Masuk UI, Siapa Takut?
Posted by heningsept
Tulisan Big Zaman, Kadep Adkesma BEM Fasilkom UI 2010
Sekitar dua setengah tahun yang lalu, seorang anak lulusan SMA ternama di sebuah kota memberanikan dirinya pergi ke sebuah kota besar yang sama sekali belum pernah dijamahnya, dimana ia tidak punya kerabat disana. Hanya karena suatu alasan, karena namanya dinyatakan lulus ujian seleksi perguruan tinggi oleh sebuah media massa terkenal di kotanya. Ya, berbekal uang seratus ribu rupiah saja, pemberian ibunya, dan seratus ribu lagi yang diberikan oleh teman-temannya di SMA yang mengantar keberangkatannya, ia pun berangkat menuju ibukota, Jakarta.
Entah kenapa, ia punya keyakinan kuat dapat bertahan hidup disana, walaupun ia yakin ia tidak akan pernah mendapat kiriman sepeserpun setiap bulan dari rumah, karena ia hanya seorang anak yatim dan tidak mau membebani ibunya yang sudah renta dan sakit-sakitan. Dengan suatu keyakinan terhadap apa yang pernah didengarnya dari salah seorang seniornya, “UI adalah universitas dengan seleksi intelektual bukan seleksi finansial..”
Dan luarbiasa, dengan kesungguhan itu, ia dapat melenggang ke UI dengan uang semester dan uang pangkal nol rupiah, mendapatkan beasiswa, dan beberapa pekerjaan yang dapat menopang hidupnya hingga sekarang. Sekarang, ia pun kembali berjuang keras bersama rekan-rekan yang memiliki kepedulian yang sama untuk membantu adik-adik mahasiswa baru yang senasib dengan dirinya dahulu.
Itulah salah satu kisah nyata seorang anak yang memiliki tekad untuk mengubah hidupnya, bertaruh untuk mengubah nasib keluarganya. Ya, kisah – kisah seperti ini bukanlah salah satu atau salah dua saja di UI namun banyak ! Mulai dari yang bapaknya petani, tukang jahit, sopir, atau yatim piatu sekalipun. Kisah-kisah ini adalah suatu pembuktian bahwa menuntut ilmu di perguruan tinggi bukanlah mimpi bagi mahasiswa yang tidak berada ! Karena semua hanya berawal dari sebuah tekad dan konsistensi untuk terus berjuang hingga kita mendapatkan apa yang kita cita-citakan.
Untuk menjadi mahasiswa UI, tantangan yang harus dilewati tidak hanya sampai di fase ujian seleksinya saja, suatu saat nanti kalian pasti akan bertemu dengan ujian berikutnya, sebuah makhluk yang bernama BOP-B. Banyak cerita simpang siur memang akan sistem pembayaran ini, dimana mahasiswa akan selalu membayar 5 juta untuk rumpun sosial dan 7,5 juta untuk rumpun IPA. Dan tidak hanya sampai disitu karena ada bonus hadiah bernama uang pangkal dengan total hingga 25 juta rupiah ! (Uda kayak kuis aja) Kalau begitu apa bedanya UI dengan universitas swasta yang lain ?
Terlepas dari segala macam perdebatannya, harus diakui Biaya Operasional Pendidikan Berkeadilan atau BOP-B memiliki niatan yang mulia untuk mencapai keseimbangan anggaran pendidikan dengan kondisi ekonomi di negara kita yang tidak ideal. BOP-B merupakan transformasi dari sebuah sistem yang sering kita dengar, sistem subsidi silang, dimana mahasiswa yang berada memberikan sebagian rezekinya kepada mahasiswa yang membutuhkannya dengan kompensasi jumlah nominal BOP-B yang lebih besar. Nominal ini ditentukan oleh sebuah matriks dengan variabel fakta yang kuantitatif seperti slip gaji orang tua, rekening listrik, bukti pajak, dan sebagainya, yang diharapkan dapat mendekati definisi adil untuk setiap mahasiswa.
Sampai disitu saja ? Tentu saja tidak, karena banyak fakta kualitatif yang harus dipertimbangkan untuk lebih precise dan mantab lagi bahwa inilah nominal yang adil untuk mahasiswa. Oleh karena itu setiap mahasiswa berhak menjelaskan fakta-fakta lain melalui proses keberatan, diskusi dengan bagian kemahasiswaan, dan sebagainya. Nominal yang dihasilkan matriks dan proses penjelasan data kualitatif menghasilkan sebuah kebijakan yang tepat di mata mahasiswa dan di pihak universitas. Sebuah proses penentuan yang tentunya tidak bisa kita temui di beberapa univeritas ternama lain yang sudah barang tentu harus didukung dan dikawal ketat pelaksanaannya dengan bersama-sama.
Ya, tidak terasa kurang lebih seminggu lagi sejak tulisan ini ditulis, yakni tanggal 29 Januari, adik-adik kita dari PPKB akan mulai merasakan ujian bernama BOPB ini dan tentunya semua yang akan masuk UI baik melalui jalur SIMAK, UMB, maupun SNMPTN. Pada akhirnya, saya ingin mengatakan,
“Jangan takut masuk UI !”
Mengapa ? Satu, karena takut hanya boleh kepada Allah, tidak boleh kepada yang lain. Kedua, karena tidak ada yang perlu ditakutkan. Yakinlah, dengan niat yang baik dan usaha yang baik pasti akan menghasilkan hasil yang baik pula !
Untuk teman-teman yang berada, bersiaplah menjadi malaikat penolong bagi calon teman-teman anda nanti, janji akan pahala dan surga-Nya terbentang jelas dihadapan anda dan keluarga. Orang kaya pun bukan berarti tidak berhak mendapatkan biaya yang murah, bila anda sudah masuk UI, kalian akan melihat sendiri betapa berserakannya yang bernama beasiswa karena begitu banyaknya, maka buktikanlah anda bisa mendapatkannya ! Untuk teman-teman yang kurang berada, siapkanlah tekad anda yang membaja dan menjulang tinggi ! Bersyukurlah dengan keadaan ini karena ini akan menjadi pembeda antara anda dan teman-teman lainnya. Kalau anak orang kaya, sukses itu mah biasa tapi seorang yang biasa saja, tidak bermodal apa-apa, hanya tekad dan Allah di hatinya, itu baru mantap !
Al Ikhwanul Muslimin berkata, “..bahwa yang memisahkan diri kita dengan kesuksesan adalah keputusasaan.” Maka, janganlah menjadi bagian dari kumpulan orang yang berputus asa dan yakinlah Allah telah mempersiapkan skenario yang paling indah untuk hidup kita..
See U at UI next semester My Brother and Sister!
Fakultas Ilmu Komputer 2007
Departemen Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa BEM Fasilkom 2010
Teruntuk: : adik-adikku yang masih bimbang dan takut untuk masuk UI, tolong sebarkanlah ke adik-adik dan teman-teman kita sebanyak-banyaknya. Demi UI yang lebih baik !
Selamat Datang Microsoft Student Partner UI yang Baru
Posted by Sagi Arsyad
Selamat Datang dan Selamat barjuang kepada Microsoft Student Partner UI (MSP UI) yang baru :
1. Gilang Bhagaskara (Fasilkom UI)
2. Gilang Mentari Hamidi (Fasilkom UI)
3. Raufan Multahada (Fasilkom UI)
4. Sonya Permata Putri (Fasilkom UI)
5. Ardiansyah Sragen (FT UI)
6. Enrico Budianto (Fasilkom UI)
7. Emir Hartato (FMIPA UI)
(nama berdasarkan urutan foto dari kiri ke kanan dan atas ke bawah)
juga atas promosi Sugianto Angkasa menjadi MSP Advisor.
bekerja sama dengan Microsoft Innovation Center UI, kami nanti kontribusi kalian sebagai MSP baru dalam eksplorasi dan share knowledge di lingkungan Universitas Indonesia.
Sagi Arsyad
Microsoft Student Partner Lead | Jabodetabek Region
Field Report: Install Fest 3.0
Posted by Sagi Arsyad
Install Fest 3.0 merupakan kegiatan mempublikasikan program Microsoft yaitu MSDN Academic Alliance (MSDN AA). Selain itu pada kegiatan ini kami juga memamerkan kemampuan Teknologi Microsoft Terbaru. Misalnya: Windows 7, VS2008, Silverlight, dll.
Install Fest 3.0 diadakan pada 10 Oktober 2009 pada pukul 08:00 – 16:00. acara ini diadakan pada AULA B101 (B-One) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI). Berikut Field Reportnya :
Read the rest of this entry »Wisuda Fasilkom UI
Posted by Charles
Sdri. Dyta Anggraeni, Sarjana Ilmu Komputer, dan Sdr. Charles Christian, Sarjana Ilmu Komputer, mewakili teman-temannya di Fakultas Ilmu Komputer.
Kira-kira begitulah panggilan MC saat memanggil wakil wisudawan/wisudawati Fasilkom untuk menerima penghargaan kelulusan oleh rektor saat wisuda program sarjana kemarin. Perasaan saya sungguh tidak terkatakan, antara senang, grogi, tidak percaya, bangga, terharu. Saat saya masuk ke Fasilkom, saya tidak pernah berpikir bahwa suatu saat saya akan mewakili teman-teman wisudawan dari fakultas saya, Fasilkom, apalagi mendapatkan predikat lulusan dengan IPK tertinggi dari Fasilkom. Namun, saat wisuda kemarin, hal yang tidak pernah saya pikirkan di awal itu terjadi! Saya menjadi wisudawan Fasilkom dengan IPK tertinggi, dan dapat menjadi salah satu kebanggan Fasilkom. Wow! Saya tidak percaya…
Bagaimana mungkin saya berharap hal tersebut? Selama duduk di bangku sekolah, saya tidak pernah mendapatkan juara. Jangankan juara pertama, bahkan sepuluh besar di kelas saja tidak pernah saya dapatkan. Padahal kelas saya rata-rata hanya berisi sekitar 30-an orang. Well, saya bukanlah siswa yang menonjol di sekolah saya, kalau tidak disebut sebagai siswa menengah ke bawah, yang sudah sangat bersyukur ketika mendapatkan nilai 60 untuk ulangan biologi.
Lalu, apa yang menyebabkan saya bisa meraih hal-hal yang besar di Fasilkom? Saya pun sempat merenungkannya, dan saya mendapatkan beberapa jawaban yang sangat mempengaruhi kesuksesan saya selama kuliah di Fasilkom.
- Mencintai apa yang saya pelajari. Saya akui, saya tidak suka biologi, dan itu sangat berpengaruh pada nilai-nilai biologi saya. Saya suka matematika, dan itu pun mempengaruhi nilai matematika saya. Inilah pentingnya memilih jurusan yang tepat untuk kuliah. Jangan memilih sesuatu yang tidak disukai, apalagi yang dipaksakan orang lain. Saya bersyukur saya bisa memilih jurusan yang tepat, yang sesuai dengan minat saya, yang saya sukai.
- Tekun. Ini adalah kata yang sering didengung-dengungkan tetapi sulit untuk dilaksanakan. Orang bisa tidak selalu karena kejeniusannya, tetapi karena ketekunannya di dalam mengerjakan hal tersebut. Ingat, bisa karena biasa. Jangan menyerah, terus mencoba dan berlatih, miliki rasa ingin tahu yang tinggi, dan kerjakanlah dengan tekun.
- Melakukan yang terbaik dan serahkan pada Tuhan. Kadang-kadang, saya merasa saya tidak dapat lagi melakukan apa-apa yang baik. Tapi, meskipun begitu, saya tetap berusaha untuk melakukan yang terbaik semampu saya. Saya tidak pernah mengosongkan jawaban pada sebuah ujian. Meskipun tidak bisa, saya tidak menyerah dan tetap mengisinya sebaik yang saya bisa, yang meskipun jawabannya, well, salah total. Setelah melakukan yang terbaik, serahkan semuanya pada Tuhan. Manusia dapat berencana, tetapi tetap Tuhan yang menentukan. Yakinlah Tuhan memiliki rencana yang indah di balik setiap perkara yang kita temui.
Oke, terakhir saya ingin mengucapkan terima kasih kepada beberapa orang yang turut berjasa membentuk saya selama saya kuliah di Fasilkom UI.
- Tuhan Yesus. Just everything… Nothing less.
- Kedua orang tua saya, untuk semua biaya yang telah dikeluarkan, support secara materiil maupun moril, serta perhatian yang tiada hentinya.
- Dosen-dosen Fasilkom UI, untuk Pak Ruli, Pak Ari, Bu Bela, Pak Stef, Bu Ika, Bu Dina, Bu Dewi, Bu Aminah, Pak Yugo, Pak Nizar, Pak Ade, Pak Ibam, Pak Petrus, Pak Heru, Pak Indra, Pak Rifki, Bu Mirna, Pak Chan, Pak Didit, dan semua dosen lainnya yang tidak dapat disebutkan satu persatu.
- Kuncung, teman-teman angkatan 2005. Kita harus tetap kompak.
- Teman-teman PO Fasilkom UI, termasuk empat AKK saya, Ias, Reynard, Obet, dan Budi.
- Teman-teman Fasilkom lainnya beserta alumni.
- Para janitor (Pak Wiryo, Pak Acep, Pak Komar, dkk.), staf sekretariat, staf perpustakaan, staf keuangan, satpam, dan seluruh staf Fasilkom UI yang lain.
- Teman-teman lain yang saya kenal, yang tidak dapat saya sebutkan satu per satu.
Terima kasih semuanya. Tanpa kalian, saya tidak akan bisa menjadi saya yang ada saat ini. Semoga saya bisa memanfaatkan ilmu yang telah saya peroleh ini untuk kemajuan bangsa Indonesia. Amin. Selamat berjuang untuk kita semua! Terus berusaha sampai garis akhir.
~Uda kaya kata pengantar skripsi aja, haha…

Info Pendaftaran & Ujian Masuk UI 2009
Posted by Charles
Buat teman-teman yang ingin mendaftar masuk Universitas Indonesia, tahun 2009 ini UI membuka beberapa jalur penerimaan, yaitu SIMAK UI (Seleksi Masuk UI), SNM-PTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri), dan PPKB (Program Perluasan Kesempatan dan Bakat) dengan persentase kuota penerimaan sebagai berikut.
* 56% SIMAK-UI,
* 14% SNMPTN,
* 30% PPKB
Ujian masuk SIMAK-UI akan dilakukan pada hari Minggu, 1 Maret 2009.
Info lebih lanjut dan pendaftaran bisa dilakukan secara online di http://penerimaan.ui.ac.id
Presentasi mengenai SIMAK UI bisa didownload di sini
Berikut adalah FAQ SIMAK-UI yang saya ambil dari sini.
- ‘Makhluk’ apakah SIMAK UI itu ?
- Apa beda SIMAK UI, UMB, SNMPTN dan SPMB ?
- Apakah UI menyelenggarakan Ujian Mandiri ?
- Berapakah besarnya biaya Pendidikan di S1 Regular ?
- Apa yang dimaksud SISTEM BIAYA PENDIDIKAN BERKEADILAN ?
- Bagaimana cara mendaftar online ?
- Bagaimana jika lulus SIMAK-UI tapi tidak lulus UAN ?
SIMAK-UI adalah seleksi Masuk UI yang diadakan oleh Universitas Indonesia, untuk semua program pendidikan dari Vokasi (D3) hingga Doktor (S3). 1 Maret 2009, adalah SIMAK UI untuk program S1 Regular, S1 kelas paralel, Vokasi (D3) dan Pasca Sarjana
Sampai tahun 2007, seleksi masuk S1 Regular UI, bersama-sama PTN lainnya dikelola oleh Perhimpunan SPMB Nusantara
Tahun 2008, UI bersama 5 universitas lainnya menyelenggarakan UMB, dimana penyelenggaranya masih Perhimpunan SPMB Nusantara
SNMPN adalah seleksi masuk yang dikoordinasi Ditjen DIKTI
Untuk tahun ajaran 2009/2010, UI menyelenggarakan sendiri Seleksi Masuk UI, dan diberi nama SIMAK-UI
Tidak, bila konotasinya adalah mahasiswa kuliah tanpa di subsidi, menggunakan dana sendiri, mandiri. Tapi jika yang dimaksud adalah UI mengadakan seleksi masuk sendiri (tidak lagi bekerjasama dengan SPMB), ya. Kami menghindari kata UM, karena berkonotasi mahal, padahal UI, untuk S1 Regular, TIDAK MENETAPKAN Besarnya biaya Pendidikan SEBELUM yang bersangkutan DITERIMA (lulus seleksi), dan setelah DITERIMA baru kami menerapkan SISTEM BIAYA PENDIDIKAN BERKEADILAN, dengan memperhatikan kemampuan penanggung biaya pendidikan. Jadi UI menseleksi kemampuan otak, bukan kemampuan ekonomi siswa.
Biaya Pendidikan di S1 Regular disubsidi (silahkan lihat pengumuman SIMAK-UI), dengan komponen BOP (Biaya Operasioanal Pendidikan) persemester min 100rb dan UP (Uang Pangkal) min NOL, yang ditentukan setelah siswa lulus seleksi, dengan memperhatikan kemampuan penanggung biaya pendidikan dan tersedia banyak beasiswa (untuk tahun 2008 ini UI telah menyalurkan hampir 37 Milyar) bagi yang tidak mampu dan berprestasi
Sistem penerapan biaya pendidikan untuk mahasiswa S1 Regular, dengan memperhatikan kemampuan penanggung biaya pendidikan. Saat ini mahasiswa yang benar-benar tidak mampu, justru tidak ingin “gratis” biaya kuliah, mereka berusaha untuk membayar lebih. Ironisnya banyak muncul, mereka yang sebenarnya mampu, menyembunyikan kemampuannya. Kami menerapkan sangsi, bagi mahasiswa yang saat pendaftaran ulang memberikan informasi tidak benar.
Pendaftaran hanya dibuka 19 Januari-22 Februari 2009, silahkan simak website ini, bagaimana prosedur pendaftran online
Pengumuman SIMAK-UI diencanakan 4 April 2009, sebelum UAN. Pendaftaran ulang mereka yang diterima, direncanakan saat SNMPTN 2009 dengan salah satu persyaratannya adalah bukti lulus UAN.atau lulus ujian Paket-C
Semoga bermanfaat

Info Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Indonesia Program Sarjana Reguler
Posted by lenidisini
Klik link di bawah:
Info Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Indonesia Program Sarjana Reguler
Informasi Tambahan (PENTING!):
1. Pendaftaran UMB secara perorangan dilakukan di Kampus UNJ tanggal 26-30 Mei 2008 (bukan 22-30 Mei 2008)
2. Pembayaran melalui rekening BNI.
- IPA : 8273008817
- IPS : 8273008828
- IPC : 8273008839
Aksi tetaplah tidak efektif
Posted by kamal87
Hari senin 12 mei 2008 lalu, saya berangkat dengan jaket kuning melekat ditubuh. Saya duduk diatap bis sambil meneriakkan orasi-orasi dan nyanyian-nyanyian khas aksi mahasiswa. Sesampainya di dekat patung tugu tani, saya mulai berjalan. Saya menjadi border dalam aksi tersebut. Saya ikuti setiap instruksi yang diturunkan dari komando aksi nasional tersebut. Saya masih dapat menikmati apa yang saya lakukan.
Paragraf pertama dari tulisan saya ini memang terlihat kontradiktif dengan apa yang saya tulis pada postingan saya yang sebelumnya: Arah pergerakan mahasiswa masa depan. Dalam postingan tersebut, saya jabarkan beberapa alasan saya kenapa saya tidak setuju dengan aksi tersebut. Saya tuliskan dengan gamblang bahwa pergerakan mahasiswa saat ini harus mencari arah lain, arah yang lebih efektif untuk menunjukkan kontribusi mahasiswa dalam pembangunan bangsa. Saya katakan disana, bahwa selama ini kita mahasiswa telah salah arah. Namun, apa yang saya lakukan? saya justru ikuti aksi tersebut. Bahkan saya mampu menikmati apa yang saya lakukan disana. Melalui tulisan ini saya akan menjabarkan beberapa alasan kenapa saya tetap mengikuti aksi walaupun saya tidak setuju dengan upaya tersebut. Dan saya akan menekankan sekali lagi tentang pentingnya merubah arah gerak mahasiswa kedepan.
Kenapa saya ikuti aksi tersebut walaupun saya tidak menyetujuinya??? pertama, ada satu komentar dalam postingan saya sebelumnya yang saya anggap cukup cerdas, ini dia komentarnya. Intinya, mas Arul, sang pemberi komentar tersebut mengatakan bahwa masing-masing kita punya cara yang berbeda untuk bergerak. Saya bisa terima hal tersebut. Mungkin memang ada tipe mahasiswa yang lebih tertarik pada kegiatan aksi demonstrasi turun kejalan (pengingatan pada pemerintah: social control). Ada juga tipe mahasiswa yang lebih senang bergerak konkrit yang dapat memberikan perubahan secara langsung (pemberdayaan masyarakat: agent of change). Saya setuju bahwa kedua peran tersebut harus dijalankan secara beriringan. Saya setuju kita harus tetap mengingatkan pemerintah disamping kita sebagai mahasiswa juga haru membantu pemerintah dengan aksi nyata langsung apa yang bisa kita lakukan sebagai mahasiswa untuk membantu memperbaiki kondisi bangsa. Tapi, saya tegaskan bahwa saya tetap tidak setuju dengan AKSI tersebut.
lho… giman sih? tadi katanya setuju, tapi koq tiba-tiba berubah lagi jadi gak setuju?? saya ingin tekankan bahwa saya setuju bahwa kita mahasiswa harus senantiasa mengingatkan pemerintah akan amanah-amanahnya. Tapi saya tidak setuju jika caranya dilakukan dengan sebuah aksi demonstrasi. Kenapa saya tidak setuju dengan metode tersebut. Beberapa alasannya sudah saya tuliskan dalam postingan saya yang sebelumnya. Nah… disini saya ingin menambahkan point-point kenapa saya tidak setuju dengan metode aksi demonstrasi turun kejalan pada suasana yang seperti ini. Aksi-aksi tersebut biasanya selalu mengarah pada perlawanan akan bentuk represi. Akhirnya, dalam aksi-aksi itu diperlukan cara-cara yang agak kasar. Contoh: pada aksi senin lalu, salah seorang ketua BEM SI membuat yel seperti ini “SBY-JK, LAWAN!!!”. Sekarang saya mempertanyakan lagi, sebenarnya apa yang perlu dilawan dari SBY JK, apakah kedua orang itu menyuruh militer untuk menembaki kita? apakah kedua orang itu mengintimidasi kita? entu tidak. Lalu apa yang perlu dilawan dari mereka? mereka tidak perlu perlawanan, mereka cuma butuh pengingatan, dan yang lebih penting lagi: sokongan. Akhirnya, kita mahasiswa terjebak dalam cara-cara yang tidak ahsan (baik) dalam memberikan pengingatan pada pemerintah. Cara-cara kasar seperti itu, saya tekankan sekali lagi hanya cocok untuk pemerintahan otoriter yang mengintimidasi rakyatnya sendiri. sleain itu, aksi mahasiswa ini juga semkain menumbuhkan arogansi kita sebagai mahasiswa. Seringkali kita pada saat melaksanakan aksi menuntut dengan tuntutan macam-macam. Biasanya kita minta orang yang berkepentingan untuk menemui kita. Biasanya juga, orang yang berkepntingan itu idak bisa menemui kita. entah karena takut atau karena memang sedang sibuk. Lalu biasanya mereka memberikan alternatif pertemuan. Misal, silahkan bertemu dengan bawahan saya terlebih dahulu. Atau mari kita diskusi tapi hanya sekian orang perwakilan saja. Nah… pada saat itulah, kita para mahasiswa yang emosinya sudah terlanjur meluap-luap dengan cuaca terik dan orasi-orasi emosional, akhirnya menjadi bersikap arogan. Biasanya aksi itu akan berujung seperti ini “KAMI TIDAK BUTUH KALIAN!! KALIAN SUDAH MEMBUKTIKAN BAHWA KALIAN PENGECUT blablabla…”. Lantas kalau sudah seperti itu, kita pergi mencari spot aksi lain. Setelah jadwal aksi sudah berjalan sampai akhir. lantas kita masing-masing pulang kembali kerumah. Mengerjakan kembali tugas2 kuliah kita yang masih terbengkalai. Akhirnya…. aksi-aksi tersebut benar-benar tidak membawa hasil, karena ketika kesempatan diskusi sudah terbuka, kita pergi begitu saja sambil terus bersampah serapah dalam orasi-orasi kita. Saya katakan pada rekan-rekan semua, bahwasanya kondisi aksi senin lalu ternyata tak jauh berbeda dengan skenario yang saya tuliskan diatas. SBY, melalui Andi malarangeng mengatakan silahkan bicara dulu dengan menteri-menteri terkait. Kita sudah diberi kesempatan untuuk berdiskusi dengan para menteri, tapi ternyata kita menolak mentah-mentah. Kita tetap memaksa SBY datang kemudian menandatangani lembara tugu rakyat yang isinya HANYA TUNTUTAN buat pak SBY. kasian betul pak SBY itu… sudah terliaht sekali dia bingung mengurus negeri ini, eh… kita mahasiswa malah tambaha bikin ngerecokin kebingungannnya beliau. Seharusnya kita bantu dia mengusir kebingungannya dengan mengatakan pada beliau: “Pak SBY, kami siap mensupport Anda dalam bidang-bidang yang kami kuasai. Apa yang bisa kami lakukan untuk membantu program-program anda akan kami coba kerjakan”
Wah… mas kamal ini gimana sih??? tulisannya panjang lebar menentang aksi tapi koq kemarin tetap ikut aksi? Ok… disini saya akan berikan jawabannya… Satu hal yang menjadi alasan saya kenapa ingin ikut aksi ini adlah saya ingin memberikan contoh pada sahabat-sahabat saya yang lain yang ada di fasilkom. Say sudah meliaht Fasilkom tidak tawazun, tidak seimbang. Terlalu menitikberatkan pada aspek keilmuan tapi aspek pengingatannya diabaikan sama sekali. Saya akui, Banyak, sangat banyak mahasiswa fasilkom yang merasa tidak punya tanggung jawab untuk mengingatkan pemerintah. Dikampus saya itu, lebih banyak orang yang ingin belaja tentang IT karena dia ingin dirinya jago dibidang IT. Dikampus saya, lebih banyak orang yang ingin berprestasi supaya dirinya bisa memberikan kebermanfaatan yang luas. Tapi sayangnya banyak dari mereka yang lupa dengan perannya yang lain, yaitu peran social control. bahkan para pejabat BEM Fasilkom pun banyak yang punya pandangan seperti itu (Ayo donk, sodara-sodara dan sahabat-shabat ku di BEM, be tawazun/seimbang dalam bergerak! Jalankan semua peran mahasiswa secara optimal). Dengan ikut aksi tersebut, saya ingin memberikan teladan pada teman-teman saya dikampus fasilkom. Untuk itulah, sesaat sebelum berangkat aksi itu, saya berjalan berkeliling sendiri dikampus saya dengan mengenakan jaket kuning yang ngejreng itu. Walhasil, banyak yg nanya “mo ngapain lu mal!!”
Alhamdulillah, aksi yang saya ikuti itu memberikan pengaruh yang cukup besar buat beberapa orang sahabat saya. Semoga pergerakan mahasiswa dikampus saya kedepannya bisa lebih seimbang.
Sekarang, saya sudah menjabarkan bahwa aksi itu tidak efektif. tentunya saya tidak boleh hanya berkoar-koar saja berteriak-teraik bahwa aksi tidak efektif tanpa memberikan solusi jalan lain yang lebih efektif untuk mengingatkan pemerintah. Salah satu hal yang bisa kita lakukan adalah dengan mengundang tokoh politisi yang ingin kita ingatkan itu dalam diskusi yang lebih sopan dan konstruktif. Kita bisa saja mengundang sang presiden atau sang menteri untuk menjadi pembicara di seminar yang kita adakan. Dalam acara itu kita bisa memberikan pengingatan secara lebih elegan. Selain itu, kita juga bisa datangi media, untuk meminta slot khusus untuk menyampaikan pendapat kita. Kalau untuk menundukkan DPR/MPR saja kita bisa, apalagi kalau cuma sekedar meminta waktu pada media untuk memberikan pengingatan pada pemerintah sekaligus juga memberikan pencerdasan pada masyarakat. Ketahuilah… aksi sama sekali tidak mendidik masyarakat, lihatlah di daerah-daerah, mereka-mereka yang berusaha mengikuti cara kita dengan berdemosntrasi ternyata justru terseret pada sikap anarkisme. Kita, para mahasiswa insan intelektual bangsa mungkin bisa mengendalikan aksi secara kondusif dan tidak anarkis, Tapi mereka diluar sana yang tidak mau tahu bagaimana caranya, yang penting tuntutan mereka terpenuhi. Mereka pasti akan terodorng pada aksi anarkisme.
Sebenarnya masih ada banyak sekali cara lain yang bisa kita lakukan untuk mengingatkan pemerintah dengan cara yang lebih elegan dan mendidik. Kita pasti bisa mengexplor semua cara tersebut. Syaratnya, kita para mahasiswa harus benar-benar bersatu. Kita harus sama-sama sepakat bahwa mahasiswa perlu merubah pola gerakannya. Dari situ baru kita bisa sama-sama memikirkan pola gerakan yang paling tepat dan cocok untuk kondisi Indonesia saat ini.
~ HIDUP RAKYAT INDONESIA

Arah pergerakan mahasiswa masa depan
Posted by kamal87
Saya adalah seorang mahasiswa yang bercokol dikampus yang disebut-sebut sebagai kampus perjuangan. Kampus yang begitu mencolok dengan jaket kuningnya. Kampus yang dikatakan jika mahasiswanya turun kejalan maka hati-hati akan ada perubahan. Kampus Universitas Indonesia. Lebih spesifik lagi dikampus UI ini saya mendalami bidang kajian ilmu komputer di gedung bundar fasilkom UI.
Melalui tulisan ini, saya ingin mengutarakan pendapat saya mengenai pergerakan mahasiswa saat ini. Tulisan saya ini merupakan respon terhadap beberapa aksi yang dilakukan oleh sahabat-sahabat saya belum lama ini. Begitu mirisnya saya melihat saudara-saudara seperjuangan saya yang rela tidur dijalanan demi menunjukkan perhatiannya pada bangsa. Tulisan ini juga merupakan jawaban atas pertanyaan beberapa orang sahabat saya yang menanyakan kenapa saya tidak pernah mau ikut aksi? kenapa tingkat
partisipasi fakultas saya dalam kegiatan-kegiatan seperti itu sangat kecil? Tulisan ini dibuat dengan harapan dapat memberikan pencerahan pada rekan-rekan mahasiswa bahwa sudah saatnya kita merubah arah pergerakan kita.
tercatat tanggal 21-23 maret lalu, BEM UI mengadakan konferensi BEM Seluruh Indonesia. Saya sendiri sudah lama mendengar isu akan diadakannya acara ini. Ketika mendengar isu ini saya merasa ada angin segar. Semoga acara ini bisa menjadi titik tolak perubahan pergerakan mahasiswa kedepan. Tapi ternyata hasil dari acara ini tidak seperti yang saya harapkan. Konferensi ini ternyata hanya menghasilkan (lagi-lagi) tuntutan terhadap pemerintah diantara sekian banyak tuntutan-tuntuan yang pernah dilayangkan mahasiswa pada pemerintah. Tuntutan ini diberi nama TUGU RAKYAT (Tujuh Gugatan Rakyat)
. Coba kita hitung berapa banyak sebenarnya tuntutan-tuntutan kita yang benar-benar diperhatikan oleh pemerintah. Memang ada, tapi sangat sedikit. Seharusnya pertemuan itu bukan cuma sekedar membahas permasalahan bangsa kemudian membuat tuntutan pada pemerintah. Seharusnya konferensi itu menghasilkan kesepahaman tentang apa yang bisa dan seharusnya dilakukan oleh mahasiswa untuk memperbaiki bangsa ini. Hanya menuntut tidak akan membawa hasil apapun, tidak akan memberi perubahan yang nyata buat rakyat. Sebaliknya, hanya perbuatan konkrit lah yang bisa memberikan dampak nyata dalam upaya memperbaiki kondisi bangsa kita. Yang dibutuhkan adalah Solusi konkrit, bukan cuma barisan point-point tuntutan.
Kemudian hasil konferensi ini di tindak lanjuti dengan aksi yang diberi tagline hiperbolis “kepung istana”. Aksi ini diikuti oleh kurang lebih 600 orang. Mereka bahkan sampai menginap didepan istana negara dan tidur dijalanan. Lalu apa? adakah perubahan yang berarti akibat aksi demonstrasi ini? apakah kini rakyat sudah mendapat kesejahteraan yang lebih baik? Apakah semua aksi kita itu diperhatikan oleh pemerintah? jawabannya tentu TIDAK. Dan saya sangat menyayangkan aksi mereka menginap dijalanan. Apakah tidurnya mereka di aspal itu benar-benar mampu membuat perubahan? tentu tidak. Padahal akan jauh lebih baik jika tenaga mereka dialihkan untuk berbuat sesuatu hal yang konkrit untuk mensejahterakan masyarakat.
Sadarilah aksi semacam itu kini sudah tidak efektif lagi. Aksi hanya diperlukan dalam suasana pemerintahan yang otoriter. Sehingga kita sebagai mahasiswa punya peran untuk melakukan represi politik pada pemerintah. Sementara kondisi politik Indonesia saat ini cenderung stabil. Iklim demokrasi berjalan dengan baik. Coba perhatikan, aksi-aksi mahasiswa yang benar-benar efektif dan mampu membawa perubahan adalah aksi yang membawa agenda besar untuk untuk melakukan perbaikan yang sifatnya mendesak dan butuh represifitas yang tinggi. Salah satu contohnya adalah aksi `98. Kalau saya jadi mahasiswa pada saat itu, tentu saya akan dengan sukarela ikut dalam aksi tersebut. Tapi dalam aksi-aksi lain yang tidak membawa tujuan perubahan besar, yang pada akhirnya hanya bertujuan menunjukkan eksistensi mahasiswa, saya tidak akan mengikutinya.
Dulu, kalaupun suatu aksi demonstrasi tidak membawa agenda perubahan yang besar. paling tidak media masih meliput aksi tersebut dengan serius. Sehingga gaungnya bisa benar-benar terlihat oleh publik. Dalam kondisi seperti ini, paling tidak aksi yang dilakukan mahasiswa masih bisa memberikan manfaat, yaitu masyarakat menjadi tahu bahwa mereka masih punya tumpuan. pasca 98 s/d tahun 2004-an, aksi mahasiswa masih bisa dijadikan sarana untuk menunjukkan perhatian kita para mahasiswa terhadap persoalan bangsa. Tapi coba lihat saat ini, banyak pihak yang sudah jemu dengan aksi-aksi tersebut. Rakyat sudah semakin skeptis dengan aksi-aksi yang kita lakukan. Media sudah tak lagi menganggap aksi-aksi mahasiswa sebagai berita yang patut disebarluaskan secara masif. Alhasil, demonstrasi mahasiswa kini benar-benar terasa kosong tak tak bermakna. Demonstrasi kini tidak lagi membawa agenda perubahan yang besar, hanya tuntutan demi tuntutan. Selain itu, demonstrasi kini juga sudah tidak mendapat perhatian publik. Sehingga upaya kita untuk menunjukkan perhatian kita pada bangsa ini juga menjadi tidak efektif.
Oleh karena itu, sudah saatnya kita para mahasiswa merubah arah pergerakan kita. Kedepannya kita harus lebih banyak bergerak pada lahan yang benar-benar riil memberikan efek nyata buat masyarakat. Kita harus mulai memberdayakan potensi intelektual kita untuk memberikan solusi konkrit buat bangsa. Kegiatan-kegiatan aksi, demonstrasi dkk kini sudah tidak lagi diperlukan karena memang tidak relevan dengan kondisi saat ini. Kegiatan-kegiatan seperti pembangunan desa (UI Comdev BEM UI), pembuatan blueprint jakarta (Pokja DKI BEM UI), pelatihan komputer gratis untuk rakyat (Pengmas On IT BEM fasilkomUI) dkk harus lebih diperbanyak. Riset-riset yang ditujukan untuk menghasilkan solusi bagi bangsa harus lebih intensif. PKM (Program Kreatifitas Mahasiswa) juga dapat menjadi sarana memberikan solusi konkrit untuk bangsa. Asalkan mahasiswa yang mengikutinya bukan cuma bertujuan untuk memenangkan lombanya tapi juga bertujuan untuk memberikan solusi konkrit permasalahan bangsa. Kedepannya, kita harus lebih banyak memberikan dukungan atas setiap kerja positif yang telah dilakukan pemerintah.
Sejauh ini, saya lihat sudah ada satu kampus di Indonesia yang sudah sangat berhasil mengarahkan pergerakan kemahasiswaannya ke arah yang benar. Kampus itu adalah kampus IPB (Institut Pertanian Bogor). Salut saya untuk rekan-rekan mahasiswa di IPB yang telah memberikan banyak solusi konkrit untuk mengentaskan berbagai macam persoalan bangsa. Kampus saya sendiri, UI, yang dulu disebut sebagai barometer utama pergerakan kemahasiswaan nasional kini sudah tidak terasa lagi. Saya mengakui bahwa kami disini masih berkutat dengan model perjuangan gaya lama yang sudah tidak lagi relevan. Saat ini, kami para aktivis mahasiswa di UI sedang berusaha mengarahkan pergerakan kami ke arah yang sesuai.
Diluar semua itu, kita juga tak boleh lengah untuk terus mengingatkan pemerintah untuk melakukan perbaikan disana-sini. Kita harus mencari cara lain yang lebih efektif daripada demonstrasi. Cara yang lebih cocok untuk kondisi saat ini. Kalau memang suatu saat nanti, terbentuk kemabli iklim politis yang memaksa kita untuk turun kejalan maka ayo kita kemabli lagi kejalanan meneriakkan suar-suara lantang kita. Menggemakan idealisme kita. Menunjukkan perhatian kita pada rakyat. Tapi saat ini, bukan itu jalan yang harus kita tempuh. Kita harus mencari jalur lain yang lebih jelas. Jalur yang secara nyata akan membawa perbaikan pada Indonesia.
Semoga kita para mahasisa Indonesia dapat terus menjalankan perannya pada bangsa ini. Semoga kita dapat terus memberikan kontribusi aktif kita pada upaya perbaikan bangsa Indonesia.
Hidup Bangsaku!
Hidup Rakyat Indonesia!
~”hidup mahasiswa!” hanyalah seruan arogansi eksistensial mahasiswa pada rakyat Indonesia.

Seminar Onliners
Posted by lenidisini
Biro Humas dan Media BEM Fasilkom UI 2007/2008
Proudly present :
Hai-hai…buat kamu-kamu para onliners-onliners sejati Fasilkom, Universitas Indonesia, dan lapisan masyarakat lainnya yang mencintai dunia online,,kami mengundang semua nya dalam acara:
“SEMINAR ONLINERS”
dengan Tema : “How to Express yourself on the Net”
Seminar ini akan membahas tentang Netiket (etika-etika yang baik dan benar dalam dunia maya) dan bagaiman membuat blog yang tampil menarik dan dapat menarik pengunjung yang banyak.
Acaranya akan diadakan pada :
Waktu : Sabtu, 3 Mei 2008
Tempat : Aula Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia
Pembicara
1. Enda Nasution (Presiden Blog Indonesia)
2. Budi Putra (Blogger -Mantan Wartawan Tempo)
Htm : Rp.15.000,-
Tiket bisa didapatkan di Ruang BEM Fasilkom - Gedung B lantai 2
Peserta akan mendapatkan : Seminar Kit, CD ekslusif (berisi e-book seputar blog), lunch dan Sertifikat.
So, cepetan daftar n ikutan seminar ya….
Ditunggu partisipasinya. ..
Reservasi juga bisa ke Lysa 0856 7168600
Kehidupan Malam di Microsoft Innovation Center UI
Posted by sagi
Ujian akhir semester datang, tidur merupakan suatu hal yang sering terlupakan. Para mahasiswa belajar keras demi mengerjar cita-cita.. (lho kok jadi puitis gini)
Microsoft Innovation Center UI (MIC-UI) merupakan suatu fasilitas yang membantu mahasiswa dalam proses belajar, salah satu nya belajar ketika ujian akhir semester.
ya, MIC memang milik mahasiswa (bukan dosen :p ) . di sini kita mempunyai komunitas yang membantu mahasiswa lain dalam proses belajar. bukan cuma jam kerja lho. kami sering kali buka 24 jam sehari kalau yang namanya deadline tugas semakin dekat :D . gak percaya ?
ini lah foto-foto ("skandal") kehidupan malam di MIC UI, foto diambil hari ini jam 11-12 malam lho :D
MSP IT Pro kita sedang mengejar deadline :D
juga teman-temannya
ketika deadline di depan mata, Kantor / Lab merupakan rumah kedua :D
1 jam kemudian
juga.... whoa, did I see MacBook there on MIC, or it's just me :D
jangan takut, setelah JAM 6 pagi, MIC langsung kembali ke fungsi nya sebagai LAB.. ( no more bed)
lihat kan, MIC bukan cuma LAB pada umumnya yang kaku (datang-belajar-pulang). tapi tempat suatu community berkreasi (salah satunya tugas Ujian Akhir).
nenek pernah bilang,
tiada noda, tiada belajar
S.A.
Komunitas UI di Internet
Posted by sagi
mahasiswa UI bukan cuma jago berkarya di dunia nyata lho, kita juga berkarya di dunia maya lewat tulisan-tulisan blogs. juga tempat kami menuliskan hal-hal non akademis :)
visit the site :
* nope it's not mine





