendidikan kedokteran, namun tetap percaya dengan niatnya mengembangkan serta melestarikan bahasa Aceh menjadi bagian dari wikipedia yang ada saat ini.

Tidak lama setelah pengajuan tersebut ke pihak Wikimedia, awal tahun 2008 lahirlah sebuah incubator (tabung penetesan) yang diberikan kode ace sesuai dengan International Standards Organization (ISO). Tepat tanggal 12 Agustus 2009, akhirnya Wikipedia Bahsa Aceh lahir.

Selain Nabil, saat ini sudah terdapat tiga pengurus tambahan yang mengurusi seluruh hal-hal teknis di Wikipedia Bahsa Aceh, yakni:

  • Aditya Iskandar
  • Fadli Idris
  • Hasmahdi
  • Muhammad Nabil Berri (Pendiri)

Kita harapkan, selain memajukan konten lokal. Masyrakat Aceh juga bisa terjun langsung dalam konten global seperti Wikipedia ini. Namun, bagi yang ingin menulis artikel khusus dalam bahasa Indonesia, sekarang juga sudah ada AcehPedia (Ensiklopedia Aceh Terlengkap) yang khusus menyajikan informasi Aceh secara online sebagai proses dari dukungan untuk konten lokal.

Lebih lanjut mengenai Wikipedia Bahasa Aceh bisa juga baca artikel Wikipedia Bahsa Aceh Menuju 1000 Artikel dan Akhirnya, Wikipedia Berbahasa Aceh Lahir!. Jadi, tunggu apalagi, selamat ber-wiki wahai aneuk Nanggroe, manfaatkan fasilitas yang ada kapan pun dan dimana pun kamu berada dan perkenalkan kepada masyarakat luas lainnya.[]


Filed under: Aceh Hari Ini, Ekstrakurikuler, History, ICT, Internet, News Tagged: Aceh, AcehPedia, Artikel, Bahasa, Bahsa, Budaya, Ensiklopedia, Konten Lokal, Menulis, Online, Wikimedia Foundation, Wikipedia
Jun 6
google

Ilustrasi: googleblog.blogspot.com

MESIN pencari Google memang tidak pernah kehabisan ide dalam menarik perhatian penggunanya. Sejak menjadi perusahaan terbuka di tahun 2004, mesin pencari nomor satu di dunia ini kian melejit dengan berbagai produknya.

Tidak hanya itu, tepat di awal tahun 2005, Google kembali memperkenalkan produk barunya bernama iGoogle. Dengan iGoogle, seseorang bisa meklukan berbagai personalisasi terhadap mesin pencari hasil karya Page dan Brin tersebut.

Kali ini, inovasi yang diberikan oleh Google kepada penggunanya, yakni memungkinkan anda untuk menambahkan foto favorit atau gambar sebagai latar belakang (backgrounds) pada halaman utama Google. Selain itu anda juga dapat memilih foto dari komputer Anda sendiri atau Picasa Web Album.

Jika Anda memilih foto favorit, foto tujuan wisata favorit Anda atau bahkan desain yang anda buat sendiri, sekarang Google.com bisa menyesuaikan sesuai gambar yang anda masukkan. Bagi anda yang ingin menikmati tampak bersih dan sederhana, maka Google menyediakan tampilan kustom yang bisa anda setting, anda juga bisa dengan mudah mendapatkan pencarian halaman klasik Google.

Fitur Google ini mulai diterapkan bagi pengguna yang berada di Amerika Serikat dengan domain Google.com, anda bisa menemukan tulisan dipojok kiri bawah dengan bertuliskan Change background image.

Namun, bagi anda yang berada di luar Amerika Serikat jangan berkecil hati, karena anda juga dapat melihat fitur baru ini dalam beberapa hari mendatang saat Google sudah mengimplementasikan secara terbuka bagi semua negara internasional.[SA]


Filed under: Aplikasi, ICT, Internet, News Tagged: Background, Fitur, Foto, Google, iGoogle, Mesin Pencari, Picasa Web Album
May 30
mark

Ilustrasi : toonpool.com

SETELAH menuai kritik dari berbagai kalangan tentang pengaturan dan kostumisasi privasi, akhirnya jejaring sosial Facebook, karya mahasiswa Harvard, yang bernama lengkap Mark Elliot Zuckerberg memutuskan untuk membekukan sebuah keamanan terbaru terkait masalah privasi dengan pengaturan yang lebih sederhana.

Dalam blog resmi Facebook (http://blog.facebook.com), Mark mengumumkan fitur baru tersebut untuk proses konfigurasi privasi dengan cara yang cukup sederhana.

“Kontrol privasi yang baru ini, kami buat perubahan yang jauh lebih sederhana, termasuk konten pengguna, informasi pribadi dan juga aplikasi”, tegas pria kelahiran 26 tahun silam.

Perubahan yang akan diperkenalkan dalam beberapa minggu mendatang, diharapkan Facebook dapat memperketat dari segi keamanan serta menjawab berbagai kritikan dari pengguna saat ini.

Dalam blog resmi tersebut, Mark juga menjelaskan pengaturan privasi lebih dipertegas mengenai pilihan-pilihan kontrol yang bisa dilakukan oleh pengguna, diantaranya pengaturan pemberian izin dari setiap postingan; siapa yang bisa melihat atau menemukan anda di Facebook; menonaktifkan platform dan fitur instan yang dapat memberikan informasi anda ke pihak ketiga dan masih banyak lainnya.

privacy setting

Ilustrasi : blog.facebook.com

Pengaturan yang akan diluncurkan minggu depan ini, memungkinkan pengguna agar lebih mudah dalam melakukan setting privacy, namun untuk Instant Personalization, Facebook tetap akan mengaturkan secara default. Mengenai pengaturan ini bisa anda baca di halaman http://www.facebook.com/privacy/explanation.php yang dijelaskan secara jelas.[AK]


Filed under: Aplikasi, ICT, Internet, News Tagged: Aplikasi, Facebook, Informasi, Jejaring Sosial, Konten, Kontrol, Mark Elliot Zuckerberg, Security, Setting Privacy, Social Network
May 20
molly norris

Ilustrasi: stmarysblackburn.ac.uk

MOLLY Norris, namanya kian memanas di jejaring sosial dua hari belakangan ini termasuk disitus kenamaan Facebook yang menuai protes dari berbagai kalangan akibat ulahnya ikut serta dalam event atau lomba karikatur Nabi Muhammad di Facebook.

Dari situs resminya, Norris akhirnya meminta maaf kepada semua umat Muslim di dunia. Tidak hanya itu, sebagai bentuk penyesalannya, Norris juga membuat kampanye menentang group Facebook yang telah dia buat yang berjudul I joined “Against Everybody Draw Mohammed Day” on facebook.

Kalau dilihat, memang penyesalan selalu datang belakangan. Sementara itu diberbagai belahan dunia, umat Islam telah melakukan berbagai aksi. Pakistan salah satunya yang mengambil langkah memblokir Facebook dan juga YouTube. Sedangkan, negera Indonesia masih saja sibuk dengan urusan pendapat/surat menyurat dan lain sebagainya.

Terkait hal ini, Norris sebagai salah seorang kartunis asal AS mengakui memang menerima banyak email soal ajakan menggambar Nabi yang menurutnya hanya bercanda itu. Terhadap pihak yang marah karena Norris tidak mau meneruskan ajakan itu, sang kartunis mengatakan justru email-email yang paling berkesan dikirim oleh umat Islam, seperti yang dikutip oleh detiknews.com.

Teror Facebook
Dampak Facebook sebagai media yang ‘netral’ belakangan ini memang telah membuat berbagai kontroversi, terutama di negerinya sendiri. Bahkan berbagai kalangan menilai Facebook telah melenceng dari aturan yang ada, termasuk membuat penipuan dan juga perdagangan data-data dari penggunanya.

Sementara itu, Vice President for Public Policy Facebook, Elliot Schrage, juga ikut menanggapi berbagai pertanyaan-pertanyaan seputar hak-hak privasi konsumen, dikutip dari PC World dan New York Times. Paling tidak terdapat 3 kebohongan yang dilakukan selama ini:

Pertama

Saat ditanya kenapa Facebook tidak membuat semua setelan privasi di Facebook sebagai ‘Opt-in’ alias seluruhnya ‘private’ kecuali pengguna menginginkan dan mengubahnya menjadi ‘public’, Elliot memberikan jawaban dan argumen yang ‘memukau’.

“Semuanya opt-in di facebook. Bergabung ke Facebook adalah pilihan. Kita ingin agar orang-orang terus menggunakan Facebook setiap hari. Menambah informasi, mengunggah foto, memposting status baru, menyukai sebuah laman. Semuanya Opt-in. Silakan jangan berbagi informasi, bila Anda tidak nyaman.”

Padahal, saat bergabung ke Facebook, sebagian besar data-data pengguna baru seperti biografi, interest, postingan, friend, family, relationship, lokasi, edukasi dan banyak lagi, akan langsung terpublikasi oleh publik, karena default setting-nya adalah ‘share with everyone’. Ini merupakan model ‘Opt out’, bukan ‘Opt in’.

Kedua

Saat ditanya bagaimana bila pengguna menghapus akun Facebook mereka, Elliot mengatakan bahwa pengguna bisa melakukan penghapusan secara permanen. “Bila Anda sudah tidak mau menggunakan Facebook lagi, Anda bisa menghapus akun Anda. Penghapusan ini adalah permanen, dan akun Anda tidak akan bisa diaktifkan kembali. Saat kami memproses permintaan penghapusan akun, kami langsung menghapus seluruh informasi yang terkait dengan akun tersebut. Message dan postingan di dinding akan tetap, tapi teratribusi dengan pengguna Facebook anonymous. Konten yang dulu Anda buat, tidak bisa diakses di Facebook, dan tidak di link ke informasi pribadi Anda di manapun.”

Faktanya, apa yang dikatakan Elliot tidak benar. Saat hendak menghapus akun Facebook, pengguna tidak akan mendapatkan tawaran opsi untuk menghapusnya secara permanen. Yang bisa Anda lakukan cuma ‘deactivate’. Tombol ‘delete account’ tak akan bisa dijumpai dengan mudah. Pengguna musti pergi dulu ke Help Center dan melakukan pencarian ‘delete account’ sehingga akan membawa Anda ke laman FAQ.

Ketiga

Elliot mengatakan bahwa keamanan pengguna Facebook terjaga. “Untuk sebuah layanan yang bertumbuh secara dramatis, kami menangani lebih dari 400 juta orang untuk berbagi miliaran kepingan konten kepada teman-teman mereka serta institusi yang mereka perhatikan. Kami pikir, rekam jejak kami untuk masalah sekuriti dan keamanan, tidak tertandingi,” kata Elliot.

Selengkapnya mengenai kebohongan tersebut bisa anda baca di Tiga Kebohongan Facebook Tentang Privasi. Tidak hanya itu, Federal Trade Commission juga mengambil kebijakan dalam masalah privasi ini terhadap Facebook, mereka juga menyebarkan isu ini dalam bentuk .pdf (bisa diunduh) yang berjudul Complaint, Request for Investigation, Injunction, and Other Relief.

Walaupun banyak dari Facebooker yang mengundurkan diri dari Facebook dengan datangnya isu pelecehan agama tersebut, namun Facebook itu tidak haram, hal ini juga ditambahkan oleh Ketua MUI KH. Amidhan, MUI tidak mengharamkan Facebook karena ia hanyalah alat yang bersifat netral. “Kalau ada Facebook yang isinya tidak baik dan mengandung fitnah, ya harus ditutup,” pungkas Amidhan seperti yang dilansir oleh inilah.com.

Lalu, adakah jejaring sosial yang ‘lebih baik’ dari Facebook dari segi priviasinya? jawabannya ada, dan jejaring sosial-alternatif-tersebut adalah yang kini sudah banyak ditinggalkan orang, yakni Friendster. Selain itu, masih ada juga Bebo, Hi5, Orkut, Ning, Netlog dan masih banyak lainnya, tapi sayang kepopuleran mereka di Indonesia hanya ada sesaat dan bahkan banyak pengguna internet tidak tahu tentang keberadaan situs tersebut, terlebih pengguna yang berusia remaja (ABG, -pen) dan juga pendatang baru di dunia jejaring sosial pertemanan.

Jadi, jangan berkecil hati bagi anda yang sudah ‘memutuskan’ hubungan dengan Facebook, masih ada jalan lain merajut pertemanan di Facebook. Selamat menikmati![]

Tulisan ini juga bisa anda baca di halaman pribadi saya di Kompasiana.com yang berjudul Molly Norris dan Teror Facebook.


Filed under: Blogging, ICT, Internet, News Tagged: Amerika Serikat, Facebook, Federal Trade Commission, Friendster, Jejaring Sosial, Karikatur, Kartunis, Molly Norris, Nabi Muhammad, Ning, Social Media
Apr 15

Google Siap Hajar Apple

Posted by Aulia

google vs apple

Ilustrasi: dmxzone.com

BUKAN Google namanya kalau tidak mengeluarkan produk-produk canggih teranyarnya.

Setelah membuat Apple merah kuping dengan mengeluarkan Nexus One, kini Google tengah berencana mengembangkan komputer tablet. Kumputer ukuran mini ini digadang-gadang untuk mengalahkan iPad, tablet teranyar besutan Steve Jobs. Lagi-lagi, Google membuat bos Apple itu berpikir keras untuk memasarkan iPad yang pada penjualan hari pertama rilis di California awal bulan ini, mencapai 300 ribu unit.

Komputer tablet yang direncanakan Google itu dinamakan ‘gPad’. Ini tablet reader yang mempunyai kemampuan komputasi seperti PC tablet. gPad akan diperkaya dengan fitur Google Books –kalau di iPad ada iBooks– serta konten Marketplace. Jika iPad menggunakan sistem operasi iPhone, maka gPad mengandalkan Android, berbasis Linux.

Genderang perang Google dan Apple dimulai saat Google mengeluarkan produk telepon pintar Nexus One. Nexus digadang-gadang mampu membunuh iPhone. Untuk menggarap Nexus One yang juga berlayar multitouch (bisa cubit seperti iPhone), Google menggandeng HTC, vendor dari Taiwan. Belakangan, Apple berencana menggugat HTC karena menggunakan perangkat layar sentuh (multitouch) yang diklaim patennya Apple.[*/AK]


Filed under: Aplikasi, Gadget, ICT, Internet, News Tagged: Android, Apple, Gadget, Google, gPad, HTC, iPhone, Nexus One, PC Tablet
Mar 24

UN Membawa Berkah

Posted by Aulia

ujian nasional

Ilustrasi : Suaramerdeka.com

UJIAN. Itulah sebuah kata yang sangat singkat namun ditakuti oleh banyak orang. Sebenarnya yang menjadi kekhawatiran adalah bukan saat menghadapi ujiannya tetapi gagal dalam melalui ujian. Begitu juga dengan ujian akhir nasional (UAN) yang bagi kebanyakan pelajar Indonesia masih dianggap sebagai momok yang sangat menakutkan. Sebenarnya UAN tidak perlu ditakuti selama telah melakukan persiapan dengan baik dan matang. (Harian Global, 24 Maret 2010)

Sepenggal kalimat itu telah memberikan satu pertanda, bahwa ada rasa yang kadang hilang dan lekang dari semangat pelajar bangsa ini.

Kekhawatian dan ketakutan, entah sejak kapan dua kata tersebut kian menjelma diantara dada-dada mereka untuk didengunkan dengan berlebihan dan bahkan sampai mengelar acara untuk sunggeman.

Tak dipungkiri, sungguh terasa perbedaan ujian dulu dan sekarang ini. Disaat era globalisasi dan juga perkembangan teknologi. Banyak siswa atau pun sang orang tua kadang lalai dalam membina generasinya.

Kalau kata seorang motivator kondang Indonesia, dalam sebuah persiapan butuh proses. Saat proses telah dijalani dengan baik, maka persiapan untuk menghadapai akan terasa tenang dan biasa.

Dari sinilah kita bisa belajar, bahwa proses selama tiga tahun menjalani pendidikan ditingkat menengah atas atau pertama butuh proses yang baik, butuh pendidik yang baik, yang bisa membangkitkan semangat peserta didik untuk bisa melihat fenomena dan apa yang akan dihadapi.

Tidak selamanya bimbingan berupa latihan soal dan soal, kadang ini membuat otak yang berpikir akan terasa kesumat dengan kesemua rumus dan hafalan dari buku-buku yang tebal dan juga mahal itu. Untuk itulah butuh proses awal yang baik dan bisa membantu mereka (siswa, -pen) dalam memahami dan memantapkan diri untuk siap menjawab soal.

Lulus atau tidak lulus, adalah pilihan yang telah dijalani selama proses. Semua kembali pada pribadinya dan juga lingkungan serta orang tua mereka. Semoga hidup di negeri yang penuh peraturan ini, tidak selalu menyalahkan yang di di atas sana (pemerintah, -pen) melainkan juga melihat dan mengukur kemampuan diri terlebih dahulu. Makin lama, tantangan makin besar dan itulah dia awal untuk menjadi generasi yang mampu menembus arus dari segala rintangan global. Lalu bagaimana dengan Anda?[]


Filed under: Ekstrakurikuler, News, Renungan Tagged: Berkah, Fenomena, Jawaban, Motivasi, Orang Tua, Proses, Siswa, Teknologi, Ujian Nasional
Mar 16
facebook versus twitter

Ilustrasi dari ralhan.wordpress.com

MARAKNYA jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter yang kini booming di berbagai kalangan, ternyata membuat salah satu firma konsultan internet, Webcredible membuat survey tentang penggunaan situs jejaring sosial untuk mengidentifikasi situs mana yang dirasakan mudah dalam penggunaannya.

Polling yang dilakukan pada 1.000 responden tersebut, ternyata 12 persen pengguna situs jejaring sosial mengaku sulit dalam mengakses situs tersebut (Facebook dan Twitter, -red).

“Responden memberikan ‘tanda’ kepada jejaring sosial yang sulit digunakan, baik dalam kinerja situs tersebut maupun dilihat dari segi waktu dimana responden tidak begitu mengerti tentang situs jejaring sosial yang digunakan”, seperti yang diungkapkan oleh Trenton Moss, directo Webcredible.

Dari hasil polling tersebut, Facebook menjadi top survey dengan mengumpulkan 50 person responden yang mengaku jejaring sosial mudah untuk diakses dan Twitter berada pada peringkat kedua dengan jumlah 19 persen responden yang memilihnya.

Lebih lanjut, Moss juga menjelaskan dari hasil tersebut dapat disadari bahwa Facebook memang memiliki tingkat popularitas yang besar, begitu pula dengan pengalaman berbagai responden. “Jika responden pertama kali menggunakan Facebook, dan kemudian membandingkan dengan situs jejaring lain, tentu hasilnya tidak akan sama”, tambahnya.

Sedangkan situs jejaring sosial lainnya seperti LinkedIn hanya memperoleh 5 persen responden, sementara MySpace mendapatkan 4 voter responden. Dan masing-masing 1 persen untuk jejaring sosial bertaraf kecil lainnya seperti Bebo dan juga Friend Reunited.

Fitur Baru
Tidak hanya masalah kesulitan dalam hal pengaksesan, Facebook dan Twitter kini malah berlomba-lomba dengan fitur barunya untuk update berbagi lokasi atau sering disebut dengan layanan Geotagging.

Fitur baru ini, sebenarnya sudah diterapkan oleh Twitter. Namun, Facebook sendiri masih belum mempublikasinya dan masih mempertimbangkan juga masalah privacy terkait dengan keberadaan layanan tersebut.

Dengan adanya fitur dari kedua situs tersebut, pengguna akan dimudahkan untuk berbagi lokasi dengan teman-teman mereka dimana saya dan kapan saja. Sementara bagi pengguna mobile juga akan mendapatkan layanan yang sama.

Facebook berencana akan menerapkan fitur Geotagging pada tahun ini, setelah diadakan konferensi developer (F8) pada bulan April 2010 nanti seperti yang dilansir oleh New York Times.[bnc]


Filed under: Aplikasi, ICT, Internet, News Tagged: Akses, Facebook, Fitur, Geotagging, Internet, Jejaring Sosial, Layanan, Mikroblogging, Survey, Twitter
Mar 7
Apple iPhone 4G

iPhone 4G by Techtree.com

MENUNGGU hadirnya iPhone 4G sungguh telah menyita jutaan para penikmat gadget untuk menunggu kapan dirilisnya produk besutan Apple ini dipasarkan. Namun Techtree.com telah membeberkan mengenai detailnya perangkat keras ini ke publik lewat situs resminya.

iPhone 4G terbaru ini akan hadir dengan berbagai sentuhan warna baru, selain itu bagian penting berupa kapasitas juga tidak tanggung-tanggung, mulai dari 32GB sampai 64GB.

Untuk layarnya sendiri, iPhone 4G lebih besar dari yang sebelumnya. Dengan menghadirkan layanan video call (dua kamera) juga menjadi gaya tersendiri bagi iPhone serta dilengkapi dengan slot microSD untuk kebutuhan tambahan storage. Tidak hanya itu, kamera yang dibundle mencapai 5MP diperkirakan mampu merekam video dengan kualitas tinggi atau High Definiton (HD).

Yang tentu tidak luput dari iPhone 4G ini, tentunya fasilitas wireless yang membuat pengguna bisa melakukan komunikasi secara mobile dimana saja dan kapan saja. Apple berencana akan mengeluarkan produk terbarunya ini sekitar tahun 2011, walaupun begitu harga masih menjadi rahasia dari ’si putih tipis’ ini.[AK]


Filed under: Aplikasi, Gadget, ICT, Internet, News Tagged: Apple, Gadget, High Definiton, iPhone 4G, Mobile, Video Call, Wireless
Feb 12
internet

Ilustrasi dari kimrichter.com

TAK lengkap rasanya jika memulai aktifitas dunia maya tanpa membuka twitter, berselang beberapa jam muncul beragam link di dunia kicauan tersebut muncul dengan berbagai corak dan latar belakang twitterati. Nah, dari kesekian link yang terjaja dengan bebas itu salah satu adalah konten masalah RPM (Rancangan Peraturan Menteri) Kominfo Tentang Konten Multimedia.

Aksi pun beraksi, begitulah kata yang pantas jika kita menjejaki dunia jejaring sosial atau tepatnya social media di dunia maya. Tak hanya itu saja, sekian pengguna mulai mengawali dengan melakukan penolakan alias boikot dengan trending topic #tolakrpmkonten.

Lalu, jika kita simak secara seksama atau secara sekilas saja mungkin dari RPM Konten ini akan tersirat makna yang lagi-lagi menghalang masyarakat Indonesia untuk bergerak hanya sesuai batas sempit, masyarakat Indonesia itu adalah netter (pengguna Internet) dengan berbagai profesi dan minatnya.

Sehingga timbullah sebuah acuan jamaah netter untuk menolak RPM tersebut. Memang cukup miris, jika dilihat berbagai aturan atawa peraturan selalu mewarnai Demokrasi bangsa Indonesia, terlebih yang menyentuh “masyarakat” Internet.

Kalau memang harus mengikuti negara China yang telah menerapkan sebuah Badan Pengawas Internet, yang memantau berbagai konten yang berada di negaranya, sungguh Indonesia telah membuat murka rakyatnya sendiri. Untuk negeri China sendiri mereka malah menjadikan rakyatnya sebagai bagian dari budaya untuk menjaga konten di Internet.

Atau juga kita perlu membaca lebih lanjut, bagaimana transparansi dalam menjaga teknologi ini secara utuh untuk dapat di gunakan dengan layak oleh semua warga negaranya.

Tidak hanya itu, masyarakat yang sekarang dihadapkan pada masanya era globalisasi dengan penuh tantangan, terlebih dengan adanya teknologi tidak dapat dibendung begitu saja, perlu sebuah pemahaman dari pihak yang betul-betul terkait dengan masalah seperti ini.

Mungkin ini saja mukaddimah atau sekalian penutup dari saya tentang #tolakrpmkonten, semoga ada manfaatnya atau bisa dibaca ulasan dari Pozan Matang atau tulisan narablog lainnya yang bisa anda dapatkan secara bebas dimesin cari Google.


Filed under: Blogger, Blogging, ICT, Internet, News, Politisasi Tagged: #tolakrpmkonten, Blogger, Boikot, Demokrasi, Depkominfo, Indonesia, Internet, Konten, Menteri, Multimedia, Teknologi
Feb 11
google buzz

Ilustrasi oleh Google

TIDAK mau ketinggalan dengan para pengembang jejaring sosial lainnya, seperti Facebook dan juga microblogging Twitter, kini membuat Google beradu inovasi dengan meluncurkan sebuah web jejaring sosial yang diberi nama Google Buzz.

Google yang dikenal sebagai mesin pencari terbesar di dunia ini, mencoba untuk menarik minat netter dengan mengandalkan Buzz (nada chat di YM, -red), selain itu kehadiran Google Buzz memang lebih ke media jejaring sosial di bawah layanan Gmail. Langkah yang diambil Google memang terkesan berani dan kreatif untuk menyaingi kompetitornya.

Kemudahan yang ditawarkan produk terbaru Google Buzz ini juga mendukung berbagi tulisan/status, foto dan juga tautan video. Semua kegiatan itu dapat dilakukan oleh pengguna dengan memanfaatkan account Gmail tanpa harus melakukan setingan lainnya.

Menurut data yang dilansir oleh ComScore, saat ini layanan penyedia web email Google, yakni Gmail masih menempati urutan 3 setelah posisi 1 dan 2 ditempati oleh Hotmail milik Microsoft dan juga Yahoo! Mail.

Beberapa fitur yang Google Buzz tawarkan pada layanan jejaring sosialnya ini antara lain Auto-Following yang membolehkan seseorang membuat sebuah jaringan tersendiri tanpa harus perlu mem-follow kembali orang-orang lainnya. Kemudian juga integrasi Gmail yang tetap masih digunakan yang terhubung ke ke aplikasi lainnya seperti Picasa, Google Reader, Flicker bahkan juga Twitter.

Tidak hanya itu saja, Google Buzz juga melengkapi dengan konsep perpaduan antara Facebook dan Twitter, sehingga kita bisa dengan mudah melakukan sharing dengan memanfaatkan layanan perpaduan tersebut. Selain itu pemanfaatan inbox di item Buzz juga dimanfaatkan oleh Google sebagai media notifikasi jika ada konten-konten yang mungkin menarik bagi pengguna.

Dan fitur terakhir yang paling diperhitungkan tentunya oleh Google Buzz adalah fitur mobile akses, dimana pengguna bisa melakukan interaksi dimana saja dengan menggunakan perangkat keras ponsel atau smartphone (alat komunikasi canggih) lainnya. Untuk mencoba jejaring sosial Google ini bisa diakses lewat buzz.google.com yang nantikan akan diredirect ke halaman mail.google.com. Selamat mencoba![AK]


Filed under: Aplikasi, ICT, Internet, News Tagged: Facebook, Following, GMail, Google, Google Buzz, Jejaring Sosial, Microblogging, Teknologi
Feb 5

Facebook Berbayar

Posted by Aulia

f**kbook owner banned

Ilustrasi dari Pemilik Group

ENTAH siapa yang memulai, atau memang kekurangan informasi. Pernah saya membuat tulisan tentang isu tersebut yang berisikan berita pembohongan publik (jamaah facebookiyah) terkait dengan diberlakunya pembayaran untuk mengakses Facebook pada bulan Juli 2010 mendatang.

Dibalik itu semua, saya sempat berpikir group tersebut (protest group, -pen) memang hanya semata dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dengan mencoba mengirimkan email setelah melakukan klik pada link yang diberikan pada group tersebut (lebih lengkap baca link di atas).

Hari ini, saya mendapat sebuah kiriman untuk mendukung sebuah group dengan tulisan lantang bertuliskan “KAMI TIDAK MAU BAYAR 150ribu/bln FAEEBOOK /JuliI 2010 (butuh1 JUTAmember)“, cukup lucu dan aneh dan saya langsung melihat pesan dari gambar profile yang seperti sang pembuat group ini sangat getar getir dan terburu-terburu dalam membuatnya, salah satu kejanggalan terlihat dari nada tulisan huruf kapital yang menyatakan rasa pengesalan terhadap isu tersebut.

Padahal jika sang pembuat group itu jeli dengan dunia jejaring sosial, mungkin group itu tidak akan terjadi. Namun, saya menyangkal baik atas niat sang pembuat group tersebut, karena apa pun cerita pengguna jejaring sosial di Indonesia (Facebook, -pen) saya rasa masih sangat minim kontrol sosialnya (pengikut trend saja), hal ini terbukti dan terlihat jelas bahwa fansnya mencapai 120 ribu orang lebih.

Bahkan tidak bisa ditampik, pengguna Facebook di Indonesia menjadi maniak update status yang bisa mencapai stadium tertentu bahkan orang depresi. Padahal begitu banyak berita yang beredar seputar Facebook yang patut dicermati oleh semua orang, kadang orang mengeluh “facebook saya dihack” atau juga “saya tidak bisa login facebook lagi” dan masih banyak lainnya.

Pesan moral yang ingin saya sampaikan sebenarnya sederhana, jangan terlalu menggebu dengan isu yang sudah jelas adanya (update berita, jangan hanya update status, -pen), contohnya group di atas yang sangat tidak relevan sebenarnya tidak perlu ada dan malah dengan membuat group demikian pihak pengelola Facebook malah akan mempertimbangkan isu tersebut untuk bisa direalisasikan (dan tentu ini tantangan jejaring sosial lainnya).

Fakta yang ada sekarang jejaring sosial sekaliber Facebook telah mampu mengalahkan mesin pencari (search engine), tapi tidak pernah mesin mencari ‘semantap’ mbah gugel melakukan privatisasi berbayar kepada penggunanya. Malah diprediksikan tahun 2014, Facebook akan mengusur yang namanya fasilitas email (surel, -pen) dan masih banyak lainnya.

Semoga tulisan ini menjadikan pengguna jejaring sosial di Indonesia bisa lebih memahami pentingnya jejaring sosial itu sendiri, sehingga tidak terjerumus ke dalam hal-hal negatif (pornografi, prosititusi, cyber traffiking, dsb). Sehingga kita bisa mengharapkan nantinya lahir pengguna Internet Indonesia yang sehat lahir dan otaknya.

~ Sebelumnya, mohon maaf bila ada kata-kata tidak berkenan. Padahal tidak mau posting masalah jejaring sosial untuk saat ini, karena sikon seperti itu demi menjaga teman-teman semua, akhirnya saya posting juga. Update terakhir dari kawan @koprol mengatakan ada ‘joke’ lucu di group Facebook lainnya – I’m so glad I got Facebook Gold(tm).


Filed under: Aplikasi, Hacking, ICT, Internet, News, Renungan Tagged: Berbayar, Bisnis, Cyber Crime, Email, Facebook, Fans Page, Groups, Informasi, Jejaring Sosial, Teknologi, Trend
Feb 1
avatar

Image by sumutcyber

SEKUEL ternama film “Titanic” hasil besutan dari sutradara James Cameron (55) ternyata terkalahkan juga dengan produksi film terbarunya yang berjudul “Avatar” dengan mengangkat sisi sci-fi yang mengambil latar tiga dimensi (3D) yang baru dilepas akhir tahun 2009 yang lalu.

Film “Avatar” yang mengangkat cerita pertualangan bangsa Na’vi dengan setting pada tahun 2154 yang berada di sebuah planet bernama Polyphemus disebuah tata surya Alpha Centauri. Bangsa Na’vi yang memiliki ciri berwarna kulit biru gelap akhirnya kedatangan sebuah angkatan bersenjata laut dari Amerika untuk menjalani program ke bangsa Na’vi.

Kesuksesan film “Avatar” tidak hanya di negeri Hollywood sana, bagi rakyat China juga membawa sebuah perubahan yang bisa menyihir negera komunis tersebut. Provinsi Hunan yang akhirnya mengambil kesimpulan untuk mengganti nama suatu pegununungan di wilayah mereka. Pergantian nama pegunungan tersebut juga dilibatkan dalam sebuah seremonial yang berlansung pada Senin (26/1) dengan memberi nama “Gunung Avatar Hallelujah” yang sebelumnya bernama “Barisang Langit Selatan”.

Penduduk di Hunan terinspirasi pada film “Avatar” di sebuah gunung terapung yang bernama “Gunung Hallelujah”, sehingga membuat Pemerintah Hunan yakin bahwa dengan pergantian nama tersebut, bisa menarik jumlah wisatawan sebagai penghasilan tambahan daerah mereka.

Dalam situs resmi pemerintah Zhangjiajie, seperti yang dikutip oleh televisi NBC, gunung terapung “Hallelujah Mountains” dalam film box office “Avatar” justru terinspirasi oleh “Barisan Langit Selatan” setelah seorang fotografer Hollywood menjadikan gunung dengan pemandangan indah tersebut sebagai objek pemotretan pada 2008.

Di China sendiri film versi 3D yang disutradarai Cameron, lelaki asal Kanada kelahiran 16 Agustus 1954 ini juga menjadi bagian untuk mengisi musim liburan tahun baru 2009 yang lalu serta bisa meraup keuntungan US$80 juta.

Lain lagi di Tokyo, sebuah perusahaan yang bergerak di pembuatan film 3D, Arisawa Manufacturing juga bakal berpeluang untuk meraup keuntungan tahun depan. Pasalnya penjualan perusahaan tersebut di awal tahun fiskal tanggal 1 April 2010 nanti bakal mencapai US$ 27,7 juta atau sekitar 2,5 miliar. Sementara itu, Arisawa juga yakin dalam dua tahun mendatang bisa mencapai 7 miliar.

Lahirnya film-film saat ini dengan berteknologi 3D menjadi awal bagi sebuah terobosan baru dalam dunia perfileman layar lebar, terlebih lagi grafis yang dihadirkan merupakan high definition (HD) serta animasi komputer yang cukup canggih.

Diharapkan kedepan, layar lebar film-film dunia bisa menerapkan teknologi 3D untuk menjadi sebuah standar format yang harus ada, sehingga masalah melawan hukum seperti pembajakan bisa diminimalisir mengingat keberadaan teknologi 3D tak bisa dinikmati secara murah dan gampang di ruang teater rumah.[AK/berbagai sumber]


Filed under: ICT, News Tagged: 3D, Avatar, Bioskop, Box Office, High Definition, Hollywood, James Cameron, Layar Lebar, Teknologi, Titanic
Jan 21

Kejahatan Dunia Perbankan

Posted by Aulia

cyber crime

Ilustrasi oleh computersafetytips

MELIHAT fenomena yang ada disekitar kita, ternyata cukup rawan dengan berbagai tindak kejahatan. Jika modus penipuan melalui undian telah biasa, kini giliran dunia perbankan yang menjadi isu tangan-tangan jahil tidak bertanggung jawab.

Walau terkesan saya telat informasi, ternyata dunia kejahatan di perbankan jauh hari sudah santer diperdengungkan oleh para nasabah. Ada beberapa poin yang ingin saya kemukakan dan berbagi bersama rekan-rekan netter semua terkait isu dan gejala yang saat ini berjalan.

Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa bank itu terdiri dari milik swasta dan pemerintah, apalagi bank century (no politik). Semalam ketika saya mendengar sebuah radio dipagi buta bahkan ayam pun belum berkokok, sang penyiar membawa acara tentang kejahatan di ATM (Anjungan Tunai Mandiri).

Nah, dari acara tersebut yang konon tidak banyak orang yang mendengar, pada malam hari menjelang pagi buta, banyak hal-hal yang menarik untuk disimak dari para pendengar seperti kasus pembobolan rekening melalui ATM dengan cara yang sangat unik dan cukup canggih. Tentu ini telah merujuk pada kejahatan kriminal alias cyber crime tentu bila ketahuan akan terjerat UU ITE.

Jika kita melakukan pembukuan disebuah bank tertentu, yang terbagi dari Kantor Pusat, Kantor Cabang Pembantu, Kantor Cabang Unit sampai dengan Kantor cabang di pedesaan. Ternyata tidak semua bank yang berada di unit pedesaan, sebutlah begitu memiliki jaringan yang terhubung ke pusat alias daring (online). Dari sinilah, kehatian-hatian dari setiap calon nasabah patut diperhatikan sebelum menjurus ke hal-hal yang lebih runyam.

Tidak bisa disangkal juga bahwa, banyak juga permainan  pihak dalam di kantor cabang/unit yang tanpa memiliki koneksi (online) ke pusat bisa mempermainkan isi tabungan rekening kita. Ingat, setiap kejahatan bisa terjadi kapan dan dimana saja bahkan dalam sebuah instansi seperti perbankan ini dan disinilah dibutuhkan sebuah kepercayaan antara bank dan nasabah.

Kasus menarik lainnya, ada cerita bahwa seorang office boy (OB) sebuah bank mengaku bisa menarik sejumlah uang dari rekening orang lain dengan memanfaatkan kartu ATM yang ada (ini salah satu pengakuan dari OB).

Banyak istilah yang beredar bahwa teknik kejahatan yang dilakukan melalui skimming, hijacking via mobile banking atau mungkin bisa juga dengan teknik tradisional dengan memanfaatkan orang dalam di bank tersebut.

Sudah lama, beberapa ATM telah menganjurkan bagi para pengguna untuk menggantikan PIN dengan 6 digit standard dari sebelumnya 4 digit. Namun, dibeberapa pihak mengharapkan model akses PIN ini tidak diterapkan lagi, melainkan diganti dengan cara sidik jari (fingerprint). Tapi belum dapat dipastikan juga bahwa teknik sidik jari juga bisa dibobol melalui metode lainnya.

Begitulah kisah-kisah yang terjadi, lagi-lagi nasabah menjadi tumbalnyanya. Selain dibutuhkan keseriusan pemerintah dan juga bank yang terkait, ini juga merupakan berkembangkan teknologi yang tidak dapat disalahkan begitu saja.

Kejahatan yang terjadi memang tidak pernah terpikirkan oleh kita, ketika teknik ini tidak bisa lagi, tentu si tangan jahil bakal mencari teknik lainnya. Bahkan banyak sekali video-video di internet beredar tentang bagaimana cara melakukan kejahatan, walaupun terkadang isu terkesan trik atau tips yang tentunya bisa merugikan pihak lain.

Akhir kata, sering-seringlah ke bank untuk mencetak isi buku rekening anda dan perlu diingat apakah bang tersebut terhubung secara online. Jika tidak, ada baiknya anda mempertimbangkan lagi untuk menabung di bank tersebut.

Semoga teknologi yang semakin canggih, tidak membuat orang enggang menabung ke bank, atau mau lebih aman tabung di rumah dan masukkan uang ke bambu atau dalam peti (kembali ke masa dulu). So berhati-hatilah para nasabah.[]


Posted in Hacking, ICT, Internet, News, Santai
Jan 15
jejaring sosial

Ilustrasi oleh muslimdaily.net

BERBICARA tentang jejaring sosial (social networking) siapa yang tidak mengenalnya baik batas usia maupun profesi, mulai dari anak SD sampai seorang profesor pun tahu, kecuali bagi orang-orang yang belum mendapatkan akses dan jangkauan untuk berinteraksi dengan dunia maya, mungkin itu sedikit tidak akan begitu populer dengan mereka.

Tidak hanya mengumpulkan teman atau berbagi informasi, trend jejaring sosial setidaknya sekarang mengubah pola hidup sosial sebagian besar penggunanya (penduduk dunia).

Memang membawa keberkahan bagi sebagian besar perusahaan yang menyediakan layanan sosial tentu akan bertambah saingan yang bakal mereka hadapi. Banyak sekali media yang kadang selalu mengekspos sisi-sisi baik, dimana jejaring sosial mampu menumbuhkan brand, promosi alternatif bahkan bisa menjadi modal utama dalam memajukan sebuah usaha.

Dibalik itu semua memang sungguh tragis kejadian dengan lahirnya media jejaring sosial seperti Facebook, Friendster, MySpace dan lain-lainnya. Untuk Indonesia sendiri misalnya, pengguna Facebook menempati urutan ke 7 dengan jumlah 11 juta orang lebih member seperti yang dilansir oleh checkfacebook.com.

Kembali pada trend tadi, berbagai koneksitas yang tercipta dengan jejaring sosial membuat orang kadang merubah aktifitas kesehariaannya. Yang sehari-sehari membaca koran baik secara daring maupun nyata malah membuka Facebook sebagai menu utama untuk melihat respon dan lain sebagainya (contoh kecilnya dan masih banyak kebiasaan lainnya).

Lain lagi dengan dunia sosial yang nyata terjadi saban hari, baik dari kerangka sosial bahkan sampai menyentuh sisi kriminal (cyber crime) Facebook juga menjadi alasan utama. Menggalang solidaritas dunia maya juga tidak kalah ketinggalan bahkan bisa diwujudkan melalui dunia nyata serta ini menjadi kekuatan dari jejaring sosial.

Dengan berbagai fasilitas dan fitur yang dimiliki Facebook, terbukti mengalahkan pengawalnya Friendster, ini membuktikan pengembang Facebook mengetahui trik dan tips dimana orang akan segera bermigrasi untuk mencari kenyamanan dengan jejaring sosial yang dimilikinya.

Sedikit ilustrasi seperti di bawah ini, setiap orang bisa menggunakan jejaring sosial dengan aktif  serta memperhatikan rambu-rambu yang ada:

social network

Ilustrasi oleh Intersection Consulting

Namun, fakta sebaliknya pengguna jejaring sosial dewasa ini lebih terkenal hanya mengenal trend saja atau sering disebut ikut-ikutan sehingga banyak lahir generasi alay. Banyak juga yang bahkan melupakan kode etik atau etika dalam menjalin sebuah pertemanan dan berbagi informasi.

Lagi-lagi, berbagai kasus pelecehan baik secara langsung maupun tidak kerap juga mewarnai di dunia jejaring sosial belakangan ini.

Akhir-akhir desember tahun lalu, Mark Zuckerberg menyebutkan bahwa perubahan privasi di Facebook dengan alasan untuk menyesuaikan dengan norma sosial. Normal sosial yang bagaimanakah ini?, patut menjadi pertanyaan bahwa norma sosial dunia maya dan dunia nyata mungkin jauh berbeda. Atau memang ini usaha dari Mark dalam meraup keuntungan untuk bisnisnya itu.

Karena banyak ditemukan di Facebook, privasi pengguna ‘terobral’ begitu saja tanpa diketahui oleh si pemiliknya. Sehingga, pihak pengelola Facebook pun membuat sebuah pemberitahuan untuk merubahnya, hal tersebut juga sering membuat pengguna jarang menghiraukannya.

Jadi, semuanya ada ditangan anda dalam mempergunakan kebutuhan teknologi yang ada. Jangan sampai kecanggihan yang ada membuat bumerang dalam interaksi sosial dan tetap berhati-hati dan waspada dalam menggunakannya serta jangan terlalu manja/alay dengan jejaring sosial terutama Facebook.[]


Posted in Aplikasi, ICT, Internet, News, Santai Tagged: Bisnis, Brand, Cyber Crime, Dunia Maya, Informasi, Jejaring Sosial, Mark Zuckerberg, Social Network, Sosial, Teknologi, Trend
Dec 28

Hack Sosial Network

Posted by Aulia


Hack Social Network by Ning.com

PENGALAMAN hari ini setelah berjelajah satu dan dua blog saya menemukan ilmu baru, berawal dari membuat blog baru di dagdigdug.com malam kemarin (27/12) dan mendapat komentar yang cukup cepat dibandingkan blog di ‘rumah’ lainnya.

Dari perjalanan tersebut, berbagai komentar yang masuk saya mencoba menjelalajah ke blog para tetangga. Ibarat rumah ke rumah, maka di blog dinamakan blogwalking alias jalan-jalan.

Setelah melihat postingan dari Mas Doyok tentang jejaring sosial, maka dalam waktu tidak begitu lama saya mencobanya. Terakhir dari percobaan tersebut, saya mempunyai sebuah social network yang beralamat di hack87.ning.com (Hack Social Network).

Lalu apa sih ning.com itu? Nah, ini dia kutipan resmi dari situs Ning.com:

Ning is the social platform for the world’s interests and passions online. Based in Palo Alto, Calif., Ning offers an easy-to-use service that allows people to join and create Ning Networks. With more than 1.8 million Ning Networks created and 39 million registered users, millions of people every day are coming together across Ning to explore and express their interests, discover new passions, and meet new people around shared pursuits. Ning was founded in October 2004 by Gina Bianchini and Marc Andreessen. The company is privately held. For more information, visit www.ning.com.

Kalau diartikan secara umum, ning.com merupakan sebuah layanan yang menggunakan platform jejaring social, dimana setiap orang bisa membuat sebuah jejaring sosial dengan begitu mudah.

Kalau dianalogikan fasilitas yang diberikan oleh ning.com hampir sama dengan layanan Facebook, Friendster, MySpace dan situs-situs jejaring sosial lainnya. Namun, bila ditinjau lebih jauh memang mempunyai kekurangan dan kelebihan masing-masing dari berbagai situs jejaring sosial tersebut.

Jadi, tunggu apalagi mari bergabung bersama Hack Social Network, kenapa harus Hack? karena untuk mengenalkan bahwa hack bukan saja sebuah ilmu atau teknik untuk melakukan trik-trik yang mengganggu sistem atau orang lain, melainkan juga bisa untuk membuat sesuatu yang lebih unik dan inovatif, tentunya dengan bantuan kita-kita semua dalam membangun sebuah jejaring sosial.

Gabung juga Fans Page Facebook HACK87, tempat bersilaturrahmi dan berbagi ilmu.[]

Posted in Blogging, Ekstrakurikuler, ICT, Internet, News Tagged: Blogwalking, Dagdigdug, Facebook, Friendster, Hack Social Network, MySpace, Ning, Platform, Social Network, Technology
Dec 25

pedofilia

Ilustrasi by flickr.com

SITUS jejaring pertemanan Facebook ternyata tidak hanya sebagai media online, narsis, dan juga hiburan. Senin (21/12) lalu, salah satu orang tua anak berusia 11 tahun berhasil menangkap basah pelaku pedofilia, Thomas Gibss, lewat situs Facebook.

Lewat penyamaran yang dilakukan oleh orang tua tersebut lewat akun Facebook putrinya, Gibss terperangkap setelah mengetahui gadis yang diajaknya untuk bercinta tersebut, bukan korban yang sebenarnya melainkan orang tua gadis itu.

Gibbs yang berusia 62 tahun, akhirnya dijatuhkan hukuman penjara selama 16 bulan oleh hakim pengadilan Oxford, Senin (21/12).

Penyamaran yang dilakukan oleh ibu putri tersebut ternyata berjalan lama. Sang ibu yang menyamar menjadi putrinya mengajak Gibbs ketemuan di Witney Town Center, Oxfordshire pada tanggal 18 April. Namun, sayang proses pertemuan itu Gibbs tidak berhasil bertemu dengan sang gadis incarannya, malah sang ibu berhasil melihat muka Gibbs.

Tak lama berselang pada tanggal 30 April, sang ibu kembali mengajak bertemu kembali dengan Gibbs untuk kedua kalinya. Tapi nasib naas hari itu juga berakhir dengan Gibbs ikut ditahan oleh kepolisian setempat. Dalam pengakuannya Gibbs mengakui sedang mencari anak kecil untuk pelampiasan nafsu bejatnya itu. [AK/bnc]

Posted in ICT, Internet, News Tagged: Cyber Crime, Facebook, Gadis, Jejaring Sosial, Kriminal, Online, Pedofilia, Social Network
Dec 23

undian berhadiah

Ilustrasi oleh hapingkale

BANYAK kita temui berbagai kasus penipuan yang marak di kalangan masyarakat, terutama dengan mengiming-imingi hadiah berupa uang tunai dari hasil undian atau dengan cara kupon berhadiah yang diselipkan dalam sebuah kemasan produk tertentu.

Jika sudah begitu canggih dan mahirnya para pelaku yang melakoni kegiatan tersebut, sudah sepatutnya kita mewaspadai berbagai bentuk kejahatan yang mereka lakukan. Hadirnya tren teknologi yang ada sekarang ini juga membuat para pelaku terus berusaha untuk mencari korban.

Penipuan yang saat ini sedang marak dan khusus beredar di daerah Sumatera terutama Aceh cukup membuat heboh, walaupun tidak berlangsung lama untuk satu target, modus operandi seperti ini tetap mengincar orang-orang yang kurang informasi tentang teknik yang mereka (pelaku, -pen) gunakan untuk menjebak korban.

Aksi yang Dilancarkan
Sebagai salah satu cara, pelaku yang beraksi ini selalu memanfaatkan pihak ketiga, seperti penyedia layanan telekomunikasi dengan mengatasnamakan operator banyak beredar disebuah wilayah tertentu.

Alasan utama yang mereka gunakan adalah undian berhadiah, dan juga mengumbar informasi bahwa korban telah mendapatkan kesempatan memenangkan hadiah baik berupa uang tunai, mobil atau hadiah lainnya yang ditayangkan pada sebuah stasiun televisi. Teknik seperti ini biasanya dijadikan sebagai tahap awal, saat korban memberikan respon bahwa tidak menyaksikan acara undian tersebut yang berlangsung di televisi yang disebutkan tadi, maka kesempatan mereka selanjutnya terbuka lebar.

Setelah proses itu berlangsung, korban akan diminta nomor rekening sebagai syarat bagi mereka untuk nantinya hadiah tersebut akan dikirim langsung ke rekening korban. Tidak itu saja, mereka juga akan menanyakan tentang keberadaan kartu ATM yang dimiliki oleh calon korban.

Dalam kesempatan yang sama, pelaku akan mengaku kepada korban bahwa dia adalah orang dari pihak yang bersangkutan (operator telekomunikasi, -pen) yang berada di kantor pusat yakni Jakarta, tidak luput dari itu gaya dan kecakapan bahasa yang mereka bawakan layaknya seorang yang profesional dan ini sering membuat para korban percaya dengan omongan mereka.

Setelah semua itu berlangsung mulus, korban biasanya akan memberikan instruksi untuk melakukan konfirmasi pembayaran dengan menuju ke lokasi loket anjungan tunai (ATM), dari setiap instruksi yang diberikan mereka meminta sejumlah uang untuk pertama kali di transfer ke nomor rekening yang mereka berikan. Dari sinilah kedok mereka akan terbongkar.

Tips Mencegah Penipuan
Ada beberapa langkah yang bisa anda lakukan jika mendengar kabar ‘gembira’ seperti yang sudah diuraikan di atas. Berikut tips untuk mencegah penipuan itu tidak terjadi pada anda:

  • lakukan ricek ulang nomor dan juga nama si penelpon dengan menghubungi call center dari operator anda;
  • tanyakan apakah pihak operator pernah melakukan undian pada waktu dan jam yang telah disebut oleh si penelpon;
  • jangan langsung percaya dengan ucapan dan hadiah yang ditawarkan oleh si pelaku;
  • sebaiknya jika pelaku meminta anda untuk langsung melakukan instruksi di loket ATM, tolaklah ajakan tersebut;
  • jangan pernah menggunakan ATM yang berisi dengan tabungan yang banyak;
  • selebihnya anda bisa mengambil tindakan tersendiri

Jadi, waspadai segala tindak tanduk pihak yang tidak bertanggung jawab dengan memanfaatkan dalih undian dan sebagainya. Jika merasa hal ini mengganggu anda, laporkan pada pihak yang berwajib.[AK]

Posted in Aceh Hari Ini, ICT, News, Santai Tagged: Aceh, Aksi, ATM, Bank, Berhadiah, Jakarta, Korban, Modus, Operandi, Penipuan, Rekening, Sindikat, Telekomunikasi, Televisi, Undian