Jul 18
facebook event

Ilustrasi: thesocialanimal.com

FACEBOOK tidak akan pernah berhenti mengembangkan situs jejaring sosialnya ini. Salah satunya dengan tampilan yang semakin user friendly. Kali ini Facebook sedang mengupayakan tampilan barunya untuk Event Pages atau halaman untuk acara.

Banyak para pengguna Facebook, hampir semuanya mengetahui halaman Event Pages, halaman ini sering digunakan untuk membuat acara-acara tertentu, mulai dari acara untuk kalangan terbatas/komunitas atau juga massal sampai dengan acara resmi seperti perkawinan, seminar dan juga lainnya.

Ihwal berita tentang perubahan halaman Event Pages ini, belum resmi diumumkan oeh pihak Facebook kepada para penggunanya yang sudah mencapai 500 juta tersebut.

Namun, secara tidak langsung bagi pengguna yang mengunjungi halaman tersebut akan melihat beberapa perubahan, mulai dari tampilan informasi peserta di posisi kiri halaman serta posisi RSVP yang kini berada di sudut kanan atas.

event pages

Tampilan baru Event Pages/Ilustrasi: mashable.com

Kendati perubahan tampilan ini, Facebook bertujuan untuk melalukan pendekatan kepada penggunanya agar lebih nyaman. Sedangkan fitur tambahan untuk tampilan baru di Event Pages masih belum ada perubahan, dengan adanya perubahan tampilan tersebut membuat Facebook lebih termotivasi dalam melakukan standarisasi untuk situsnya.[SA/bnc]


Filed under: ICT, Internet, News Tagged: Event Pages, Facebook, Jejaring Sosial, Situs
Jun 28
Mark Zuckerberg

Foto: facebookyardim.wordpress.com

JEJARING sosial hasil garapan Mark Zuckerberg tidak pernah pantang menyerah, begitulah gebrakan yang dilakukan sepanjangan tahun 2010 ini. Selain mendapat berbagai tekanan dari kalangan yang sempat menilai ihwal privasi di Facebook terlalu terbuka, juga sampai diajukan banding ketingkat hukum di Amerika Serikat.

Kali ini Mark juga angkat bicara, sebagai CEO dari situs yang dibangunnya ketika di bangku kuliah, dia menargetkan Facebook akan menjadi jejaring sosial pertama dalam mencapai 1 miliar pengguna.

“Saat ini Facebook telah memiliki 500 juga pengguna yang tersebar diberbagai dunia, namun Mark tetap yakin dengan capain 1 miliar pengguna,” seperti yang dilansir oleh New York Post.

Sementara itu, Mark juga menambahkan, bahwa pengguna Facebook di Rusia laju pertumbuhannya naik dua kali lipat dan hingga kini sudah mencapai 1 juta pengguna lebih.

Namun di beberapa negara, Prancis, Cina, Jepang, Rusia dan Korea Selatan merupakan negara-negara dengan tingkat pertumbuhan jejaring sosial Facebook bukan nomor satu yang paling banyak diakses. Selain itu, Facebook juga membuka proyek baru di Rusia yang berkantor di Moskow sebagai upaya untuk memperluas jaringan serta menjalin hubungan dengan berbagai operator telepon seluler.

Untuk pendapatan dari iklan sendiri, hingga kini Facebook sudah berhasil mengumpulkan di atas US$ 1 miliar. Menurut situs pelacakan ComScore, penjualan iklan dari Facebook dinilai cenderung lebih banyak untuk ditampilkan dibandingkan situs media sosial lainnya seperti Yahoo!.[AK/sbc]


Filed under: ICT, Internet, News Tagged: Amerika Serikat, ComScore, Facebook, Jejaring Sosial, Mark Zuckerberg, Situs, Social Media, Yahoo!
Jun 16
stadium

Ilustrasi : 906fmstereo.webs.com

PIALA Dunia 2010 semakin meriah, aksi para pemain lapangan hijau di benua hitam, Afrika Selatan, semakin menambah panas suasana piala dunia kali ini. Tidak ketinggalan, peran teknologi dalam ajang kompetisi sepak bola ini tidak bisa disepelekan. Canggihnya teknologi, pihak FIFA menggunakan tiga bantuan satelit untuk memantau jalannya pertandingan.

Teknologi satelit yang digunakan ini memungkinkan jutaan penikmat sepak bola dikompetisi Piala Dunia dapat mengawasi perhelatan akbar antara tim-tim kebanggaanya dengan tim lawan. Tidak hanya itu saja, berkat kecanggihan teknologi ini, para jutaan fans juga bisa menikmati gambar resolusi tinggi melalui layanan Internet.

Tiga kecanggihan satelit itu antara lain pada situs GeoEye, DigitalGlobe dan Spot Image yang akan memperlihatkan 10 dari lokasi Piala Dunia di Afrika Selatan. Tidak tanggung-tanggung, teknologi ini juga mampu menampilkan gambar dengan resolusi High Definiton (HD).

Melalui satelit GeoEye, anda akan memperoleh gambar dari ketinggian 423 mil dan memperbesar Afrika lebih dari empat mil per detik di masing-masing kutub orbitnya. Resolusi yang digunakan oleh GeoEye -1 adalah setengah meter atau dua kali lebih tajam daripada resolusi Ikonos yang hanya 1 meter-per-pixel.

Sedangkan, pada DigitalGlobe telah menempatkan Piala Dunia yang dapat diatur melalui layanan aplikasi Flickr. Untuk tampilan dari galeri DigitalGlobe juga mencakup Mbombela Stadion.

DigitalGlobe sendiri mendapatkan citra setengah meter-resolusi dari satelit QuickBird dan dari WorldView-1 dan WorldView-2. Pada situs resminya, Spot Image menawarkan galeri video dengan menggunakan layanan YouTube ditambah dengan 10 stadion yang akan membawa Anda dengan cepat melihatnya.

Bagi Anda yang ingin menontonnya di YouTube, bisa melakukan optimalisasi dengan ukuran gambar yang terbaik. Gambar tersebut disediakan oleh Kompsat-2, sebuah satelit yang dimiliki oleh negara Korea Selatan yang menyediakan view satu-meter-resolusi hitam-putih dan 4 meter warna dengan resolusi gambar.[SA/bnc]


Filed under: Aplikasi, ICT, Internet, News Tagged: Afrika Selatan, DigitalGlobe, eoEye, Internet, Piala Dunia, Satelit, World Cup 2010
Jun 9
bahsa Aceh

Ilustrasi: Wikipedia Bahsa Aceh

SIAPA sangka, buah dari niat baik walaupun harus mengorbankan kuliah, akhirnya menjadi kenyatan juga.

Muhammad Nabil Berri, salah satu mahasiswa disalah satu perguruan tinggi di Aceh ini memberanikan diri untuk mengusulkan ke Wikimedia Foundation walaupun dia sendiri berlatarkan ilmu pendidikan kedokteran, namun tetap percaya dengan niatnya mengembangkan serta melestarikan bahasa Aceh menjadi bagian dari wikipedia yang ada saat ini.

Tidak lama setelah pengajuan tersebut ke pihak Wikimedia, awal tahun 2008 lahirlah sebuah incubator (tabung penetesan) yang diberikan kode ace sesuai dengan International Standards Organization (ISO). Tepat tanggal 12 Agustus 2009, akhirnya Wikipedia Bahsa Aceh lahir.

Selain Nabil, saat ini sudah terdapat tiga pengurus tambahan yang mengurusi seluruh hal-hal teknis di Wikipedia Bahsa Aceh, yakni:

  • Aditya Iskandar
  • Fadli Idris
  • Hasmahdi
  • Muhammad Nabil Berri (Pendiri)

Kita harapkan, selain memajukan konten lokal. Masyrakat Aceh juga bisa terjun langsung dalam konten global seperti Wikipedia ini. Namun, bagi yang ingin menulis artikel khusus dalam bahasa Indonesia, sekarang juga sudah ada AcehPedia (Ensiklopedia Aceh Terlengkap) yang khusus menyajikan informasi Aceh secara online sebagai proses dari dukungan untuk konten lokal.

Lebih lanjut mengenai Wikipedia Bahasa Aceh bisa juga baca artikel Wikipedia Bahsa Aceh Menuju 1000 Artikel dan Akhirnya, Wikipedia Berbahasa Aceh Lahir!. Jadi, tunggu apalagi, selamat ber-wiki wahai aneuk Nanggroe, manfaatkan fasilitas yang ada kapan pun dan dimana pun kamu berada dan perkenalkan kepada masyarakat luas lainnya.[]


Filed under: Aceh Hari Ini, Ekstrakurikuler, History, ICT, Internet, News Tagged: Aceh, AcehPedia, Artikel, Bahasa, Bahsa, Budaya, Ensiklopedia, Konten Lokal, Menulis, Online, Wikimedia Foundation, Wikipedia
Jun 6
google

Ilustrasi: googleblog.blogspot.com

MESIN pencari Google memang tidak pernah kehabisan ide dalam menarik perhatian penggunanya. Sejak menjadi perusahaan terbuka di tahun 2004, mesin pencari nomor satu di dunia ini kian melejit dengan berbagai produknya.

Tidak hanya itu, tepat di awal tahun 2005, Google kembali memperkenalkan produk barunya bernama iGoogle. Dengan iGoogle, seseorang bisa meklukan berbagai personalisasi terhadap mesin pencari hasil karya Page dan Brin tersebut.

Kali ini, inovasi yang diberikan oleh Google kepada penggunanya, yakni memungkinkan anda untuk menambahkan foto favorit atau gambar sebagai latar belakang (backgrounds) pada halaman utama Google. Selain itu anda juga dapat memilih foto dari komputer Anda sendiri atau Picasa Web Album.

Jika Anda memilih foto favorit, foto tujuan wisata favorit Anda atau bahkan desain yang anda buat sendiri, sekarang Google.com bisa menyesuaikan sesuai gambar yang anda masukkan. Bagi anda yang ingin menikmati tampak bersih dan sederhana, maka Google menyediakan tampilan kustom yang bisa anda setting, anda juga bisa dengan mudah mendapatkan pencarian halaman klasik Google.

Fitur Google ini mulai diterapkan bagi pengguna yang berada di Amerika Serikat dengan domain Google.com, anda bisa menemukan tulisan dipojok kiri bawah dengan bertuliskan Change background image.

Namun, bagi anda yang berada di luar Amerika Serikat jangan berkecil hati, karena anda juga dapat melihat fitur baru ini dalam beberapa hari mendatang saat Google sudah mengimplementasikan secara terbuka bagi semua negara internasional.[SA]


Filed under: Aplikasi, ICT, Internet, News Tagged: Background, Fitur, Foto, Google, iGoogle, Mesin Pencari, Picasa Web Album
May 30
mark

Ilustrasi : toonpool.com

SETELAH menuai kritik dari berbagai kalangan tentang pengaturan dan kostumisasi privasi, akhirnya jejaring sosial Facebook, karya mahasiswa Harvard, yang bernama lengkap Mark Elliot Zuckerberg memutuskan untuk membekukan sebuah keamanan terbaru terkait masalah privasi dengan pengaturan yang lebih sederhana.

Dalam blog resmi Facebook (http://blog.facebook.com), Mark mengumumkan fitur baru tersebut untuk proses konfigurasi privasi dengan cara yang cukup sederhana.

“Kontrol privasi yang baru ini, kami buat perubahan yang jauh lebih sederhana, termasuk konten pengguna, informasi pribadi dan juga aplikasi”, tegas pria kelahiran 26 tahun silam.

Perubahan yang akan diperkenalkan dalam beberapa minggu mendatang, diharapkan Facebook dapat memperketat dari segi keamanan serta menjawab berbagai kritikan dari pengguna saat ini.

Dalam blog resmi tersebut, Mark juga menjelaskan pengaturan privasi lebih dipertegas mengenai pilihan-pilihan kontrol yang bisa dilakukan oleh pengguna, diantaranya pengaturan pemberian izin dari setiap postingan; siapa yang bisa melihat atau menemukan anda di Facebook; menonaktifkan platform dan fitur instan yang dapat memberikan informasi anda ke pihak ketiga dan masih banyak lainnya.

privacy setting

Ilustrasi : blog.facebook.com

Pengaturan yang akan diluncurkan minggu depan ini, memungkinkan pengguna agar lebih mudah dalam melakukan setting privacy, namun untuk Instant Personalization, Facebook tetap akan mengaturkan secara default. Mengenai pengaturan ini bisa anda baca di halaman http://www.facebook.com/privacy/explanation.php yang dijelaskan secara jelas.[AK]


Filed under: Aplikasi, ICT, Internet, News Tagged: Aplikasi, Facebook, Informasi, Jejaring Sosial, Konten, Kontrol, Mark Elliot Zuckerberg, Security, Setting Privacy, Social Network
May 20
molly norris

Ilustrasi: stmarysblackburn.ac.uk

MOLLY Norris, namanya kian memanas di jejaring sosial dua hari belakangan ini termasuk disitus kenamaan Facebook yang menuai protes dari berbagai kalangan akibat ulahnya ikut serta dalam event atau lomba karikatur Nabi Muhammad di Facebook.

Dari situs resminya, Norris akhirnya meminta maaf kepada semua umat Muslim di dunia. Tidak hanya itu, sebagai bentuk penyesalannya, Norris juga membuat kampanye menentang group Facebook yang telah dia buat yang berjudul I joined “Against Everybody Draw Mohammed Day” on facebook.

Kalau dilihat, memang penyesalan selalu datang belakangan. Sementara itu diberbagai belahan dunia, umat Islam telah melakukan berbagai aksi. Pakistan salah satunya yang mengambil langkah memblokir Facebook dan juga YouTube. Sedangkan, negera Indonesia masih saja sibuk dengan urusan pendapat/surat menyurat dan lain sebagainya.

Terkait hal ini, Norris sebagai salah seorang kartunis asal AS mengakui memang menerima banyak email soal ajakan menggambar Nabi yang menurutnya hanya bercanda itu. Terhadap pihak yang marah karena Norris tidak mau meneruskan ajakan itu, sang kartunis mengatakan justru email-email yang paling berkesan dikirim oleh umat Islam, seperti yang dikutip oleh detiknews.com.

Teror Facebook
Dampak Facebook sebagai media yang ‘netral’ belakangan ini memang telah membuat berbagai kontroversi, terutama di negerinya sendiri. Bahkan berbagai kalangan menilai Facebook telah melenceng dari aturan yang ada, termasuk membuat penipuan dan juga perdagangan data-data dari penggunanya.

Sementara itu, Vice President for Public Policy Facebook, Elliot Schrage, juga ikut menanggapi berbagai pertanyaan-pertanyaan seputar hak-hak privasi konsumen, dikutip dari PC World dan New York Times. Paling tidak terdapat 3 kebohongan yang dilakukan selama ini:

Pertama

Saat ditanya kenapa Facebook tidak membuat semua setelan privasi di Facebook sebagai ‘Opt-in’ alias seluruhnya ‘private’ kecuali pengguna menginginkan dan mengubahnya menjadi ‘public’, Elliot memberikan jawaban dan argumen yang ‘memukau’.

“Semuanya opt-in di facebook. Bergabung ke Facebook adalah pilihan. Kita ingin agar orang-orang terus menggunakan Facebook setiap hari. Menambah informasi, mengunggah foto, memposting status baru, menyukai sebuah laman. Semuanya Opt-in. Silakan jangan berbagi informasi, bila Anda tidak nyaman.”

Padahal, saat bergabung ke Facebook, sebagian besar data-data pengguna baru seperti biografi, interest, postingan, friend, family, relationship, lokasi, edukasi dan banyak lagi, akan langsung terpublikasi oleh publik, karena default setting-nya adalah ‘share with everyone’. Ini merupakan model ‘Opt out’, bukan ‘Opt in’.

Kedua

Saat ditanya bagaimana bila pengguna menghapus akun Facebook mereka, Elliot mengatakan bahwa pengguna bisa melakukan penghapusan secara permanen. “Bila Anda sudah tidak mau menggunakan Facebook lagi, Anda bisa menghapus akun Anda. Penghapusan ini adalah permanen, dan akun Anda tidak akan bisa diaktifkan kembali. Saat kami memproses permintaan penghapusan akun, kami langsung menghapus seluruh informasi yang terkait dengan akun tersebut. Message dan postingan di dinding akan tetap, tapi teratribusi dengan pengguna Facebook anonymous. Konten yang dulu Anda buat, tidak bisa diakses di Facebook, dan tidak di link ke informasi pribadi Anda di manapun.”

Faktanya, apa yang dikatakan Elliot tidak benar. Saat hendak menghapus akun Facebook, pengguna tidak akan mendapatkan tawaran opsi untuk menghapusnya secara permanen. Yang bisa Anda lakukan cuma ‘deactivate’. Tombol ‘delete account’ tak akan bisa dijumpai dengan mudah. Pengguna musti pergi dulu ke Help Center dan melakukan pencarian ‘delete account’ sehingga akan membawa Anda ke laman FAQ.

Ketiga

Elliot mengatakan bahwa keamanan pengguna Facebook terjaga. “Untuk sebuah layanan yang bertumbuh secara dramatis, kami menangani lebih dari 400 juta orang untuk berbagi miliaran kepingan konten kepada teman-teman mereka serta institusi yang mereka perhatikan. Kami pikir, rekam jejak kami untuk masalah sekuriti dan keamanan, tidak tertandingi,” kata Elliot.

Selengkapnya mengenai kebohongan tersebut bisa anda baca di Tiga Kebohongan Facebook Tentang Privasi. Tidak hanya itu, Federal Trade Commission juga mengambil kebijakan dalam masalah privasi ini terhadap Facebook, mereka juga menyebarkan isu ini dalam bentuk .pdf (bisa diunduh) yang berjudul Complaint, Request for Investigation, Injunction, and Other Relief.

Walaupun banyak dari Facebooker yang mengundurkan diri dari Facebook dengan datangnya isu pelecehan agama tersebut, namun Facebook itu tidak haram, hal ini juga ditambahkan oleh Ketua MUI KH. Amidhan, MUI tidak mengharamkan Facebook karena ia hanyalah alat yang bersifat netral. “Kalau ada Facebook yang isinya tidak baik dan mengandung fitnah, ya harus ditutup,” pungkas Amidhan seperti yang dilansir oleh inilah.com.

Lalu, adakah jejaring sosial yang ‘lebih baik’ dari Facebook dari segi priviasinya? jawabannya ada, dan jejaring sosial-alternatif-tersebut adalah yang kini sudah banyak ditinggalkan orang, yakni Friendster. Selain itu, masih ada juga Bebo, Hi5, Orkut, Ning, Netlog dan masih banyak lainnya, tapi sayang kepopuleran mereka di Indonesia hanya ada sesaat dan bahkan banyak pengguna internet tidak tahu tentang keberadaan situs tersebut, terlebih pengguna yang berusia remaja (ABG, -pen) dan juga pendatang baru di dunia jejaring sosial pertemanan.

Jadi, jangan berkecil hati bagi anda yang sudah ‘memutuskan’ hubungan dengan Facebook, masih ada jalan lain merajut pertemanan di Facebook. Selamat menikmati![]

Tulisan ini juga bisa anda baca di halaman pribadi saya di Kompasiana.com yang berjudul Molly Norris dan Teror Facebook.


Filed under: Blogging, ICT, Internet, News Tagged: Amerika Serikat, Facebook, Federal Trade Commission, Friendster, Jejaring Sosial, Karikatur, Kartunis, Molly Norris, Nabi Muhammad, Ning, Social Media
May 17

Perjalanan Sang Blogger

Posted by Aulia

way of life

Foto : KOMPAS.COM/Yudistira Bayu A

TANGGAL bisa saja terus berganti, namun seorang pribadi jarang bisa terganti. Itulah kata yang mungkin cocok bagi pribadi saya kini menjalani hidup lebih dari dua dasarwarsa.

Ada sepenggal kalimat yang saya torehkan pada lembaran status mukabuku dengan sebuah tag sederhana yakni, semangathidup23. Kalimat tersebut berbunyi, “SUNGGUH waktu telah berjalan dalam setiap hitungan detik yg berlalu, banyak sejarah yang ikut bersamanya. Walaupun bkn beban yg berat, tapi sebuah tanggung jawab yg melekat pada diri ini untuk bisa memberikan yg tebaik. Perjuangan tdk akan usai begitu saja, banyaknya kerikil yang kadang membuat jatuh ditengah jalan, itulah celah yg harus jd pijakan utama untuk terus berusaha yg tdk lepas dari do’a.”

Jika anda melihat gambar di atas, tentu anda akan memikir sebuah kata  atau kalimat yang mungkin akan sangat sederhana walaupun banyak orang akan menafsirkan secara berbeda-beda. Seorang yang berjalan di atas rel kereta api, lihatlah kedepannya rel yang tidak begitu lurus, namun ada saja belokan kecil dan kadang antara satu rel yang lain menyatu dalam satu rel lainnya.

Itulah makna yang saya tangkap dari gambar tersebut, mungkin ibarat kata juga saya memaknai bahwa hidup yang telah saya lalui lebih dari dua puluh tahun ini kadang tidak selalu mulus, kerikil-kerikil tajam dalam setiap rel waktu itu selalu ada. Saya dan juga anda semua mungkin tidak akan mengelak dari itu, tapi yang diperlukan adalah cara kita memaknai dari setiap yang kita lewati sebagai pengalaman hidup yang berharga.

Kadang saya sering merasa menjadi orang yang terpuruk dalam sebuah perjalanan ini, terlebih waktu sekarang dalam menghadapi masa-masa menjadi seorang mahasiswa. Namun, ada satu kata disaat-saat rasa itu kian menyelimuti hati ini, “Allah akan menunjukki kita/hamba-Nya jalan sesuai dengan kehendak-Nya”. Kata-kata seperti ini terasa kadang harus merenung dari apa yang sudah kita perbuat dan selebihnya berusaha menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Menjadi Blogger
Mempunyai ilmu dengan banyak, tanpa bisa membagikan dengan orang lain, sungguh ini sesuatu yang kadang juga sirna begitu saja. Walaupun tidak mempunyai kemampuan yang lebih dalam akademik, saya mencoba untuk ‘menerjukan’ diri dalam ranah blogging.

Sejak 21 Februari 2007, akhirnya saya menjerumukan diri dalam dunia ini (baca: blog). Memang hanya berniat semata untuk mencoba, terlebih dari itu ingin membagikan sesuatu yang kiranya berguna bagi orang lain dan mencoba berinteraksi dengan sesama walaupun itu hanya lewat dunia maya.

Tiga tahun bersama blog yang sering saya sebut dengan OWL (Orekan Waktu Luang) membuat saya kadang berpikir lebih, ada hal-hal yang baru yang kadang jarang saya jumpa di dunia nyata. Mencoba dalam menulis, memposisikan diri sebagai orang lain dalam memahami tulisan saya, terus saya coba. Kadang ide-ide aneh yang mungkin jarang terpikirkan, akhirnya bisa beredar menjadi wacana nyata.

Aceh Blogger salah satunya, dimana saya menemukan orang-orang lain dalam sebuah aktifitas yang sama, sehingga melahirkan komunitas tersendiri. Awal sebelum itu, dalam rangka menyatukan anak-anak Aceh di Universitas Indonesia, saya berinisiatif membuat blog SAMAN UI, dan alhasil kini cukup mendapat respon dalam menyebarkan informasi khususnya pendidikan.

Mungkin itulah segelintir kisah, perjalanan hidup saya dan ngeblog selama 3 tahun yang sudah berlalu (insyaAllah akan lanjut terus). Masih banyak hal yang ingin saya lakukan, terutama untuk mewujudkan tanggung jawab kelak nanti, membahagiakan orang tua, memberikan yang terbaik untuk orang disekitar yang saya sayangin dan kasihi. Karena mereka telah banyak membantu dalam hidup saya ini, saya yakin bahwa hidup dalam kesendiri an tanpa ‘mereka’ yang tidak bisa disebut satu persatu adalah nihil adanya seperti sekarang ini.

Untuk mengingat hari jadi semangathidup23, saya juga mulai menoreh langkah baru untuk terus belajar dalam menulis, yakni dengan bergabung di Media Warga (Citizen Media) Kompasiana. Sungguh sebuah keberuntungan tulisan Menilisik Silsilah Raja-Raja Islam di Aceh menjadi headlines disana.

Dapat Headlines di Kompasiana.

Di akhir tulisan ini, saya ucapkan banyak-banyak terima kasih kepada ibu/bapak/kakak/adik serta teman-teman yang sudah memberikan sesuatu yang berkesan, baik itu pesan, jempol dan juga ucapan di Facebook, semoga atas do’anya membuat saya lebih menjadi bagian hidup dalam sebuah lingkungan dan keluarga ini, dimana saya belajar banyak dari lingkungan yang sekarang ini saya berada. Semoga Yang Kuasa membalas yang terbaik pula atas do’a-do’a anda semua. Amiin[]


Filed under: Blogger, Blogging, Ekstrakurikuler, ICT, Internet, Kampus, Kesan, Renungan, Santai Tagged: Blog, Doa, Hidup, Keluarga, Kuliah, Menulis, Perjalanan
Apr 25
internet dan warung kopi

Kebutuhan anak muda Aceh akan internet murah dan terjangkau sudah sangat mendesak. Selain untuk pendidikan, internet juga dibutuhkan untuk menjalankan bisnis dan kebutuhan lainnya. Foto: Roni Muchtar/Hinamagazine

ERA digital sudah didepan mata bahkan sedang kita hadapi, mau tidak mau kita telah berada dalam koridor ini. Kemajuan teknologi informasi yang makin berimbas pada pesatnya informasi yang berkembang tanpa henti. Ada hal menarik yang jika kita lihat secara seksama, seberapa penting masyrakat Indonesia mengenal dunia ini (baca: teknologi informasi).

Melihat menjamurnya pengembangan infrastruktur dimana-mana, (mungkin) juga sudah mewabah ke pelosok desa dan itu tidak semua merata. Kita tahun pemerintah dan berbagai instansi atau lembaga ikut mendukung dengan gejala perkembangan laju arus informasi yang makin sering diakses oleh berbagai kalangan, dari para anak sekolah sampai mereka para pengusaha kaya raya pun.

Lahirnya teknologi disaat seperti ini telah menembuh crakrawala dunia, tidak membatasi usia bahkan profesi sekalipun, namun bisa bertemu dalam satu wadah yakni dunia maya. Siapa sangka, internet yang mulai dikenal saat ini dengan berbagai lapisan usia telah membawa Indonesia ke arah yang sangat terbuka dalam mendapatkan informasi.

Gejala yang ada dalam masyarakat pun mulai menunjukkan gejala-gejala dengan hadirnya internet tersebut, mungkin dulu kita akan begitu susah untuk mendapatkan koneksi internet, harus repot-repot ke warung interntet (warnet) atau pun mencabut kabel telepon untuk disambungkan ke komputer.

Fenomena Warung Kopi
Untuk melihat geliat dari maju penyediaan akses internet, tidak perlu jauh-jauh. Saya melihat fenomena ini sebagian besar ada di ujung pulau Sumatera, apalagi kalau bukan Aceh. Serambi Mekkah yang terkenal dengan sebutannya, kini juga mendapat julukan baru dengan negeri seribu satu warung kopi (warkop), hampir dapat dipastikan disetiap pelosok desa bahkan sampai ke kota jika kita melintas jalur darat melewati Medan, hampir tidak ada setiap pinggir ruas jalan raya pasti terdapat warung kopi.

Menariknya, dikota-kota seperti Banda Aceh yang menjadi ibukota provinsi adalah pusat dari warkop ini. Muncul warkop setelah tragedi Tsunami tahun 2004 silam, kian menjamur dimana-mana. Memang, balutan untuk warkop ini dikemas dalam bentuk istilah modern dengan nama sebutan cafe, namun intinya bagi masyarakat Aceh ini tetap dikenal dengan warkop.

Sebelumnya, sekitar tahun 2006, Aceh pernah didengungkan untuk dijadikan sebagai cyber province pertama di Indonesia. Namun, entah mengapa pengadaan infrastruktur itu selalu tidak berjalan sebagaimana gaung yang beredar, walaupun banyak media yang memuat tulisan yang bertajuk cyber province hanya seputar wacana dan wacana.

Semenjak berjamur warkop inilah sekitar akhir-akhir tahun 2008, disetiap sudut kota Banda Aceh, secara tidak langsung mulai merambah dengan berbagai jaringan-jaringan nirkabel (wireless) disudut-sudut warkop. Secara tidak langsung, ini adalah teknik pemilik warkop dalam menarik pelanggannya yang rata-rata digandrungi oleh anak-anak muda dan bapak setengah baya agar tetap menjadi tempat favorit mereka sebagai tempat nongkrong.

Dari sebuah pola atau cara promosi menarik ini dari pemilik warkop-warkop tersebut, bisa kita lihat bahwa usaha kecil sekelas warkop/cafe setidaknya telah meng-online-kan masyarakat awam atau kota untuk bisa menikmati kecanggihan sebuah teknologi informasi yang akan tetap terus berkembang. Selebihnya tentang penggunaan internet itu sendiri, tetap sepenuhnya berada di tangan para penikmatnya, diantara dua mata pisau, itulah internet yang ada sekarang ini.

Satu seduhan kopi dari gelas-gelas yang mengepul asap ke penikmat kopi, telah mengantarkan jari-jari mereka untuk berjelajah keberbagai belahan halaman demi halaman menembus batas dunia.[]


Filed under: Aceh Hari Ini, ICT, Internet, Santai Tagged: Aceh, Cyber Province, Infrastruktur, Internet, Nirkabel, Online, Serambi Mekkah, Teknologi Informasi, Usaha, Warnet, Warung Kopi
Apr 15

Google Siap Hajar Apple

Posted by Aulia

google vs apple

Ilustrasi: dmxzone.com

BUKAN Google namanya kalau tidak mengeluarkan produk-produk canggih teranyarnya.

Setelah membuat Apple merah kuping dengan mengeluarkan Nexus One, kini Google tengah berencana mengembangkan komputer tablet. Kumputer ukuran mini ini digadang-gadang untuk mengalahkan iPad, tablet teranyar besutan Steve Jobs. Lagi-lagi, Google membuat bos Apple itu berpikir keras untuk memasarkan iPad yang pada penjualan hari pertama rilis di California awal bulan ini, mencapai 300 ribu unit.

Komputer tablet yang direncanakan Google itu dinamakan ‘gPad’. Ini tablet reader yang mempunyai kemampuan komputasi seperti PC tablet. gPad akan diperkaya dengan fitur Google Books –kalau di iPad ada iBooks– serta konten Marketplace. Jika iPad menggunakan sistem operasi iPhone, maka gPad mengandalkan Android, berbasis Linux.

Genderang perang Google dan Apple dimulai saat Google mengeluarkan produk telepon pintar Nexus One. Nexus digadang-gadang mampu membunuh iPhone. Untuk menggarap Nexus One yang juga berlayar multitouch (bisa cubit seperti iPhone), Google menggandeng HTC, vendor dari Taiwan. Belakangan, Apple berencana menggugat HTC karena menggunakan perangkat layar sentuh (multitouch) yang diklaim patennya Apple.[*/AK]


Filed under: Aplikasi, Gadget, ICT, Internet, News Tagged: Android, Apple, Gadget, Google, gPad, HTC, iPhone, Nexus One, PC Tablet
Mar 16
facebook versus twitter

Ilustrasi dari ralhan.wordpress.com

MARAKNYA jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter yang kini booming di berbagai kalangan, ternyata membuat salah satu firma konsultan internet, Webcredible membuat survey tentang penggunaan situs jejaring sosial untuk mengidentifikasi situs mana yang dirasakan mudah dalam penggunaannya.

Polling yang dilakukan pada 1.000 responden tersebut, ternyata 12 persen pengguna situs jejaring sosial mengaku sulit dalam mengakses situs tersebut (Facebook dan Twitter, -red).

“Responden memberikan ‘tanda’ kepada jejaring sosial yang sulit digunakan, baik dalam kinerja situs tersebut maupun dilihat dari segi waktu dimana responden tidak begitu mengerti tentang situs jejaring sosial yang digunakan”, seperti yang diungkapkan oleh Trenton Moss, directo Webcredible.

Dari hasil polling tersebut, Facebook menjadi top survey dengan mengumpulkan 50 person responden yang mengaku jejaring sosial mudah untuk diakses dan Twitter berada pada peringkat kedua dengan jumlah 19 persen responden yang memilihnya.

Lebih lanjut, Moss juga menjelaskan dari hasil tersebut dapat disadari bahwa Facebook memang memiliki tingkat popularitas yang besar, begitu pula dengan pengalaman berbagai responden. “Jika responden pertama kali menggunakan Facebook, dan kemudian membandingkan dengan situs jejaring lain, tentu hasilnya tidak akan sama”, tambahnya.

Sedangkan situs jejaring sosial lainnya seperti LinkedIn hanya memperoleh 5 persen responden, sementara MySpace mendapatkan 4 voter responden. Dan masing-masing 1 persen untuk jejaring sosial bertaraf kecil lainnya seperti Bebo dan juga Friend Reunited.

Fitur Baru
Tidak hanya masalah kesulitan dalam hal pengaksesan, Facebook dan Twitter kini malah berlomba-lomba dengan fitur barunya untuk update berbagi lokasi atau sering disebut dengan layanan Geotagging.

Fitur baru ini, sebenarnya sudah diterapkan oleh Twitter. Namun, Facebook sendiri masih belum mempublikasinya dan masih mempertimbangkan juga masalah privacy terkait dengan keberadaan layanan tersebut.

Dengan adanya fitur dari kedua situs tersebut, pengguna akan dimudahkan untuk berbagi lokasi dengan teman-teman mereka dimana saya dan kapan saja. Sementara bagi pengguna mobile juga akan mendapatkan layanan yang sama.

Facebook berencana akan menerapkan fitur Geotagging pada tahun ini, setelah diadakan konferensi developer (F8) pada bulan April 2010 nanti seperti yang dilansir oleh New York Times.[bnc]


Filed under: Aplikasi, ICT, Internet, News Tagged: Akses, Facebook, Fitur, Geotagging, Internet, Jejaring Sosial, Layanan, Mikroblogging, Survey, Twitter
Mar 7
Apple iPhone 4G

iPhone 4G by Techtree.com

MENUNGGU hadirnya iPhone 4G sungguh telah menyita jutaan para penikmat gadget untuk menunggu kapan dirilisnya produk besutan Apple ini dipasarkan. Namun Techtree.com telah membeberkan mengenai detailnya perangkat keras ini ke publik lewat situs resminya.

iPhone 4G terbaru ini akan hadir dengan berbagai sentuhan warna baru, selain itu bagian penting berupa kapasitas juga tidak tanggung-tanggung, mulai dari 32GB sampai 64GB.

Untuk layarnya sendiri, iPhone 4G lebih besar dari yang sebelumnya. Dengan menghadirkan layanan video call (dua kamera) juga menjadi gaya tersendiri bagi iPhone serta dilengkapi dengan slot microSD untuk kebutuhan tambahan storage. Tidak hanya itu, kamera yang dibundle mencapai 5MP diperkirakan mampu merekam video dengan kualitas tinggi atau High Definiton (HD).

Yang tentu tidak luput dari iPhone 4G ini, tentunya fasilitas wireless yang membuat pengguna bisa melakukan komunikasi secara mobile dimana saja dan kapan saja. Apple berencana akan mengeluarkan produk terbarunya ini sekitar tahun 2011, walaupun begitu harga masih menjadi rahasia dari ’si putih tipis’ ini.[AK]


Filed under: Aplikasi, Gadget, ICT, Internet, News Tagged: Apple, Gadget, High Definiton, iPhone 4G, Mobile, Video Call, Wireless
Feb 12
internet

Ilustrasi dari kimrichter.com

TAK lengkap rasanya jika memulai aktifitas dunia maya tanpa membuka twitter, berselang beberapa jam muncul beragam link di dunia kicauan tersebut muncul dengan berbagai corak dan latar belakang twitterati. Nah, dari kesekian link yang terjaja dengan bebas itu salah satu adalah konten masalah RPM (Rancangan Peraturan Menteri) Kominfo Tentang Konten Multimedia.

Aksi pun beraksi, begitulah kata yang pantas jika kita menjejaki dunia jejaring sosial atau tepatnya social media di dunia maya. Tak hanya itu saja, sekian pengguna mulai mengawali dengan melakukan penolakan alias boikot dengan trending topic #tolakrpmkonten.

Lalu, jika kita simak secara seksama atau secara sekilas saja mungkin dari RPM Konten ini akan tersirat makna yang lagi-lagi menghalang masyarakat Indonesia untuk bergerak hanya sesuai batas sempit, masyarakat Indonesia itu adalah netter (pengguna Internet) dengan berbagai profesi dan minatnya.

Sehingga timbullah sebuah acuan jamaah netter untuk menolak RPM tersebut. Memang cukup miris, jika dilihat berbagai aturan atawa peraturan selalu mewarnai Demokrasi bangsa Indonesia, terlebih yang menyentuh “masyarakat” Internet.

Kalau memang harus mengikuti negara China yang telah menerapkan sebuah Badan Pengawas Internet, yang memantau berbagai konten yang berada di negaranya, sungguh Indonesia telah membuat murka rakyatnya sendiri. Untuk negeri China sendiri mereka malah menjadikan rakyatnya sebagai bagian dari budaya untuk menjaga konten di Internet.

Atau juga kita perlu membaca lebih lanjut, bagaimana transparansi dalam menjaga teknologi ini secara utuh untuk dapat di gunakan dengan layak oleh semua warga negaranya.

Tidak hanya itu, masyarakat yang sekarang dihadapkan pada masanya era globalisasi dengan penuh tantangan, terlebih dengan adanya teknologi tidak dapat dibendung begitu saja, perlu sebuah pemahaman dari pihak yang betul-betul terkait dengan masalah seperti ini.

Mungkin ini saja mukaddimah atau sekalian penutup dari saya tentang #tolakrpmkonten, semoga ada manfaatnya atau bisa dibaca ulasan dari Pozan Matang atau tulisan narablog lainnya yang bisa anda dapatkan secara bebas dimesin cari Google.


Filed under: Blogger, Blogging, ICT, Internet, News, Politisasi Tagged: #tolakrpmkonten, Blogger, Boikot, Demokrasi, Depkominfo, Indonesia, Internet, Konten, Menteri, Multimedia, Teknologi
Feb 11
google buzz

Ilustrasi oleh Google

TIDAK mau ketinggalan dengan para pengembang jejaring sosial lainnya, seperti Facebook dan juga microblogging Twitter, kini membuat Google beradu inovasi dengan meluncurkan sebuah web jejaring sosial yang diberi nama Google Buzz.

Google yang dikenal sebagai mesin pencari terbesar di dunia ini, mencoba untuk menarik minat netter dengan mengandalkan Buzz (nada chat di YM, -red), selain itu kehadiran Google Buzz memang lebih ke media jejaring sosial di bawah layanan Gmail. Langkah yang diambil Google memang terkesan berani dan kreatif untuk menyaingi kompetitornya.

Kemudahan yang ditawarkan produk terbaru Google Buzz ini juga mendukung berbagi tulisan/status, foto dan juga tautan video. Semua kegiatan itu dapat dilakukan oleh pengguna dengan memanfaatkan account Gmail tanpa harus melakukan setingan lainnya.

Menurut data yang dilansir oleh ComScore, saat ini layanan penyedia web email Google, yakni Gmail masih menempati urutan 3 setelah posisi 1 dan 2 ditempati oleh Hotmail milik Microsoft dan juga Yahoo! Mail.

Beberapa fitur yang Google Buzz tawarkan pada layanan jejaring sosialnya ini antara lain Auto-Following yang membolehkan seseorang membuat sebuah jaringan tersendiri tanpa harus perlu mem-follow kembali orang-orang lainnya. Kemudian juga integrasi Gmail yang tetap masih digunakan yang terhubung ke ke aplikasi lainnya seperti Picasa, Google Reader, Flicker bahkan juga Twitter.

Tidak hanya itu saja, Google Buzz juga melengkapi dengan konsep perpaduan antara Facebook dan Twitter, sehingga kita bisa dengan mudah melakukan sharing dengan memanfaatkan layanan perpaduan tersebut. Selain itu pemanfaatan inbox di item Buzz juga dimanfaatkan oleh Google sebagai media notifikasi jika ada konten-konten yang mungkin menarik bagi pengguna.

Dan fitur terakhir yang paling diperhitungkan tentunya oleh Google Buzz adalah fitur mobile akses, dimana pengguna bisa melakukan interaksi dimana saja dengan menggunakan perangkat keras ponsel atau smartphone (alat komunikasi canggih) lainnya. Untuk mencoba jejaring sosial Google ini bisa diakses lewat buzz.google.com yang nantikan akan diredirect ke halaman mail.google.com. Selamat mencoba![AK]


Filed under: Aplikasi, ICT, Internet, News Tagged: Facebook, Following, GMail, Google, Google Buzz, Jejaring Sosial, Microblogging, Teknologi
Feb 5

Facebook Berbayar

Posted by Aulia

f**kbook owner banned

Ilustrasi dari Pemilik Group

ENTAH siapa yang memulai, atau memang kekurangan informasi. Pernah saya membuat tulisan tentang isu tersebut yang berisikan berita pembohongan publik (jamaah facebookiyah) terkait dengan diberlakunya pembayaran untuk mengakses Facebook pada bulan Juli 2010 mendatang.

Dibalik itu semua, saya sempat berpikir group tersebut (protest group, -pen) memang hanya semata dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dengan mencoba mengirimkan email setelah melakukan klik pada link yang diberikan pada group tersebut (lebih lengkap baca link di atas).

Hari ini, saya mendapat sebuah kiriman untuk mendukung sebuah group dengan tulisan lantang bertuliskan “KAMI TIDAK MAU BAYAR 150ribu/bln FAEEBOOK /JuliI 2010 (butuh1 JUTAmember)“, cukup lucu dan aneh dan saya langsung melihat pesan dari gambar profile yang seperti sang pembuat group ini sangat getar getir dan terburu-terburu dalam membuatnya, salah satu kejanggalan terlihat dari nada tulisan huruf kapital yang menyatakan rasa pengesalan terhadap isu tersebut.

Padahal jika sang pembuat group itu jeli dengan dunia jejaring sosial, mungkin group itu tidak akan terjadi. Namun, saya menyangkal baik atas niat sang pembuat group tersebut, karena apa pun cerita pengguna jejaring sosial di Indonesia (Facebook, -pen) saya rasa masih sangat minim kontrol sosialnya (pengikut trend saja), hal ini terbukti dan terlihat jelas bahwa fansnya mencapai 120 ribu orang lebih.

Bahkan tidak bisa ditampik, pengguna Facebook di Indonesia menjadi maniak update status yang bisa mencapai stadium tertentu bahkan orang depresi. Padahal begitu banyak berita yang beredar seputar Facebook yang patut dicermati oleh semua orang, kadang orang mengeluh “facebook saya dihack” atau juga “saya tidak bisa login facebook lagi” dan masih banyak lainnya.

Pesan moral yang ingin saya sampaikan sebenarnya sederhana, jangan terlalu menggebu dengan isu yang sudah jelas adanya (update berita, jangan hanya update status, -pen), contohnya group di atas yang sangat tidak relevan sebenarnya tidak perlu ada dan malah dengan membuat group demikian pihak pengelola Facebook malah akan mempertimbangkan isu tersebut untuk bisa direalisasikan (dan tentu ini tantangan jejaring sosial lainnya).

Fakta yang ada sekarang jejaring sosial sekaliber Facebook telah mampu mengalahkan mesin pencari (search engine), tapi tidak pernah mesin mencari ‘semantap’ mbah gugel melakukan privatisasi berbayar kepada penggunanya. Malah diprediksikan tahun 2014, Facebook akan mengusur yang namanya fasilitas email (surel, -pen) dan masih banyak lainnya.

Semoga tulisan ini menjadikan pengguna jejaring sosial di Indonesia bisa lebih memahami pentingnya jejaring sosial itu sendiri, sehingga tidak terjerumus ke dalam hal-hal negatif (pornografi, prosititusi, cyber traffiking, dsb). Sehingga kita bisa mengharapkan nantinya lahir pengguna Internet Indonesia yang sehat lahir dan otaknya.

~ Sebelumnya, mohon maaf bila ada kata-kata tidak berkenan. Padahal tidak mau posting masalah jejaring sosial untuk saat ini, karena sikon seperti itu demi menjaga teman-teman semua, akhirnya saya posting juga. Update terakhir dari kawan @koprol mengatakan ada ‘joke’ lucu di group Facebook lainnya – I’m so glad I got Facebook Gold(tm).


Filed under: Aplikasi, Hacking, ICT, Internet, News, Renungan Tagged: Berbayar, Bisnis, Cyber Crime, Email, Facebook, Fans Page, Groups, Informasi, Jejaring Sosial, Teknologi, Trend
Feb 1
avatar

Image by sumutcyber

SEKUEL ternama film “Titanic” hasil besutan dari sutradara James Cameron (55) ternyata terkalahkan juga dengan produksi film terbarunya yang berjudul “Avatar” dengan mengangkat sisi sci-fi yang mengambil latar tiga dimensi (3D) yang baru dilepas akhir tahun 2009 yang lalu.

Film “Avatar” yang mengangkat cerita pertualangan bangsa Na’vi dengan setting pada tahun 2154 yang berada di sebuah planet bernama Polyphemus disebuah tata surya Alpha Centauri. Bangsa Na’vi yang memiliki ciri berwarna kulit biru gelap akhirnya kedatangan sebuah angkatan bersenjata laut dari Amerika untuk menjalani program ke bangsa Na’vi.

Kesuksesan film “Avatar” tidak hanya di negeri Hollywood sana, bagi rakyat China juga membawa sebuah perubahan yang bisa menyihir negera komunis tersebut. Provinsi Hunan yang akhirnya mengambil kesimpulan untuk mengganti nama suatu pegununungan di wilayah mereka. Pergantian nama pegunungan tersebut juga dilibatkan dalam sebuah seremonial yang berlansung pada Senin (26/1) dengan memberi nama “Gunung Avatar Hallelujah” yang sebelumnya bernama “Barisang Langit Selatan”.

Penduduk di Hunan terinspirasi pada film “Avatar” di sebuah gunung terapung yang bernama “Gunung Hallelujah”, sehingga membuat Pemerintah Hunan yakin bahwa dengan pergantian nama tersebut, bisa menarik jumlah wisatawan sebagai penghasilan tambahan daerah mereka.

Dalam situs resmi pemerintah Zhangjiajie, seperti yang dikutip oleh televisi NBC, gunung terapung “Hallelujah Mountains” dalam film box office “Avatar” justru terinspirasi oleh “Barisan Langit Selatan” setelah seorang fotografer Hollywood menjadikan gunung dengan pemandangan indah tersebut sebagai objek pemotretan pada 2008.

Di China sendiri film versi 3D yang disutradarai Cameron, lelaki asal Kanada kelahiran 16 Agustus 1954 ini juga menjadi bagian untuk mengisi musim liburan tahun baru 2009 yang lalu serta bisa meraup keuntungan US$80 juta.

Lain lagi di Tokyo, sebuah perusahaan yang bergerak di pembuatan film 3D, Arisawa Manufacturing juga bakal berpeluang untuk meraup keuntungan tahun depan. Pasalnya penjualan perusahaan tersebut di awal tahun fiskal tanggal 1 April 2010 nanti bakal mencapai US$ 27,7 juta atau sekitar 2,5 miliar. Sementara itu, Arisawa juga yakin dalam dua tahun mendatang bisa mencapai 7 miliar.

Lahirnya film-film saat ini dengan berteknologi 3D menjadi awal bagi sebuah terobosan baru dalam dunia perfileman layar lebar, terlebih lagi grafis yang dihadirkan merupakan high definition (HD) serta animasi komputer yang cukup canggih.

Diharapkan kedepan, layar lebar film-film dunia bisa menerapkan teknologi 3D untuk menjadi sebuah standar format yang harus ada, sehingga masalah melawan hukum seperti pembajakan bisa diminimalisir mengingat keberadaan teknologi 3D tak bisa dinikmati secara murah dan gampang di ruang teater rumah.[AK/berbagai sumber]


Filed under: ICT, News Tagged: 3D, Avatar, Bioskop, Box Office, High Definition, Hollywood, James Cameron, Layar Lebar, Teknologi, Titanic
Jan 28

Blog dan Jejaring Sosial

Posted by Aulia

jejaring sosial

Ilustrasi oleh hellotxt.com

MELEJITNYA pengguna jejaring sosial belakangan ini di Indonesia memang sungguh luar biasa, mulai dari anak kecil meranjak ABG (anak baru gede) sampai orang-orang dewasa meranjak tua renta.

Tidak hanya itu, sampai gejala alay pun banyak mengidap bagi sebagian besar orang-orang pengguna jejaring tersebut baik via social networking maupun microblongging.

Lalu, apa hubungan dengan blog? apakah kehadiran jejaring sosial membuat blog kian terpinggirkan atau sebaliknya malah memberikan nilai lebih bagi seorang narablog.

Belajar dari pengalaman, sebenarnya banyak hal yang didapatkan dengan berinteraksi dengan jejaring sosial, tentu bukan saja dengan Facebook yang trend saat ini melainkan juga dengan berbagai layanan lainnya yang hadir dengan berbagai fitur yang ditawarkan oleh masing-masing media tersebut.

Jika banyak orang tergoda dan terjerumus dalam satu jejaring saja, misalnya Facebook, maka Facebook juga sudah memfasilitasi dengan fitur note, sehingga seseorang akan dengan leluasa untuk menulis ide dan tulisannya dalam note tersebut, walaupun kadang fasilitas ini tidak banyak digunakan oleh pengguna Facebook. Karena dari hasil pengamatan, pengguna Facebook lebih terarah pada bagian fitur update status ketimbang fitur lainnya yang bisa dimanfaatkan lebih efektif dan efisien.

Bagi seseorang yang doyan update status, apalagi dengan frekuensi yang sangat ‘padat’, mungkin Twitter (microblogging) atau sejeninya merupakan jejaring yang cocok bagi seorang addict status updater (istilah lokal nih).

Ada hal menarik juga dari sebuah riset, bahwa seorang Facebooker hanya dapat mengingat 150 orang temannya, seperti yang dikemukan oleh Robin Dunhar, Oxford University. Hal ini tentu berkaitan dengan otak yang disebut neocortex.

Kesimpulannya, memanfaatkan jejaring sosial dengan efektif dan efisien akan memberikan nilai lebih dengan blog kita, selain bisa menjalin komunikasi secara dua arah, tentu memberikan nilai lebih lainnya. Ada baiknya anda mencoba dengan jejaring sosial yang menerapkan fitur update secara otomatis, tidak terpaku pada satu jenis saja, jadi cobalah dengan  layanan yang ada.[]



Filed under: Aplikasi, Blogger, Blogging, ICT, Internet Tagged: ABG, Alay, Blog, Facebook, Fitur, Jejaring Sosial, Microblogging, Narablog, Neocortex, Note, Status, Twitter, Update
Jan 21

Kejahatan Dunia Perbankan

Posted by Aulia

cyber crime

Ilustrasi oleh computersafetytips

MELIHAT fenomena yang ada disekitar kita, ternyata cukup rawan dengan berbagai tindak kejahatan. Jika modus penipuan melalui undian telah biasa, kini giliran dunia perbankan yang menjadi isu tangan-tangan jahil tidak bertanggung jawab.

Walau terkesan saya telat informasi, ternyata dunia kejahatan di perbankan jauh hari sudah santer diperdengungkan oleh para nasabah. Ada beberapa poin yang ingin saya kemukakan dan berbagi bersama rekan-rekan netter semua terkait isu dan gejala yang saat ini berjalan.

Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa bank itu terdiri dari milik swasta dan pemerintah, apalagi bank century (no politik). Semalam ketika saya mendengar sebuah radio dipagi buta bahkan ayam pun belum berkokok, sang penyiar membawa acara tentang kejahatan di ATM (Anjungan Tunai Mandiri).

Nah, dari acara tersebut yang konon tidak banyak orang yang mendengar, pada malam hari menjelang pagi buta, banyak hal-hal yang menarik untuk disimak dari para pendengar seperti kasus pembobolan rekening melalui ATM dengan cara yang sangat unik dan cukup canggih. Tentu ini telah merujuk pada kejahatan kriminal alias cyber crime tentu bila ketahuan akan terjerat UU ITE.

Jika kita melakukan pembukuan disebuah bank tertentu, yang terbagi dari Kantor Pusat, Kantor Cabang Pembantu, Kantor Cabang Unit sampai dengan Kantor cabang di pedesaan. Ternyata tidak semua bank yang berada di unit pedesaan, sebutlah begitu memiliki jaringan yang terhubung ke pusat alias daring (online). Dari sinilah, kehatian-hatian dari setiap calon nasabah patut diperhatikan sebelum menjurus ke hal-hal yang lebih runyam.

Tidak bisa disangkal juga bahwa, banyak juga permainan  pihak dalam di kantor cabang/unit yang tanpa memiliki koneksi (online) ke pusat bisa mempermainkan isi tabungan rekening kita. Ingat, setiap kejahatan bisa terjadi kapan dan dimana saja bahkan dalam sebuah instansi seperti perbankan ini dan disinilah dibutuhkan sebuah kepercayaan antara bank dan nasabah.

Kasus menarik lainnya, ada cerita bahwa seorang office boy (OB) sebuah bank mengaku bisa menarik sejumlah uang dari rekening orang lain dengan memanfaatkan kartu ATM yang ada (ini salah satu pengakuan dari OB).

Banyak istilah yang beredar bahwa teknik kejahatan yang dilakukan melalui skimming, hijacking via mobile banking atau mungkin bisa juga dengan teknik tradisional dengan memanfaatkan orang dalam di bank tersebut.

Sudah lama, beberapa ATM telah menganjurkan bagi para pengguna untuk menggantikan PIN dengan 6 digit standard dari sebelumnya 4 digit. Namun, dibeberapa pihak mengharapkan model akses PIN ini tidak diterapkan lagi, melainkan diganti dengan cara sidik jari (fingerprint). Tapi belum dapat dipastikan juga bahwa teknik sidik jari juga bisa dibobol melalui metode lainnya.

Begitulah kisah-kisah yang terjadi, lagi-lagi nasabah menjadi tumbalnyanya. Selain dibutuhkan keseriusan pemerintah dan juga bank yang terkait, ini juga merupakan berkembangkan teknologi yang tidak dapat disalahkan begitu saja.

Kejahatan yang terjadi memang tidak pernah terpikirkan oleh kita, ketika teknik ini tidak bisa lagi, tentu si tangan jahil bakal mencari teknik lainnya. Bahkan banyak sekali video-video di internet beredar tentang bagaimana cara melakukan kejahatan, walaupun terkadang isu terkesan trik atau tips yang tentunya bisa merugikan pihak lain.

Akhir kata, sering-seringlah ke bank untuk mencetak isi buku rekening anda dan perlu diingat apakah bang tersebut terhubung secara online. Jika tidak, ada baiknya anda mempertimbangkan lagi untuk menabung di bank tersebut.

Semoga teknologi yang semakin canggih, tidak membuat orang enggang menabung ke bank, atau mau lebih aman tabung di rumah dan masukkan uang ke bambu atau dalam peti (kembali ke masa dulu). So berhati-hatilah para nasabah.[]


Posted in Hacking, ICT, Internet, News, Santai
Jan 15
jejaring sosial

Ilustrasi oleh muslimdaily.net

BERBICARA tentang jejaring sosial (social networking) siapa yang tidak mengenalnya baik batas usia maupun profesi, mulai dari anak SD sampai seorang profesor pun tahu, kecuali bagi orang-orang yang belum mendapatkan akses dan jangkauan untuk berinteraksi dengan dunia maya, mungkin itu sedikit tidak akan begitu populer dengan mereka.

Tidak hanya mengumpulkan teman atau berbagi informasi, trend jejaring sosial setidaknya sekarang mengubah pola hidup sosial sebagian besar penggunanya (penduduk dunia).

Memang membawa keberkahan bagi sebagian besar perusahaan yang menyediakan layanan sosial tentu akan bertambah saingan yang bakal mereka hadapi. Banyak sekali media yang kadang selalu mengekspos sisi-sisi baik, dimana jejaring sosial mampu menumbuhkan brand, promosi alternatif bahkan bisa menjadi modal utama dalam memajukan sebuah usaha.

Dibalik itu semua memang sungguh tragis kejadian dengan lahirnya media jejaring sosial seperti Facebook, Friendster, MySpace dan lain-lainnya. Untuk Indonesia sendiri misalnya, pengguna Facebook menempati urutan ke 7 dengan jumlah 11 juta orang lebih member seperti yang dilansir oleh checkfacebook.com.

Kembali pada trend tadi, berbagai koneksitas yang tercipta dengan jejaring sosial membuat orang kadang merubah aktifitas kesehariaannya. Yang sehari-sehari membaca koran baik secara daring maupun nyata malah membuka Facebook sebagai menu utama untuk melihat respon dan lain sebagainya (contoh kecilnya dan masih banyak kebiasaan lainnya).

Lain lagi dengan dunia sosial yang nyata terjadi saban hari, baik dari kerangka sosial bahkan sampai menyentuh sisi kriminal (cyber crime) Facebook juga menjadi alasan utama. Menggalang solidaritas dunia maya juga tidak kalah ketinggalan bahkan bisa diwujudkan melalui dunia nyata serta ini menjadi kekuatan dari jejaring sosial.

Dengan berbagai fasilitas dan fitur yang dimiliki Facebook, terbukti mengalahkan pengawalnya Friendster, ini membuktikan pengembang Facebook mengetahui trik dan tips dimana orang akan segera bermigrasi untuk mencari kenyamanan dengan jejaring sosial yang dimilikinya.

Sedikit ilustrasi seperti di bawah ini, setiap orang bisa menggunakan jejaring sosial dengan aktif  serta memperhatikan rambu-rambu yang ada:

social network

Ilustrasi oleh Intersection Consulting

Namun, fakta sebaliknya pengguna jejaring sosial dewasa ini lebih terkenal hanya mengenal trend saja atau sering disebut ikut-ikutan sehingga banyak lahir generasi alay. Banyak juga yang bahkan melupakan kode etik atau etika dalam menjalin sebuah pertemanan dan berbagi informasi.

Lagi-lagi, berbagai kasus pelecehan baik secara langsung maupun tidak kerap juga mewarnai di dunia jejaring sosial belakangan ini.

Akhir-akhir desember tahun lalu, Mark Zuckerberg menyebutkan bahwa perubahan privasi di Facebook dengan alasan untuk menyesuaikan dengan norma sosial. Normal sosial yang bagaimanakah ini?, patut menjadi pertanyaan bahwa norma sosial dunia maya dan dunia nyata mungkin jauh berbeda. Atau memang ini usaha dari Mark dalam meraup keuntungan untuk bisnisnya itu.

Karena banyak ditemukan di Facebook, privasi pengguna ‘terobral’ begitu saja tanpa diketahui oleh si pemiliknya. Sehingga, pihak pengelola Facebook pun membuat sebuah pemberitahuan untuk merubahnya, hal tersebut juga sering membuat pengguna jarang menghiraukannya.

Jadi, semuanya ada ditangan anda dalam mempergunakan kebutuhan teknologi yang ada. Jangan sampai kecanggihan yang ada membuat bumerang dalam interaksi sosial dan tetap berhati-hati dan waspada dalam menggunakannya serta jangan terlalu manja/alay dengan jejaring sosial terutama Facebook.[]


Posted in Aplikasi, ICT, Internet, News, Santai Tagged: Bisnis, Brand, Cyber Crime, Dunia Maya, Informasi, Jejaring Sosial, Mark Zuckerberg, Social Network, Sosial, Teknologi, Trend
Jan 1

Awal Tahuni Ini

Posted by Aulia

new year

Ilustasi oleh ciril.deviantart.com

KALAU anda sempat membaca judul postingan terakhir saya “Akhir Tahun Ini“, maka pada kali ini saya akan menulis tentang Awal Tahun Ini. Tulisan ini sebagai bentuk keadilan, toh biasanya orang menyebut ada awal pasti ada akhir dan kenyataannya kini terbalik. Dimana saya memulai dengan kata akhir dan mengakhiri dengan kata awal (jangan pusing dengan kata-kata saya).

Sebut saja namanya Alex Kurt Cobain, seorang blogger yang suka dengan bermain kata-kata dari sudut kampung entah kota disana. Ketika saya merambah ke blog handai taulan tersebut, saya menemukan judul postingan dengan kata Januari dan itu bukan judul lagu atau pun sebuah syair merdu.

Nah, lalu apa yang akan saya bicarakan tentang awal tahun ini. Tentunya tidak muluk-muluk kawan, sebuah tulisan dimana saya harus melihat ke depan jauh lebih baik. Belajar dari yang telah lalu baik di dua dunia berbeda sungguh terasa dan tidak dunia ketiga alias dunia gaib.

Membaca satu, dua komentar dipostingan sebelumnya memang memberikan saya sebuah semangat baru. Seakan aneh, selama ini saya giat melihat dunia blog dan jejaring sosial serasa saya membuka sebuah wawasan baru.

Dimulai dengan dunia blogging, menelusuri penyedia jasa layanan blog gratis dari lokal bahkan sampai internasional dengan berbagai fitur yang tersedia, melihat tingkah member yang memanfaatkan layanan gratis dengan berbagai maksud dan tujuan tertentu bahkan saya dalam sebuah blog lokal menjadi pengkritis dengan niat solutif.

Lain lagi dengan dunia jejaring pertemanan, baik itu yang berbentuk seperti FB, FS, MySpace, Fupei (lokal), dll serta jejaring yang sosial memakai platform mikroblogging seperti twitter, plurk, koprol (lokal), dll. Ternyata beragam informasi bisa kita temukan dari sana.

Kalau pun saya ulas disini, mungkin akan butuh beberapa halaman ibarat menyusun laporan saja sepertinya. Yang jelas dari kedua media yang selama ini saya lihat dengan pertimbangan kecil-kecilan memang cukup berdampak pesat dalam era perkembangan teknologi informasi.

Apalagi dengan adanya layanan internet yang bisa dibilang menyebar dimana-mana bahkan ke pelosok desa serta adanya telekomunikasi yang serba mobile, sehingga bisa terhubung dengan mudah dimana saja kapan saja membuat dunia blogging dan jejaring sosial bakal cukup bertahan lama.

Satu lagi yang perlu kita ketahui, kedua konsep dari layanan tersebut tentu berbeda-beda, selain itu juga dampak (positif dan negatif) yang dihasilkan olehnya juga beragam  baik dari faktor umur serta geografis.

Sekian warta saya untuk melengkapi awal tahun ini, terima kasih atas ide Januari dari handai taulan Alex semoga kapan-kapan saya bisa mengunjungi ‘rumah’ kecil anda di anarkidiri. Buat semuanya salam blogging dan tetapkan semangat baru dalam meraih mimpi!


Posted in Blogging, ICT, Internet, Renungan, Santai Tagged: Blog, Blogger, Blogging, Geografis, Gratis, Jejaring Sosial, Mobile, Social Network, Tahun Baru