PHP 5.3.0 Released
Posted by Sagi Arsyad
beberapa hal yang menarik perhatian saya adalah penerapan Namespace, Anonymous Function dan Garbage Collection, hmm.. reminds you something ?
btw,
for windows user, download it at : http://windows.php.net/download/
or for the original source code : http://id2.php.net/downloads.php
jangan bingun dengan banyak versi yang ditawarkan
- PHP 5.3 – VC9 Non Thread Safe ---> Untuk IIS 7 PHP running sebagai Fast-CGI
- PHP 5.3 – VC9 Thread Safe ---> Untuk IIS PHP running sebagai Server API (SAPI)
- PHP 5.3 – VC6 Non Thread Safe ---> Untuk Apache PHP running sebagai Fast-CGI
- PHP 5.3 – VC6 Thread Safe ---> Untuk Apache running sebagai Server API (SAPI)
S.A.
Syukuri apapun yang kita miliki
Posted by akeminissa
Tips Berkunjung ke Negara yang Mayoritas Non-Muslim
Posted by akeminissa
Windows 98 di Stasiun Gambir
Posted by sagi
pagi ini saya berangkat ke kantor naik kereta express Depok-jakarta Kota, turun di gambir menemukan tampilan sistem operasi yang sudah cukup lama tidak saya lihat : Windows 98
ternyata PT KAI masih pakai OS jadul ini, pertanyaannya… sejadul apa CPU nya ?
Lessons Learned and Side Effects
Posted by sidicx
Ternyata memang tidak mudah…selain hikmah yang gw ambil sebagai pelajaran, ternyata (pasti) ada efek samping dan akibat dari hal yang terjadi dalam hidup gw beberapa waktu lalu.
Seperti yang udah gw ceritain pada postingan gw yang sebelumnya (kalo blom baca silahkan dibaca dulu yah), gw belum akan lulus semesternya. Singkat kata, gw nggak bisa lulus dalam 4 tahun/8 semester dan harus nambah 1 semester lagi jadi 4,5 tahun.
Akibat langsungnya pastilah waktu kuliah gw bertambah, berimplikasi langsung juga pada pengeluaran untuk BOP yang harus dibayarkan pada semester depan. Selain akibat itu, ada juga beberapa akibat langsung yang secara langsung mau tidak langsung mempengaruhi kehidupan gw. Satu hal yang telah gw sadari dari beberapa waktu lalu adalah gw membuat beberapa pihak kecewa. Mereka kecewa karena gw nggak berhasil lulus tepat waktu (baca: 4 tahun), dan mungkin ditambah dengan tidak melanjutkan TAnya. Jujur, gw sedih dan merasa bersalah karena harus bikin mereka kecewa. Ortu, keluarga, sahabat, teman, dosen, Limas, dll. Makanya, setelah gw ngasih tau ke publik mengenai kondisi gw, saatnya gw ngasih penjelasan kepada mereka ini, agar mereka juga bisa memahami kondisi gw.
Alhamdulillah gw udah berhasil menjelaskan ke ortu gw, juga ke keluarga inti gw (kecuali Mas Dody, belum ada kesempatan). Ke temen dan sahabat juga udah beberapa. Tapi ke sahabat terdekat gw, Indra, gw justru belum. Gw yakin dia pasti bakal kecewa banget kalo tau kita nggak bisa lulus dan wisuda bareng. Yah, tapi gw yakin pada akhirnya dia pasti bakalan ngerti, karena dia sahabat yang paling bisa ngerti gw. Ke dosen, udah beberapa, terutama yang terkait dengan gw. Tapi ada yang belum juga, Insya Allah dalam waktu dekat. Satu lagi ke pihak Limas.
Nah, untuk yang terakhir ini, sebenarnya dari awal tahun ini antara gw (dan penerima beasiswa lainnya) terjadi kurang komunikasi, terutama dalam bentuk ketemuan atau kontrol akademis. Biasanya di awal tahun ada pertemuan antara direksi dengan penerima beasiswa, tapi tahun ini belum ada. Bagi diri gw, hal itu berimbas pada kurangnya responsible dan keterikatan gw dengan pihak mereka. Namun, sore ini pihak Limas menelpon ke hape gw lewat mas Daiz. Dia menanyakan kondisi akademis gw, terutama tentang kelulusan gw. Awalnya gw sempet kaget, karena udah lama banget nggak ada kabar, eh tau-tau nelpon nanya kagak gitu. Ya udah gw jelasin aja kondisi gw yang bakal nambah 1 semester lagi. Dari nada bicaranya, jelas dia kecewa dan agak bete gitu. Gw tau banget hal itu karena gw udah kenal dia dari pertama dapet beasiswa. Setelah dia puas/cape nanyain kenapa, akhirnya dia minta gw untuk ngirimin email yang jelasin alasan dan kondisi gw saat ini. Katanya sih buat pertanggungjawaban dia ke atasannya, direksi salah satunya.
Dari awal gw berani ngambil keputusan ini, gw udah tau resiko yang harus gw tanggung karena gw nggak bisa menuhin syarat di kontrak beasiswa. Gw sampe baca ulang tiap klausul yang ada di surat kontrak, untuk memastikan resiko yang gw terima. Insya Allah gw udah siap jelasin ke pihak-pihak yang perlu tau. Gw harap mereka bisa ngerti kondisi gw.
Selain efek samping dan akibat yang gw alamin, ada juga beberapa pelajaran tambahan yang gw rasain. Terutama banget masalah kesabaran dan keikhlasan. Dalam beberapa pekan ke depan mungkin gw harus tahan dan sabar dengan pertanyaan dari orang-orang yang belum tau kalo gw lulus semester depan. Bakal sering muncul pertanyaan: “Kapan sidang?”, “Kapan wisuda?”, “Kenapa belum lulus sekarang?”, dll yang berkali-kali ditanyakan ke gw. Yah, itu namanya efek samping, Insya Allah bakal jadi tes kesabaran buat gw. Gw juga jadi bisa belajar ikhlas nerima kenyataan gw nggak bisa lulus dan wisuda bareng sama sahabat dan temen-temen gw. Belajar ikhlas nggak lulus semester ini, padahal dia otak udah bertumpuk ide dan rencana buat acara wisuda semester ini. Belajar ikhlas belum bisa mencantumkan gelar strata 1 pada saat nyari kerjaan. Belajar ikhlas dan menikmati proses yang terjadi dalam hidup gw sendiri.
Hikmah lain yang gw rasain juga setelah hal ini, gw jadi lebih dewasa dalam memandang hidup. Nggak lagi over-ambitious like i was. Nggak lagi menggunakan ‘aku’ dalam memecahkan semua masalah. Kalo dipikir dengan jernih, mungkin yang kemaren itu gw telah sampai pada satu titik di hidup gw dimana terjadi stagnansi. Nah, Allah Yang Super Duper Maha Bijaksana memutuskan bahwa gw harus berubah, dengan menjadikan kenyataan yang sekarang gw alami. So, pasti ini adalah suatu proses. Nggak selamanya gw ada di atas, dan nggak selamanya juga gw ada di bawah. Saat ini berarti gw sedang mendaki menuju puncak lagi. Untungnya gw suka mendaki, seberapapun tingginya puncak gunung tersebut, hehe…
Momen ulang tahun alias milad gw kemaren juga membawa dampak positif dalam usaha perbaikan gw. Gw jadi punya kesempatan menyambung lagi ikatan yang sempat terputus. Gw jadi bisa ngobrol dan sharing lagi sama febi, bisa bertukar kabar dan kondisi dengan vita, bisa nanya-nanya, ngasih semangat, minta saran dan masukan, dll yang biasa dilakukan manusia dalam berinteraksi dengan manusia lain. Satu hal lagi yang gw sadarin adalah bahwa ternyata banyak orang yang peduli dan perhatian sama gw. Sangat amat egois kalo gw harus jadi orang yang tertutup dan ngabur. So, ini kesempatan buat gw nunjukin ke dunia bahwa gw bisa bangkit dan jadi Sidik yang lebih baik dari sebelumnya.
Minta doanya yah kawan agar saya bisa tetap istiqomah dan tegar dalam proses pendakian hidup ini…
Go Go Sidik Go!!
Tips Jalan-Jalan ke Luar Negri Murah Meriah
Posted by akeminissa
Sharing Tips Apply Visa
Posted by akeminissa
Mengapa Harus Menulis?
Posted by agungfirmansyah
Mengapa kita harus menulis? Setiap orang punya alasan. Jadi, banyak orang, banyak alasan
.
1. Menulis sama dengan mengukir sejarah
Pernyataan di atas adalah fakta yang tidak bisa diganggu gugat. Apa istilah untuk masa sebelum manusia mengenal tulisan? Jawabannya prasejarah bukan
? Nah, kalau kita menulis berarti kita sedang mengukir sejarah. Akhirnya di kemudian hari orang lain (mungkin anak cucu) bisa melihat apa yang pernah kita tulis. Kalau beruntung mereka bisa mengetahui kejadian-kejadian masa lalu dari tulisan kita.
2. Ikatlah ilmu dengan menuliskannya
Seorang ilmuwan* abad ketujuh masehi mengatakan ini sebagai nasihat kepada sahabatnya. Menurut sang ilmuwan, ilmu akan lebih hidup, kuat, bertahan lama, dan lebih mudah tersebar apabila dituliskan. Benar bukan? Google pun menerapkan prinsip ini. Dia turut ‘menyebarkan’ ilmu yang tertulis. Bahkan google juga ‘menulis’ hasil crawling setiap satu periode sekali agar proses pencarian lebih cepat, kita mengenalnya dengan istilah indexing.
3. Menulis mirip dengan multilevel marketing
Bayangkan betapa banyak pengetahuan dan karya-karya baru terinspirasi dari tulisan-tulisan yang ditulis oleh para pendahulu. Karena tulisannya berhasil menginspirasi, penulis tersebut bisa dapat pahala. Si A menulis buku, bukunya di baca si B. Si B menghasilkan karya karena terinspirasi tulisan A lalu B mendokumentasikan karyanya. Dokumentasi B dibaca oleh C lalu diajarkan kepada 10.000.000 murid C. Ternyata 1% murid C mengembangkan karya B berdasarkan dokumentasi tersebut dan jadilah 100.000 karya baru. Berapa banyak pahala yang bisa didapat si A sekarang?
4. Karena tak semua kata bisa diucapkan
Yang pernah menulis surat cinta pasti tahu tentang hal ini. Bingung mau ngomong apa saat ketemu, tulis lewat surat—sayangnya saya tidak pernah menulis surat cinta
. Mau marah lewat tulisan, boleh. Mau curhat lewat tulisan, bisa….! So? Lets start writing.
~to be continue (may be)
*Ilmuwan tersebut berdarah Arab bernama Ali anak Abi Tholib. Ali sudah menjadi ilmuwan semenjak beliau remaja dan menjadi pemimpin negara ketika telah dewasa.
—————————————
Tulisan yang berhubungan:
- Stupid Paper, Trik Praktis Mencatat “To Do List”
- Launching IlmuGratisan.com
- Masih Ngrapel Posting Gara-gara Fakir Internet?
- Tips Mencari Ide Tulisan
- Menulis Blog di WordPress: Pemula
- Membuat Blog WordPress

Meja Kerja at Depdiknas
Posted by sagi
Siap Jadi Ibu Sebelum Siap Jadi Istri
Posted by Aulia

ilustrasi by hdmessa.wordpress.com
Aneh mungkin, jika bagi seorang laki-laki dalam memaknai bahwa seorang wanita telah siap menjadi seorang Ibu, padalah dia belum menjadi seorang istri. Malah sekarang ini banyak wanita setelah siap menjadi istri belum siap menjadi ibu untuk kedepannya.
Ini adalah kisah yang sebenarnya ada disekitar kita, dan bahkan mereka para sesamanya (wanita, -pen) juga mungkin luput dari perhatiaan kaumnya sendiri.
Hmmm, kenapa saya terpikir dengan hal yang kecil ini? awalnya hanya sebuah pertanyaan biasa. Setelah saya mengingat ulasan-ulasan dari komentar orang-orang yang pernah mengunjungi blog saya, lalu terpikir dengan secuil ide itu bisa ada bila kita mampu untuk menulisnya dan memberikan atau sekedar membagi kepada orang lain supaya sejarah itu tidak lepas begitu saja.
Akhirnya, setelah mengingat kata-kata tersebut saya terbuai dengan sebuah judul diatas saat berada di tempat yang tidak baik untuk disebutkan disini (rahasia, -pen). Judul di atas berawal dari hal kecil dengan chating bersama teman SMA saya dulu, dengan sedikit pancingan teman saya yang kebetulan seorang wanita berparas indah itu mengatakan bahwa “Eh ol (panggilan saya saat SMA dulu, -pen) tahu gak?, aku sudah punya anak lo!”, dalam pikiran saya bertanya “emang ni orang kapan married ya?”.
Tanpa harus memendam pertanyaan itu, saya langsung lontarkan kepadanya karena saya pikir dia adalah sobat saya juga, jadi saya tidak begitu berat hati untuk mengklarifikasi pernyataannya. Memang itu hal biasa bagi wanita seumuran saya untuk siap berkeluarga, toh wanita biasanya lebih cepat nikah dibandingkan para kaum adam (benar gak sih pembaca?).
Cerita demi cerita terus bersambut di chating, pertama dugaan saya dia sudah berkeluarga dengan suaminya tecinta dan ternyata satot alias salah total praduga saya itu. Kemudian, saya berpikir apa si ibuknya sobat saya ini sudah punya anak lagi ya, namun alasan saya yang kedua ini tidak beragumen kuat untuk untuk mendukung dugaan yang kedua, karena kenapa juga si sobat saya ini menyebutnya bahwa dia punya anak, kalau emang si ibunya punya anak pasti akan disebutnya sudah punya adik lagi.
Investigasi kecil belum berakhir kawan, akhirnya setelah saya ‘dikerjain’ dengan seratus tanya (kalau seribu tanya mungkin kebanyakan) sang sobat pun buka kartu. Dan menjelaskan kepada saya detail demi detail kronologis awal sang ibu bertemu dengan anak yang disayanginya sekarang ini.
Oiya, sebelumnya anak si sobat saya ini kebetulan seorang pria tampan dan cakep, begitulah tutur sang sobat saya ini untuk meyakinkan saya. Jadi, berita asli yang dikonfirmasi keluarlah dari mulut dia. Berawal dari sebuah tugas yang dia emban sekarang ini menjadi abdi negara di pelosok ujung sumatera sana, sobat saya ini ternyata bertemu dengan seorang ibu (ini beneran ibu dan juga istri orang). Nah, dari situlah sobat saya ini mulai merasakan sesuatu atau mudahnya tergerak hati melihat seorang bayi dari si ibu aslinya tadi.
Tanpa harus bertahan lama, sobat saya mengurungkan niat untuk bercakap-cakap dengan ibu tadi. “Ibu, ini anaknya ya?”, tutur sobat saya dengan nada lembut. “Iya ini anak saya, baru tiga bulan umurnya”, jawab sang ibu dengan ramahnya.
Terus berlanjut pertanyaan demi pertanyaan dan sampai pada jawaban-jawaban yang dilontarkan oleh si ibu anak itu. Dan terakhir, sobat saya mulai melepas keinginan awalnya yakni meminta kepada si ibu agar anaknya bisa dirawat dan dijaga serta diasuh menjadi anaknya sobat saya ini.
Ternyata si ibu dengan satu dan alasan lainnya (kebetulan alasan konkrit saya belum tahu pasti, bukan intel sih saya jadi kurang tahu cara untuk mengorek info tersebut) memberikan restu untuk diasuh anaknya oleh sobat wanita saya ini.
Terpancar rasa gembira yang tidak ternilai harganya dari wajah sobat saya ini, dan mulailah hari demi hari disela-sela menjadi orang abdi negara, sobat saya telah jatuh cinta sangat dengan buah hatinya tersebut. Walaupun anak yang diasuhnya sekarang bukan dari rahim dan waktu sembilan bulan yang dirasakannya untuk mengandung, sudah sangat membuat kata hati sobat saya ini mejadi ibu yang benar-benar cinta kepada anak.
Malam-malam yang terlewatkan, hari-hari yang kian silih berganti membuat sobat saya ini merasa menjadi ibu sebelum menjadi istri dari calon suaminya yang sah (insyaAllah sudah ada calon suaminya sesuai dengan keputusan Tuhan saat 4 bulan dalam kandungan ibunda tercintanya dulu).
Saya sungguh terkesima dengan sobat saya ini, yang masih muda sudah sangat berani untuk berpijak mengambil keputusan dengan mejadi seorang ibu walaupun kiranya belum menjadi seorang istri. Malam minggu yang sepi kini menjadi riang bersama anak yang diasuhnya, belaian kasih sayang yang mungkin dulu belum ada kini menjadi terbiasa dengan sendirinya.
Tidak lepas dari itu semua, sobat saja tentu akan belajar dan belajar dengan menjadi ibu yang baik. Diantara dari sekian kepolosan masa dewasa yang kian meranjak untuk menjadi ibu yang semakin bijak dan cinta kepada anaknya.
Kadang, saya juga berpikir saat menulis tulisan yang tidak begitu bagus ini. Masih adakah wanita seperti dia yang rela terbagi waktunya untuk kerja, mengurus diri, anak dan lain sebagainya, melepaskan masa kebebasannya diantara cewek-cewek lain yang bertebaran di muka bumi pergi dan lupa dengan apa yang telah dilakoninya sewaktu-waktu.
Kadang malah menjadi seorang wanita yang hanya ingat dunia dan trend untuk pacaran dengan berbagai dalih membolehkannya. Sungguh sayang, ketika sebuah nilai cinta dan kasih sayang dilecahkan oleh para pemuda-pemudi penerus bangsa. Menjatuhkan diri kejurang pemisah antara yang sah dan yang haram.
Kita masih ingin wanita yang kuat dalam segala medan, petikan moral yang ada dan tanggung jawab dari kisah di atas yang saya uraikan tersebut hanya sekelumit dari saksi kehidupan yang ada di sekeliling mata sejauh kita memandang. Masih banyak hal lain yang belum bisa kita ambil nilai yang arif, membagikan kasih sayang dan cinta yang merupakan fitrah dari sang Khalik sungguh luar biasa. Allah Maha Besar dengan segala karunia dan berkah yang diberikan kepada semua hamba-Nya.
Akhir kata untuk penutup tulisan ini saya ucapkan selamat sobat, semoga dirimu menjadi Ibu yang baik layaknya seorang istri yang telah mempunyai buah hatinya. Dan jangan lupa, titip salam saya untuk anak mu itu walaupun sekarang dia belum bisa membalas salam saya ini. Cepatlah tumbuh dan bersegeralah dewasa dari setiap kasih sayang dari ibunda mu tercinta sekarang dan ingatlah kepada ibunda yang lebih dulu melahirkan mu karena dia menjadi saksi atas surga yang berada di bawah telapak kakinya. Semoga Allah memberikan yang terbaik buat kalian semua! Amiin.[]
Posted in Fiksi & ~Fiksi, Kampus, Renungan Tagged: Ibu, Istri, Wanita
Deleting Phonebook Entry
Posted by sagi
Karena sudah harus migrasi ke teknologi yang bisa lebih diandalkan….
telihat nama-nama yang sudah lebih dari 3 tahun gw gak call :
- Budi Irianto (L**o) – Bos gw waktu dulu kerja di warnet
- Kampus B – Code Name untuk nurul fikri cabang palmerah tempat gw nge-ronin
- Kampus B2– Code Name untuk nurul fikri cabang cileduk tempat gw nge-ronin intensif
- Lyto Marketing
- Martina – Ini martina yang mana ya ?
- Nur kosan – ini siapa ya ?
- P1 & P2 – Code name bodoh yang gw sendiri udah lupa maknanya
- @2 dan @2 – code bodoh yang serupa dengan yang diatas
- Tekmatrik – ini apaan ya
Tenangkan Diri, Selesaikan Masalah Kalian
Posted by ilmanakbar
Teman-teman pasti punya banyak masalah dalam hidup kan? Entah masalah kuliah, pekerjaan, organisasi, masalah sama temen, masalah kepanitiaan, sama pacar, maupun masalah2 lainnya? Kita kan ga boleh lari dari masalah itu, karena lari ga bakal menyelesaikan masalah. Tapi gimana mau menyelesaikan masalah-masalah itu, kalo kita baru mikirin itu aja udah puyeeeng banget.. X(
Coba buka www.tenangkandirisejenak.com deh.. Di situ ada animasi flash interaktif tentang drama-drama masalah kehidupan yang biasa kita hadapin sehari-hari.. Peran utama drama itu kita kok, jadinya kita kaya nonton drama masalah kehidupan kita. Coba dibuka deh, lucu banget, hehe..
Oh iya, kembali ke masalah-masalah tadi yang bikin puyeeeng. Ternyata ada solusinya nih. Cuma dengan minum teh, kita bisa menenangkan diri dan pikiran kita biar ga puyeng lagi.. Abis kita tenang, baru deh, kita bisa menyelesaikan masalah-masalah itu satu per satu. Teh apakah itu? Jawabannya adalah JoyTea! Joy artinya bahagia, tea artinya tentu saja teh. Jadi, abis minum itu, kita bakal bahagia! Coba2 aja main di www.tenangkandirisejenak.com, lihat ekspresi2 bahagia kita di drama2 tersebut abis minum JoyTea..
Menariknya, minum JoyTea tuh ga cuma bikin bahagia aja, tapi bisa bikin kita dapet gratis 3 hadiah Laptop HP Mini! Caranya gampang, cuma upload foto diri kita pas lagi stress sebelum minum JoyTea dan foto kita setelah jadi bahagia abis minum itu! Ikutan itu tuh, di JoyTea Photo Contest. Bikinlah foto yang sekreatif mungkin, semakin banyak divoting dan dikomentarin, makin besar kemungkinan kita dapet gratis 3 hadiah Laptop HP Mini!
Buat yang pada ikutan, taro link kalian di komentar ya.. Biar bisa dibantuin komen dan vote, biar makin gede peluang dapet Laptop HP Mini! Di bawah ini daftar anak2 UI yang udah ikutan itu:
2 times a day!
Posted by nisaihsani
Nemu tempat main baru, hehe.
Sebenarnya hari ini dimulai dengan kondisi fisik yang kurang sehat, tapi tetap memutuskan jalan-jalan daripada membusuk di rumah. Akhirnya setelah berpikir matang-matang, gw memutuskan untuk main-main ke Times Bookstore Karawaci.
Setahun yang lalu, gw diberi info oleh temen KP gw mengenai keberadaan toko buku baru di situ. Tertunda setahun, akhirnya hari ini dikunjungi juga. Berhubung gw buta daerah sana, dan meskipun udah nanya 3 orang mengenai rute termudah, tetep aja takut ilang. Lagipula, ngapain juga jalan-jalan sendirian mulu. Akhirnya ngajak Ratna.
Sambil nunggu Ratna, jalan-jalan dulu ke Pejaten Village, nengokin Gramedia yang kabarnya baru buka. Ternyata mirip sama Grameda GI, tapi jauh lebih kecil. Setelah Gramed, mampir ke Times sebentar. Ternyata buku-buku 20 ribuan yang gw beli secara impulsif Jumat kemarin hari ini sudah jadi 50 ribu. Beruntunglah gw udah sempet beli.
Dari Times Pejaten Village, beranjak ke rumah Ratna lalu ke Times Karawaci. Dan ternyata tempatnya sangatlah menarik sodara-sodara. Ga kaya Times Pejaten Village yang miskin itu (cuma sepetak), Times yang ini luas dan sangat nyaman.

Di atas rak-rak buku, ada kutipan-kutipan dari para penulis.

Buku-bukunya lumayan lengkap. Ada seri Sandman-nya Neil Gaiman, waw. Terry Pratchett juga banyak! Sayang ga nemu Good Omens. Nemu The Kite Runner illustrated edition juga.

Bisa baca sambil duduk-duduk juga. Ga kaya kebanyakan toko buku lainnya, kayanya di sini numpang baca itu biasa. Malah dilengkapi segala fasilitas yang bikin tambah betah numpang baca. Baca sambil tiduran di dalem botol asik loh.

Semua ini seharusnya bisa jadi surga belanja, tapi sayang gw sedang miskin semiskin-miskinnya. Bahkan meskipun dapet diskon member, diskon new member, dan diskon ultah Times, gw tetep ga berani membelanjakan uang! Jadilah pulang dengan tangan kosong tapi bukan harapan kosong. Hoho. Asik banget pokoknya, gw akan sangat senang main-main ke situ lagi. Suasananya adem dan tertib. Kaya di luar negeri (norak).
Dari Karawaci, mampir ke MTA buat solat dan makan. Nyari parkirnya aja lebih dari setengah jam. Bleh, Jakarta! Cape, tapi senang sekali nemu tempat seindah Times Bookstore (berlebihan). Jadi hari ini mengunjungi 2 Times sekaligus, lain kali triple kill deh sama yang di Kemang.
Hari ini, 27 Juni 2009, saya genap berusia 21 tahun.
Selama 21 tahun perjalanan hidup saya sejak dilahirkan pada tahun 1988 hingga saat ini, telah banyak hal yang saya lakukan, rasakan, dan alami. Namun, saya merasakan bahwa proses pertambahan usia saya dari 20 tahun ke 21 tahun sangatlah berkesan. Berkesan dalam artian saya mengalami banyak sekali hal, yang menyenangkan dan menyedihkan, ada naik dan ada turun, ada kesuksesan ada keterpurukan, semuanya tersaji selama 1 tahun terakhir dimulai dari ulang tahun saya yang ke-20.
Masih sangat lekat dalam ingatan saya, ulang tahun saya yang ke-20 tahun lalu saya rayakan bersama keluarga baru saya di Limas saat saya melaksanakan kerja praktik di sana. Sebagai anak baru di sana, Alhamdulillah saya diberi selamat oleh rekan-rekan kerja sekantor di Patra Kuningan. Saya juga berkesempatan untuk berbagi sedikit rezeki yang saya miliki dengan membeli beberapa makanan ringan untuk dibawa ke kantor. Benar-benar berkesan, karena mereka dengan tulus menerima kehadiran saya, hal yang saya syukuri.
Setelah itu mulailah perjalanan selama 1 tahun dari hari itu untuk tiba pada hari ini, di saat usia saya bertambah 1 tahun. 1 tahun perjalanan itu ternyata menjadi salah satu bagian yang paling berat yang saya alami dalam hidup saya. Pada masa itu saya untuk pertama kalinya benar-benar merasa terpuruk dan tidak bisa berpikir dengan jernih. Saya berusaha lari dari masalah. Saya mengambil jalan yang termudah, walaupun jelas itu bukan yang terbaik. Saya menghilang dari dunia saya. Saya tiba-tiba menjadi orang yang tertutup, yang tidak mau berbagi ke orang lain, termasuk orang-orang terdekat saya. Saya menjadi orang yang lain. Yah, walaupun itu hanya terjadi di separuh 1 tahun tersebut, tapi bisa disebut itu sebagai masa kegelapan bagi saya.
Sampai tiba akhirnya saya menyadari bahwa saya tidak bisa selamanya berada dalam zona nyaman yang saya anggap sebagai tempat yang aman dari masalah. Padahal sesungguhnya itu hanyalah alasan saya untuk melarikan diri dari masalah. Tepat 10 hari sebelum hari ini saya benar-benar berpikir sebenarnya apa yang terjadi dengan diri saya, apa yang salah dengan diri saya, apa yang sebenarnya saya inginkan di dunia ini, dan re-state kembali rencana hidup saya. Alhamdulillah, Allah masih memberi kesempatan bagi diri saya untuk bisa menyadari kondisi tersebut dan berusaha untuk memperbaikinya. Dan sampai akhirnya saya memproklamasikan bahwa pada hari ini, 27 Juni 2009 adalah titik tolak kebangkitan bagi kehidupan saya, juga menjadi momen pendewasaan diri saya menuju Sidik yang lebih baik.
Satu hal yang sangat-sangat salah yang saya lakukan beberapa waktu lalu adalah berusaha untuk menjauh dari orang lain dan mencoba-coba “hidup” menyendiri. Dan Alhamdulillah sekarang saya telah sadar sesadar-sadarnya bahwa saya tidak bisa hidup sendiri, menjadi manusia introvert dan jauh dari orang-orang yang saya sayangi dan perhatian ke saya. Saya sadar saya sangat membutuhkan keluarga saya, dan berbagi apabila sedang mengalami masalah agar mendapatkan solusi yang terbaik. Saya sadar bahwa saya sangat butuh sahabat-sahabat saya, teman-teman saya, tempat untuk bercerita dan berbagi, mendapatkan saran, masukan, dan kritik atas apa yang saya lakukan. Saya sadar bahwa saya butuh kegiatan yang dapat memfasilitasi saya untuk bersosialisasi seluas-luasnya dengan orang banyak. Intinya, saya tidak bisa hidup sendiri, bahkan saat hanya mencoba-coba.
Ini adalah saatnya saya bangkit. Bangkit kembali menjadi Sidik yang optimis. Sidik yang mempunyai visi besar bagi Indonesia, Islam, dan dunia. Sidik yang ceria dan easy-going. Sidik yang lugas, tegas, dan berani. Sidik yang pekerja keras. Bukan menjadi Sidik yang pesimis, pemalas, hanya memikirkan hal-hal kecil yang kadang tidak penting, berpikiran negatif, dan tertutup. Tentunya bangkit dan berubah menjadi Sidik yang lebih baik, yang meminimalisasi sifat dan sikap negatifnya, yang mengoptimalkan segala yang positif dalam dirinya. Dan ini juga merupakan momen yang sangat tepat untuk proses pendewasaan diri saya. Selama setahun terakhir, banyak masalah yang saya alami. Dan saya berharap semua masalah tersebut menjadikan saya menjadi Sidik yang lebih dewasa dalam berpikir, memandang masalah, dan bertindak.
Pada akhirnya, kita tidak dapat kembali ke masa yang lalu untuk mengubah takdir yang sudah terjadi. Saat ini saya telah berdamai dengan keadaan dan berusaha memaafkan masa lalu. Namun, saya tidak akan melupakannya sebagai pelajaran agar saya tidak melakukan kesalahan yang sama dan menjadi manusia yang lebih baik. Saya telah menerima kenyataan bahwa tidak semua hal yang saya rencanakan dan inginkan bisa saya dapatkan. Saya sangat yakin Allah super duper Maha Bijaksana dan tahu apa yang terbaik untuk diri saya. Untuk itu, yang selanjutnya akan saya lakukan adalah kembali menjalani hidup ini dan memperbaharui tujuan hidup saya, dengan Allah menjadi tujuan akhir.
***
Di momen 21 tahun usia saya ini, saya ingin mendedikasikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setingginya bagi orang-orang yang telah mendukung saya secara sadar ataupun tidak, yang telah memberikan sokongan yang saya sadari ataupun tidak, dan telah menghadirkan hal-hal baik dan mengesankan dalam hidup saya. Terima kasih dan segala puji bagi Allah yang masih memberikan saya kesempatan untuk merasakan usia 21. Terima kasih dan sayang baktiku untuk Bapak dan Ibu yang selalu menerima dan mendukung saya, bagaimanapun adanya saya. Terima kasih untuk Mas Dody, Teh Tuti, Mbak Septi, Mas Nur, Mbak Yanti, dan Aa Muhyidin, kakak-kakakku yang telah memberi perhatian, kasih sayang, dan semangat. Terima kasih dan peluk cium sayang untuk Terabitha, Naufal, Afifah, dan Rafif, keponakanku yang imut-imut dan lucu-lucu, yang selalu memberi warna-warni dalam hidup saya.
Terima kasih untuk Munir, Indra, Ilman, Franova, Dani, Kemal, Bram, Mia, Danu, Hari, Irvan, Yudha, Fithri, Mardian, Dyta, Yoyo, Nisa, Rina, Novi, Aqien, Krisna, Ichsan, Meldi, Nur, Nanta, Nulad, Jenggo, Niko, Kamal, Mursal, Lia, Pipit, Anjar, Yans, Haris, Ikhlas, Ipur, Didit, Andreas, Mahend, Arya, Jono, Agung, Leni, Meri, Chandra, Irene, Toni, Zebew, Rama, Chamat, Zahra, Lutfi, Dhiemas, Irsyad (Keluarga Kecil BEM Fasilkom 2008), Metti, Berna, Chubby, Hening, Haryadi, Ricky, Adhit NR, Kelompok C2, C3, dan C4 (Asdos PPL dan Kelompok PPL kelas C), Dita, Putri, Sela, Alfi, Ating, Ace, Leo, Ikhma, Cabe, Lezi, Haido, Pak Ilham, Mas Daiz, Bu Monic, Om Bos Khrisna, Pak Arif, Pak Arief, Kang Toni, Pak Jono (rekan kerja di Limas), dan semua yang telah menjadi sahabat, teman, sobat, dan bagian dari hidup saya. Terima kasih untuk Bu Ika, Bu Kasiyah, Bu Aminah, Bu Putu, Pak Thalib, Pak Harry, para dosen yang telah banyak membantu saya dan saya repotkan terutama selama 1 tahun ini.
Terima kasih juga buat semua yang udah ngasih selamat dan doa lewat sms, email, plurk, blog, facebook, friendster, ataupun secara langsung. Terima kasih buat semua yang mungkin lupa disebut, karena banyak banget orang yang udah berjasa bagi diri saya, terutama selama 1 tahun ini. Semoga Allah akan membalas kebaikan yang telah diberikan pada saya dan semoga kita bisa sukses dan berhasil dalam apapun hal yang kita lakukan, Amin.
I’m still waiting
Posted by SweetyGirl_Fhi
Katanya mau Online..
hemm, nyampah neh.. Dah lama gak nge-Blog.
Pengen nulis tapi lagi maless.. ^-^ nyambung besok aja aah.. hihihi
Ayah yang menakjubkan..
Posted by Meri
Dari sebuah milis..
Imairi likes it b(^^)
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Ssst..tau gak siii ..? ternyata ayah itu MENAKJUBKAN. ..
Ayah ingin anak-anaknya punya lebih banyak kesempatan daripada dirinya, menghadapi lebih sedikit kesulitan, lebih tidak tergantung pada siapapun – dan (tapi) selalu membutuhkan kehadirannya.
Ayah hanya menyuruhmu mengerjakan pekerjaan yang kamu sukai. Ayah membiarkan kamu menang dalam permainan ketika kamu masih kecil, tapi dia tidak ingin kamu membiarkannya menang ketika kamu sudah besar.
Ayah tidak ada di album foto keluarga, karena dia yang selalu memotret. Ayah selalu tepat janji!
Dia akan memegang janjinya untuk membantu seorang teman, meskipun ajakanmu untuk pergi memancing sebenarnya lebih menyenangkan. Ayah akan tetap memasang kereta api listrik mainanmu selama bertahun-tahun, meskipun kamu telah bosan, karena ia tetap ingin kamu main kereta api itu.
Ayah selalu sedikit sedih ketika melihat anak-anaknya pergi bermain dengan teman-teman mereka.karena dia sadar itu adalah akhir masa kecil mereka. Ayah mulai merencanakan hidupmu ketika tahu bahwa ibumu hamil (mengandungmu), tapi begitu kamu lahir, ia mulai membuat revisi. Ayah membantu membuat impianmu jadi kenyataan bahkan diapun bisa meyakinkanmu untuk melakukan hal-hal yang mustahil, seperti mengapung di atas air setelah ia melepaskanya.
Ayah mungkin tidak tahu jawaban segala sesuatu, tapi ia membantu kamu mencarinya. Ayah mungkin tampak galak di matamu, tetapi di mata teman-temanmu dia tampak lucu dan menyayangi. Ayah sulit menghadapi rambutnya yang mulai menipis….jadi dia menyalahkan tukang cukurnya menggunting terlalu banyak di puncak kepala *_~
Ayah akan selalu memelihara janggut lebatnya, meski telah memutih, agar kau bisa “melihat” para malaikat bergelantungan di sana dan agar kau selalu bisa mengenalinya. Ayah selalu senang membantumu menyelesaikan PR, kecuali PR matematika terbaru.
Ayah lambat mendapat teman, tapi dia bersahabat seumur hidup Ayah benar-benar senang membantu seseorang… tapi ia sukar meminta bantuan. Ayah terlalu lama menunda untuk membawa motor ke bengkel, karena ia
merasa dapat memperbaiki sendiri segalanya.
Ayah di dapur. Membuat memasak seperti penjelajahan ilmiah. Dia punya rumus-rumus dan formula racikannya sendiri, dan hanya dia sendiri yang mengerti bagaimana menyelesaikan persamaan-persamaan rumit itu.
Dan hasilnya?… .mmmmhhh…” tidak terlalu mengecewakan” ^_~ Ayah akan sesumbar, bahwa dirinyalah satu- satunya dalam keluarga yang dapat memasak tumis kangkung rasa barbecue grill. *_~
Ayah mungkin tidak pernah menyentuh sapu ketika masih muda, tapi ia bisa belajar dengan cepat.
Ayah sangat senang kalau seluruh keluarga berkumpul untuk makan malam…walaupun harus makan dalam remangnya lilin karena lampu mati.
Ayah paling tahu bagaimana mendorong ayunan cukup tinggi untuk membuatmu senang tapi tidak takut.
Ayah akan memberimu tempat duduk terbaik dengan mengangkatmu dibahunya, ketika pawai lewat. Ayah tidak akan memanjakanmu ketika kamu sakit, tapi ia tidak akan tidur semalaman. Siapa tahu kamu membutuhkannya.
Ayah menganggap orang itu harus berdiri sendiri, jadi dia tidak mau memberitahumu apa yang harus kamu lakukan, tapi ia akan menyatakan rasa tidak setujunya. Ayah percaya orang harus tepat waktu. karena itu dia selalu lebih awal menunggumu di depan rumah dengan sepeda tuanya, untuk mengantarkanmu dihari pertama masuk sekolah
AYAH ITU MURAH HATI…..
Ia akan melupakan apa yang ia inginkan, agar bisa memberikan apa yang kamu butuhkan…. .
Ia membiarkan orang-orangan sawahmu memakai sweater kesayangannya. ….
Ia membelikanmu lollipop merk baru yang kamu inginkan, dan ia akan menghabiskannya kalau kamu tidak suka…..
Ia menghentikan apa saja yang sedang dikerjakannya, kalau kamu ingin bicara…
Ia selalu berfikir dan bekerja keras untuk membayar spp mu tiap semester, meskipun kamu tidak pernah membantunya menghitung berapa banyak kerutan di dahinya….
Ayah mengangkat beban berat dari bahumu dengan merengkuhkan tangannya disekeliling beban itu….
Ayah akan berkata ,, tanyakan saja pada ibumu” Ketika ia ingin berkata ,,tidak” Ayah tidak pernah marah, tetapi
mukanya akan sangat merah padam ketika anak gadisnya menginap di rumah teman tanpa izin Dan diapun hampir tidak pernah marah, kecuali ketika anak lelakinya kepregok menghisap rokok dikamar mandi. Ayah mengatakan,” tidak apa-apa mengambil sedikit resiko asal kamu sanggup kehilangan apa yang kamu harapkan”
Pujian terbaik bagi seorang ayah adalah ketika dia melihatmu melakukan sesuatu persis seperti caranya….
Ayah lebih bangga pada prestasimu, daripada prestasinya sendiri….
Ayah hanya akan menyalamimu ketika pertama kali kamu pergi merantau meningalkan rumah, karena kalau dia sampai memeluk mungkin ia tidak akan pernah bisa melepaskannya.
Ayah mengira seratus adalah tip..
Seribu adalah uang saku..
Gaji pertamamu terlalu besar untuknya…
Ayah tidak suka meneteskan air mata ….
Ketika kamu lahir dan dia mendengar kamu menangis untuk pertama kalinya, dia sangat senang sampai-sampai keluar air dari matanya (ssst..tapi sekali lagi ini bukan menangis)
Ketika kamu masih kecil, ia bisa memelukmu untuk mengusir rasa takutmu…ketika kau mimpi akan dibunuh monster… tapi…..ternyata dia bisa menangis dan tidak bisa tidur sepanjang malam, ketika anak gadis kesayangannya di rantau tak memberi kabar selama hampir satu bulan.
Kalau tidak salah ayah pernah berkata :” kalau kau ingin mendapatkan pedang yang tajam dan berkualitas tinggi, janganlah mencarinya dipasar apalagi tukang loak, tapi datang dan pesanlah langsung dari pandai besinya. begitupun dengan cinta dan teman dalam hidupmu, jika kau ingin mendaptkan cinta sejatimu kelak, maka minta dan pesanlah pada Yang Menciptakannya”
Untuk masadepan anak lelakinya Ayah berpesan: ,”jadilah lebih kuat dan tegar daripadaku, pilihlah ibu untuk anak-anakmu kelak wanita yang lebih baik dari ibumu , berikan yang lebih baik untuk menantu dan cucu-cucuku, daripada apa yang yang telah ku beri padamu”
Dan Untuk masadepan anak gadisnya ayah berpesan :” jangan cengeng meski kau seorang wanita, jadilah selalu bidadari kecilku dan bidadari terbaik untuk ayah anak-anakmu kelak! laki-laki yang lebih bisa melindungimu melebihi perlindungan Ayah, tapi jangan pernah kau gantikan posisi Ayah di hatimu”
Ayah bersikeras, bahwa anak-anakmu kelak harus bersikap lebih baik daripada kamu dulu….
Ayah bisa membuatmu percaya diri…
karena ia percaya padamu…
Ayah tidak mencoba menjadi yang terbaik, tapi dia hanya mencoba melakukan yang terbaik….
Dan terpenting adalah…
Ayah tidak pernah menghalangimu untuk mencintai Allah SWT, bahkan dia akan membentangkan seribu jalan agar kau dapat menggapai cintaNya, karena diapun mencintaimu karena cintaNya.
Jazakallah bil jannah untuk setiap peluh yang kau teteskan, untuk setiap kerut dahimu yang tak sempat kuhitung, untuk setiap jaga sepanjang malam ketika aku sakit dan ketika kau merindukanku, untuk tumis kangkung paling lezat sedunia, untuk tempat duduk terbaik di bahumu yang begitu kekar ketika aku ingin melihat pawai, untuk tetes “air mata laki-laki “yang begitu mahal ketika kau khawatirkan aku, untuk kepercayaanmu padaku, meski seringkali ku hianati. Tak akan
pernah bisa terbalas segalanya, kecuali dengan …….jazakallah bil jannah, ” semoga Allah mengganti semuanya dengan syurga, semoga bisa kubayar dengan syurga yang Alloh beri, semoga…… ..” (amin ya Rabb)
Dan untuk semua yang sedang merindukan Ayah, ssssssssttt. ..! Tau gak siii? Ternyata ayah itu benar-benar MENAKJUBKAN!
~~
that’s for SURE.

semangat?
Posted by icetea
bingung..
Posted by perfectniji
muak dengan org2 yg dapat tertawa di atas kesenangan org laen...
muak dengan org yg menganggap dirinya adalah yg benar...
hanya ingin berjuang,
tapi bingung dengan caranya.
i really love this movie
Posted by nisaihsani
The third act twist: the unexpected declaration of love.
The exception to the rule.
But sometimes we're so focused on finding our happy ending.. we don't learn how to read the signs.
How to tell the ones who wants us from the ones who don't.
The ones who will stay and the ones who will leave.
And maybe this happy ending doesn't include a wonderful guy.
Maybe it's you, on your own, picking up the pieces and starting over.
Freeing yourself up for something better in the future.
Maybe the happy ending is just, moving on.
- He's Just Not That Into You





