hmmm, kerja
Posted by nisaihsani
Ngomong-ngomong, sudah dua minggu terakhir ini saya kerja kantoran, hehe. Secara keseluruhan, rasanya sangat melelahkan, meskipun bukan berarti saya tidak pernah memperhitungkan itu sebelumnya. Tapi untungnya, jadi menemukan banyak hal untuk disyukuri. Misalnya kalau jalanan ga terlalu macet sehingga saya bisa ngejar solat maghrib di rumah, atau kalau jatah makan siang kantor lagi enak, atau kalau ga ada yang bikin emosi di jalanan.
Waktu juga terasa lebih berharga. Kalau dulu baca novel di kamar rasanya udah kaya bernapas, sekarang rasanya jadi saat-saat langka yang disyukuri banget. Otomatis waktu yang dihabiskan untuk memikirkan hidup juga berkurang, wokwokwok.
Yah, mencoba menikmati hidup sebisa mungkin aja deh sekarang. Sesungguhnya, pengalaman pindah-pindah sekolah semasa kecil dulu bukan membuat saya terbiasa, malah membuat saya sangat ga suka menjadi anak baru. Dan ada saat-saat di mana saya menyesali keputusan untuk meninggalkan rutinitas aman sentosa di kampus, tentu saja saya sudah mempertimbangkan hal itu sebelumnya. Tapi, tapi, tapi. Inget kata Musashi aja deh (tapi saya lupa bunyi persisnya).
Jadi. Kemarin saya nonton Alice in Wonderland juga akhirnya. Busuk banget. Sial. Orang-orang itu mencoba mengubah Lewis Carroll jadi CS Lewis kali ya. Kok jadi mirip Narnia.
Kapan-kapan sambung lagi deh, mau ngupdate blog yang satunya dulu, hoho.
Xenosaga
Posted by sagi
Inilah Caranya Bagaimana Kita Bisa Senang Senantiasa
Posted by Charles
Ada satu quote yang membuat saya berpikir. Quote itu adalah quote Arvan Pradiansyah yang saya dapatkan dari sebuah siaran radio. Quote itu berbunyi “If you want to be happy, be happy now!”
Awalnya saya berpikir quote itu hanyalah sebuah tagline yang digunakan oleh Arvan Pradiansyah, seolah-olah setiap motivator harus memiliki tagline-nya sendiri-sendiri. Seperti Mario Teguh yang “super”, Tung Desem Waringin yang “dahsyat”, atau quote “see you at the top” yang digunakan Bong Chandra. Demikian pula seorang Arvan Pradiansyah menggunakan tagline “If you want to be happy, be happy now!” dalam programnya: “Smart Happiness”.
Saya tidak tahu mengapa Arvan Pradiansyah memilih menggunakan quote tersebut. Tetapi, saya melihat ada kebenaran dari quote tersebut. “If you want to be happy, be happy now!” Ya… Jika kamu ingin menjadi senang, menjadi senanglah sekarang! Atau, dengan kata lain, kesenangan adalah suatu pilihan yang dapat kita pilih setiap saat. Kitalah yang menentukan apakah kita akan menjadi senang atau tidak, bukan lingkungan kita.
Banyak orang yang menggantungkan kesenangannya pada apa yang terjadi pada dirinya. Jika saya mendapatkan untung banyak, saya akan menjadi senang. Ketika suatu saat dia rugi, dia tidak bisa senang lagi.
Suatu hari, saya dan beberapa teman saya ingin menonton sebuah film di bioskop. Seorang teman saya yang membelikan tiket untuk kami. Ternyata, karena banyaknya penonton yang ingin menonton film itu, tinggal tersisa dua baris kursi terdepan. Bagi yang pernah menonton bioskop pasti tahu bahwa baris-baris terdepan adalah baris-baris yang paling tidak enak untuk menonton film. Namun, apa boleh buat, teman saya pun membeli tiket untuk kursi-kursi yang ada di baris kedua dari depan tersebut.
Selanjutnya, ketika teman saya yang membeli tiket ini memberitahu teman-teman yang lain bahwa kami harus duduk di baris depan, berbagai respon pun muncul. Ada yang menyalahkan dia kenapa dia tetap membeli tiket, ada yang mengumpat, ada yang marah-marah, dan ada yang diam saja. Intinya, sebagian besar dari mereka merespon negatif terhadap berita ini. Mereka sudah yakin mereka tidak akan senang menonton film itu. Kenapa? Karena mereka membiarkan lingkungan mereka yang mengontrol kesenangan mereka. Mereka sudah menetapkan bahwa mereka akan senang kalau filmnya bagus dan mereka dapat menonton dengan enak dari baris belakang.
Lalu, bagaimana seharusnya meresponi kabar buruk tersebut? Menurut saya, akan sangat baik kalau kita menetapkan “apa pun yang terjadi pada saya, saya akan selalu mencari hal positif dari peristiwa itu, dan hal itu akan membuat saya senang”. Saya yakin, di setiap peristiwa buruk pasti ada hal positif yang bisa diambil. Contohnya, pada kasus di atas, bisa saja hal positifnya adalah pengalaman duduk di bagian depan bioskop yang mungkin suatu saat nanti bisa diceritakan ke teman-teman kita.
Jadi, kesenangan itu adalah sebuah pilihan, dan kita dapat memilih secara sadar apakah kita akan senang atau tidak senang. Saya memilih untuk senang, dan mengambil hal positif dari segala hal yang terjadi dalam hidup saya. Bagaimana dengan Anda?
Akhir-akhir ini :p
Posted by icetea
Sebenernya banyak cerita sih, yah berhubung udah lama gak ngupdate blog lagi,,ihihi. Tapi sepertinya akan menceritakan yang terakhir terjadi aja, tentang persahabatan dan pengendalian emosi :p (Lagi sotoy nih kayanya,,haha)
Hum, Sahabat?? Bukankah sahabat itu teman berbagi suka-duka, teman penghibur hati yang sedang bimbang, sedih, dan ketika merasa terbuang? (lebay :p), sekaligus teman yang bersedia berbagi kebahagiaannya? Apakah salah jika seorang sahabat mengingatkan kesalahan sahabatnya sendiri?
Sekarang ini sedang menunggu sahabat yang sedang marah untuk meredam emosinya dan mulai berpikir kenapa kita semua melakukan itu. Saya pribadi tidak ingin dy menjauh dari kita, hanya ingin dy tidak dibenci oleh semuanya. Mungkin dy sendiri tidak mengetahui kalau selama ini semua yang dy kira baik-baik saja ternyata enggak, banyak yang dipendam oleh sahabat lainnya. Hiks, saya tidak ingin dy dibencii makanya kita melakukan hal itu, maafkan saya kalau cara kita kurang baik. Tapi menurut saya pribadi sih, itu cara yang baik karena dy pun sering melakukan itu kalau yang lain memiliki kesalahan :p. Yaa, sekarang cuma bisa berdoa semoga persahabatan itu tetap seperti adanya dan membuat masing-masing dari kita menjadi diri yang lebih baik lagi
~tadinya mau cerita panjang, tapi kayanya ko merasa tidak harus dijabarkan disini yaa :p
Oh iya, sekarang ini saatnya fokus, hihi..Berniat menyerah pada salah satu hal yang sedang diikuti sekarang, mudah-mudahan dengan itu bisa jadi lebih fokus. Harus bisa…!!!!!!!!!! (sepuluh pentung :p) ohoho
Yak, sekarang jadinya ikutan Indonesia Berprestasi aja :p
Say what you do
Posted by icetea
“Hai orang-orang yang beriman, kenapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat? Amat besar kemurkaan di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat”
(Ash-Shaff:2-3)
:p
~saya pun masih belajar untuk tidak seperti itu (mengatakan apa yang tidak diperbuat)
Techtree Beberkan Fitur iPhone 4G
Posted by Aulia

iPhone 4G by Techtree.com
MENUNGGU hadirnya iPhone 4G sungguh telah menyita jutaan para penikmat gadget untuk menunggu kapan dirilisnya produk besutan Apple ini dipasarkan. Namun Techtree.com telah membeberkan mengenai detailnya perangkat keras ini ke publik lewat situs resminya.
iPhone 4G terbaru ini akan hadir dengan berbagai sentuhan warna baru, selain itu bagian penting berupa kapasitas juga tidak tanggung-tanggung, mulai dari 32GB sampai 64GB.
Untuk layarnya sendiri, iPhone 4G lebih besar dari yang sebelumnya. Dengan menghadirkan layanan video call (dua kamera) juga menjadi gaya tersendiri bagi iPhone serta dilengkapi dengan slot microSD untuk kebutuhan tambahan storage. Tidak hanya itu, kamera yang dibundle mencapai 5MP diperkirakan mampu merekam video dengan kualitas tinggi atau High Definiton (HD).
Yang tentu tidak luput dari iPhone 4G ini, tentunya fasilitas wireless yang membuat pengguna bisa melakukan komunikasi secara mobile dimana saja dan kapan saja. Apple berencana akan mengeluarkan produk terbarunya ini sekitar tahun 2011, walaupun begitu harga masih menjadi rahasia dari ’si putih tipis’ ini.[AK]
Filed under: Aplikasi, Gadget, ICT, Internet, News Tagged: Apple, Gadget, High Definiton, iPhone 4G, Mobile, Video Call, Wireless
Test
Posted by sagi
pa href=”http://sagiarsyad.com/upload/2010/03/eduportalwiki1.jpg”img style=”border-bottom: 0px; border-left: 0px; display: inline; border-top: 0px; border-right: 0px” title=”eduportalwiki” border=”0″ alt=”eduportalwiki” src=”http://sagiarsyad.com/upload/2010/03/eduportalwiki_thumb1.jpg” width=”452″ height=”375″ //a /p phello/p
Buatlah Hal Itu Semudah Mungkin untuk Dilakukan
Posted by Charles
Seringkali, kita tidak termotivasi melakukan sesuatu karena kita menganggap pekerjaan itu terlalu rumit untuk dilakukan. Hal itu membawa kita kepada banyak pertimbangan, dan membuat kita sulit untuk memulai.
Tapi, bagaimana jika pekerjaan itu adalah pekerjaan yang mudah dan sederhana? Kita akan lebih mudah untuk memulai tanpa banyak pertimbangan yang kadang tidak masuk akal. Kita akan melakukannya segera, karena pekerjaan itu cukup mudah untuk kita lakukan.
Oleh karena itu, saya belajar, untuk membuat saya termotivasi melakukan suatu pekerjaan besar, bagilah pekerjaan tersebut menjadi pekerjaan-pekerjaan kecil yang sederhana, yang membuat saya memulai mengerjakannya dengan segera.
Rencana Evaluasi Blog
Posted by Charles
Dua bulan sudah berlalu sejak saya bertekad untuk menulis secara rutin di blog ini. Selama dua bulan itu, sudah lebih dari 60 tulisan baru yang saya bagikan di blog ini. Jumlah itu jauh lebih banyak dibandingkan jumlah tulisan di blog saya sepanjang tahun 2009, yang hanya berisi 26 tulisan.
Dua bulan yang lalu, saya begitu semangat dalam membagi ide-ide, opini, dan inspirasi-inspirasi yang saya dapatkan. Saat itu, rasanya begitu banyak tulisan yang ingin saya bagikan. Sampai-sampai, saya memutuskan untuk meng-update blog ini setiap hari.
Kini, sebenarnya masih banyak ide-ide dan pemikiran saya yang ingin saya bagikan. Namun, waktu untuk menuangkan ide-ide itu ke dalam tulisan menjadi semakin terbatas. Saya merasa, jika saya terlalu memaksakan untuk menulis, saya menjadi lebih merasa tertekan untuk menulis dibandingkan menikmati waktu-waktu menulis saya. Dan, itu dapat mempengaruhi kualitas-kualitas tulisan saya.
Beberapa blogger yang pernah mengalami hal ini, atau yang sedang kehabisan ide menulis, memilih untuk hiatus. Hiatus di sini maksudnya adalah seperti “beristirahat sejenak” dari dunia per-blog-an, berusaha mengumpulkan semangat dan ide-ide baru. Saya pun pernah hiatus dari blog ini selama beberapa bulan sejak pertengahan hingga akhir tahun 2009 lalu.
Tidak, saya tidak akan hiatus saat ini. Masih banyak ide-ide dan inspirasi yang ingin saya bagikan dalam blog ini, yang masih ada dalam kepala saya, menunggu dituangkan dalam bentuk tulisan. Tapi, saya mulai memikirkan untuk mengurangi frekuensi update blog ini, dari setiap hari, menjadi seminggu sekali atau seminggu dua kali.
Semoga ini tidak menjadi alasan saya untuk tidak menulis. Kadang, kita memang harus dipaksa untuk dapat melakukan sesuatu, tapi untuk melakukan sesuatu yang hebat, kita harus melakukannya dengan senang hati.
So, saya akan mengevaluasi blog ini kembali, dan saya akan mengabarkan keputusan saya di blog ini hari Sabtu nanti, tentang akan saya bawa ke mana blog ini, dan frekuensi update yang baru.
Jika Anda punya masukan untuk blog saya, silakan berikan dalam kolom komentar. Bagaimana pendapat Anda tentang blog ini selama dua bulan terakhir ini? Tulisan-tulisan apa yang Anda sukai? Atau apapun juga… Saya akan sangat menghargainya dan itu juga akan menjadi bahan pertimbangan dan evaluasi saya.
Terima kasih.
Pekerjaan Linear dan Pekerjaan Eksponensial
Posted by Charles
Waktu menunjukkan pukul setengah satu siang ketika ayah saya sibuk mencari sebuah brosur di ruang kerjanya. Dia harus segera pergi untuk bertemu klien jam 2 siang itu. Ruang kerja itu sebenarnya tidak terlalu besar, tetapi penuh dengan tumpukan-tumpukan kertas yang tidak tertata rapi. Setelah menghabiskan waktu selama kurang lebih 15 menit dan mencari di tiga sudut berbeda, ayah saya masih belum dapat menemukan brosur yang dicari tersebut. Saya mulai mencoba membantu, tetapi nampaknya tidak banyak berguna karena saya pun tidak tahu wujud dari brosur itu.
Ayah saya mulai mengingat-ingat kembali, membongkar lemari, membuka kardus-kardus, dan memeriksa map-map yang ada. Tapi, brosur itu masih belum terlihat, setidaknya sampai ayah saya mencari di tengah salah satu tumpukan kertas yang tingginya mencapai setengah badan saya di pojok ruangan. Wujud brosur itu terlihat sekilas di tengah-tengah tumpukan. Ayah saya menjadi lebih lega. Tumpukan itu dibongkar, dan brosur itu akhirnya ditemukan juga. Lebih dari setengah jam waktu telah dihabiskan untuk mencari sebuah brosur. Waktu yang sebenarnya dapat dikurangi hingga kurang dari satu menit jika brosur-brosur itu telah ditata dengan rapi.
Kejadian itu yang membuat saya berpikir mengenai sebuah konsep tentang pekerjaan yang saya namakan “pekerjaan linear” dan “pekerjaan eksponensial”. Saya tidak akan membahas definisi dari “pekerjaan linear” dan “pekerjaan eksponensial”. Saya yakin, Anda dapat memahami konsep ini dengan lebih sederhana melalui contoh-contoh. Jangan pula terlalu dipusingkan tentang namanya, karena penamaan itu saya buat hanya untuk memudahkan penyebutan saja.
Dalam kasus di atas, “pekerjaan linear”-nya adalah “mencari brosur”. Sedangkan, “pekerjaan eksponensial”-nya adalah “merapikan brosur-brosur yang ada sehingga menjadi mudah dicari”.
“Belajar” adalah pekerjaan linear. “Belajar cara belajar yang efektif dan efisien” adalah pekerjaan eksponensial.
“Membajak sawah” adalah pekerjaan linear. “Menciptakan/membeli traktor untuk membajak sawah” adalah pekerjaan eksponensial.
“Mengerjakan suatu pekerjaan” adalah pekerjaan linear. “Melatih banyak orang untuk melakukan pekerjaan itu untuk Anda” adalah pekerjaan eksponensial.
“Menyalin selembar artikel sebanyak 10 kali” adalah pekerjaan linear. “Mengetik artikel tersebut sekali, dan mencetaknya 10 kali” adalah pekerjaan eksponensial.
“Menceritakan isi pikiran Anda kepada banyak orang” adalah pekerjaan linear. “Menuliskan isi pikiran Anda di dalam blog di Internet yang dapat diakses banyak orang” adalah pekerjaan eksponensial.
“Menghitung” adalah pekerjaan linear. “Menciptakan/membeli kalkulator” adalah pekerjaan eksponensial.
“Mengangkat barang dari lantai 1 ke lantai 4” adalah pekerjaan linear. “Menciptakan/membeli, serta memasang katrol untuk mengangkat barang tersebut dari lantai 1 ke lantai 4” adalah pekerjaan eksponensial.
Daftar di atas dapat terus dikembangkan dengan contoh-contoh Anda sendiri…
Nah, sekarang apakah Anda sudah memahami apakah “pekerjaan linear” dan “pekerjaan eksponensial” yang saya maksudkan dari contoh-contoh di atas? Intinya, pekerjaan yang perlu Anda lakukan yang bersifat berulang biasanya adalah “pekerjaan linear”, seperti belajar, mencari uang, menghitung, dll. Sedangkan, “pekerjaan eksponensial” adalah suatu pekerjaan yang dapat membuat pekerjaan linear dapat dilakukan dengan jauh lebih mudah. Jika pekerjaan eksponensial ini telah dilakukan, setiap pekerjaan linear akan dapat dilakukan puluhan kali, ratusan kali, bahkan ribuan kali lebih mudah dan lebih cepat dibandingkan sebelumnya.
Sekarang Anda bayangkan, brosur yang sudah tersusun rapi di dalam lemari. Mencari sebuah brosur dapat dilakukan dalam waktu 1 menit. 30 kali lebih cepat dibandingkan sebelumnya (30 menit). Seandainya akan dicari 60 buah brosur, perbandingannya akan semakin jelas, yaitu 1 jam dan 30 jam!
Ada orang-orang yang menyebut “pekerjaan eksponensial” ini adalah “kerja cerdas”. Tipikal dari “pekerjaan eksponensial” adalah dibutuhkan otak/kecerdasan untuk memikirkan bagaimana “pekerjaan linear” dapat dilakukan dengan jauh lebih mudah, cepat, dan baik.
Biasanya, sebuah “pekerjaan eksponensial” jauh lebih sulit dan lama untuk dilakukan jika dibandingkan dengan sebuah “pekerjaan linear”. Contohnya saja, kasus mencari brosur tadi. Untuk merapikan brosur-brosur tersebut (pekerjaan eksponensial), mungkin dibutuhkan waktu seharian, atau bahkan berhari-hari. Sedangkan, untuk mencari satu brosur secara normal dibutuhkan waktu 30 menit. Pekerjaan ini barulah menguntungkan jika Anda sangat sering mencari brosur. Jika Anda hanya perlu sekali saja mencari brosur dalam setahun, maka pekerjaan eksponensial ini tidak menguntungkan. Jadi, penting juga untuk menilai apakah suatu “pekerjaan eksponensial” layak untuk dilakukan.
So, saat ini carilah apa “pekerjaan linear” yang banyak memakan waktu dan tenaga Anda. Apa pekerjaan yang Anda sering lakukan berulang-ulang? Carilah dan lakukanlah “pekerjaan eksponensial” yang dapat membuat “pekerjaan linear” Anda tersebut dapat dilakukan dengan jauh lebih mudah, cepat, dan efisien.
Terakhir, saya ingin mengutip sebuah quote yang menjadi salah satu prinsip saya dalam bekerja. Memang prinsip ini tidak dapat diterapkan ke semua pekerjaan, tetapi Anda dapat menerapkannya untuk beberapa pekerjaan, dan hasilnya akan menjadi luar biasa. Prinsip itu adalah…
Do it once, the rest is automatic.
Lakukan “pekerjaan eksponensial” sekali, dan biarkan “pekerjaan linear” Anda dilakukan secara otomatis oleh hasil dari pekerjaan eksponensial Anda.
last day of freedom
Posted by nisaihsani
Karena satu dan lain hal, saya emang ga sempet beli buku lagi bulan ini. Jadinya ya cuma baca ulang buku jaman dulu. Terhitung yang dibaca ulang bulan ini adalah semua buku Malory Towers, beberapa St. Clare, Maya, beberapa dari seri Trio Detektif, beberapa dari Girl Talk, dan Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken.
Masih rajin nonton juga, padahal niatnya mau ngurangin nonton, huh. Berikut tontonan bulan Februari:
- Valentine's Day - ini busuk sebusuk-busuknya film
- When Harry Met Sally - film lama yang lumayan oke
- Alice in Wonderland - film lama yang sangat oke, persiapan buat nonton Alice in Wonderland yang akan datang
- The Princess and The Frog - ini dia yang paling oke. Udah lama Disney ga ngeluarin film bagus begini.
- 3 Idiots - film India yang cukup bagus menurut saya, meskipun di beberapa bagian agak klise.
- Howl's Moving Castle - ah, berhubung saya udah baca bukunya, kecewa deh sama filmnya. Cerita dan karakter-karakternya jadi beda banget. Semua jadi terlalu serius dan tinggi langsing serta cantik.
- My Sister's Keeper - awalnya sih bagus. Anak perempuan menuntut orangtuanya karena tidak ingin lagi mendonorkan bagian tubuhnya, tapi setelah tau motif sebenarnya, jadi males. Saya ga suka film ini, tapi saya sangat suka Abigail Breslin di sini.
- Ever After - nonton ulang, agak busuk sih tapi saya pernah sangat suka film ini.
Paloma Faith - Technicolour
Posted by aquaralpha
Renungan: Dinding yang Kosong
Posted by Charles
Ada dua orang pasien pria yang menderita sakit parah. Mereka dirawat di rumah sakit yang sama. Pria pertama diizinkan duduk di tempat tidurnya setiap sore selama satu jam. Tujuannya adalah agar cairan dari paru-parunya bisa dikeluarkan. Tempat tidurnya terletak di dekat satu-satunya jendela yang ada di kamar itu. Sedang pria yang kedua harus selalu berbaring dalam keadaan terlentang. Karena di antara dua tempat tidur ada dinding pemisah yang cukup tinggi, pria yang tidur terlentang tidak bisa melihat ke jendela.
Kedua orang pria tersebut sering mengobrol. Macam-macam hal yang mereka bicarakan. Dari mengenai istri, keluarga, rumah, pekerjaan, wajib militer sampai tempat-tempat yang dikunjungi saat liburan. Sore hari, saat pria yang menempati tempat tidur dekat jendela diizinkan duduk, dia bercerita ke teman sekamarnya. Ia melaporkan apa-apa yang dilihatnya di balik jendela.
Pria yang hanya bisa terlentang lama-kelamaan bisa menikmati cerita temannya. Selama satu jam sehari, cara pandangnya diperluas dan dihidupkan kembali dengan mendengarkan tentang kegiatan dan warna-warni dunia luar. Jendela itu menghadap ke sebuah taman. Di taman itu juga ada sebuah danau yang indah dengan bebek-bebek dan angsa-angsa yang berenang di atasnya. Anak-anak bermain dengan mainan kapal layarnya. Pasangan suami isteri yang sedang dimabuk asmara berjalan sambil bergandengan tangan di antara bunga-bunga yang berwarna-warni bagaikan warna pelangi. Beberapa pohon besar tumbuh di atas rerumputan. Pemandangan indah kota terlihat dari kejauhan.
Pria yang berada di dekat jendela menceritakan semua ini dengan amat rinci. Pria yang mendengarkan, menutup matanya sambil membayangkan pemandangan-pemandangan yang dituturkan rekannya. Di suatu hari yang cukup terik, pria yang menempati tempat tidur dekat jendela melaporkan tentang sebuah pawai yang lewat di sana. Pria yang kedua tidak bisa mendengar musik bandnya. Namun, dia bisa melihat mereka dengan mata batinnya. Ia seakan melihat badut-badut yang menari-nari, bendera yang berwarna-warni serta mobil dan kuda yang dihias.
Hari pun berlalu. Di dalam hati pria yang tidak bisa melihat ke jendela diam-diam timbul rasa iri atas cerita-cerita yang disampaikan oleh teman sekamarnya, karena dia ingin sekali melihat sendiri semua yang diceritakannya. Dia pun mulai membenci teman sekamarnya, karena dia ingin sekali melihat sendiri semua yang diceritakannya. Dia pun mulai membenci teman sekamarnya dan merasa frustasi. Dia juga ingin menempati tempat tidur di dekat jendela!
Pada suatu pagi seorang juru rawat masuk ke kamarnya. Pria yang ditempatkan di dekat jendela ditemukan meninggal dengan tenang pada saat tidur. Dengan rasa sedih dia memanggil pegawai rumah sakit untuk memindahkan jenazahnya.
Setelah dianggap tepat waktunya, pria yang masih dirawat menanyakan apakah dia bisa dipindahkan ke tempat tidur dekat jendela. Perawat tidak berkeberatan untuk memindahkannya dan setelah yakin pasiennya dalam posisi yang aman, dia meninggalkannya sendirian. Pelan-pelan, sambil menahan rasa sakit, dia berupaya mengangkat tubuhnya dengan satu siku lengannya untuk melihat pertama kalinya dunia di luar jendela. Ia pikir, akhirnya dia bisa juga menikmati kebahagiaan saat melihat taman di luar dan semua kegiatan yang ada. Dia berusaha untuk melongok.
Namun ia menjadi amat terkejut karena ternyata yang dilihatnya hanya dinding yang kosong. Dia segera memanggil suster dan bertanya, “Bagaimana teman sekamar saya bisa melihat semua yang diceritakannya kepada saya? Bagaimana dia bisa menceritakan kepada saya tentang segala keindahan sampai yang sekecil-kecilnya, padahal saya hanya melihat dinding batu bata yang kusam!”
Perawat itu menjawab, “Lho, memang Bapak tidak tahu? Mantan teman sekamar Bapak kan buta, jadi dinding pun tidak mungkin bisa dilihatnya.” Kemudian sang perawat menambahkan, “Mungkin dia hanya ingin membesarkan hati Bapak saja.”
Apakah Anda bisa merasakan emosi yang terkandung dalam cerita ini?
Apakah pernah terpikir oleh Anda untuk menukar posisi Anda dengan posisi orang lain
Karena merasa iri kepada orang tersebut. Apakah Anda pernah merasa demikian kecewa, misalnya Anda menyangka sesuatu itu begitu indah, tetapi kenyataannya tidak seperti yang Anda bayangkan? Apakah Anda pernah diberi kata-kata pemberi semangat, tetapi Anda tidak pernah mau mensyukurinya?
Kalau hidup Anda terobsesi oleh segala yang dimiliki orang lain, maka Anda tidak merasakan indahnya hal-hal yang akan diberikan oleh orang lain kepada Anda.
Di zaman sekarang ini banyak sekali orang yang ingin memiliki apapun yang dimiliki orang lain. Ingin suami atau istri seperti yang dimiliki orang lain, ingin pekerjaan seperti pekerjaan orang lain, ingin penghargaan seperti yang telah diterima orang lain, ingin popularitas seperti yang diraih oleh orang lain, rumah yang dimiliki orang lain, posisi yang dimiliki oleh orang lain.
Sering pula mereka ingin hal-hal yang mereka anggap ada di dalam diri orang lain. Misalnya, kebahagiaan, rasa memiliki tujuan, kedamaian pikiran, rasa cinta dan kenyamanan. Yang sebenarnya adalah bahwa di setiap situasi pasti ada masalah, di setiap kehidupan pasti ada rintangan, di setiap hubungan pasti ada kesulitan, di setiap kesempatan pasti ada tantangan atau masalah yang berat. Pada dasarnya, pada setiap aspek yang positif selalu ada tandingannya yang bersifat negatif. Karena itu, tidak mungkin ada orang yang bebas dari masalah kehidupan.
Kalau begitu, bagaimana sikap kita dalam menghadapi hal ini?
Jadilah orang yang PANDAI BERSYUKUR untuk apa yang SUDAH ANDA MILIKI saat ini.
Bersikaplah POSITIF atas semua keadaan, karena KEBAHAGIAAN itu BUKAN DI LUAR DIRI tetapi ADA di DALAM DIRI.
Sumber: Jim Dornan, “Piano di Tepi Pantai”
Teka-Teki Logika: Bajak Laut Membagi Harta Karun
Posted by Charles
Ini adalah sebuah teka-teki logika yang menarik dan jawabannya sangat brilian dan tidak terduga. Teka-teki ini sebenarnya bisa dipecahkan dengan mudah jika saja kuncinya diketahui. Sekarang saya akan membagikan teka-teki ini di sini.
Adalah 10 orang bajak laut yang baru saja pulang berlayar. Mereka membawa satu peti harta karun yang berisi 100 keping emas.
Mereka akan membagi 100 keping emas tersebut. Namun, mereka menggunakan sebuah cara yang unik untuk membagi keseratus keping emas tersebut. Berikut adalah cara yang mereka gunakan.
Pertama, kesepuluh bajak laut tersebut akan berbaris dari bajak laut nomor satu (bajak laut yang mempunyai pangkat tertinggi) sampai bajak laut nomor sepuluh (bajak laut yang mempunyai pangkat terendah) secara berurutan.
Kemudian, satu persatu dari kesepuluh bajak laut tersebut, akan mengajukan proposal tentang bagaimana harta karun tersebut dibagi. Jika proposal tersebut disetujui oleh minimal 50% dari jumlah bajak laut yang masih hidup, maka proposal itu yang akan digunakan untuk membagi harta karun itu. Tapi, jika kurang dari 50% dari jumlah bajak laut yang masih hidup yang menyetujui proposal itu, maka bajak laut yang mengajukan proposal itu akan dibunuh dengan dipenggal lehernya.
Bajak laut yang pertama kali akan mengajukan proposal adalah bajak laut nomor sepuluh. Jika proposalnya ditolak, maka dia akan dibunuh, dan bajak laut nomor sembilan akan mengajukan proposalnya. Proses ini akan terus diulangi sampai ada proposal yang disetujui oleh minimal 50% bajak laut yang masih hidup.
Asumsinya, setiap bajak laut ini mempunyai logika yang sempurna, mereka semua sangat cerdas dan akan mengambil langkah terbaik untuk keselamatan nyawa mereka. Lalu, setiap bajak laut ini serakah, sehingga mereka akan menolak sebuah proposal jika mereka merasa mereka bisa mendapatkan lebih. Selain itu, setiap bajak laut ini juga haus darah. Jika mereka tahu, mereka mungkin mendapatkan sejumlah emas yang sama nantinya jika mereka menolak sebuah proposal, mereka akan memilih menolak proposal itu, dengan harapan si pembuat proposal dibunuh.
Andaikan Anda adalah bajak laut nomor sepuluh. Proposal seperti apa yang akan Anda berikan? (Proposal itu berisi berapa jumlah emas yang diterima masing-masing bajak laut dari bajak laut #1 sampai bajak laut #10). Berapa jumlah emas maksimum yang dapat Anda dapatkan tanpa kehilangan nyawa Anda?
Agar lebih seru, saya tidak akan segera memberikan jawabannya. Saya akan memberikan kesempatan kepada para pembaca untuk mencoba memecahkan teka-teki ini. Selamat mencoba.
ngejar setoran
Posted by nisaihsani
Harus berburu hari ini.
bye 3204
Posted by nisaihsani
Humor: Drinking Problem
Posted by Charles
Bagaimana Prinsip 90/10 Mempengaruhi Hidup Anda
Posted by Charles
Prinsip 90/10 adalah sebuah prinsip yang dapat mengubah hidup Anda, atau setidaknya, mengubah cara Anda bereaksi dalam suatu situasi yang buruk.
Berikut adalah bunyi dari prinsip 90/10 ini:
10% hidup Anda ditentukan oleh apa yang terjadi pada hidup Anda. 90% sisanya ditentukan oleh bagaimana reaksimu terhadap kejadian tersebut…
Apa artinya? Artinya, kita tidak mempunyai kontrol terhadap yang 10% tersebut, yaitu terhadap apa yang terjadi pada diri kita.
Tapi, berbeda dengan 90% sisanya. Andalah yang menentukan 90% tersebut. Bagaimana? Dengan reaksi Anda.
Anda tidak dapat mengontrol musibah yang mungkin terjadi dalam hidup Anda. Namun, Anda dapat mengontrol reaksi Anda terhadap musibah tersebut. Seringkali, justru reaksi Andalah yang menentukan apakah akan ada musibah-musibah berikutnya atau tidak.
Mari kita lihat sebuah contoh.
Andaikan Anda sedang sarapan dengan keluarga Anda. Tiba-tiba, putri Anda menumpahkan kopi ke kemeja kerja Anda.
Anda tidak mempunyai kontrol terhadap musibah yang baru saja terjadi ini. Namun, apa yang terjadi berikutnya akan ditentukan dari bagaimana Anda bereaksi.
Lalu Anda mulai mengomel. Anda memarahi putri Anda dengan keras karena menyenggol cangkir kopi itu. Putri Anda lalu mulai menangis.
Setelah memarahi putri Anda, Anda mulai beralih ke istri Anda, dan menyalahkan dia karena terlalu pinggir dalam menaruh cangkir kopi itu di atas meja. Perang mulut singkat pun terjadi.
Dengan terus mengomel, Anda pergi ke kamar dan mengganti kemeja Anda. Ketika Anda kembali, Anda mendapati putri Anda terlalu sibuk menangis sampai-sampai dia tidak menyelesaikan sarapannya dan terlambat menyiapkan diri untuk ke sekolah. Akhirnya, dia ketinggalan bis yang biasa mengantarnya ke sekolah.
Istri Anda harus segera pergi kerja. Akhirnya, terpaksa Anda yang mengantarkan putri Anda ke sekolah. Karena Anda sudah terlambat, Anda mengebut mobil Anda dan menerobos lampu merah.
Setelah 10 menit berurusan dengan polisi dan mendapatkan surat tilang, Anda sampai di sekolah. Putri Anda langsung berlari pergi tanpa mengucapkan apa pun.
Ketika Anda telah sampai di kantor setelah terlambat 1 jam, Anda baru sadar Anda meninggalkan tas kerja Anda.
Hari Anda berawal dengan buruk, dan semakin lama, menjadi semakin buruk dan terus semakin buruk. Sampai akhirnya waktunya Anda pulang ke rumah.
Ketika Anda sampai di rumah, Anda merasakan suasana yang berbeda dari biasanya. Suasana menjadi lebih dingin, dan hubungan Anda dengan putri dan istri Anda menjadi kurang baik.
Kenapa ini semua terjadi? Itu akibat reaksi Anda pagi tadi.
Kenapa hari Anda menjadi buruk?
A) Apakah secangkir kopi yang menyebabkannya?
B) Apakah putri Anda yang menyebabkannya?
C) Apakah polisi yang menilang Anda yang menyebabkannya?
D) Apakah Anda yang menyebabkannya?
Jadwabannya adalah “D”
Anda tidak mempunyai kontrol terhadap apa yang terjadi terhadap kopi yang tumpah di kemeja Anda. Putri Anda yang menyebabkan hal itu. Namun, reaksi Anda 5 detik berikutnyalah yang menyebabkan hari buruk Anda.
Seandainya saja saat itu Anda melakukan reaksi yang berbeda.
Kopi tumpah di kemeja Anda. Putri Anda baru saja akan menangis. Dengan lembut dan sebuah senyuman Anda berkata, “Tenang Nak, tidak apa-apa… Ini hal yang biasa terjadi. Kamu hanya perlu lebih berhati-hati ya lain kali…”
Lalu Anda mengambil handuk, pergi ke kamar Anda, dan mengganti kemeja Anda. Anda mengambil tas kerja Anda, dan kembali ke ruang makan. Ketika Anda kembali, Anda melihat dari jendela, putri Anda sedang naik ke dalam bis. Dia melambaikan tangannya kepada Anda. Anda sampai di kantor 5 menit lebih awal, dan dengan gembira Anda menyapa staf-staf Anda.
Lihat perbedaannya?
Dua skenario berbeda.
Keduanya diawali dengan kejadian yang sama.
Keduanya mempunyai akhir yang berbeda.
Kenapa? Karena reaksi Anda. Anda benar-benar tidak mempunyai kontrol terhadap 10% dari apa yang terjadi pada hidup Anda, namun 90% sisanya ditentukan dari bagaimana Anda bereaksi.
Sekarang, Anda sudah tahu prinsip 90/10. Aplikasikan prinsip ini dan Anda akan terkejut dengan hasilnya. Silakan buktikan sendiri.
I Have a Dream! Inspirasi dari New Wave Marketing Power Lunch “Marketing to The Stars”
Posted by ilmanakbar

bersama pasangan mas Anang dan mbak Ollie. foto dari The-Marketeers
I have a dream, a song to sing
To help me cope with anything
..
(ABBA - I Have a Dream)
Ga ada hal yang paling bikin ngiri sedunia (dalam arti positif) selain ngeliat orang lain dalam usia yang relatif tidak berbeda dengan kita sudah melakukan hal-hal kebaikan dan bermanfaat lebih banyak dari kita.
Juga nggak ada yang bikin semangat kita memuncak selain merasakan orang-orang terdekat di sekitar kita juga memancarkan semangat positif.
Juga nggak ada yang bikin optimisme kita terhadap masa depan kita dan bangsa Indonesia membuncah selain berbagi mimpi-mimpi bersama untuk Indonesia.
Itulah yang gw rasakan saat gw diundang (lagi! alhamdulillah
) oleh MarkPlus dalam acara bernama Youth New Wave Marketing Power Lunch.
Mengapa Youth? Karena yang diundang di sini adalah puluhan pemuda Indonesia yang inspiratif dan berprestasi. Intermezzo: Kenapa pemuda, bukan pemuda dan pemudi? karena tidak ada definisi ‘pemudi’ dalam UU No. 40 tahun 2009 tentang Kepemudaan, yang artinya pemuda adalah pemuda laki-laki dan pemuda perempuan
Para pemuda tersebut (juga orang-orang yang sudah lewat rentang usia pemuda 16-30 tahun tapi masih berjiwa muda dan mendukung kaum muda) diundang untuk membagi mimpi mereka.
Mimpi?
Ya! Karena mimpi adalah kunci untuk menaklukkan dunia (Nidji - Laskar Pelangi), masa depan Indonesia (dan dunia) ditentukan oleh mimpi-mimpi para pemuda saat ini yang akan dicapai bersama-sama.
Dalam diskusi yang dipimpin oleh pak Hermawan Kartajaya (HK), terungkap mimpi-mimpi dan inspirasi-inspirasi dari para pemuda tersebut (urutan random)
# Pak Ciputra, guru dan inspirator entrepreneur Indonesia, bilang, Indonesia tidak maju-maju karena kita dididik untuk memiliki mental pencari kerja. Kita perlu banyak entrepreneur untuk membuat Indonesia maju.
# Pak Ci saat ini sudah berumur 78 tahun, tapi dia masih punya mimpi, dalam 25 tahun, akan ada 4 juta pemuda entrepreneur yang akan mengubah Indonesia! Orang tua yang masih berani bermimpi, benar-benar berjiwa muda! FYI, tahun 2008 cuma sekitar 400 ribu saja.
# Pak Ci bilang, SBY menyetujui dimasukkannya entrepreneurship dalam kurikulum pendidikan.
# Pak HK dulu kerja di Sampoerna, terus keluar karena mendirikan MarkPlus pada 1 Mei 1990. Pak Ciputra, Pak Dahlan Iskan (pendiri Jawa Pos), dan Putra Sampoerna (pendiri Sampoerna) adalah guru-guru entrepreneur-nya Pak HK.

suasana diskusi. foto dari The-Marketeers
# Pemuda-pemuda yang berkarya dalam bidang musik mengatakan bahwa bermusik itu adalah menyebarkan cinta, bisa menginspirasi masyarakat lewat musik (ini perkataan Sari vokalis White Shoes and The Couples Company, CMIIW).
# Majalah Rolling Stones Indonesia punya visi untuk mendokumentasikan karya-karya musik dari bangsa ini. Supaya nanti pemuda-pemuda kita tahu bahwa kita pernah punya Koes Plus, The Rollies, dsb.
# Mas Yoris Sebastian bilang, dia megang majalah MTV Trax Indonesia, konsep majalah yang tetep orisinal walaupun brand MTV-nya nggak lokal, konsepnya pernah ditiru oleh Thailand.
# Mas Kristiono Setyadi, juara Southeast Asia Yahoo! Open Hack Day, punya mimpi bahwa Indonesia akan menjadi Silicon Valley-nya Asia (note: Silicon Valley adalah nama daerah di US tempat perusahaan2 teknologi berada. kiblatnya teknologi)
# Bupati Cimahi punya mimpi bahwa Cimahi jadi the next Silicon Valley-nya Indonesia
# Andrie Jarot, host Apa Kabar Indonesia Pagi di TVOne punya mimpi bahwa kalau kita meng-googling kata ‘Indonesia’, hasil yang keluar adalah berita-berita bagus dan positif tentang Indonesia.
# Danny Oei Wirianto, Chief Marketing Officer Kaskus bilang, buat dan banggalah dengan brand-brand Indonesia. Seperti Kaskus, Koprol, dll..
# Andrew Trigg, suami dari news anchor Metro TV Marissa Trigg, bule yang cukup fasih berbahasa Indonesia :), mengatakan bahwa cuma orang-orang asing yang tidak mengenal Indonesia yang menilai bahwa Indonesia itu identik dengan terorisme, dsb dll.
# Pandji mengatakan bahwa Madrid itu dibom lebih banyak dari Jakarta. Tapi kenapa orang-orang lebih banyak yang berkunjung ke sana? Karena orang-orang belum tahu Indonesia!
# Mas Yoris Sebastian bilang, Indonesia itu juara dunia Creative Entrepreneur 5 tahun berturut-turut! Kita harus yakin dengan bangsa kita sendiri!
# Mas Yoris Sebastian juga bilang bahwa Indonesia harus fokus ke TV, bagaimana membuat konten-konten yang mencerdaskan, nggak melulu meliat sisi komersilnya saja.
# Founder majalah GoGirl!, Nina Moran cerita singkat tentang perjalannya membangun GoGirl! dengan adik2nya. Dulu pernah ditipu berjuta-juta, namun dalam usianya sekarang yang 5 tahun, oplahnya mencapai 120 ribu eksemplar!
# Alanda Kariza, Direktur Indonesian Youth Conference bilang bahwa dukungan pemerintah dan media itu sangat penting untuk mendorong semangat pemuda melakukan kegiatan positif. Media jangan melulu memberitakan hal-hal negatif saja.
# Ditambahkan oleh yang lain (lupa apakah juara olimpiade atau atlet atau yang lainnya), pemerintah baru ‘merangkul’ & media baru mengangkat topik tentang prestasi saat para pemuda sudah mencapai prestasinya. Pas awal-awal berjuang itu sulit sekali, seringkali dengan dana sendiri dan tidak adanya dukungan media.
# Sigit Budiarto, atlet bulu tangkis nasional Indonesia mengatakan bahwa dukungan pemerintah terhadap atlet-atlet bulutangkis Indonesia itu sangat kurang.
# Salah seorang (lupa namanya) dari pengelola Indonesian Basketball League DetEksi Basketball League (DBL) bilang, DBL (liga basket pelajar) itu dikelola profesional, sehingga atlet-atlet pelajar pun akan jadi atlet profesional. DBL itu nomor 2 terbesar dalam jumlah penonton setelah liga sepakbola!
# Doni Tata, rider Indonesia yang pernah membalap beberapa kali di MotoGP 250, bilang kalo di tahun 2010 ini karena dukungan dana dari sponsor dll berkurang, beliau cuma bisa tampil di kejuaraan tingkat Asia. Tahun ini kita ga bisa ngeliat dia ngebalap di MotoGP! Sayang banget ya. Gw ngobrol sedikit sama dia di akhir acara, dan dia masih 19 tahun!
# Di akhir acara, Pak HK menyampaikan bahwa dalam UU Kepemudaan, peran pemuda dalam segala aspek pembanguna nasional itu ada 3 (yang kemudian gw temukan di Pasal 16): Kekuatan moral (moral force), kontrol sosial (social control), dan agen perubahan (agent of change).
# Pak HK juga bilang kalo pemuda harus mengembangkan kapasitas dirinya sebagai pemimpin (leader), wirausaha (entrepreneur), dan pelopor (pioneer). (NB: semua itu ada di Pasal 26-29)

Semua peran pemuda. dicomot dengan izin dari Flickr-nya Mbak Ollie
# Penutup, Deputi Menteri Bidang Pengembangan Kepemimpinan Pemuda dan Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga Pak Budi Setiawan meyakinkan sekali lagi bahwa pemuda itu memang benar-benar pengubah bangsa. W.R. Soepratman, pencipta lagu Indonesia Raya belum berusia 20 tahun saat menghadiriKongres Pemuda II tahun 1928.
# Pak Budi Setiawan juga mendorong pemuda agar memiliki sifat DORAEMON: Dream, Opportunity, Reform, Action, Energy, Mapping, Organizing dan Networking.
NB: Poin-poin di atas tercatat karena saya dan beberapa orang nge-live tweet dengan hashtag #markplus atau #marketeersyouthlunch dari mas Yoris. Saya inget banget pasti ada poin yang terlewat. Kalau ada yang inget, tolong disampaikan ya.
Di akhir, mewakili semua pemuda Indonesia, para pemuda yang diwakili oleh 11 orang pemuda laki-laki dan 11 orang pemuda perempuan kemudian menuliskan impian-impiannya untuk Indonesia lalu dimasukkan ke dalam Indonesia Youth Time Cube 2020: I have a Dream!

Shandy Sondoro memasukkan impiannya. foto dari The-Marketeers

Time Cube yang menyimpan mimpi-mimpi pemuda Indonesia. gambar dari blog Pak Hermawan Kartajaya
Kubus berisi mimpi ini akan dibuka 10 tahun lagi, tanggal 22 Februari 2020. Dan bersama-sama kita akan lihat apakah mimpi-mimpi pemuda Indonesia ini akan tercapai. Insya Allah, IT WILL!
..
If you see the wonder (wonder) of a fairy tale
You can take the future even if you fail
Inilah mimpi-mimpi mereka untuk Indonesia. Kalau teman-teman, apa mimpi kalian untuk Indonesia?
Review lainnya, yang juga jadi sumber informasi tulisan ini bisa dilihat di
- The Marketeers - Youth New Wave Marketing Power Lunch Time Cube 02-22-20
- Kaskus - Kaskus dukung “Time Cube” - Indonesia Youth 02-22-20
- Hermawan Kartajaya - Impian Kaum Pemuda Untuk Indonesia di Tanggal 22 Februari 2020
Foto-foto
Public Commitment
Posted by Charles
Pernahkah Anda membuat komitmen dengan begitu berapi-api, namun akhirnya Anda melanggar komitmen tersebut? Pernahkah Anda menunda sesuatu yang sudah Anda komitmenkan? Pernahkah Anda mengatakan “sekali ini saja saya akan melanggar komitmen saya”, namun ternyata Anda melanggar komitmen tersebut selama-lamanya? Jika Anda pernah mengalaminya, kemungkinan besar itu karena tidak adanya (atau sangat kecilnya) rasa sakit yang Anda alami ketika Anda melanggar komitmen Anda tersebut.
Contoh: Jika Anda adalah seorang perokok, dan Anda berkomitmen kepada diri Anda untuk tidak merokok lagi. Suatu saat, ketika Anda ingin merokok, Anda mungkin ingat dengan komitmen Anda. Namun, Anda juga berpikir “Tidak ada yang tahu juga kalau aku membuat komitmen itu… Tidak masalah jika aku melanggarnya.” Akhirnya, Anda kembali merokok, dan komitmen itu akhirnya hanya menjadi keinginan yang tak terwujud.
Untuk melakukan suatu komitmen, buatlah keadaan di mana Anda akan menjadi sangat sakit kalau kamu tidak melakukan komitmen tersebut.
Dari pengalaman saya, salah satu cara yang cukup ampuh untuk membuat kita setia pada komitmen kita adalah melakukan “public commitment”. Melakukan “public commitment” artinya kita mempublikasikan komitmen kita kepada orang lain, sehingga orang lain tahu komitmen kita tersebut, dan tahu manakala kita melanggarnya. “Public commitment” ini membuat kita menjadi sadar bahwa komitmen kita juga diawasi oleh orang lain, sehingga kita akan menjadi lebih segan untuk melanggarnya. Semakin buruk akibat yang ditimbulkan dari melanggar sebuah komitmen, semakin setia kita dalam menjalankan komitmen kita.
Contohnya, kembali ke kasus perokok tadi. Dia dapat melakukan public commitment dengan mengatakan pada teman-teman sekantornya: “Kalau kalian mendapati saya merokok satu batang saja, saya akan mentraktir kalian semua sepuasnya”. Nah, dengan begitu, si perokok itu tentu tidak akan merokok, atau setidaknya lebih segan merokok, apalagi jika ada teman-teman sekantornya di sekitarnya.
Saya sendiri mencoba melakukan public commitment. Salah satu komitmen saya yang saya buat di awal tahun ini adalah melakukan “update blog” setiap hari. Saya melakukan public commitment dengan menuliskan “Updated everyday! At 6:00 AM” di banner blog saya. Terbukti, public commitment ini, meskipun tidak terlalu fatal akibatnya jika saya melanggarnya, dapat membuat saya mengatasi rasa malas saya untuk membuat tulisan baru di blog ini. Saya pun dapat menjadi lebih produktif nge-blog.
Dibutuhkan keberanian yang besar untuk melakukan public commitment ini, apalagi public commitment yang berakibat besar jika dilanggar. Namun, jika komitmen kita sudah sangat bulat dan kuat, dan kita benar-benar rindu untuk melakukan komitmen kita, kita pasti akan berani melakukan public commitment ini.
Jadi, untuk Anda yang ingin melakukan public commitment secara kecil-kecilan, jika ingin, Anda dapat memulainya dengan membagikan komitmen Anda di kolom komentar tulisan ini. Semoga komitmen tersebut dapat terwujud dengan konsisten.
