Dec
1
cerita ari ini:br /padahal gue dah merencanakan untuk ngerjain TA di kost-an... tiba2 ada yang bilang ke gue kalo misalnya berna mengalami kecelakaan... jadi dia lagi naik motor, lagi mo dianter pulang tuh... pas di bunderan psiko dia dan semotor itu ditabrak ma mobil. dia nya ampe kelempar, kaca helm ampe rusak, bemper mobil ampe copot. si berna dibawa ke pkm yang mengakibatkan sebenernya dia tuh mesti dijahit, tapi dianya gak mo. nah pas berna mengalami hal ini, gue tahunya cuman dia dah ada di fasilkom. buru2lah gue ke fasilkom dan langsung menghampiri berna. melihat dari situasinya dia seh gue masih ngerasa beruntung bahwa dia cuman luka luar walau pasti itu juga sakit.br /br /bis itu gue n srombongan ngaterin berna balik. intinya pas pulang tuh ada suatu accident yang menyebabkan gue mesti ujan2an, tapi guenya juga seh yang lagi pengen ujan2an seh... ;p bis tampaknya menyenangkan, dan hal itu juga gue lakukan saat gue ke fasilkom. akibatnya pas gue lagi ngerjain tugas di lab, kepala gue pusing banget euy... wah2... ada apakah gerangan. pas nyamper kosan, mandi n minum obat. tapi kok gak bisa bobo juga yah... akhirnya malah ngenet n ngeblog deh. bahkan ampe sekarang gue masih belum ngantuk. masa gue kena insomnia seh...br /br /sambil menunggu saat dimana gue berharap gue bisa bobo, gue melakukan sesuatu yang bodoh. gak bodoh2 banget seh, tapi kalo orang laen tahu pasti guenya dimarahin deh, padahal seh sebenernya seh gak bodoh2 banget... toh gak ada yang tahu juga. merasakan sedang mengulang suatu state yang membuat gue teramat bingung karena seharusnya gue sudah melewatinya.br /br /ada apakah gerangan???? baik2, sekarang kan gue dah puas buat maen2nya... gue mo nyoba buat bobo lagi ah... kalo belum bisa yah... tinggal ngerjain tugas kan. sedang semangat untuk mengerjakan tugas. tebak kenapa?? ;pbr /br /span style="font-style: italic;"need more strenght to get through all of these.../span
Dec
1
Plain White 1234
1-2-1-2-3-4
Give me more loving than I’ve ever had
Make me feel better when I’m feeling sad
Tell me I’m special even though I know I’m not
Make me feel good when I hurt so bad
Barely getting mad
I’m so glad I found you
I love being around you
You make it easy
Its as easy as 1-2-1-2-3-4
There’s only 1 thing 2 Do 3 words 4 you
(I love you) I love you
There’s only 1 way 2 say those 3 words and that’s what I’ll do
(I love you) I love you
Give me more loving from the very start
Piece me back together when I fall apart
Tell me things you never even tell your closest friends
Make me feel good when I hurt so bad
You’re the best that I’ve had
And I’m so glad I found you
I love being around you
You make it easy
It’s easy as 1-2-1-2-3-4
There’s only 1 thing 2 Do 3 words 4 you
(I love you) I love you
There’s only 1 way 2 say those 3 words and that’s what I’ll do
(I love you) I love you
(I love you) I love you
You make it easy
It’s easy as 1 2 1 2 3 4
There’s only 1 thing 2 Do 3 words 4 you
(I love you) I love you
There’s only 1 way 2 say those 3 words and that’s what I’ll do
(I love you) I love you
(I love you) I love you
1-2-3-4
I love you
(I love you) I love you
Berbagi
Dec
1
everything become really hard to do...br /br /hem... gue tahu kalo sebenernya gue gak boleh kayak gini...br /tapi kacau banget... mungkin gue hanya kurang semangat2 ato kurang nyoba..br /gue belum ingin nyerah... tapi gue takut tembok itu terlalu tinggi buat dilewati...br /br /dan bener juga perkataan beberapa orang...br /gue akan mengikuti saran itu...br /br /semangat2!!br /br /lagu kesukaan : till the end of time... amp; lost in space...
Dec
1
Posted by ash can: the second class people
Contrary to what you might expect, Sliders is actually based on real science. Indeed, the idea of parallel worlds may seem on the face of it to be pure fantasy, but for many scientists, it is much more than mere science-fiction.br /br /Einsteins theory of relativity predicted the existence of quot;black holesquot;, a hypothesis which has since been verified. These cosmic phenomena arise from the death of a star, after it collapses in on itself under the force of its own gravity. Inside a black hole, gravity is so intense that even light cannot escape the gravitational field (hence the name black hole).br /div style=text-align: center;a href=http://pics.livejournal.com/blackindie/pic/0000c1h0/img height=240 border=0 width=279 src=http://pics.livejournal.com/blackindie/pic/0000c1h0/s320x240 alt= //a/divbr /Albert Einstein and another physicist by the name of Nathan Rosen posited that each black hole would symmetrically on another gravitational well called a white hole (or sometimes also white fountain). The black hole/white hole pair would form a quot;wormholequot;, or vortex (the inter dimensional passage used by the Sliders, called an Einstein-Rosen Bridge).br /br /Thus, any matter swallowed up by the black hole would be quickly spat out by the white hole, in an unknown location... This could be either a distant point in the universe, in which case the wormhole would act as a shortcut through space and time. Alternatively, it could be a parallel universe, in which case it would act as a bridge between the different dimensions.br /br /The second hypothesis could explain the total absense of antimatter in the universe as we know it. According to the universes governing principle of symmetry, there must be equal amounts of matter and antimatter. However, we have failed to discover the slightest trace of the latter, although we have succeeded in producing it artificially (at the CERN laboratory in Geneva, Switzerland in 1995, and in other particle accelerators). The existence of parallel universes could explain the lack of antimatter in our world. In parallel dimensions, then, there could be objects similar to the planets and stars we are familiar with in our own, but constructed of antimatter (this is one of the most recent theories, after the principles of dissymetry, and of the annihilation frontier).br /br /According to a poll of 72 leading physicists conducted by the American researcher David Raub in 1995 (published in the French periodical Sciences et Avenir in January 1998), the multiple universe theory is widely accepted: br /br /58% of physicists (including Stephen Hawking) think multiple universes existbr /18% (including Roger Penrose) do not accept this theorybr /13% admit the possibility, but remain unconvincedbr /and 11 % have no opinion.br /br /Sadly, we are not yet able to cross these bridges, if they exist. In fact, it would require a tremendous amount of energy to open a wormhole artificially, and the gravitational force inside would be so strong that we would be completely crushed.br /br /Thus, Quinn must be a true genius to be able to open an inter dimensional vortex so easily and quickly, and without suffering any injury!br /br /Those who believe time travel may be possible rely similarly on the existence of parallel universes, which would allow for the resolution of the quot;grandfather paradoxquot;:br /br /span style=font-size: medium;emIf a man were to go back in time and kill his grandfather as a child, logically speaking he would not be born, since his father before him would not be born. But if he wasnt born, he cant go back and kill his grandfather, therefore his grandfather lives, and the grandson is eventually born, therefore he can kill his grandfather, and so on.../em/spanbr /br /If you consider that wormholes are shortcuts through the space-time continuum, the man could use one to go kill his grandfather. However, he would arrive not in the past of his own universe, but instead in that of a parallel universe, in which his existence does not depend on the continued existence of his grandfather. In killing this version of his grandfather, he would simply be preventing the birth of his double in the parallel universe... [http://leminuteur.free.fr/us/Universes.htm]br /br /i have to admit that i am one of those 58% people. the idea of parallel universe is so cool!! so cool even the RHCP sings it:br /quot;...br /emDeep inside of a parallel universebr /Its getting harder and harderbr /To tell what came firstbr /Under water where thoughts can breathe easilybr /Far away you were made in a seabr /Just like me/embr /...quot;br /br /
Dec
1
Alkisah ada dua orang anak laki-laki, Bob dan Bib, yang sedangbr /melewati lembah permen lolipop. Di tengah lembah itu terdapat jalan setapakbr /yang beraspal. Di jalan itulah Bob dan Bib berjalan kaki bersama.br /Uniknya, di kiri-kanan jalan lembah itu terdapat banyak permen lolipop yangbr /berwarni-warni dengan aneka rasa. Permen-permenbr /yang terlihat seperti berbaris itu seakan menunggu tangan-tangan kecil Bobbr /dan Bib untuk mengambil dan menikmati kelezatan mereka.br /br /Bob sangat kegirangan melihat banyaknya permen lolipop yang bisa diambil.br /Maka ia pun sibuk mengumpulkan permen-permen tersebut. Ia mempercepatbr /jalannya supaya bisa mengambil permen lolipop lainnya yang terlihat sangatbr /banyak didepannya. Bob mengumpulkan sangat banyak permen lolipop yang iabr /simpan di dalam tas karungnya. Ia sibuk mengumpulkan permen-permen tersebutbr /tapi sepertinya permen-permen tersebut tidakbr /pernah habis maka ia memacu langkahnya supaya bisa mengambil semua permenbr /yang dilihatnya.br /br /Tanpa terasa Bob sampai di ujung jalan lembah permen lolipop. Dia melihatbr /gerbang bertuliskan "Selamat Jalan". Itulah batas akhir lembah permenbr /lolipop. Di ujung jalan, Bob bertemu seorangbr /lelaki penduduk sekitar. Lelaki itu bertanya kepada Bob, "Bagaimanabr /perjalanan kamu di lembah permen lolipop? Apakah permen-permennya lezat?br /Apakah kamu mencoba yang rasa jeruk? Itu rasa yang paling disenangi. Ataubr /kamu lebih menyukai rasa mangga? Itu juga sangat lezat." Bob terdiambr /mendengar pertanyaan lelaki tadi. Ia merasa sangat lelah dan kehilanganbr /tenaga. Ia telah berjalan sangat cepat dan membawa begitu banyak permenbr /lolipop yang terasa berat di dalam tas karungnya.br /Tapi ada satu hal yang membuatnya merasa terkejut dan ia pun menjawabbr /pertanyaan lelaki itu, "Permennya saya lupa makan!"br /br /Tak berapa lama kemudian, Bib sampai di ujung jalan lembah permen lolipop.br /"Hai, Bob! Kamu berjalan cepat sekali. Saya memanggil-manggil kamu tapibr /kamu sudah sangat jauh di depan saya." "Kenapa kamu memanggil saya?" tanyabr /Bob. "Saya ingin mengajak kamu duduk dan makan permen anggur bersama.br /Rasanya lezat sekali. Juga saya menikmati pemandangan lembah, indahbr /sekali!" Bib bercerita panjang lebar kepada Bob. "Lalu tadi ada seorangbr /kakek tua yang sangat kelelahan. Saya temani dia berjalan. Saya beri diabr /beberapa permen yang ada di tas saya. Kami makan bersama dan dia banyakbr /menceritakan hal-hal yang lucu. Kami tertawa bersama." Bib menambahkan.br /br /Mendengar cerita Bib, Bob menyadari betapa banyak hal yang telah iabr /lewatkan dari lembah permen lolipop yang sangat indah. Ia terlalu sibukbr /mengumpulkan permen-permen itu. Tapi pun ia sampai lupa memakannya danbr /tidak punya waktu untuk menikmati kelezatannya karena ia begitu sibukbr /memasukkan semua permen itu ke dalam tas karungnya.br /br /Di akhir perjalanannya di lembah permen lolipop, Bob menyadari suatu halbr /dan ia bergumam kepada dirinya sendiri, "Perjalanan ini bukan tentangbr /berapa banyak permen yang telah saya kumpulkan. Tapi tentang bagaimana sayabr /menikmatinya dengan berbagi dan berbahagia." Ia pun berkata dalam hati,br /"Waktu tidak bisa diputar kembali." Perjalanan di lembah lolipop sudahbr /berlalu dan Bob pun harus melanjutkan kembali perjalanannya.br /br /Dalam kehidupan kita, banyak hal yang ternyata kita lewati begitu saja.br /Kita lupa untuk berhenti sejenak dan menikmati kebahagiaan hidup. Kitabr /menjadi Bob di lembah permen lolipop yang sibuk mengumpulkan permen tapibr /lupa untuk menikmatinya dan menjadi bahagia.br /br /Pernahkan Anda bertanya kapan waktunya untuk merasakan bahagia? Jika sayabr /tanyakan pertanyaan tersebut kepada para klien saya, biasanya merekabr /menjawab,br /"Saya akan bahagia nanti... nanti pada waktu saya sudah menikah...nantibr /pada waktu saya memiliki rumah sendiri... nanti pada saat suami saya lebihbr /mencintai saya... nanti pada saat saya telah meraih semua impian saya...br /nanti pada saat penghasilan sudah sangat besar... "br /br /Pemikiran "nanti" itu membuat kita bekerja sangat keras di saat "sekarang".br /Semuanya itu supaya kita bisa mencapai apa yang kita konsepkan tentang masabr /"nanti" bahagia. Terkadang jika saya renungkan hal tersebut, ternyata kitabr /telah mengorbankan begitu banyak hal dalam hidup ini untuk masa "nanti"br /bahagia. Ritme kehidupan kita menjadi sangat cepat tapi rasanya tidakbr /pernah sampai di masa "nanti" bahagia itu. Ritme hidup yang sangat cepat...br /target-target tinggi yang harus kita capai, yang anehnya kita sendirilahbr /yang membuat semua target itu... tetap semuanya itu tidak pernah terasabr /memuaskan dan membahagiakan.br /br /Uniknya, pada saat kita memelankan ritme kehidupan kita; pada saat kitabr /duduk menikmati keindahan pohon bonsai di beranda depan, pada saat kitabr /mendengarkan cerita lucu anak-anak kita, pada saat makan malam bersamabr /keluarga, pada saat kita duduk bermeditasi atau pada saat membagikan berasbr /dalam acara bakti sosial tanggap banjir; terasa hidup menjadi lebih indah.br /br /Jika saja kita mau memelankan ritme hidup kita dengan penuh kesadaran;br /memelankan ritme makan kita, memelankan ritme jalan kita dan menyadaribr /setiap gerak tubuh kita, berhenti sejenak dan memperhatikan tawa indahbr /anak-anak bahkan menyadari setiap hembusan nafas maka kita akan menyadaribr /begitu banyak detil kehidupan yang begitu indah dan bisa disyukuri. Kitabr /akan merasakan ritme yang berbeda dari kehidupan yang ternyata jauh lebihbr /damai dan tenang. Dan pada akhirnya akan membawa kita menjadi lebih bahagiabr /dan bersyukur seperti Bib yang melewati perjalanannya di lembah permenbr /lolipop.
Dec
1
Alkisah ada dua orang anak laki-laki, Bob dan Bib, yang sedangbr /melewati lembah permen lolipop. Di tengah lembah itu terdapat jalan setapakbr /yang beraspal. Di jalan itulah Bob dan Bib berjalan kaki bersama.br /Uniknya, di kiri-kanan jalan lembah itu terdapat banyak permen lolipop yangbr /berwarni-warni dengan aneka rasa. Permen-permenbr /yang terlihat seperti berbaris itu seakan menunggu tangan-tangan kecil Bobbr /dan Bib untuk mengambil dan menikmati kelezatan mereka.br /br /Bob sangat kegirangan melihat banyaknya permen lolipop yang bisa diambil.br /Maka ia pun sibuk mengumpulkan permen-permen tersebut. Ia mempercepatbr /jalannya supaya bisa mengambil permen lolipop lainnya yang terlihat sangatbr /banyak didepannya. Bob mengumpulkan sangat banyak permen lolipop yang iabr /simpan di dalam tas karungnya. Ia sibuk mengumpulkan permen-permen tersebutbr /tapi sepertinya permen-permen tersebut tidakbr /pernah habis maka ia memacu langkahnya supaya bisa mengambil semua permenbr /yang dilihatnya.br /br /Tanpa terasa Bob sampai di ujung jalan lembah permen lolipop. Dia melihatbr /gerbang bertuliskan "Selamat Jalan". Itulah batas akhir lembah permenbr /lolipop. Di ujung jalan, Bob bertemu seorangbr /lelaki penduduk sekitar. Lelaki itu bertanya kepada Bob, "Bagaimanabr /perjalanan kamu di lembah permen lolipop? Apakah permen-permennya lezat?br /Apakah kamu mencoba yang rasa jeruk? Itu rasa yang paling disenangi. Ataubr /kamu lebih menyukai rasa mangga? Itu juga sangat lezat." Bob terdiambr /mendengar pertanyaan lelaki tadi. Ia merasa sangat lelah dan kehilanganbr /tenaga. Ia telah berjalan sangat cepat dan membawa begitu banyak permenbr /lolipop yang terasa berat di dalam tas karungnya.br /Tapi ada satu hal yang membuatnya merasa terkejut dan ia pun menjawabbr /pertanyaan lelaki itu, "Permennya saya lupa makan!"br /br /Tak berapa lama kemudian, Bib sampai di ujung jalan lembah permen lolipop.br /"Hai, Bob! Kamu berjalan cepat sekali. Saya memanggil-manggil kamu tapibr /kamu sudah sangat jauh di depan saya." "Kenapa kamu memanggil saya?" tanyabr /Bob. "Saya ingin mengajak kamu duduk dan makan permen anggur bersama.br /Rasanya lezat sekali. Juga saya menikmati pemandangan lembah, indahbr /sekali!" Bib bercerita panjang lebar kepada Bob. "Lalu tadi ada seorangbr /kakek tua yang sangat kelelahan. Saya temani dia berjalan. Saya beri diabr /beberapa permen yang ada di tas saya. Kami makan bersama dan dia banyakbr /menceritakan hal-hal yang lucu. Kami tertawa bersama." Bib menambahkan.br /br /Mendengar cerita Bib, Bob menyadari betapa banyak hal yang telah iabr /lewatkan dari lembah permen lolipop yang sangat indah. Ia terlalu sibukbr /mengumpulkan permen-permen itu. Tapi pun ia sampai lupa memakannya danbr /tidak punya waktu untuk menikmati kelezatannya karena ia begitu sibukbr /memasukkan semua permen itu ke dalam tas karungnya.br /br /Di akhir perjalanannya di lembah permen lolipop, Bob menyadari suatu halbr /dan ia bergumam kepada dirinya sendiri, "Perjalanan ini bukan tentangbr /berapa banyak permen yang telah saya kumpulkan. Tapi tentang bagaimana sayabr /menikmatinya dengan berbagi dan berbahagia." Ia pun berkata dalam hati,br /"Waktu tidak bisa diputar kembali." Perjalanan di lembah lolipop sudahbr /berlalu dan Bob pun harus melanjutkan kembali perjalanannya.br /br /Dalam kehidupan kita, banyak hal yang ternyata kita lewati begitu saja.br /Kita lupa untuk berhenti sejenak dan menikmati kebahagiaan hidup. Kitabr /menjadi Bob di lembah permen lolipop yang sibuk mengumpulkan permen tapibr /lupa untuk menikmatinya dan menjadi bahagia.br /br /Pernahkan Anda bertanya kapan waktunya untuk merasakan bahagia? Jika sayabr /tanyakan pertanyaan tersebut kepada para klien saya, biasanya merekabr /menjawab,br /"Saya akan bahagia nanti... nanti pada waktu saya sudah menikah...nantibr /pada waktu saya memiliki rumah sendiri... nanti pada saat suami saya lebihbr /mencintai saya... nanti pada saat saya telah meraih semua impian saya...br /nanti pada saat penghasilan sudah sangat besar... "br /br /Pemikiran "nanti" itu membuat kita bekerja sangat keras di saat "sekarang".br /Semuanya itu supaya kita bisa mencapai apa yang kita konsepkan tentang masabr /"nanti" bahagia. Terkadang jika saya renungkan hal tersebut, ternyata kitabr /telah mengorbankan begitu banyak hal dalam hidup ini untuk masa "nanti"br /bahagia. Ritme kehidupan kita menjadi sangat cepat tapi rasanya tidakbr /pernah sampai di masa "nanti" bahagia itu. Ritme hidup yang sangat cepat...br /target-target tinggi yang harus kita capai, yang anehnya kita sendirilahbr /yang membuat semua target itu... tetap semuanya itu tidak pernah terasabr /memuaskan dan membahagiakan.br /br /Uniknya, pada saat kita memelankan ritme kehidupan kita; pada saat kitabr /duduk menikmati keindahan pohon bonsai di beranda depan, pada saat kitabr /mendengarkan cerita lucu anak-anak kita, pada saat makan malam bersamabr /keluarga, pada saat kita duduk bermeditasi atau pada saat membagikan berasbr /dalam acara bakti sosial tanggap banjir; terasa hidup menjadi lebih indah.br /br /Jika saja kita mau memelankan ritme hidup kita dengan penuh kesadaran;br /memelankan ritme makan kita, memelankan ritme jalan kita dan menyadaribr /setiap gerak tubuh kita, berhenti sejenak dan memperhatikan tawa indahbr /anak-anak bahkan menyadari setiap hembusan nafas maka kita akan menyadaribr /begitu banyak detil kehidupan yang begitu indah dan bisa disyukuri. Kitabr /akan merasakan ritme yang berbeda dari kehidupan yang ternyata jauh lebihbr /damai dan tenang. Dan pada akhirnya akan membawa kita menjadi lebih bahagiabr /dan bersyukur seperti Bib yang melewati perjalanannya di lembah permenbr /lolipop.
Dec
1
Pada zaman dahulu, ada seorang pedagang kaya yang memiliki 4 orangbr /istri. Dia paling mencintai istri ke-4-nya dan memanjakannya denganbr /berbagai fasilitas hidup yang bagus. Dia sangat penuh perhatianbr /terhadap istri ke-4 dan selalu memberinya yang terbaik.br /br /Dia juga sangat mencintai istri ke-3-nya. Dia sangat membanggakannyabr /dan selalu ingin memamerkannya kepada teman-temannya. Namun demikian,br /sang pedagang senantiasa khawatir kalau istri ke-3 ini kabur denganbr /pria lain.br /br /Dia juga mencintai istri ke-2-nya. Istri ke-2 ini adalah wanita yangbr /penuh pengertian, penyabar, dan menjadi sandaran sang pedagang.br /Bilamana sang pedagang menghadapi masalah, istri ke-2 selalu datang danbr /membantunya memberikan jalan keluar dari masalah.br /br /Sang istri pertama adalah wanita yang sangat setia dan telah berjasabr /besar dalam menjaga kekayaan dan kejayaan sang pedagang, serta mengurusbr /rumah tangga mereka. Namun demikian, sang pedagang kurang mencintaibr /istri pertamanya dan jarang memperhatikannya.br /br /Suatu hari, sang pedagang jatuh sakit dan tak berapa lama dia menyadaribr /bahwa dia akan segera meninggal. Dia teringat kehidupan mewah yangbr /telah dijalaninya dan merenung: "Di sini aku punya 4 istri yangbr /mencintaiku, tapi kalau aku mati... aku akan sendirian. Aku akanbr /kesepian!"br /br /Maka dia bertanya kepada istri ke-4, "Aku paling mencintaimu,br /melimpahimu dengan busana terbaik, dan mencurahkan perhatian besarbr /kepadamu. Sebentar lagi aku akan mati, maukah kamu pergibr /bersamaku?" "Tidak bisa!", jawab istri ke-4 sambil bergegasbr /meninggalkannya. Jawaban itu laksana pisau tajam yang langsung menusukbr /hati sang pedagang.br /br /Pedagang yang kecewa itu lalu bertanya kepada istri ke-3-nya, "Akubr /mencintaimu dengan segenap hidupku, tapi aku akan mati, maukah kamubr /pergi bersamaku?" "Tidak mau!", jawab istri ke-3. "Hidup ini begitubr /indah! Aku akan menikah lagi kalau kamu sudah mati." Mendengar jawabanbr /ini, hati sang pedagang jadi runtuh.br /br /Dengan sedih, dia bertanya kepada istri ke-2, "Aku selalu berpalingbr /padamu dan kamu selalu menolongku. Sekarang aku butuh pertolonganmubr /lagi. Kalau aku mati, maukah kamu pergi bersamaku?" "Maaf, kali ini akubr /tidak sanggup menolongmu," jawab istri ke-2. "Paling-paling, aku hanyabr /bisa mengirimmu ke krematorium." Jawaban ini bagaikan halilintar danbr /membuat sang pedagang diam terlongong-longong...br /br /Tiba-tiba terdengar suara, "Aku akan tinggal bersamamu. Aku akan ikutbr /ke mana pun kamu pergi." Sang pedagang menoleh dan dia melihat istribr /pertamanya. Ia begitu kurus, lemah, dan tampak kurang gizi. Sangbr /pedagang jadi sangat terenyuh... dan meratap lirih, "Aku seharusnyabr /memperhatikanmu selagi aku bisa..."br /br /Demikianlah, istri ke-4 adalah ibarat tubuh kita. Tak peduli seberapabr /lama dan besar usaha kita untuk mempercantik tubuh, tubuh tidak akanbr /pergi bersama kita ketika kita mati.br /br /Istri ke-3 ibarat jabatan dan kekayaaan kita. Ketika kita mati,br /tidakkah mereka pergi menjadi milik orang lain? Tidakkah orang lainbr /mengambil alih posisi kita?br /br /Istri ke-2 adalah ibarat keluarga dan teman-teman kita. Tak pedulibr /betapa baiknya mereka saat kita hidup, paling jauh mereka hanya akanbr /bisa mengantar kita ke krematorium.br /br /Istri pertama, dalam hal ini diibaratkan sebagai kesadaran atau sisibr /spiritual kita, yang telah kita abaikan sepanjang waktu dalambr /pengejaran kesenangan material dan indrawi. Padahal, justru kesadaranbr /inilah yang merupakan satu-satunya hal yang terus bersama kita ke manabr /pun kita pergi.br /br /Oleh karenanya, sudah semestinya kita mulai mengembangkan dan melatihbr /kesadaran kita, alih-alih menunggu sampai menjelang ajal danbr /meratap, "Aku seharusnya memperhatikanmu selagi aku bisa..."br /br /Be Happy!
Dec
1
maybe i was naive to ever think that we could be friends again.
Dec
1
a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_lmGGFDo23iU/STM6BZWlChI/AAAAAAAAAIM/2gcZm4Y28Ys/s1600-h/DSC00162.jpg"img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_lmGGFDo23iU/STM6BZWlChI/AAAAAAAAAIM/2gcZm4Y28Ys/s320/DSC00162.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5274623384240851474" //abr /br /br /SoULbr /br /identity One identitybr /we are the youthbr /Conformed by your nastilitybr /br /Seekings of the truthbr /Constant is the strugglebr /we contest to form rebatebr /Bound by the chewsbr /br /We shine through your shadowsbr /guided by the lightbr /We'll take advantage of thisbr /br /The table will turn lifebr /These are the ends beforebr /the middle middlebr /br /Time can start stillbr /So call rebellion if you willbr /br /br /br /Hmm.. nice shirt.. I'm glad I bought and wear those shirt..br /Wajajajaja..br /br /lalalala..
Dec
1
div style="text-align: justify;"Gila, lama aja gak nge-update. Alasan ada dong, pertama karena saya sibuk nge-plurk, dan kedua karena saya capek ngeluh. Memang kalau udah ada niat nge-blog, 90% dari niatan pasti buat ngeluh. Haha.br /br /Jadi sekarang? Yup. Saya mau mengeluh. Haha, sumpah, Ispan style="font-style: italic;"’ ve see it coming, but yet I still don’t believe in my logic and keep a very good faith in my false hope/span. Kemarin ketemu metafor bagus.br /br /span style="font-style: italic;"“This is just like the flood. I’ve enough info that it will coming (~based on my own observation), I’ve seen all the sign that the flood will be coming, and I’ve only have a false-empty-hope that it wont be all water in my feet, but yet, i still prefer to believe my false-empty-hope./spanbr /span style="font-style: italic;"Surely, in the end the flood is coming, and there will be only me blaming to my self.”/spanbr /br /Haha. Sebenarnya apa sih yang saya tangisi (~span style="font-style: italic;"not literally/span) sekarang? Makin dipikir makin jelas bahwa saya sama sekali tidak punya hak untuk marah kepada orang lain. Semua yang saya rasakan ini terjadi kan karena kebodohan saya.br /br /Bodoh bodoh bodohbr /Bodoh bodohbr /BODOHbr /br /Jelas-jelas dia sama sekali tidak peduli dengan saya. Jelas-jelas keberadaan saya tidak berarti di mata dia. Tapi tetap saja, hal rutin yang saya lakukan adalah merajut harapan palsu dan menambah asumsi-asumsi yang sangat tolol. Sungguh saya telah menyiksa diri hampir setahun belakangan ini. Bahkan sampai detik inipun saya masih dengan bodohnya membuang waktu memikirkan orang-orang yang jelas sekali tidak memikirkan tentang saya. Haha. Jadi ingat lagi dengan entri blog saya beberapa waktu lalubr /br /span style="font-style: italic;"We make them cry who care for us./spanbr /br /span style="font-style: italic;"We cry for those who never care for us./spanbr /br /span style="font-style: italic;"And we care for those who will never cry for us/spanbr /br /br /Sungguh, saya capek begini terus. Kuliah berantakan, kesehatan juga berantakan, pikiran juga berantakan, hidup berantakan, semua berantakan. span style="font-style: italic;"I am really tired of being an idiotic-self-loathing-pathetic-loser.. /span Haha.br /br /Ga taulah mau ngeracau apa lagi.. kacau banget rasanya perasaan. Haha.br /br /br /br /span style="font-style: italic;"Yes. Maybe I am the man who can’t be moved, but surely, I can be ignored and forgotten…/spanbr /br /br /br //div
Nov
30
hem... masalah itu datang silih berganti...br /semoga untuk yang ini juga dapat terselesaikan dengan baik...br /br /untuk TA sudah lebih baik, tapi bukan berarti baik2 aja..br /hua... berbahaya... waktunya dah semakin tiba...br /br /lagi pengen diem dan bekerja dengan baik...br /menunggu waktu agar semuanya dapat terselesaikan...br /br /kemarin2 menemukan hal-hal yang membuat kaget, tapi yah namanya juga kenyataan... kan kita gak akan pernah tahu hari esok seperti apa...br /br /oia, da temen balik minggu ini...br /nanti ari sabtu gue dateng ah supaya bisa ketemu ma dia..
Nov
30
div style="text-align: justify; font-family: verdana;"span style="font-size:85%;"Malam ini kembali melanjutkan Mount Everest Leadership and Team Simulation bersama Eki (UI), Putri (ITS), Fahmi (ITS), Ronell (Manila Univ.), dan Khalid (NUS). Hmm.. ternyata tidak bisa diselesaikan malam ini, ya sudah berarti kita sambung lagi pekan depan. Paling tidak, saya mengingat kembali sebuah pelajaran malam hari ini. Sebuah pelajaran lama tentang cara pandang dalam melihat tujuan hidup yang ingin dicapainya.br /br /Ada tiga jenis manusia ketika melihat sebuah puncak gunung, diantara:br /br /span style="font-weight: bold;"#1 Quiters/spanbr /Ketika melihat puncak gunung, orang ini merasa puncak itu begitu jauh dan tinggi. Seketika dia berkata, saya tidak mungkin mencapainya.br /br /span style="font-weight: bold;"#2 Campers/spanbr /Ketika melihat puncak gunung, orang ini berkata sepertinya saya bisa meraihnya. Dia mencoba mendaki gunung tersebut. Di tengah perjalanan dia kelelahan dan membangun sebuah kemah untuk peristirahatan. Namun, dia mengeluh dan merasa tidak dapat meneruskan perjalanan. Begitu lama dia berada dalam kemah dan akhirnya dia benar-benar tidak meneruskan perjalanan.br /br /span style="font-weight: bold;"#3 Climbers/spanbr /Ketika melihat puncak gunung, orang ini meyakini sepenuh hati bahwa dia dapat mencapai puncak gunung tersebut. Kemudian di berusaha keras untuk mencapainya. Berbagai kondisi dialami, berbagai tantangan dan hambatan pun dihadapi. Dia tidak pernah menyerah, selalu mencoba bangkit, berjuang dan terus berjuang. Orang ini benar-benar mencapai puncak gunung tersebut.br /br /Nah bagaimana dengan kita. Ketika kita melihat kehidupan yang ingin kita raih, apapun itu, sikap seperti apa yang kita pilih. Menjadi seorang quiter yang langsung menyerah dan berkata itu tidak mungkin untuk saya, menjadi seorang campers yang berhenti di tengah jalan setelah berbagai hal yang telah dilakukannya, atau menjadi climbers yang terus berjuang sampai kita meraih apa yang kita impikan?br /br /span style="font-weight: bold; font-style: italic;""Suskes Memang Sulit, tapi Jauh Lebih Sulit Kalau Tidak Sukses" /spanspan style="font-style: italic;"/spanbr /(kata orang bijak)br /br //span/div
Nov
29
Seseorang cenderung menjadi tidak enak dalam melakukan perbuatan buruk (atau bahkan tidak jadi melakukan perbuatan buruk) jika ada orang yang mengingatkan bahwa dia sedang melakukan perbuatan buruk. Seseorang akan cenderung menerima perbuatan buruk yang dia lakukan seolah-olah perbuatan tersebut bukanlah perbuatan buruk (padahal dia tahu itu perbuatan buruk) jika tidak ada yang mengingatkannya. Benar tidak?
Contohnya, kalau ada seorang teman menyontek dan orang-orang di sekitarnya diam saja meskipun mereka semua tahu itu salah, orang itu akan berusaha membenarkan perbuatan menyonteknya. Meskipun mungkin ada perasaan tidak enak juga dalam dirinya, tapi dia cenderung untuk meneruskannya. Berbeda halnya jika ada yang mengingatkannya. Besar kemungkinan dia akan semakin tidak enak menyontek dan mungkin tidak jadi menyontek.
Memang ditegur itu tidak enak, dan menegur itu juga tidak nyaman. Tapi, sebuah teguran bisa memberikan dampak yang besar. Tentunya, teguran yang dimaksud di sini adalah teguran yang membangun untuk kebaikan dan disampaikan dengan cara yang benar.
Coba deh perhatikan, berapa banyak orang merokok di kawasan dilarang merokok, tetapi tidak ada tulisan larangan “dilarang merokok” di sana? Lalu, berapa banyak orang yang merokok tepat di depan tulisan larangan “dilarang merokok”? Saya perhatikan, jumlah orang yang merokok di Stasiun Kota berkurang ketika ada papan “Anda memasuki kawasan dilarang merokok (Perda No 2 Tahun 2005)” di depan pintu masuknya.
Saya pun masih harus banyak belajar. Menerima teguran dengan hati terbuka dan berusaha untuk berubah, dan menegur kawan yang berbuat tidak baik. Ini bukanlah sesuatu hal yang mudah (jadi ingat kuliah Komas :P), tapi harus mulai dilakukan… Yah, kita sama-sama belajar.

Nov
29
Bagaimana saya mau kurus yah, ternyata susah banget mengatur makan, bayangkan saja saya yang tingginya 157 ini mempunyai berat badan 52 kg (ndutz bukan?). Bagaimana saya mau kurus, semalam saja saya dari bakmi margonda dan memesan 2 menu makanan, setelah itu makan coklat dan ke gramed nongkrong di dunkin' donuts sambil makan donat tentunya dan minum coklat panas. Menghabiskan satu novel dan pulang. huhuhu... Padahal adikqu sudah menganjurkan ke pizza hut aja sambil makan salad. Tapi agak aneh gak sih baca buku sambil makan salad?br /-------br /Tadi pagi sarapan juga ga ok gitu, berlemak-lemak semua. Kapan saya bisa balikin berat badan ke 45 atau 46?br /br /Ayo semangat berolahraga....
Nov
28
span style="font-size:85%;"Ah, gw bener-bener suka sama lagu ini. Post aja selengkapnya deh.br /br /span style="font-style: italic;"Going back to the corner where I first saw you, /spanbr /span style="font-style: italic;" Gonna camp in my sleeping bag I'm not gonna move, /spanbr /span style="font-style: italic;" Got some words on cardboard, got your picture in my hand, /spanbr /span style="font-style: italic;" Saying if you see this girl can you tell her where I am, /spanbr /span style="font-style: italic;" Some try to hand me money they don't understand, /spanbr /span style="font-style: italic;" I'm not...broke I'm just a broken hearted man, /spanbr /span style="font-style: italic;" I know it makes no sense, but what else can I do, /spanbr /span style="font-style: italic;" How can I move on when I'm still in love with you... /spanbr /br /span style="font-style: italic;" Cos if one day you wake up and find that you're missing me, /spanbr /span style="font-style: italic;" And your heart starts to wonder where on this earth I can be, /spanbr /span style="font-style: italic;" Thinking maybe you'll come back here to the place that we'd meet, /spanbr /span style="font-style: italic;" And you'd see me waiting for you on the corner of the street./spanbr /br /span style="font-style: italic;" So I'm not moving... /spanbr /span style="font-style: italic;" I'm not moving./spanbr /br /span style="font-style: italic;" Policeman says son you can't stay here, /spanbr /span style="font-style: italic;" I said there's someone I'm waiting for if it's a day, a month, a year,/spanbr /span style="font-style: italic;" Gotta stand my ground even if it rains or snows, /spanbr /span style="font-style: italic;" If she changes her mind this is the first place she will go./spanbr /br /span style="font-style: italic;" Cos if one day you wake up and find that you're missing me, /spanbr /span style="font-style: italic;" And your heart starts to wonder where on this earth I can be, /spanbr /span style="font-style: italic;" Thinking maybe you'll come back here to the place that we'd meet, /spanbr /span style="font-style: italic;" And you'd see me waiting for you on the corner of the street./spanbr /br /span style="font-style: italic;" So I'm not moving... /spanbr /span style="font-style: italic;" I'm not moving./spanbr /br /span style="font-style: italic;" I'm not moving... /spanbr /span style="font-style: italic;" I'm not moving./spanbr /br /span style="font-style: italic;" People talk about the guy/spanbr /span style="font-style: italic;" Who's waiting on a girl... /spanbr /span style="font-style: italic;" Oohoohwoo/spanbr /span style="font-style: italic;" There are no holes in his shoes/spanbr /span style="font-style: italic;" But a big hole in his world... /spanbr /span style="font-style: italic;" Hmmmm/spanbr /br /span style="font-style: italic;" and maybe I'll get famous as man who can't be moved, /spanbr /span style="font-style: italic;" And maybe you won't mean to but you'll see me on the news, /spanbr /span style="font-style: italic;" And you'll come running to the corner... /spanbr /span style="font-style: italic;" Cos you'll know it's just for you/spanbr /br /span style="font-style: italic;" I'm the man who can't be moved/spanbr /span style="font-style: italic;" I'm the man who can't be moved... /spanbr /br /span style="font-style: italic;" Cos if one day you wake up and find that you're missing me, /spanbr /span style="font-style: italic;" And your heart starts to wonder where on this earth I can be, /spanbr /span style="font-style: italic;" Thinking maybe you'll come back here to the place that we'd meet, /spanbr /span style="font-style: italic;" And you'd see me waiting for you on the corner of the street./spanbr /span style="font-style: italic;" [Repeat in background]/spanbr /br /span style="font-style: italic;" So I'm not moving... /spanbr /span style="font-style: italic;" I'm not moving./spanbr /br /span style="font-style: italic;" I'm not moving... /spanbr /span style="font-style: italic;" I'm not moving./spanbr /br /span style="font-style: italic;" Going back to the corner where I first saw you, /spanbr /span style="font-style: italic;" Gonna camp in my sleeping bag not I'm not gonna move./spanbr //span
Nov
28
Hm, Jumat siang. Ga ada metpen. Bingung mau ngapain. Akhirnya jam 10 cabut dari kampus. Nyetir tanpa tujuan. Ngelewatin toko buku bernama Leksika. Udah sering lewat sih, tapi ga pernah minat mampir. Tadi akhirnya mampir. Ternyata firasat saya benar, ga oke ah tempatnya.br /br /Melanjutkan perjalanan tanpa tujuan. Entah bagaimana, sampailah gw di Kemang. Berhubung udah sampe sana, gw pun memutuskan untuk mampir ke Aksara. Tapi nyatanya sampe depan Aksara, kok jadi males. Akhirnya cuma dapet macet doang, abis itu pulang deh.br /br /Di rumah. Nonton Greys. Bengong. Ngejemur. Akhirnya cabut ke Margo City.br /Dan tebak apa yang tengah terjadi...br /Super sale up to 80% off di The Executive. Nyoba beberapa, tapi ga ada yang pas di hati. Beli roti lalu ngampus.br /br /Oh, sungguh hari yang menarik...
Nov
28
Hi friends!
Since my departure to Malaysia is about four weeks again, i make up some short programs that i think will help me there..
1. Cooking

Because of I have to pay the living cost myself, so I have to be more careful on spending the money.. With this program, I want to improve my cooking skill on some “Indonesian” recipes. Hahaha, so I can sell it there and earn some money.. Any suggestions about the recipes that may be attract the Malaysian customers? Give me some suggestions please
2. Reading about e-commerce materials / image retrieval materials
Umm, seems that I wanna change my final project lemma (topik?). Between those two options..
3. etc..
Berbagi
Nov
28
Buat teman-teman yang ingin mendaftar masuk Universitas Indonesia, tahun 2009 ini UI membuka beberapa jalur penerimaan, yaitu SIMAK UI (Seleksi Masuk UI), SNM-PTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri), dan PPKB (Program Perluasan Kesempatan dan Bakat) dengan persentase kuota penerimaan sebagai berikut.
* 56% SIMAK-UI,
* 14% SNMPTN,
* 30% PPKB
Ujian masuk SIMAK-UI akan dilakukan pada hari Minggu, 1 Maret 2009.
Info lebih lanjut dan pendaftaran bisa dilakukan secara online di http://penerimaan.ui.ac.id
Presentasi mengenai SIMAK UI bisa didownload di sini
Berikut adalah FAQ SIMAK-UI yang saya ambil dari sini.
- ‘Makhluk’ apakah SIMAK UI itu ?
SIMAK-UI adalah seleksi Masuk UI yang diadakan oleh Universitas Indonesia, untuk semua program pendidikan dari Vokasi (D3) hingga Doktor (S3). 1 Maret 2009, adalah SIMAK UI untuk program S1 Regular, S1 kelas paralel, Vokasi (D3) dan Pasca Sarjana
- Apa beda SIMAK UI, UMB, SNMPTN dan SPMB ?
Sampai tahun 2007, seleksi masuk S1 Regular UI, bersama-sama PTN lainnya dikelola oleh Perhimpunan SPMB Nusantara
Tahun 2008, UI bersama 5 universitas lainnya menyelenggarakan UMB, dimana penyelenggaranya masih Perhimpunan SPMB Nusantara
SNMPN adalah seleksi masuk yang dikoordinasi Ditjen DIKTI
Untuk tahun ajaran 2009/2010, UI menyelenggarakan sendiri Seleksi Masuk UI, dan diberi nama SIMAK-UI
- Apakah UI menyelenggarakan Ujian Mandiri ?
Tidak, bila konotasinya adalah mahasiswa kuliah tanpa di subsidi, menggunakan dana sendiri, mandiri. Tapi jika yang dimaksud adalah UI mengadakan seleksi masuk sendiri (tidak lagi bekerjasama dengan SPMB), ya. Kami menghindari kata UM, karena berkonotasi mahal, padahal UI, untuk S1 Regular, TIDAK MENETAPKAN Besarnya biaya Pendidikan SEBELUM yang bersangkutan DITERIMA (lulus seleksi), dan setelah DITERIMA baru kami menerapkan SISTEM BIAYA PENDIDIKAN BERKEADILAN, dengan memperhatikan kemampuan penanggung biaya pendidikan. Jadi UI menseleksi kemampuan otak, bukan kemampuan ekonomi siswa.
- Berapakah besarnya biaya Pendidikan di S1 Regular ?
Biaya Pendidikan di S1 Regular disubsidi (silahkan lihat pengumuman SIMAK-UI), dengan komponen BOP (Biaya Operasioanal Pendidikan) persemester min 100rb dan UP (Uang Pangkal) min NOL, yang ditentukan setelah siswa lulus seleksi, dengan memperhatikan kemampuan penanggung biaya pendidikan dan tersedia banyak beasiswa (untuk tahun 2008 ini UI telah menyalurkan hampir 37 Milyar) bagi yang tidak mampu dan berprestasi
- Apa yang dimaksud SISTEM BIAYA PENDIDIKAN BERKEADILAN ?
Sistem penerapan biaya pendidikan untuk mahasiswa S1 Regular, dengan memperhatikan kemampuan penanggung biaya pendidikan. Saat ini mahasiswa yang benar-benar tidak mampu, justru tidak ingin “gratis” biaya kuliah, mereka berusaha untuk membayar lebih. Ironisnya banyak muncul, mereka yang sebenarnya mampu, menyembunyikan kemampuannya. Kami menerapkan sangsi, bagi mahasiswa yang saat pendaftaran ulang memberikan informasi tidak benar.
- Bagaimana cara mendaftar online ?
Pendaftaran hanya dibuka 19 Januari-22 Februari 2009, silahkan simak website ini, bagaimana prosedur pendaftran online
- Bagaimana jika lulus SIMAK-UI tapi tidak lulus UAN ?
Pengumuman SIMAK-UI diencanakan 4 April 2009, sebelum UAN. Pendaftaran ulang mereka yang diterima, direncanakan saat SNMPTN 2009 dengan salah satu persyaratannya adalah bukti lulus UAN.atau lulus ujian Paket-C
Semoga bermanfaat

Date November 28th, 2008
Filed in PPKB, SIMAK UI, SNMPTN, UI, Universitas Indonesia, informasi, kuliah, masuk UI, pendaftaran, penerimaan
Nov
28
anyone know how to use LWUIT?br /br /LWUIT is for java mobile interface..br /br /hmm..br /br /DEADLINE is next week..br /br /br /My judgement presentation KP is next week too..br /br /argh...br /br /If anyone wants to come to give some support.. just come.. Free for all.. Open audience.. bla bla bla.. :Dbr /br /Just wait for the schedule..br /br /#$%^*()br /br /GO go GO
Nov
28
Agus dan Rita adalah tipikal pasangan pacar orang Sunda di mana sang pria memiliki panggilan ‘Aa’ dengan wanitanya ‘Neng’. Satu bulan pertama bagi Agus dan Rita adalah surga. Tiga bulan kemudian adalah panggilan bangun tidur bagi mereka dan mendekati 9 bulan pacaran, drama dimulai.br /Pacaran dengan Rita lebih sulit dari merancang dimensi TORA (Take Off Runway Area) sebuah airport. Menentukan TORA, mudah. TORA untuk airport yang dirancang menerima pesawat kelas Boeing 737 lebih panjang dari TORA untuk pesawat kelas Fokker. Ada penuntunnya, ada tabelnya dan ada rumusnya. Bahkan ada asosiasi internasional yang mengatur dan memastikan semua terbangun dan ter-set-up dengan baik. Berpacaran dengan Rita, semua petunjuk datang dari wangsit dukun.br /br /1. Cemburubr /Rita menatap Agus dengan tajam. Kedua tangannya melipat defensif, menunjukkan sikap penuh permusuhan. Agus sedang mengonsumsi dosis harian menerima semprotan Rita. Satu isu kecil dapat berubah menjadi letusan gunung.br /“Kenapa semalem Neng nelepon gak Aa’ bales?”br /“Geulis (cantik)…, soalnya Aa’ semalem baru pulang jam 2.”br /“Ngapain aja?” Mata Rita semakin tajam , membuat Agus merasa seperti imigran gelap yang sedang diinterogasi petugas imigrasi.br /“Aa’…Aa’ semalem kan siaran.”br /“ Kan sampe jam dua belas.”br /“Abis itu, mengantarkan pulang Risa...” Kesalahan terbesar kebanyakan pria adalah kejujuran.br /“Enak amat yah jadi Risa. Dianter kamu pulang malem-malem. Padahal kan dia bukan pacar kamu...“ Matanya semakin hostile. Agus menggaruk-garuk kepalanya. Dia mulai mengerti maksud omongan Rita. Sudah saatnya wanita bersikap mandiri dan mampu pulang sendiri ke rumahnya di tengah malam melewati gang-gang penuh preman, maling pemerkosa. Belum lagi resiko dicabik-cabik anjing liar gila. Di tahap ini, pembantu Rita yang berprofesi ganda sebagai pengamat sinetron Indonesia secara transparan berpura-pura tidak menguping pertengkaran.br /“Daerah rumah dia kan Cikaso. Gak aman.”br /“Suruh dia pindah rumah dong. Biar kamu gak perlu anter-anter,“ ujar Rita sambil mengabaikan beberapa faktor kecil seperti:br /a. Bahwa mencari rumah baru sulitbr /b. Harga rumah mahalbr /„Neng kenapa sih mesti cemburu?“br /„Cemburu?Neng gak cemburu. Siapa yang cemburu? Apakah Neng terdengar seperti orang yang cemburu? Menurut kamu ini cemburu? Menurut kamu Neng cemburuan? Nggak!“ dengan desibel yang meningkat dari 8 kali level normal dengan dahi berkerut.br /br /br /2. Dominasibr /Ini adalah agenda keseharian Agus.br /Pagi - Antar Rita ke kampusnya.br /Siang - Mendatangi Rita di kampusnya, makan siang bersama.br /Sore - Menjemput Rita dari kampus.br /Malam - Menelpon Rita.br /Agus mulai jengah dengan aktivitas yang menuntut mobilisasi tinggi ini. Dia mengusulkan agar Rita juga pro-aktif untuk pergi ke kampus Agus sesekali dan mengurangi frekuensi pertemuan.br /„Neng, kalo kayak gini terus, Aa’ bisa cacat permanen dan jatuh miskin.“br /„Katanya sayang?“br /„Gak mesti tiap hari kan ketemuan?”br /“Kan kangen A’.”br /“Kalo Neng kangen, ya Neng juga dong sekali-kali pergi ke kampus Aa’.”br /„Nggak. Aa’ aja yang ke kampus Neng.“br /„Ntar Aa’ kecapekan.“br /„Kalo sebaliknya, Neng dong yang kecapekan.“br /„AAAARRRGGGHHHHHHH“br /br /3. Sensitifitasbr /„Neng keliatan gendut gak sih Aa’?“br /„Nggak.“br /„Liat dong ke Neng kalo bicara.“br /„Oke.“br /„Gendut ah.“br /„Nggak kok sayang.“br /„Gendut.“br /„Ya mungkin sedikit perlu fitness kali ya?“br /„JADI MENURUT AA’, NENG GENDUT? TEGA!“br /„Loh?“br /„Apa liat-liat?“br /„Tadi katanya disuruh liat.“br /„Liatin saya gendut?“br /„Aa’ minta obat tidur...4 butir...please.“br /“Buat?”br /“Bunuh diri.”br /“Kenapa mau bunuh diri? Malu yah punya pacar gendut?“br /„ARRRGGGHHHHH!!!“br /br /4. Drama…drama…dramabr /„Halo?“br /„Halo? Aa’ ya?“br /„Iya sayang, Neng, Aa’ gak bisa ke rumah malem ini gak apa-apa ya?“br /„Kenapa?“br /„Aa’ mau pergi sama temen-temen. Bimo ulang tahun dan mau nraktir makan.“br /„Nggak. Aa’ ke sini sekarang juga.“br /„Tapi Neng, semua anak-anak pada ikutan.“br /“Jadi Aa’ lebih seneng bergaul sama temen-temen Aa’ daripada sama Neng?”br /„Bukan gitu, ketemu kamu kan udah tiap hari. Bimo ulang tahun kan cuman sekali setahun.“br /„Bilang aja lebih sayang Bimo ketimbang sama Neng.“br /„Nggak kok, kamuh gak nangkep nih esensinya.“br /„Saya cuman sapi gila yang kamu gandeng kemana-mana.. ya, kan?“br /„Sapi sih nggak ya..“br /„Hu hu hu.. udah gak ada yang sayang lagi sama Neng di dunia ini..“br /„Ehm...cup cup sayang...duh, bageur.....“br /„Neng mending mati aja sekalian... giles aja Neng sekalian sama truk ayam, A’.“br /„Aduh Neng, ini bukan masalah yang besar kok, cuman semalem aja.“br /„Kalo bukan masalah yang besar berarti Aa’ bisa ke sini, kan?“br /„.....“br /br /5. Temanbr /„Saya gak suka sama sahabat-sahabat kamu. Yang satu bau. Yang satu logat Sumateranya nyeremin dan yang paling Neng gak suka, yang paling deket sama kamu itu... tukang maenin cewek!“br /br /6. Makna gandabr /Agus mulai menyadari perkataan Doni di UNJAT dulu bahwa terkadang wanita bisa menjadi makhluk yang kompleks. Mereka berjalan-jalan di shopping mall. Minggu depan adalah ulang tahun Rita.br /“Ih, bagus yah sepatu ini,” ujar Rita menatap sepasang sepatu.br /„Kamu mau Aa’ beliin ini untuk ulang tahun kamu?“br /„Nggak lah nggak usah.“br /„.....Oke...“ Agus melanjutkan jalan-jalannya, meninggalkan Rita yang masih berdiri di depan etalase sepatu.br /„Kok segitu aja?“br /„??“br /„Paksa dong bujuk Neng supaya mau.“br /“Kamu tadi baru bilang bahwa kamu nggak mau.”br /„Iya, tapi bukan berarti saya gak mau, kan ?“br /“Jadi kalo kamu bilang gak mau, itu artinya kamu mau?”br /„Belum tentu juga.“br /„Kalo kamu bilang mau, itu artinya kamu gak mau?“br /„Belum tentu juga.“br /Garuk. Agus garuk-garuk.